NovelToon NovelToon
The File Of B

The File Of B

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Pembunuhan / Detektif / Eksplorasi-detektif / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:447.8k
Nilai: 5
Nama Author: Robin.Y

VOLUME 1 : KUTUKAN DEVIAN (SUDAH TERBIT!)

Billie, gadis 17 tahun cucu dari seorang detektif terkenal, nekat menyamar menjadi murid laki-laki di sekolah asrama khusus pria. Dia mengemban misi untuk memecahkan kasus bunuh diri beruntun yang menggemparkan disana.

Desas-desus yang ada mengatakan bahwa semua kejadian ini adalah kutukan Devian, seorang murid yang pertama kali memulai percobaan bunuh diri. Dengan ditemani Ken, Detektif yang sedikit mesum, di sekolah barunya ini Billie menemukan banyak hal mencurigakan dan juga mendebarkan. Dari mulai teman sekamarnya yang bernama Ice; senior misterius yang dikenal sebagai Pangeran Es karena sikap dinginnya, Joshua; senior playboy yang blak-blakan mengaku gay dan jatuh cinta pada Billie di pandangan pertama, dan terakhir Godfrey; senior sok berkuasa yang disegani semua murid.

Satu hal yang harus Billie pecahkan, apakah semua korban memang benar-benar bunuh diri atau justru ini adalah sebuah kasus pembunuhan berantai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Robin.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

File 5 : Petunjuk Pertama

Sore hari di apartemen korban ke empat.

Sepatu kulit berwarna hitam melangkah perlahan di atas di lantai kayu sebuah ruangan apartemen. Setiap langkah dilakukan begitu hati-hati seolah tak ingin meninggalkan jejak. Pria pemilik sepatu itu berpakaian setelan jas hitam rapih, lengkap dengan senjata pistol di sabuk kiri celananya. Lencana polisi berwarna silver yang mengkilap tersemat di saku jasnya. Tatapannya yang tajam mengedar kesetiap sudut ruangan, memperhatikan secara detail seluruh ornamen dan interior ruangan yang dirasa mencurigakan.

"Kennedy? Apa kau sudah menemukan sesuatu yang janggal?" Seorang pria yang berpakaian hampir sama memanggilnya.

"Oh, Detektif David! Belum... aku belum menemukan apa-apa!" Sahut Ken dengan sigap dan lantang.

David, Detektif khusus investigasi kriminal yang pangkatnya satu level di atas Ken, usianya hanya 3 tahun lebih tua darinya. Dari gayanya sekilas saja orang akan langsung percaya jika pria ini seorang polisi. Tidak seperti Ken yang seringkali dianggap sebagai preman meskipun dia sudah menunjukan lencananya.

Ken pikir mungkin karena dirinya seringkali mendapat misi untuk menyusup ke komplotan gembong narkoba makanya sikap berangasan seperti preman begitu melekat dalam dirinya. Sedangkan David, pria ini lebih sering bekerja sebagai profiler di balik meja, tak perlu buang tenaga hingga babak belur seperti yang dirasakan Ken setiap kali menangkap kriminal.

Ironisnya karirnya di departemen kepolisian lebih mulus dibandingkan Ken yang sering mendapat tugas berbahaya. Sejujurnya ada rasa iri di hati Ken terhadap pria ini. Ego dalam diri Ken membuatnya enggan untuk bekerjasama. Dia ingin membuktikan pada departemen Kepolisian bahwa petugas seperti dirinya juga layak mendapat apresiasi.

Sekali lagi Ken mengecek ruangan kamar di sekililingnya. Sebuah kamar apartemen milik korban ke empat bernama Mila. Tempat ini tidak jauh dari sekolah. Sebuah apartemen berdesain minimalis dan modern yang memang khusus diperuntukkan bagi para guru dan staf sekolah. Lokasi tempat ini terpisah hanya sekitar 1 km dari asrama siswa.

Setiap sudut ruangan sudah dia ambil fotonya untuk dokumentasi. Sekarang saatnya mengecek batang-barang pribadi milik korban yang mungkin akan memberi petunjuk. Dia mungkin terkesan lancang tapi langkah ini diperlukan untuk proses penyidikan.

Ken menarik nafas dalam saat teringat akan arsip yang pernah dibacanya. Milamia, 37 tahun, tinggi 177cm, transgender, berprofesi sebagai guru akting, modelling dan fotografi di sekolah ini sejak 10 tahun lalu, di masa mudanya dia juga sempat menjadi model. Hanya informasi itu saja yang sejauh ini dia miliki. Ken tak merasa heran jika lemarinya dijejali pakaian dan sepatu bermerk dengan warna dan potongan mencolok dan cenderung aneh. Dunia fashion memang hal yang tak pernah bisa Ken mengerti.

