Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.
Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.
Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.
Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?
Saksikan kisahnya berikut ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 6. Kecemburuan Daren.
Dalam perjalanan menuju kantor, baik Marina maupun Aljav tak ada yang bersuara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing. Suara musik menemani heningnya dalam mobil. Aljav fokus menyetir, entah apa yang di pikirkan oleh pria tampan tersebut. Sementara Marina memalingkan pandangannya ke luar jendela mobil seolah menikmati pemandangan jalan raya. Mereka melewati area persawahan, pegunungan, dan terakhir gedung-gedung yang menjulan tinggi. Tempat yang sangat asing bagi Marina.
Kening wanita itu berkerut penuh tanya, seolah otaknya baru menyadari sesuatu hal yang ganjil.
"Bukankah jalan ini bukan menuju kantor? kita mau kemana sebenarnya?" batin Marina. Wanita itu memalingkan wajahnya ke arah Aljav yang masih asik fokus menyetir.
"Kita mau kemana? ini bukan jalan menuju kantor? apa kamu mau berbuat macam-macam kepadaku?" tanya Marina secara beruntun. Namun, wajah wanita itu berubah menjadi tegang. Tidak bisa di pungkiri jika hatinya gundah. Merasa takut hidupnya dalam bahaya.
"Apa aku sejahat itu? sebaiknya kamu diam saja. Duduk yang tenang sampai kita tiba ke tujuan" balas Aljav tanpa melihat wajah Marina yang semakin merah akibat menahan amarah.
Sementara pria itu masih fokus menyetir dan bersiul ria. Hati Aljav seolah berbunga-bunga. Entah apa yang membuat hati pria itu tampak sedang menikmati kebahagiaan.
Kini mobil silver Aljav terparkir sempurna di pelataran parkiran sebuah gedung yang sederhana.
"KEDAI SATE AYAM HARFEI"
"Kita ke tempat ini untuk apa?" tanya Marina dengan kening yang hampir menyatu. Namun, Aljav tidak menjawab pertanyaan wanita tersebut. Dia hanya membuka sealtbel dan turun dan mobil. Marina semakin kesal di buatnya.
"Apa dia bisu? dasar pria angkuh" gerutu Marina.
"Apa kamu masih ingin tetap di dalam? atau kamu ingin aku menggendong mu sampai masuk ke dalam?" Tanya Aljav angkuh.
"Iya iya aku turun" jawab Marina kesal. Wanita itu terus berdecak kesal sambil menggerutu dan mengutuk pria yang sangat menyebalkan itu.
Kini Aljav dan Marina memasuki restoran mini milik pria yang bernama Hazal Kaya dan Harfei Iskandar. Keduanya duduk di ruangan VIP.
"Kita mau ngapain sih kesini?" tanya Marina sekali lagi. Wanita itu masih saja penasaran dengan tujuan Aljav mengajaknya ke restoran tersebut.
"Kita sarapan disini, tadi kamu belum sarapan kan?"
"Ha?"
"Jauh-jauh kita kesini hanya untuk sarapan? i don't belived" ucap Marina tak percaya.
"Kalau kamu tidak mau sarapan disini, ya sudah sana pulang saja naik Taxi. Aku mau sarapan dulu" sumpah demi apapun Marina sangat kesal. Ingin rasanya ia menenggelamkan Aljav ke Samudera Pasifik hingga di makan ikan hiu.
Sementara Aljav tetap datar, tak merasa terbebani. Dia justru menatap puas pada Marina.
Tak lama kemudian seorang pelayan wanita datang menghampiri Keduanya dan memberikan daftar menu makanan kepada Aljav.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Aljav.
"Terserah kamu saja. Aku gak pilih-pilih makanan" jawab Marina ketus.
"Mba, pesan rawon sapi dan nasi putih dua porsi ya? terus minumannya jus alpukat dan es teh" Aljav memberikan menu makanan itu kepada pelayan wanita tersebut.
"Bagaimana kamu bisa tau kalau aku menyukai rawon dan jus alpukat?" tanya Marina dengan sedikit senyuman yang membingkai wajahnya yang imut. Dia seolah takjub pada Aljav karena memesankan makanan yang merupakan makanan kesukaan nya. Padahal dia tidak pernah memberitahukan kepada siapapun mengenai makanan favorit dirinya.
