Athlantas Bright Satterle. Hidup dalam kemewahan membuat semua orang menganggap Keluarga mereka sempurna. Tanpa tahu kisah sebenarnya dalam Marga Satterle.
Bagi Athlas, dunia ada dalam genggamannya. Tapi tidak itu yang Athlas inginkan. Hanya memiliki Keluarga utuh yg selalu dirasakan saudaranya, Sandreas.
Juga tentang Calysta Anum Maghenzie. Adik kelas pindahan yang selalu merecoki hidup Athlantas. Atlit lari yang sialnya memiliki wajah sangat cantik.
_________________________________________
"Athlas tahu? Athlas gak bisa melihat dunia, terlalu fokus menggenggam tapi gk pernah merasakannya. Athlas kurang menikmati sisi lain hidup yang Tuhan kasih ke Athlas."
Athlas menoleh, " Lo tau apa ttg gue?"
"Calysta tau kok, Athlas cowok dingin yang terlapis kata sempurna. Cowok beku yg butuh kasih sayang dan perhatian, tpi gak pernah merengek meminta. Athlas itu beda, dan Calysta suka sama Athlas."
_______________________________
WELCOME ATHLAS STORY🦁💙. SELAMAT MEMBACA KISAH HIDUP ATHLAS YANG BELUM PERNAH KALIAN TEMUIN DI CERITA LAIN✨.
(@fiudsa_)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azalsaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
A06-Tawuran
...Sunyi telah menjadi temanku sejak lama. Disaat orang lain menganggap rumah adalah segalanya, tapi bagiku teman-teman justru mengerti siapa aku. -kata tokoh. ...
...⏩...
...👑Happy Reading👑...
...⏩...
Sesuai undangan yang telah diterima Axelion'z dengan tangan terbuka. Jalan Perbatasan kini ditutup sepihak oleh kedua geng motor terbesar Kota Bandung.
"Hari Selasa, pulang sekolah di Jalan Perbatasan." Ucap Resga yang hanya beberapa senti jaraknya dengan Athlas.
"Sesuai kesepakatan dari dulu, gak ada yang punya hak untuk membunuh!" Titah Athlas tegas.
Jika di Axelion'z anggota inti adalah Athlas, Langit, Binta, Renan, dan Sultan. Sandreas jelas dilarang keras oleh Athlas ikut andil dalam tawuran ini.
Maka di Araster anggota inti adalah Resga, Alam, Farel, Ridwan dan Vio. Mereka berlima sahabat Resga.
"Tawuran jam 15.00 dan berakhir jam 17.00. 2 jam cukup?"
Ini adalah kesepakatan dan peraturan antara Axelion'z dan Araster dari dulu. Harus ada undangan terbuka Tawuran dan aturan kecil didalamnya. Ini sudah dijelaskan dalam kertas bermaterai.
Athlas dan Resga masing-masing kembali dalam pasukan mereka. Memberi aba-aba lewat ayunan tangan tanda dimulainya tawuran.
"AXELION'Z!!!...."
"ARASTER!!!..."
BUGH!
Tawuran dimulai tepat pukul 15.00, dimana masing" ketua diberi waktu satu jam untuk menghabisi lawan sebelum mereka bertemu untuk berduel.
"Jangan pukul pantat gue anying!" Keluh Sultan sambil mengelus pantat mulusnya yang kini benjol saat ia sentuh.
BUGHH!!
"Tawuran bego!! bukan ngurusin pantat aj!" Sebal Renan yang melihat tingkah sahabat paling kecil itu.
Becut!!
Seketika langkah Athlas terhenti saat matanya melihat Vio membawa cambuk didepannya. Sorot mata Athlas berubah tajam dan rahangnya mengeras. Tangannya mengepal sempurna dengan tatapan menghunus kemanik mata Vio.
"Lo buat kesalahan besar dengan bawa cambuk didepan gue!"
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Athlas tak memberi celah untuk Vio melawan, pikirannya berubah kalut saat bunyi dari benda paling ia benci terdengar.
