NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku Menemukan Mu

Akhirnya Ku Menemukan Mu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:70k
Nilai: 5
Nama Author: Tarti

Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban sgala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku

Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku

Sepasangan kekasih yang harus terpisah karena keadaan. Namun, dengan berbagai cobaan yang datang, akhirnya mereka di pertemukan kembali dan di satukan dengan keadaan yang berbeda pula.

Raditya Purnomo ♥️ Winda Wulandari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Wah, sepertinya ada yang baru jadian nih."

Winda dan Gito serempak menoleh ke arah sumber suara di samping mereka. Winda terkejut melihat siapa yang berbicara tadi. Dia adalah Doni, seorang pengusaha muda yang sukses di ibu kota dan berparas tampan.

"Mas Doni...."

"Kamu kenal dia, dek?" tanya Gito.

"Dia namanya mas Doni, anak orang terpandang di daerah sini. Dia juga pengusaha muda yang sukses di ibukota."

Gito mengangguk mendengar penjelasan Winda.

"Itu pacar kamu, Win?" tanya Doni.

"Iya.". jawab Winda.

"Selera kamu rendah banget ya..."

Winda dan Gito sama-sama terkejut mendengar perkataan Doni.

"Maksud mas Doni apa?"

"Yaaaa...dulu kamu tolak aku yang tampan paripurna ini, hanya demi seorang laki-laki yang bisa di bilang buruk rupa ini.."

Gito mengeraskan rahangnya sambil mengepalkan tangannya, menahan marah. Tapi Winda mengelus punggung nya untuk bersabar.

"Mungkin dia memang buruk rupa. Tetapi hatinya baik daripada mas Doni paras rupawan tetapi hatinya busuk suka menghina orang. Ayo mas kita pulang..."

Winda dan Gito berdiri hendak meninggalkan Doni.

"Kamu berani ya bicara seperti itu ke aku..."

Doni marah mendengar perkataan Winda dan mengayunkan tangannya hendak menampar Winda. Tetapi dengan sigap, Gito menangkap tangan itu

"Kamu jangan main kasar dengan perempuan. Ingat, kamu di lahirkan dari rahim seorang perempuan. Jadi jangan berbuat kasar terhadap perempuan. Siapapun perempuan itu. Paham?"

Gito melepaskan tangannya dari tangan Doni dengan sedikit mendorongnya hingga Doni hampir terjatuh. Gito dan Winda meninggalkan Doni yang di liputi rasa marah.

"Awas kalian. Kalian tunggu pembalasan ku."

Doni pun meninggalkan tempat itu. Sementara itu, Winda dan Gito telah sampai di area parkiran. Gito melihat Winda banyak diam.

"Dek, kamu gak apa-apa?"

"Gak apa-apa, mas. Terimakasih ya udah melindungi aku dari Doni."

"Iya. Aku berjanji akan selalu melindungi dan menjaga kamu."

"Tapi jika proyek itu selesai, mas Gito akan ninggalin aku? Mas Gito gak akan jagain aku lagi?"

Mendengar perkataan Winda yang bernada kekhawatiran itu, Gito tersenyum. Di genggamnya jemari tangan Winda.

"Kamu jangan khawatir. Meskipun aku sudah tak ada di dekat kamu, aku akan tetap selalu menjaga dan melindungi kamu dan aku pastikan tidak ada seorang pun yang berani mengganggu kamu, termasuk si Doni itu."

"Caranya?"

"Nanti kamu akan tau. Sekarang, kita pulang atau masih mau jalan lagi?"

"Pulang aja deh."

"Ya udah. Yuk."

Gito memberikan helm kepada Winda. Setelah membayar uang parkir, Gito menjalankan motornya dengan perlahan. Selama perjalanan itu, Winda pun banyak diam.

####

Hari terus berlalu. Hubungan Gito dan Winda pun semakin dekat. Setiap pagi, Gito selalu mengantar jemput Winda kerja. Para pekerja proyek itu pun sudah mengetahui hubungan Gito dengan Winda.

Pagi itu, Winda bangun pagi-pagi sekali karena hendak membantu ibunya menyiapkan makanan untuk di jual. Saat Winda sedang memotong wortel, pisau yang dia pegang mengenai jari telunjuknya.

"Aduuh..!!" seru Winda. Bu Kirno menghampirinya.

"Kenapa, Win?"

"Ini kena pisau, bu."

"Ya udah di obati dulu sana. Makanya kalau kerja jangan melamun."