"Apakah rawon dan jus alpukat adalah kesukaan mu? wah, kalau begitu aku tidak salah pesan" jawab Aljav angkuh. Sementara wajah Marina berubah menjadi kesal. Dia terus menggerutu dan mengutuk Aljav.
"Dasar pria sombong, tenggelam saja ke laut sana" gerutu Marina dengan suara pelan. Namun, masih bisa di dengar oleh Aljav.
"Apa kamu selalu mengutuk ku setiap kali marah kepadaku?" tanya Aljav seraya melipat kedua tangannya di dada.
"Bukan hanya tiap kali marah, tapi setiap hari dan setiap waktu" balas Marina dengan raut wajah kesal.
"Benarkah? lalu apakah kamu selalu menyebutku dalam doa mu?" tanya Aljav sekali lagi dengan wajah datar. Namun, entah mengapa pertanyaan itu membuat hati Marina berdesir hebat.
"Tentu saja tidak" jawab Marina setelah beberapa saat diam.
Aljav masih ingin melanjutkan pertanyaannya, tetapi pelayan wanita tadi telah datang dengan sebuah nampan yang berisikan pesanan mereka.
Pelayan itu meletakkan menu makanan tersebut di atas meja.
"Terimakasih" ucap Marina.
Wanita itu pun memakan makanan favoritnya itu dengan lahap. Sementara Aljav belum bergeming, dia seolah masih menikmati pemandangan yang begitu meneduhkan hatinya.
"Kenapa kamu tidak makan?" tanya Marina dengan mulut yang masih berisikan makanan, hingga sisa bumbu rawon tersebut menempel di sudut bibirnya.
"Karena kamu makannya belepotan. Ternyata selain menjadi titisan body losion kamu juga titisan genderuwo. Lihat saja cara makanmu yang seperti orang kesetanan" cibir Aljav seraya menyeka sisa bumbu yang menempel pada bibir Marina. Hal itu sontak membuat Marina terkejut. Untuk sesaat pandangan keduanya terkunci.
"Terimakasih" ucap Marina akhirnya setelah beberapa saat kemudian.
"Makanlah" titah Aljav.
"Iya"
**
Puas menyantap sarapan, Aljav dan Marina berangkat menuju kantor. Waktu telah menunjukkan pukul 09.00.
"Stop disini saja" titah Marina secara tiba-tiba hingga mobil Aljav berhenti mendadak.
"Kenapa memangnya?" tanya Aljav heran.
"Karena aku gak mau kalau seluruh pegawai kamu membicarakan aku hanya karena kita satu mobil" jawab Marina seraya melepas sealtbel.
"Memangnya kenapa? apa kamu malu berada satu mobil bersama ku? atau jangan-jangan kamu takut ketahuan oleh kekasihmu yang bernama Daren itu?" tanya Aljav dengan mata penuh selidik.
"Aku tidak punya kekasih" bantah Marina.
"Oh ya?" sangsi Aljav.
"Iya" tegas Marina.
"Aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu mengenai privasi ku, karena kita tidak sedekat itu" ucap Marina akhirnya, lalu kemudian ia turun dari mobil Aljav dan menutup keras pintu mobil pria tersebut.
BRAK...
Aljav tidak memprotes sama sekali. Dia justru memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga hanya dalam hitungan dua menit mobil silver tersebut telah terparkir di pelataran parkiran perusahaan nya.
"Dasar pria aneh" gerutu Marina. Tanpa wanita itu sadari Daren telah memperhatikan mereka sejak tadi dari kejauhan seraya mengepalkan kedua tangannya. Pria itu telah terbakar cemburu. Wajahnya berubah menjadi merah karena menahan amarah.
"Marina, akan aku pastikan kamu menjadi milikku seutuhnya. Aku akan melamarmu segera" ucap Daren seraya tersenyum penuh maksud.
Daren berjalan mendekati Marina yang masih berada di jalan.
"Marina" sapa Daren.
"Daren? kamu ngapain disini?" tanya Marina.
"Aku ingin menemani sahabat ku ini berjalan kaki" balas Daren sambil mengulum kan senyuman manis di wajahnya, hingga kedua lesung pipi pria tersebut tercetak di pipinya.
"Kamu bisa aja. Ayo kita jalan" jawab Marina seraya membalas senyuman Daren.
'Marina, senyuman ini yang membuatku semakin mencintai mu' batin Daren.
semangat selalu Thor 💪💪
di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