NovelToon NovelToon
ISTRIKU MASIH SMA

ISTRIKU MASIH SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Andropist

Aku tak menyangka wanita yang tidur satu ranjang bersamaku seorang lelaki tampan. Bahkan aku sering memeluknya sebagai sahabatku. Aku tak segan menceitakan hal kewanitaan padanya. Ternyata dia adalah Tuan yang sombong yang telah menyerempetku dijalanan.

Novel ini sudah tamat, episode setelah Ending menceritakan kehidupan anak-anak pemeran utama.

Cerita ini karya kelima saya.Murni dari pemikiran saya pribadi.Apabila ada kesamaan nama tokoh,tempat,waktu,dan alur cerita saya mohon maaf.Apabila ada kata-kata yang salah dan sulit dipahami saya mohon maaf.Saya akan memperbaiki kedepannya dan belajar lagi.Cerita ini bertujuan memberikan motivasi dan hiburan semata.Selamat membaca,Semoga bermanfaat.
DILARANG COPY PASTE!HARGAI KARYA ORANG LAIN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andropist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7

Rehan bersiap pergi ke asrama tempat Cinta tinggal. Dia berpakaian layaknya seorang perempuan, mengenakan dress, legging, wig, kaca mata, syal, memakai bra pada dadanya dan berdandan cantik layaknya perempuan. Sekretaris Yuda menunggunya dimobil. Rehan keluar dari apartemennya membawa koper yang berisi baju dan perlengkapannya selama diasrama nanti.

Dia masuk ke dalam mobil miliknya dan duduk disamping Sekretaris Yuda.

"Presdir, apa Anda yakin akan menyamar seperti ini, soalnya dari drama korea yang saya tonton tidak mudah menyamar jadi perempuan, apalagi menyamakan suara perempuan"ucap Sekretaris Yuda.

"Demi Kirana apapun akan ku lakukan"ucap Rehan.

"Presdir benar-benar pejuang cinta sejati, saya dukung Anda, semangat Presdir"ucap Sekretaris Yuda.

"Yuda, selama saya menyamar, kau harus terus memantau pekerjaan Direktur Jordan dalam mengurus perusahaan"ucap Rehan.

"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.

"Aku akan mengerjakan pekerjaan kantor saat senggang di asrama, kabari aku bila ada meeting penting ataupun urusan penting perusahaan"ucap Rehan.

"Beres Presdir"ucap Rehan.

Mobil itu melaju menuju ke Asrama Best Star School. Sampai ditempat itu, Rehan turun dari mobil. Dia masuk ke dalam asrama. Berjejer pintu-pintu disetiap ruangan. Satu kamar asrama untuk dua siswa. Rehan sengaja meminta Sekretaris Yuda untuk mengatur semuanya agar bisa satu  kamar bersama Cinta. Kebetulan Cinta selama ini belum punya teman sekamar.

Rehan masuk ke kamar yang ditempati Cinta. Dia membuka pintu kamar itu dengan kunci kamar yang dimilikinya. Saat pintu mulai dibuka, dia masuk ke dalam. Matanya terbelangak melihat pemandangan yang membuatnya risih.

"Ya ampun ini kamar cewek atau tempat sampah" ucap Rehan.

Rehan mengamati sekelilingnya, sampah plastik, sayur, telor, buku, baju, tas, dan barang lainnya yang tak tertata rapi. Rehan mendekati dua ranjang didepannya. Dia melihat sebuah barang penting milik wanita.

"Ampun deh ini bra sama CD ngapain diranjang berserakan, yang tinggal dikamar ini orang gila apa ya"ucap Rehan.

Rehan memungut bra dan CD milik Cinta yang ada diranjang sebelah kiri.

"Ih....ini cewek gak rapi banget, jorok, amit-amit kalau punya istri kaya gini"ucap Rehan.

Rehan melempar bra dan CD itu ke ranjang sebelah kanan.

"Gak ada AC lagi, pasti panas, aku lupa tadi kenapa gak sekalian menyuruh Yuda mengurus semua ini"ucap Rehan.

Rehan akhirnya beristirahat diranjang sebelah kiri.

Tak lama dia tertidur dengan pulas. Siang harinya Cinta pulang dari sekolah, dia memarkirkan sepedanya di parkiran asrama itu. Cinta masuk ke dalam asrama. Kebetulan kamar asramanya ada dilantai dua. Cinta baik ke lantai atas menuju kamarnya. Saat masuk dia belum tahu ada Rehan yang berbaring diranjang. Cinta masuk dan melempar tas miliknya ke ranjang sebelah kiri.

Bruuuuug...................(suara tas milik Cinta yang terjatuh diatas tubuh Rehan).

"Aw................"ucap Rehan kesakitan.

"Oh ada orang, maaf"ucap Cinta.

Rehan bangun dan melihat gadis kecil yang ditemuinya dijalan itu.

"Kamu"ucap Rehan.

"Kamu teman satu kamarku"ucap Cinta yang tidak tahu teman wanitanya itu adalah Rehan yang menyamar.

"Buset deh kenapa satu kamar dengan gadis kecil  ini, apa Yuda gak salah milihin kamar untukku" batin Rehan.

