Kedatangan tamu dari masa lalu telah memicu memori itu muncul kembali.
Ini adalah sebuah pilihan antara dia yang selalu ada atau dia yang selama ini diinginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmdrzcky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Scene 4
Biarkan 'ku menepi jika kau akan kembali
Dan yakinkan 'ku bahwa kau telah temukan yang kau cari
Izinkan 'ku membenci pada sang pengganti
Dan yakinkan 'ku bahwa kau telah temukan yang kau cari
Beritahu aku cara melupakanmu
Seperti kau ajarkanku dewasa
Beritahu aku cara merelakanmu
Seperti kau ajarkanku bahagia~
Alunan merdu dengan lirik sendu yang kuputar adalah lagu kesukaanku ditahun 2020. ini sebuah lagu dari band For Revenge yang menjadi favoritku kala itu.
Lagu sendu itu diputar di kamar ini berulang-ulang, aku menikmatinya selalu dengan posisi yang sama, menatap ke langit-langit.
“Darling, come here” Ayako memanggil dari dapur, mungkin aku diminta untuk membantunya memasak.
“All Right”
Saat tiba di dapur Ayako yang sedang memakai celemek itu sedang terdiam lalu memintaku membawakan sesuatu.
“Darling can you bring me bandage and alcohol”
Mendengarnya meminta perban dan alkohol tentu saja aku kaget kemudian menghampirinya dan membalikan badannya.
Ayako memegang jari telunjuk dan jari tengahnya, darah mengucur dari kedua jarinya.
“What happen? How can-”
Aku yang panik tidak membereskan kalimatku tapi secepat mungkin berlari mencari perban, alkohol, dan betadine. Tidak ada clue sedikit pun tentang letak kotak obat, aku lupa menyimpannya.
Hell no! Di mana aku menyimpan kotak obat! Ayo berfikir!
Menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya adalah cara yang ku lakukan untuk mengurangi rasa panik. Lalu setelah beberapa detik berfikir... aku mengingatnya, ternyata aku menyimpan kotak obat itu di kamar mandi.
Saat aku kembali ke dapur dengan membawa kotak obat, Ayako masih menungguku di dapur tanpa bergerak atau mencuci tangannya. Ayako menangis menungguku sambil memegang kedua jarinya. Ini adalah pemandangan yang tidak ingin kulihat.
“Darling, maaf membuatmu menunggu. Ulurkan tanganmu”
Ayako mengulurkan tangannya. Aku merasa tidak tega pada saat akan membersihkan lukanya.
“Kalau saja aku membantumu memasak kau takkan terluka. Maafkan aku kau harus merasakan sakit ini. Di dunia ini masih belum ada alat pemindah rasa sakit. Kumohon tahanlah aku akan melakukannya perlahan”*
Ayako hanya mengangguk, mengusap air matanya dan berusaha tersenyum. Kurasa dia siap.
Saat alkohol membasuh jari Ayako, wajah dan gestur tubuhnya menandakan bahwa ia kesakitan. Aku tidak menghiraukan karena jika mengajaknya mengobrol akan membuat proses pembersihan luka ini berlangsung lama.
Setelah selesai membersihkan luka, memberi betadine, dan membalut lukanya dengan perban aku melihat wajahnya.
Kau seharusnya ku bantu. Maaf
Aku memeluknya.
“Next time, Be careful and ask me for help you okay”
“I’m sorry”
“No darling but I am sorry”
Setelah itu aku yang melanjutkan masakannya. Akulah dewa dari masakan ini karena sekarang athena sedang terluka.
... *...
Saat masakanku sudah sudah selesai aku dan Ayako membawanya ke ruangan makan. Lebih tepatnya sih bukan ruang makan tapi ruang serbaguna. Di Apartemenku ada 4 ruangan yaitu ruangan yang terhubung langsung dengan pintu keluar/masuk dan balkon, aku menyebutnya ruangan serbaguna, (Ruangan ini berisi berisi meja makan atau kadang juga kotatsu, TV, kulkas, dan lemari berisi komik juga buku-buku) ruangan selanjutnya adalah kamar tidur lalu ada dapur, dan yang terakhir adalah kamar mandi.
Seperti biasa saat makan, kami selalu melontarkan pertanyaan random satu sama lain, ini kami lakukan untuk memeriahkan suasana saja sih tapi terkadang kami juga melakukan perbincangan serius.
(Membangun hubungan itu awalnya dari komunikasi yang baik ya… itulah sebabnya kenapa author mengambil program studi Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas di Bandung).
