Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 7
Tak terasa ternyata sudah sampai di depan rumah Aruni. Aruni tak langsung masuk ke halaman rumahnya, bahkan hanya memarkir mobilnya di jalan depan rumah saja untuk sementara. Aruni segera bergegas turun dari mobilnya untuk berpamitan dengan Alan. Masih basah sekali jalanan ini yang tadinya di sirami hujan yang cukup deras dan masih terasa sekali dinginnya malam kala itu setelah hujan deras.
Aruni memang sampai terlebih dahulu dari pada Alan. Jelas saja laju mobil yang di tunggangi Aruni tak sebanding dengan motor yang di kendarai oleh Alan.
"Ya ampun Tuhan, dingin sekali ternyata udara malam ini. Sungguh kasihan sekali aku terhadap Alan pasti dia kedinginan," ungkap Aruni karena merasakan dinginnya udara malam ini.
Tak lama setelah itu Tampak cahaya lampu yang begitu kecil sekali, semakin lama cahaya lampu itu semakin dekat dan membesar dengan sendirinya. Ya itu lampu motor yang dikendarai oleh Alan, motor yang di kendarai nya dengan sangat pelan dan hati-hati karena kondisi jalanan yang cukup licin.
Sesampainya di depan rumah Aruni yang begitu besar dan megah, Alan memberhentikan motornya kemudian mematikan mesin motornya terlebih dahulu. Karena di depan rumah Aruni sudah menantikannya.
Alan segera turun dari motor nya dan segera menghampiri Aruni.
"Kenapa masih disini Run ? Masuk langsung saja nanti kamu masuk angin loh," kata Alan yang tengah menghampiri Aruni.
"Gak apa-apa kok, lagian kan aku nungguin kamu dulu. Gak sopan aja sepertinya kalau aku main masuk aja gak pamit dulu sama kamu." Jawab Aruni.
"Ya sudah, sekarang kamu masuk ya. Istirahat, mandi pakai air panas dulu terus makan dan langsung tidur, jaga kesehatan karena aku gak mau kalau sampai kamu sakit," kata Alan sambil memegangi pipi sang kekasih hati.
"Iya okay boss," jawab Aruni sambil tersenyum manja.
"Senyum Mulu sih kamu, bikin aku tambah cinta saja," kata Alan yang membuat Aruni semakin melayang tinggi.
"Ya harus tambah cinta dong, gak mau lah kalau bikin cintamu makin lama makin berkurang sama aku," jawab Aruni.
"Ya sudah sana masuk," kata Alan sambil mengecup kening Aruni dengan segenap perasaannya.
"Iya," jawab Aruni sambil memejamkan matanya kala Alan mengecup mesra keningnya.
"Ya sudah kalau begitu aku balik dulu ya," kata Alan.
"Iya kamu hati-hati ya di jalan jangan ngebut, terus nanti kalau sudah sampai rumah kamu jangan lupa kabari aku," pinta Aruni.
"Iya sayang," jawab Alan sambil beranjak pergi dan mengendarai motor milik nya.
"Bye sayang," kata Aruni sembari melambaikan tangannya pada Alan yang sudah beranjak pergi dari hadapannya.
Tidak lama setelah Alan pergi maka Aruni pun segera memasukkan mobilnya ke garasi rumah. Setelah itu Aruni segera melakukan apa yang di perintahkan Alan tadi padanya.
Krek .... Krek ..... Krek ....
Suara pintu rumah yang di buka oleh Bibi Ijah asisten rumah tangga Aruni yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di keluarga Aruni.
"Loh kok baru pulang Non ?" Tanya bi Ijah sopan.
"Iya Bi tadi ada keperluan keluar sama teman," jelas Aruni lembut pada Bi Ijah yang sedang menanyai dirinya sambil berjalan mengikuti Aruni ke kamar.
Aruni sangat menghormati Bi Ijah, karena selain Bi Ijah yang sudah begitu lama bekerja di keluarga Aruni, Bi Ijah jugalah satu-satunya orang yang selalu ada buat Aruni. Bi Ijah sudah seperti neneknya sendiri bagi Aruni, Bi Ijah selalu ada di dekat Aruni dan di rumah ini hanya ada Bi Ijah dan Pak Teguh yang bekerja sebagai Tukang kebun di rumah yang menemani Aruni. Karena kesibukan kedua orang tua Aruni yang selalu bolak-balik luar negeri untuk mengurusi bisnis nya.