"Tapi tunggu dulu..." Ken terdiam sejenak saat mengingat jenis kelamin wanita ini. Billie bilang korban adalah ladyboy tapi data identitasnya mengkonfirmasinya sebagai transgender. Jika dia transgender bukankah wanita ini sudah tidak perlu masuk ke toilet pria lagi karena seharusnya dia sudah operasi kelamin? Tapi kenapa dia berada di toilet yang sama dengan Billie?

Pihak forensik sampai sekarang belum mengeluarkan hasil visum resmi apakah ada unsur kekerasan di tubuh korban sebelum kematian ataukah tidak. Tapi bukan berarti Ken harus diam menunggu, dia harus menyelidiki dan mencari motif yang melatar belakangi kematiannya secepatnya. Selain itu juga ada permintaan khusus pihak sekolah yang ingin agar kasus ini segera diselesaikan. Mereka tak ingin kasus dibiarkan mengundang perhatian media yang berlebihan.

Tentu saja Ken mengerti kekhawatiran pihak kepala sekolah. Saat ini reputasi sekolah ini sedang dipertaruhkan. Setiap murid dan orang tua menginginkan suasana belajar mengajar yang aman dan nyaman, bukan yang mencekam dengan berbagai kasus kematian.

Langkah Ken terhenti saat perhatiannya tertuju pada foto-foto polaroid yang menempel di dinding bagian dalam lemari. Banyak sekali foto-foto pria setengah telanjang yang diambil dari majalah gay. Foto ini terlalu seronok dan sangat mengganggu bagi Ken. Tentu saja karena sebagai lelaki hetero, Ken lebih suka melihat gambar gadis telanjang di majalah playboy.

Bagaimanapun koleksi ini bisa Ken maklumi, wanita transgender ini memang bekerja di bidang modelling. Dia juga statusnya masih single, mungkin dia kesepian. Tapi ada satu hal yang aneh, jika diamati lebih detail, selain foto yang diambil dari majalah ada juga beberapa foto polaroid dengan objek remaja pria. Foto-foto ini terlihat candid camera dan sepertinya diambil di lingkungan sekolah.

"Bukannya mereka murid-murid di sekolahan ini? Apakah ini proyek sekolah?" Arenalin Ken seolah terpacu saat menemukan petunjuk baru ini, otaknya mulai berputar keras. Belum selesai dia berpikir, perhatiannya kembali terfokus pada kotak hitam yang terletak diantara kotak sepatu. Bentuknya memang mirip seperti kotak sepatu tapi mencurigakan karena bahannya yang dari besi, berat dan terkunci rapat.

Bukan Detektif namanya jika Ken tidak bisa membuka kotak misterius itu. Dengan alat kecil mekanik yang selalu dibawanya tidak perlu lama bagi Ken untuk membobol isinya.

"Sialan! Benda apa ini?!"

Ken hampir saja mengumpat keras, namun dia segera menutup mulutnya, berharap David tidak mendengar. Mata Ken kembali terbelalak saat meligat borgol, dildo dan segala jenis alat bantu seks tersimpan rapi di dalam kotak itu. Bukan hanya itu saja, di dalam kotak tersebut juga dipenuhi foto-foto yang jauh lebih seronok dan beberapa flashdisk.

"Godfrey, cintaku 💋..." Kening Ken semakin berkerut melihat satu foto dengan tulisan tangan dan cap bibir merah di bagian bawahnya.

"Apakah korban ada hubungan spesial dengan pemuda di foto ini? Godfrey?" Batin Ken bertanya.

Lagi-lagi foto Godfrey, tumpukan foto di dalam kotak didominasi oleh Godfrey. Ada foto Godfrey yang sedang berlatih basket, Godfrey yang sedang mengganti baju di ruang ganti, Godfrey yang sedang mandi, bahkan ada satu foto Godrey yang sedang masturbasi.