"Namaku Cinta Mutiara, kamu siapa?"tanya Cinta.

"Hah Cinta, jadi gadis kecil ini Cinta"batin Rehan.

"Re.......Reni"ucap Rehan.

"Nama yang bagus, oya Reni aku mau keluar dulu, bisakah kau bereskan kamarnya supaya nyaman kau tempati, nanti sisanya aku yang bereskan" ucap Cinta.

"Gadis kecil belum apa-apa kau sudah menyuruhku"batin Rehan.

"Oke"ucap Rehan.

Cinta langsung menanggalkan seragamnya, Rehan kaget melihat Cinta menanggalkan seragamnya meskipun masih menenakan baju dalam.

"Kenapa melihat pemandangan seperti ini bikin naik aja"batin Rehan.

Cinta mengenakan pakaian dan mengucir rambutnya kembali.

"Reni aku keluar dulu ya, sapu dan pengkinya digantung didapur ya"ucap Cinta.

"Iya"ucap Rehan yang masih bengong.

Cinta keluar dari kamar asramanya. Rehan masih duduk diranjang sambil memikirkan apa yang dilihatnya tadi.

"Aduh udah terlanjur naik nih, ke toilet aja deh, sialan gadis kecil untung aku gak lepas kendali" ucap Rehan.

Rehan akhirnya pergi ke toilet untuk mandi agar pikirannya jernih dan tidak membayangkan apa yang dilihatnya tadi.

Selesai mandi Rehan membersihkankan kamar asramanya. Dia memunguti sampah yang berserakan dilantai. Dan menata kembali barang-barang yang tidak rapi.

"Gadis kecil kenapa kau bisa hidup ditempat seperti ini, dia benar-benar gak tahu kebersihan, seumur-umur baru kali ini aku jadi pembantu"ucap Tehan.

"Kok bra ada diranjang gini mana ukurannya mantep lagi, aduh jangan dibayangin tar naik lagi repot" ucap Rehan.

Rehan menyapu dan mengepel seluruh ruangan.

"Capek"ucap Rehan berbaring diranjang.

"Seharian kerja dikantor perasaan gak secapek ini"ucap Rehan.

Rehan akhirnya tidur diranjang kamar asrama itu.

Dia benar-benar kelelahan setelah membersihkan kamar asramanya.

**********

Dua jam sudah Cinta keluar dari kamar asramanya, dia membawa seplastik besar baju kotor. Cinta masuk ke kamar asramanya, Rehan terlihat sudah tidur diranjang. Cinta membawa baju kotor itu ke toilet dan mencucinya.

"Alhamdulillah lumayan banyak baju kotornya, aku bisa dapat uang yang cukup banyak"ucap Cinta.

Cinta mencuci baju kotor milik teman seasramanya dan beberapa warga diperumahan dekat asramanya. Selesai mencuci Cinta menjemurnya di atap gedung asrama.

"Ya Allah semoga Ibu cepat sembuh, dan Cinta punya uang untuk membeli rumah petakan untuk kami tinggal nanti"ucap Cinta.

Cinta turun dari atap gedung asramanya menuju kamarnya lalu dia shalat dan mengaji. Rehan terbangun mendengar Cinta mengaji.

"Cinta kalau nyanyi jangan kenceng-kenceng, aku lagi tidur"ucap Rehan.

"Aku sedang mengaji bukan bernyanyi, memangnya kau sudah shalat?"tanya Cinta.

"Aku tidak percaya adanya Tuhan"ucap Rehan.

Cinta langsung menghampiri Rehan dan duduk disampingnya.

"Memang kenapa kau tak percaya adanya Tuhan?"tanya Cinta.

"Dikeluargaku tidak ada yang beragama. Dari kecil aku sudah terbiasa hidup tanpa Tuhan. Jadi untuk apa percaya Tuhan kalau aku bisa tetap hidup tanpa Tuhan. Kalau Tuhan ada kenapa aku tak bisa melihatnya"ucap Rehan.

"Reni, kau tahu udara? udara itu tidak terlihat tapi bisa kita rasakan bahkan kita hirup setiap hari. Sesuatu yang tak terlihat belum tentu tidak ada, begitupun dengan Tuhan, meskipun kita tidak bisa melihatnya tapi Tuhan itu ada. Kau tahu baju dibuat oleh siapa? tukang jahit, lalu makanan dibuat oleh seorang koki, lalu manusia dan bumi seisinya siapa yang membuatnya kalau bukan Tuhan"ucap Cinta.

"iya, Cinta apa sering beribadah seperti itu?"tanya Rehan.

"Iya, lima kali sehari"ucap Cinta.

"Kenapa harus sering beribadah, menyita waktu saja"ucap Rehan.

"Manusia selalu banyak keinginan ini itu tak ada habisnya bahkan selalu mengeluh kurang, selalu ingin semuanya terwujud, tapi ketika Allah meminta hanya lima kali dalam sehari masa kita merasa berat. Sebagai manusia kita selalu ingin diperhatikan oleh Allah tapi kita sendiri apa pernah memperhatikannya, tak jarang kita sering lupa dan sibuk dengan urusan dunia"ucap Cinta.