Bahkan kini semua memfokuskan kepada Athlas dan Vio. Bagaimana marahnya Athlas saat Vio melanggar janji pribadi antara dirinya dan Resga.
"Ini yang gue gk suka dari Araster, mereka selalu ingkar janji." Ucap Binta yang diangguki anak Axelion'z lain.
"Vio udah buat kesalahan yang Resga aja gk berani lakuin." Ucap Langit
Sedangkan dipihak Araster, Resga hanya melihat pertunjukan yang dibuat Athlas tanpa berniat melerai.
"Bos, kita gak bantuin Vio?"
Resga menggeleng, "Ini kesalahan dia sendiri. Kalau lo mau nginep di rumah sakit silahkan aja."
Mereka hanya menunggu pukul 17.00 yang hanya tinggal 5 menit, sebelum itu maka pertunjukan ini tetap mereka saksikan.
BUGHH!
Pukulan paling keras Athlas layangkan ditelinga kanan Vio, ikut berlutut disamping cowok itu. "Lain kali telinga lo buat dengerin instruksi ketua baik-baik."
"Seharusnya Lo tau konsekuensi saat bawa benda paling gue benci itu!"
Athlas melangkah menghampiri teman-temannya. Axelion'z langsung berdiri saat Ketua mereka dihadapan mata.
"Pukul 17.00 Tawuran berakhir." Ucap Athlas yang maju mendekat kearah Resga dan berjabat tangan seperti cowak masa kini.
"Sorry udah langgar pernjanjian kita." Athlas mengangguk singkat, "Sampai jumpa di tawuran selanjutnya."
...🦁 ...
Kini seluruh Axelion'z berkumpul di Marco. Setelah menguras tenaga, mereka memanjakan diri mereka dengan bersantai di ruangan ber-Ac itu.
Setiap kali ada jadwal Tawuran maka CoffeShop Axelion'z tutup satu hari. Itu bertujuan agar Axelion'z tetap satu tanpa ada perpecahan atau pembagian tugas.
"Kenapa Lo selalu gk pernah buka baju?"
Pertanyaan yang dari dulu ingin sekali mereka tanyakan, terwakilkan oleh suara Langit.
Kebiasaan anak Axelion'z sehabis Tawuran adalah mereka akan berenang di Marco, untuk meregangkan otot-otot mereka dan bersantai didalam air dengan bertelanjang dada setelah menyejukkan badan diruangan.
Tapi tidak dengan Athlas, sedari dulu cowok itu selalu berenang dengan kaos putih polos atau hitam. Atau hanya seragam dengan kancing terbuka semua.
Tidak! Athlas tidak pernah memamerkan punggung putih mulus miliknya. Sebenarnya ada apa dipunggung athlas? Itu selalu jadi pertanyaan tersendiri anak Axelion'z.
"Gk usah kepo!"
Lagi mereka menghembuskan nafasnya pasrah saat yg ditanya langsung merendam seluruh badannya dalam air. Ketua Axelion'z selalu tertutup ttg pribadinya.
"Semuanya menepi, gue pinjem kolamnya 10 menit." Athlas tak suka berenang beramai-ramai.
Ia lebih memilih menunggu teman-temannya selesai atau meminta waktu lebih dulu pada mereka. Dan tentunya printah itu langsung disetujui anggotanya.
"Aslii gue kepo sama punggung Athlas, ada apaan sih anjim sampai kita gak boleh lihat." Keluh Langit yg masih penasaran
"Gue juga dehh, Lo tahukan gimana sikap keluarga Satterle yg sebenernya?" Sahut Binta yg diangguki keempat sahabatnya.
Walau Athlas tak pernah bercerita kepada sahabatnya, tpi sikap dan mata Athlas sudah menjelaskan semuanya. Mereka tetap diam saat Athlas tak pernah bercerita.