"Oh, tidak! Tidak! Ini gila!" Ken menggelengkan kepalanya, tidak mau membayangkan apa yang guru mesum lakukan ini terhadap anak didiknya. Dia jadi merasa kasihan pada pemuda bernama Godfrey. Dari tanggal yang tertera di foto-foto ini diambil sudah lebih dari dua tahun lalu. Yang berarti koleksi foto ini diambil saat para siswa belum genap berusia 18 tahun. Tapi cukup umur ataupun tidak, kegiatan memata-matai seperti ini adalah ilegal, ini sebuah bentuk kejahatan yang tak bisa ditolerir. Siapapun mungkin tak akan menyangka wanita transgender yang dikenal sebagai guru terhormat cantik nan ramah ini adalah seorang maniak.

"Kennedy! Apa kau sudah selesai? Jika kau tak menemukan apa-apa sebaiknya kita kembali ke kantor..."

"I-Iya... sebentar Pak.. anda duluan ke mobil, aku akan segera menyusul..."Jawab Ken terbata.

Suara panggilan David membuat Ken yang jaget hingga tak sengaja menghamburkan isi di dalam kotak. Satu dildo jatuh menggelinding ke lantai, Ken bergegas mengambil dan mengemasi benda aneh itu kembali ke dalam kotaknya.

Satu flashdisk dan satu foto Godrey dia sengaja selipkan ke dalam saku jasnya. Ken tahu jika saat ini dia mungkin terkesan egois dan licik. Jujur saja Ken tak sudi jika David yang lagi-lagi mendapat pujian setiap menyelesaikan kasus. Saat ini Ken ingin mengungkap kasus ini sendiri.

Sebelum pergi, tanpa pikir panjang Ken mematikan saklar ruangan kamar apartemen korban. Dengan hati riang, Ken melangkah sambil bersiul. Dia merasa lega karena usaha penyelidikan di hari ini sudah usai, setidaknya dengan bukti yang ada saat ini dia sudah bisa memperkirakan motif kematian korban. Namun ternyata penyelidikan belumlah usai. Apa yang kemudian ditemukannya lagi di dalam kamar membuat wajah Ken spontan pucat pasi seperti baru melihat hantu.

"PELACUR, PALSU, KAU BUKAN WANITA, MANIAK, MATI!"

Graffiti yang berisi sumpah serapah dan kalimat penuh kebencian menyala di kegelapan ruangan. Semua tulisannya itu dibuat dengan cat glow in the dark berwarna merah. Cipratan cat di dinding membuatnya terlihat seperti darah. Melihatnya saja membuat bulu kuduk Ken merinding.

"Siapa yang melakukan vandalisme ini? Apa ada orang lain yang tahu perbuatan guru ini? Siapakah dia? Apa mungkin Godfrey?" Batin Ken semakin dipenuhi pertanyaan dan juga kecurigaan.

TBC

1
Akari Yukiya
berarti Billie cewe nih?
Akari Yukiya
gimana itu di cek nya 😭
Dwi Nuryani
Luar biasa
blueface
ceritanya keren, plotnya seperti yang rumit dan berat tapi pembawaannya ringan, cocok untuk bacaan remaja. setiap bab selalu bikin penasaran, plot twistnya juga tidak mudah ditebak.
Clara Safitri
sara kali pembunuhnya?
Clara Safitri
uhh. penasaran kali siapa sebenarnya pembunuhannya..huuu sara?godfre???ntahlah
Clara Safitri
jangan2 si sara. sara mau balas dendam..mungkin mayat gadis 13 tahun itu adiknya..lanjut thor
Clara Safitri
ice kali yang membunuh atau angelena. ahhh lanjut thor seru
Clara Safitri
lanjut thor
Derza Sister
Bagaimana dengan kelanjutan Thor...
karyamu bagus sekali, sangat epic...
ku tunggu lanjutannya yahh
robin.y: makasih sudah mampir disini
total 1 replies
Nor Aida irliyanti
ceritanya bagus,penulisannya rapi,bagi yg suka cerita detektif, aku rekomen banget cerita ini
Nor Aida irliyanti: ada karya kamu yg lain kah??
total 2 replies
Nor Aida irliyanti
ceritanya baaaaguuuuus banget....kenapa aku baru Nemu cerita ini
robin.y: makasih udah mampir disini
total 1 replies
Diii
ternyata kakeknya yang berperan di eyes
Diii
yaaaaakkkkm kenapa ikut terjun
Diii
keren...selamat ya Thor....tetep semangat berkarya💪💪💪
Diii
hidup ice jadi penuh selidik dan hampa jadinya
Diii
eh mas es kenalan dong
Diii
keren abis deh....jempol top markotop
Diii
dia yang nyatain cinta...aku yg deg deg an
Diii
ternyata devian otak semuanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!