Rehan memikirkan ucapan Cinta, walaupun dia belum sepenuhnya setuju dengan penjelasannya.

Bagi Rehan, Tuhan itu tidak ada dan dia baik-baik saja tanpa harus percaya akan keberadaannya.

Malam harinya Cinta tidur diranjang sebelah kanan dan Rehan tidur diranjang sebelah kiri.

Krooook.......kroooook.......krooook........

Suara Cinta yang tidur mengorok karena kelelahan seharian bekerja.

"Aduh berisik banget nih gadis kecil, dia ngorok mana mungkin aku bisa tidur. Cantik-cantik kok ngorok"batin Rehan.

Rehan bolak balik tak bisa tidur, tak lama Cinta bangun dan berjalan sambil mengigau.

"Pangeran aku disini, tolong aku"ucap Cinta mengugau sambil tidur berjalan.

"Ya ampun dia juga tidur berjalan, parah bisa tiap malam gak bisa tidur nih"ucap Rehan.

Cinta tidur berjalan menghampiri ranjang Rehan dan terjatuh disamping Rehan.

Bruuuuug.................

"Kenapa gadis kecil ini jadi disini, aku balas saja atas semua perbuatannya dari kemarin, mumpung dia tidur"ucap Rehan.

Rehan mendekati wajah Cinta hendak menciumnya tapi malah ditonjok Cinta.

Dug....................

"Aw................."ucap Rehan kesakitan.

"Rasakan itu penjahat, takkan ku biarkan kau melukai pangeran"ucap Cinta mengigau.

Cinta kemudian menendang Rehan hingga mengenai bagian terpentingnya.

Dug..............

"Aw............kena dua kali sakitnya"ucap Rehan.

"Masa depanku bisa hancur kalau ditendang mulu tiap malam"batin Rehan.

"Aku tidak takut, lebih baik mati terhormat dari pada menyerah"ucap Cinta mengigau.

"Gue harus bertindak, dari pada gue diserang lebih baik menyerang duluan"ucap Rehan.

Rehan bangun dan menindih Cinta lalu memegang kedua tangannya. Dia hendak mencium bibir cantik Cinta tapi Cinta malah terbangun.

"Reni kamu ngapain?"tanya Cinta.

"Itu tadi Cinta mengigau kesetanan jadi aku coba menenangkan"ucap Rehan.

"Oo.....aku memang sering mengigau kalau kelelahan,maaf"ucap Cinta.

Rehan bangun dari tubuh Cinta kemudian duduk, Cintapun juga bangun dan duduk.

"Aku ada diranjangmu, pasti tadi tidur berjalan lagi"ucap Cinta.

"Kau sering begitu?"tanya Rehan.

"Kadang kalau terlalu lelah"ucap Cinta.

"Oh begitu ya"ucap Rehan.

"Bisa tiap malam aku kena pukul dan tendang, siap-siap pakai helm dan baju pelindung sebelum tidur"batin Rehan.

"Aku kembali ke ranjangku, maaf ya Reni"ucap Cinta.

"Oke santai aja"ucap Rehan.

Cinta kembali ke ranjangnya dan tidur dengan pulas. Begitupun dengan Rehan yang tidur sambil menutupi bagian terpentingnya jikalau Cinta kembali mengigau.

1
Yaniezta
nanti yang jdi pasangannya cinta sapa nih rehan atau raka ? hihi
Amaliah 🌹
Luar biasa
Mega Hafiz
jatuh cinta sama saudara sendiri 😁😁
Rosa Rosiana
bru mulai baca, kyknya seru
budi s
iwuaqyyyytwyb
budi s
p
Badriyahiyah Riyah
😁😁😁😁rasakan penggoda suami orang yg terlalu pede iyuuuu🤣🤣🤣
Badriyahiyah Riyah
raja katanya raja play boy tapi celana warna pink gambar hello Kitty 🤣🤣🤣🤣
Badriyahiyah Riyah
kasihan rehan udah dua kali senjatanya kena tendangan 🤣🤣🤣
Auliya
lho ko ceritanya ngulang awal lagi
Auliya
oooh ternyata Deena, kirain anak Askia
Auliya
lah Raynor anaknya Raka ya Thor,kan bisa main pedang kaya Askia
Auliya
kayaknya si Tio anaknya Raja kali ya, sama gesreknya sama Raja
Auliya
waaaah bener ini Alina tuh Alea anaknya Cinta ma Rehan
Auliya
emang sekolah tuh Gurunya pada kemana, masa ada ketidakbenaran di sekolah didiemin aja
Auliya
Cinta disekap di gua hitam perjalanannya pakai apa ya
Auliya
jangan"ayahnya Zafira Alex yang kejam itu
Auliya
ada" aja si Askia
Auliya
itumah paling Rehan yg lupa ingatan, kan waktu itu kepalanya cidera
Auliya
saya bener" heran dan gak masuk akal banget, wong ke sarang penjahat ko sendirian aja gak minta bantuan/pamit sama siapa"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!