"Itu mengapa Athlas paling benci sama wartawan. Dia harus bicara omong kosong untuk nama baik ayahnya." Ucap Renan
"Tapi gue salut sama Athlas, Dia sayang banget sama Sandreas, ngelindungin cowok itu lebih dari apapun. Gue gak tau kenapa Tante Hellen segitu bencinya sama anak kandung dia sendiri." jelas Sultan
"Gue pengen kita semua selalu ada disamping Athlas, apapun kondisi dia kita harus ada! Kita harus jadi orang pertama yang percaya sama Athlas." Tegas Binta
Semuanya sontak mengangguk setuju. Dalam hati mereka, Athlas adalah seseorang yang ada daftar pertama sahabat mereka. Cowok itu baik dengan caranya sendiri, walau dunia mengira dia hanya keturunan Satterle yg dingin dan kejam.
Percakapan mereka terhenti saat Athlas berjalan mendekat dengan handuk untuk mengeringkan rambutnya yg basah.
"Gue ganti baju dulu." Semuanya mengangguk.
Di Marco tersedia 5 kamar untuk anggotanya yang tugas berjaga dan berniat menginap di Marco. Dengan 1 kamar khusus untuk Athlas. Cowok itu selalu mengunci kamarnya ketika dia berada didalam.
Athlas langsung membuka baju putih polos yang menutupi badannya sedari tadi. Menengok kearah cermin yang memperlihatkan bentuk tubuh indahnya.
Namun saat ia berbalik dan menengok, matanya meredup. Inilah alasan kenapa Athlas tak pernah memperlihatkan punggungnya.
"Setidaknya udah gk sebanyak dulu."
Begitu terlihat bekas cambukan oleh Ayahnya, bahkan ada beberapa yang masih terasa perih jika tersentuh sesuatu. Ia tak mau semua orang mengetahui ini. Cukup Ayahnya.
...🦁👑🦁...
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Sholat isya yang diimami Athlas telah selesai.Hanya Renan, Binta dan 20 anggota Axelion'z lain yang beragama non muslim masih menongkrong di Marco, Sedangkan sisanya mengikuti sholat isya berjamaah.
Axelion'z memang sebuah geng motor tpi satu hal yang selalu Athlas tanamkan dalam benak setiap anggotanya. Kalian boleh jadi brengsek dimata manusia, tpi jadilah seorang ahli ibadah di mata Sang Tuhan.
Dan nyatanya itu berhasil, setiap anggota Axelion'z tak pernah melupakan kewajiban pada Tuhan mereka masing-masing.
Setelah dirasa hanya ada Athlas seorang diri disana, ia menengadahkan tangannya keatas, dengan penuh harap ia berdoa pada Allah.
"Ya Allah, hanya kepadaMu aku meminta dan hanya kepada Engkau tempatku berlindung.
Allah, aku mohon jaga Bunda disana. Jaga saudaraku juga Ya Allah. Lindungi mereka dimanapun dia berada, kasih aku kesempatan untuk menyatukan kembali keluarga kecil Ayah.
Allah, aku terima semua perlakuan Ayah dengan ikhlas, akan kuluaskan sabarku terhadap sikap Mamah Helen, tapi kumohon Ya Allah bantu aku untuk bertemu Bunda. Aamiin aamiin ya Allah.
Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad."
⏭
..._____________________________...
...Yeayyyy!!!!! ...
...Akhirnya bisa up, huhu maapin Buna ya kmarin blom up( ...
...Makasihh bngett yg udah stay di Athlantas ✨💙🦁...
...Gimana-gimana ni? ...
...Kalian barisan pendukung siapa dong?? ...
...Axelion'z? Atau Araster? ...
...Jangan lupa coment ✍️ and vote<3...
...SalaManis Buna...
...See you next update 👋...
^^^Dipublikasikan, 28-Feb-21^^^
^^^ttd/Buna^^^
^^^@fiudsa_ ^^^
baper parahhhhh😭
walaupun Helen enggak dpt cinta Hans tapi Helen dpt cinta dari kedua anknya
semangat Thor
dan sandreas baik banget setelah tau semuanya bukan malah membenci tapi dia mau bantu buat satuin keluarga Atlas
semangat Thor