Prasetya Ramadhan menikahi Anisha wanita bercadar namun ia tak pernah melihat wajah dibalik cadar itu dan ia menyimpan perasaan pada wanita yang entah dimana keberadaanya .
Dihari pernikahan.....
"gua gak akan nyentuh lo sedikit pun, jangan mimpi lo".
Namun Pras menyentuhnya karena obat perangsang dan membuat Anisha hamil.
Bagaimanakah kisah mereka apakah harus berakhir buruk atau kah baik dan dimanakah sebenarnya wanita yang dicintai oleh Pras....
Dan siapakah Anisha itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulva rivana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 6
Mengingat hal itu Anisha pun merasa sedih dan tanpa sadar air matanya menetes, Pras yang melihat nya menangis merasa kesal karena ia mengingatkannya pada gadis yang ia cintai menangis namun ia tak bisa menghiburnya, dan hanya bisa meliahtnya dari kejauhan.
"Gak usah lebay dech, ngapain lo nangis kalo gak suka tinggal batalin aja atau tolak , bereskan ,gak pake ribet!." Ucapnya Pras dingin .
Anisha menatap tajam mata Pras dan mereka pun saling beradu tatapan, setelah tersadar Pras memalingkan pandangan matanya dengan mengubah posisi duduknya.
"Gak usah pake melotot segala, mata lo itu sudah besar keluar rasain lo." Ucapnya lagi.
"Eh.. kamu ya di diemin malah melunjak, Anisha itu bakal jadi istri kamu seharusnya kamu hormati dia sebagai suami" Ucap mama Diana.
Anisha pun beranjak dari tempat duduknya dan meminta idzin untuk keluar sebentar untuk menenangkan hatinya, melihat itu mama Diana pun berinisiatif menyusulnya dan mengikutinya, dan Anisha duduk di sebuah taman bunga yang berada lima puluh meter dari tempat ia keluar.
"Nisa sayang, kenapa kamu? ". Tanya mama Diana.
"Ah.... gak ada apa² kok mah, cuma butuh oksigen aja". Ucap Anisha.
"Anisha maafin Pras ya, yang bertingkah tidak sopan sama kamu, pasti kamu marahkan sayang, ini salah mama yang jodohin kamu sama anak mama yang begajul ini". Ucap mama Diana.
"Mama gak boleh loh mengclame nama anak sendiri dengan sebutan yang tak baik seperti itu, karena nama adalah do'a, apalagi do'a seorang ibu itu mustazab, Nisa gak marah sama mas Pras kok, hanya karena masalah kecil seperti ini, Nisa hanya berpikir bagaimana Nisa bisa menjadi istri yang baik kalo hanya dengan satu kalimat omong kosong itu saja sudah marah ya kan".
Mereka pun mengobrol berdua hingga beberapa menit berlalu dan perasaan merekapun mulai merasa plong, serelah itu mereka pun kembali keruangan dan membahas lagi masalah pernikahan yang akan dilaksanakan minggu depan.
.
.
.
Tak terasa hari berlalu dan hari ini tepat hari pernikahan Anisha dan Pras, Anisha sudah siap akan dirias oleh penata rias Wedding Organaizer ternama.
"Omg, Nyonya cantik sekali, bagaimana bisa Nyiya memiliki paras seindah ini, bahkan tanpa make-up sedikitpun". Ucap penata rias itu yang terpesona oleh kecantikan Anisha.
"Semua perempuan pasti cantik, gak ada yang tampan". Ucap Anisha tersenyum.
Penata rias itu mengajak Anisha mengobrol agar tidak boring karena proses pendandananya butuh waktu kurang lebih 2 jam sehingga bisa menyebabkan bosan.
setelah 2 jam berlalu akhirnya riasannya telah selesai, ia pun segera keluar di dampingi oleh pamannya yang bernama Darwan saudara kembar Ayahnya, Anisha pun sudah siap duduk di posisinya , namun Pras masih belum terlihat.
Meski seluruh keluarga besar Pras sudah berkumpul, hal itu membuat Anisha merasa gugup sekaligus bahagia karena ia akan memulai hidup baru dan melepas masa gadis nya, namun ia juga merasa gelisah karena Pras sudah hampir setengah jam belum sampai kedua orangtua Pras sudah menghubunginya berkali-kali namun tak terjawab.
Dan mulai banyak perbincangan tentang Anisha yang tidak-tidak dari sebagian keluarga besar Pras, nun ia tak menghiraukannya, meeski begitu ia masih memiliki rasa malu karena dihari akadnya pengantin prianya tak datang.
"Mohon maaf semuanya mungkin ada...".
"Pengantin prianya sudah tiba ". Ucap Pras seketika perhatian mengarah padanya.
Akhirnya mereka resmi menikah dan sudah menjadi sepasang suami istri yang sah, Anisha pun mencium punggung tangan Pras dengan lembut, tanpa di sadari Pras merasa dadanya bergetar, sehingga ia melepaskan begitu saja, kemudian mencium kening Anisha sembari mambisikan telinga .
"Gue gak akan menyentuhmu sedikit pun, jangan mimpi lo ". Bisik Pras.
Mendengar hal itu hati Anisha terasa teriris, ia pun merasa takut dan hanya mematung selama akad berlangsung.
.
.
.
* * * * *
Malamnya
Anisha duduk disudut kasur karena merasa takut, tiba-tiba Pras menariknya dan menyuruhnya tidur di lantai tanpa melepaskan cadar pernikahan nya, ia tak bisa melepas cadar sebelum suaminya yang membukanya, dengan hati yang hancur ia pun tidur dilantai.
Melihat hal itu Pras merasa jengkel karena menurutnya Anisha terlalu penurut, ia pun menggendong Anisha yang sedang terlelap di lantai, karena bagaimanapun ia tak tega dengan wanita.
Pras pun meninggalkan kamarnya dan pergi kekosan Ryan salah satu temanya utuk menginap semalam, karena takut melakukan hal yang tidak diinginkan karena bagaimanapun dulunya ia adalah penggila wanita.
Pras memohon agar diizinkan menginap sementara dirumah Ryan, Ryan yang heran akan Pras yang menyia-nyiakan istrinya dirumah menasihati Pras agar tidak menyesal di kemudiaan hari.
"Pras sebaiknya lo cabut dech kata-kata lo itu, bagaimanapun dia istri lo terus bukanya nemenin dia malam ini, lo kan belum tau wajahnya coba lo liat kali lo naksir dan lupain si Nisa itu".
"Sampai kapan pun gak ada satu pun yang bisa gantiin Nisa dihati gua, karena gua yakin suatu saat tuhan mempertemukan kami lagi, dan dihari itu gua akan menceraikan gadis jelek becadar itu" Sumpahnya.
Untuk menghilangkan emosi Pras, Ryan pengajaknya keluar ke Camp mereka karena sudah lama setelah keluar dari rumah sakit ia tak penah melihat Pras berkumpul lagi, sedangkan Pras adalah ketuanya.
banyak novel yg sdh saya baca tp crt novel ini yg pling parah paling gak jls dan gak nyambung berantakan bener bener hancur ceritanya kemana jadi gk mutu... 🙏🙏