"Bi, tolong siapin makan malam ya. Terus ajak Pak Teguh juga nanti aku mau kita makan bersama" kata Aruni.
"Iya Non, Bibi siapkan dulu nanti Pak Teguh bibi bilangin," jawab si Bibi.
"Ya sudah Bi, Aruni mau mandi dulu bentar," kata Aruni sambil membuka pintu kamarnya.
"Iya Non," jawab si Bibi dan langsung bergerak ke dapur untuk menyiapkan makan malam buat Aruni.
Bibi memasak masakan kesukaan Aruni, karena Bi Ijah paling tahu selera Aruni yang suka makan makanan yang pedas. Bi Ijah memasak cumi pedas untuk makan malam, ya karena Aruni suka sekali sambal Cumi.
Sementara itu Aruni yang sudah berada di kamarnya segera meletakkan tas dan tak terkecuali ponsel miliknya di atas meja. Aruni segera masuk ke kamar mandi dan bebersih, tak lupa juga mandi dengan air hangat seperti yang di bilang oleh kekasihnya tadi.
Berrr .... Berrr .... Berrr...
Suara rintisan dan tetes air dari shower di kamar mandi milik Aruni, dilepaskan ikatan rambut nya dan di biarkan bergerai. Di basahi secara bertahap wajahnya, kepala dan rambut nya juga. Air mengalir di sekujur tubuhnya yang di biarkan terbuka tanpa satu helai benang pun yang menutupi tubuh indahnya.
Di bersihkan seluruh tubuh yang dimiliki dengan belaian lembut nya. Di lumuri sabun dari ujung kepala sampai ujung kaki secara perlahan, Namun bayangan kejadian bersama Alan tadi kembali datang dan menggoda dirinya. Semuanya terlintas dan datang begitu saja tanpa aba-aba sedikit pun.
Terbayang kala Alan mengecup bibirnya dan memeluknya begitu erat, terbayang kala Alan mengecup keningnya dengan segala rasa yang ada padanya. Sungguh Aruni terbuai dengan semua kejadian hari ini yang di lewatinya bersama Alan sang penakluk hati.
Setelah selesai mandi, Aruni segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk tipis bewarna biru muda kesukaannya. Segera di pilihnya piyama yang akan di kenakan nya malam ini. Tak lama setelah mengenakan pakaiannya terdengar suara ponselnya yang tadi berada di atas meja, segera Aruni mengambil ponsel miliknya dan berharap itu dari sang pujaan hati.
Aruni tersenyum begitu sumringah karena memang benar bahwasanya yang menelponnya adalah orang yang di tunggu-tunggu dari tadi.
Ya, nama Alan lah yang tertera di layar ponsel milik nya. Aruni terlihat senang sekali karena semua sesuai dengan harapannya, langsung saja secepat mungkin Aruni menjawab telepon dari Alan dengan perasaan yang begitu bersemangat.
"Hallo, kamu sudah sampai rumah?" Kata Aruni langsung bertanya tanpa banyak basa-basi.
"Iya sayang, ini baru saja sampai rumah dan aku langsung kasih kabar ke kamu," jawab Alan.
"Oh oke kalau begitu," kata Aruni.
"Kamu lagi apa? Sudah makan ?" Tanya Alan.
"Belum palingan sebentar lagi, ini baru saja selesai mandi dan pakai baju ini terus kamu nelpon aku," jawab Aruni menjelaskan.
"Oh gitu, ya sudah kamu makan terus istirahat ya," kata Alan.
"Iya ini mau makan kok, kamu juga ya jangan lupa mandi terus makan dan minum teh hangat juga, soalnya tadi kamu kedinginan kan terus habis itu langsung tidur jangan kelayapan lagi ke luar oke dan langsung istirahat tidur," kata Aruni tanpa bisa dipotong walau satu kata pun.
"Oke Bu Bos," jawab Alan.
"Ya sudah, aku tutup telponnya ya," kata Aruni.
"Iya," jawab Alan dan dengan seketika telponnya langsung terputus begitu saja.
mkin seru..???
😊😊
aku slalu setia menunggu😊😊