Winda bergegas mengobati lukanya dan kembali membantu ibunya. Setelah selesai, Winda bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ketika Winda mengaktifkan ponselnya yang sejak semalam dia non aktifkan. Winda mendapati ada beberapa panggilan tak terjawab dan satu pesan dari Gito yang terkirim tiga jam yang lalu. Winda pun segera membacanya.

' Assalamualaikum, dek, aku minta maaf ya. Untuk beberapa hari ke depan aku gak bisa antar jemput kamu kerja. Aku pulang ke kampung halaman karena ibuku sakit. Kamu baik-baik ya. Secepatnya aku akan kembali. I love you.'

Winda pun membalas pesan itu.

'Waalaikumsalam.. iya, mas. Hati-hati di jalan ya mas. Semoga ibu cepat kembali sehat. Salam buat ibu juga keluarga di kampung. I love you too'.

Winda mengirim pesan itu. Tetapi hanya ada tanda centang satu. Winda heran dan menelfon nomer ponsel Gito.

'Nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif atau sedang berada di luar jangkauan..'

"Kenapa kok gak aktif sih?" tanya Winda. Dia mencoba menghubungi kembali nomer Gito, terapi jawabannya tetap sama. Dia pun menyimpan ponselnya ke dalam tas, lalu bergegas berangkat kerja.

Sampai Winda pulang kerja. Tak ada satupun pesan dari Gito yang masuk ke ponselnya. Bahkan pesan yang Winda kirim ke Gito tadi pagi pun masih belum terkirim. Dia pun mencoba menghubungi Gito, tetap tidak aktif. Sesampainya di rumah, dengan lesu, Winda duduk di teras warung. Bu Kirno yang sedang menyiangi sayuran, heran melihat Winda.

"Kenapa kamu kok lesu gitu?"

"Ini lho Bu. Dari tadi pagi kok ponselnya mas Gito gak aktif. Winda jadi khawatir."

"Lho memangnya kemana dia?"

"Tadi pagi dia kirim pesan katanya mau pulang kampung karena ibunya lagi sakit. Tapi kok sampai sekarang gak ada kabarnya."

"Ooo...mungkin Gito lagi gak mau di ganggu, mau fokus ngurusin ibunya yang lagi sakit. Ah, sudahlah. Gak usah di pikirin. Sana istirahat dulu. Setelah itu bantuin ibu."

Dengan langkah gontai, Winda ke kamarnya.

Setelah mencuci kaki tangannya dan berganti baju, Winda merebahkan badannya di tempat tidur. Dia menatap foto Gito di ponselnya.

"Mas Gito, kamu ke mana sih. Kenapa dari tadi pagi belum ada kabar mu? Semoga tidak terjadi apa-apa dengan mas Gito. Ya Allah, lindungi mas Gito dimana pun dia berada."

Karena kelelahan, Winda pun tertidur. Gito baru pergi sehari, tetapi rasa rindu dalam hati Winda sudah sangat dalam. Mungkin karena Gito adalah cinta pertama Winda.

1
Hap£!π
bagus ka, alur cerita dg konflik ringan jd bacby santai enak g pk emosi/Facepalm/
Tarti Rizky: terimakasih atas apresiasinya. terimakasih pula sudah mampir untuk baca. semoga terhibur
total 1 replies
Wina Winarsih
tetap semngat yaa Thor 🥰
Wina Winarsih
jadi penasaran Winda Nerima lamaran Radit gak yah 🤗lanjut Thor 🥰
Wina Winarsih
lanjut kak seru juga
Wina Winarsih
Terharu baca novel ini, semangat terus ya ka Thor 🥰
ria
galau nich mas radit
Jejak SND
bom like mendarat dari Jodoh Cinta Pertama kak
Tarti Rizky
terimakasih kak atas apresiasinya. Alhamdulillah jika suka
Reni Apriliani
Terimakasih thor ceritanya.. syukaaa ❤❤❤
meluncur ke cerita lainnya
Zia
aku hadir bawa boom like kak, jangan lupa mampir di karyaku ya "my husband is his uncle" 🤗
Nur Jannah
radit yg katanya lagi sakit pasti adalah gito yg menyamar deh,🤔🤔🤔
yetege
trimakasih..telah up..selamat tahun baru..semoga d tahun baru ini tambah banyak pembacaya semangat
Tarti Rizky: aamiin.
total 1 replies
Tarti Rizky
terimakasih kakak. selamat tahun baru untuk kakak
Nak Wi
lanjut semangat thor di taun baru ini 👍
yetege
next Thor semangat 💪❤️
yetege
next Thor semangat 💪💪❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 👍🏻💕
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!