“Darling kamu masih mendengarkan lagu itu ya”*
“Maksudmu lagu Serana?”*
“Ya, sudah lama aku tidak mendengarmu memutar lagu itu. Kenapa tiba-tiba kau mendengarkannya?”*
Wah iya juga ya? Mungkin aku hanya ingin merasakan lagi Atmosfer lagu ini
“I don’t know, I jus want to”
“Hmm…”
“Kenapa? Tidak boleh ya?”*
“Hah? Boleh-boleh saja. Putarkan untukku”*
“ogheyy…”
Di setiap masa yang telah kulewati
Meluap bersama kisah tak terganti
Senja mulai membiru menunggu yang berlalu
Haru airmata menyela iringi rindunya
Jika ‘ku merasa sepi
Kembalilah ke tempatku menanti
Sebelum waktu menuntut mati~
“Such a beautiful voice” katanya.
“Agree”
“This song remind me of you”
“...” aku bingung dengan pernyataan dari Ayako, saat bertemu dengannya aku tidak sedang bernyanyi atau memutar musik.
“I mean the first time we meet”
“Kau mendengar lagu ini saat kita sudah kenal”*
“Tidak, sebelum kita bertemu di kampus aku sudah bertemu denganmu”*
“Apa? Dimana?”*
“Hikari Cafe”*
Hmmm... Aku memang sering ke sana dulu bersama teman-teman yang berasal dari indonesia. Di Samping harganya yang murah di sana juga menyediakan alat musik
“Really? I have not sing this song at that place perhaps that was a different song”
“Seingatku kau pernah bernyanyi disana. Itu adalah tahun 2019, aku ada disana bersama teman-temanku dan saat itulah pertama kali aku melihatmu. Saat itu kau sedang mengadakan pesta kecil-kecilan bersama teman-temanmu. Kau mengambil gitar kemudian berteriak menggunakan Bahasa Indonesia lalu kau menyanyikan lagu ini. Apa kau mengingatnya?”*
“Apa kau tidak salah lihat darling? mungkin saja orang itu hanya mirip”*
“Tidak” Ia menggeleng-gelengkan kepala lalu meneruskan ceritanya “Pada saat itu yang mabuk bukan aku, tapi kau darling. Aku disana untuk mendatangi kencan buta (Goukun) yang dibuat temanku, tapi tidak ada yang menarik perhatianku di kencan buta itu. Akhirnya aku melihatmu yang sedang mabuk berteriak-teriak lalu menyanyikan lagu, kalau tidak salah lagu ini”*
“...” aku mencoba untuk mengingatnya karena penasaran lagu apa ya. Lagu ini rilis tahun 2020 jika ceritanya benar maka bukan ini lagunya.
“Oh iya aku ingat kau saat kau membuka baju lalu meneriakan ini “Go F#ck yourself I don’t need you. I AM FREE” seperti itu lah” sambungnya sambil memperagakan gerakan yang memang aku sedikit mengingat gerakan itu. (Mengacungkan jari tengah lalu membuka baju)
“Can’t you stop darling, that's embarrassing”
“Hahaa… maaf darling tapi jika kau tidak melakukan aku tidak akan mencintaimu. Aku tertarik padamu saat itu juga tapi aku merasa tidak enak kepada lelaki yang di bawa temanku dan malu jika harus langsung menemuimu. Lalu kupikir aku tidak akan dapat berjumpa denganmu lagi ternyata kau muncul dihadapanku saat upacara penerimaan”*
“Kenapa kau baru cerita sekarang?”*
“Tadinya aku tidak akan bercerita. Aku ingin membuat kesan bahwa kaulah yang tertarik padaku tapi nyatanya aku lah yang tertarik duluan padamu. Aku bersyukur telah tertarik padamu, kau tahu kenapa? Karena kebahagiaan yang kurasakan saat bersamamu melebihi ekspetasiku. Maka dari itu terima kasih”.* Setelah itu dia tersenyum.
Aku semakin mencintainya
Dia membuatku tersipu malu dan tak bisa berkata apa-apa hanya dari kata-kata yang keluar dari mulutnya dan juga senyum yang ia berikan.
... *...
Pada saat kami sudah berbaring di ranjang aku mengingat lagu apa yang kunyanyikan pada waktu itu.
Ah… sial! Aku mengingat lagu yang pernah ku nyanyikan
“Darling, lagu yang kunyanyikan bukan yang itu. Mungkin kau benar aku pernah bernyanyi tapi bukan yang itu”*
Ia menatapku lalu tersenyum dan berkata “Darling, Apa kau ingin menjatuhkan harga diri seorang wanita?”*
“Kau tetap terlihat manis darling walau senyumanmu terlihat jahat kali ini”*
“Darling”
“Ya, Ayako my darling?”
“Apa kau sungguh ingin aku tidur di depan Tv?”*
“Maafkan aku darling”*
“Kalau begitu diamlah”*
Menakutkan
Aku menyanyikan lagu itu di dalam hati.
ASEDE KONT## SAMA LO SEMUA
semangat kaka
mampir ceritaku juga ya 🙏
Rocky hadir disini bawa Like 😊😊
aah angkasa kok kamu mengkhianati ayako sih 😭😭😭
first impression : sukak 😍
semangat 💪💪