Hastari Ananda adalah seorang karyawati yang sedang giatnya bekerja. Harus mengikuti aturan dari tempat kerjanya untuk mau dimutasi dimana saja.
Dan saat sedang LDR dengan sang pacar ternyata ia mendengar kabar kalau sang pacar akan menikah. Saat sedang dilanda galau datanglah Rama, lelaki yang ternyata menjadi teman hidupnya di masa depannya.
Bagaimana Tari menghadapi semua masalah peliknya, dari keputusan tempat kerjanya, sikap yang diambil saat tau kekasihnya akan menikah dan perasaannya terhadap Rama.
Saksikan semuanya disini ya...CINTAKU LDR TERUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nie Junie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 5 - TRAINING
Hari sudah berganti malam, 10 menit lagi mereka akan pulang dan saat cek stok cabang. Mereka punya bagian masing - masing tentunya sehingga memudahkan dalam pekerjaan mereka.
"Tari jangan lupa bawa yang buat besok training" Iyas mengingatkan
"Iya, hairnet, sepatu tuh biar nggak lupa, nanti ditinggal di sini lagi" Rudi pun menimpali karena Tari terbiasa meninggalkan dua barang itu di toko.
"Iya iya...eh gw besok langsung pulang apa ke sini lagi Yas? Kan gw aslinya libur besok" Tari langsung menoleh ke arah Iyas
"Langsung pulang aja Tar, biasanya gitu" Iyas menjawab tanpa menoleh karena sedang mencatat pembukuan malam ini.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 itu artinya sudah tiba waktu pulang, karena mereka tipe orang yang tenggo (teng langsung go) kalau sedang tidak ada pengunjung.
"Tar bareng nggak?" kata Iyas sambil mengunci rolling door
"Boleh lah Yas, besok mana perjalanan jauh lagi dari Timur ke Barat kaya lagi cari kitab suci aja gw!" Tari memelas
"Ya udah yuk!" ajak Iyas
Mereka pun jalan bersama menuju parkir motor, tak lama mereka sudah sampai dan menuju motor masing - masing. Iyas dan Tari naik motor Tari dan Rudi sendiri.
"Duluan ya...dah" ucap Rudi sambil melambaikan tangan
"Iya..." jawab Tari dan Iyas berbarengan dan melambaikan tangan ke arah Rudi
Akhirnya Iyas pun melajukan motornya memecah malam. Kota yang rasanya masih saja sibuk di jam pulang walau sudah malam dan masih terlihat antrian orang yang menunggu bus kota.
"Besok naik apa Tar?" Iyas mengagetkan Tari
"Naik bus kota Trans Yas, gw belum biasa naik yang satunya lagi kalau ke arah tempat training. Belum tau turunnya segala gw." jawab Tari
"Oh gitu, harus pagi banget dong. Inget ya jam 9 masuknya. Absen di cetak disimpen besoknya kasih Joni buat di klaim" Iyas menjelaskan agar tidak terjadi kesalah besok
"Iya bos tenang aja" jawab Tari
"Yas maksud lu tadi pagi tuh apa sih? Emang lu kenal sama Ardy Yas?" tanya Tari ingin mencari tahu
"Nggak usah dipikirin Tar. Kalau udah saatnya nanti lu bakalan tau kok. Cukup lu tau aja apa yang ada sekarang" ucap Iyas membuat Tari semakin penasaran
Tari pun masih bingung sebenarnya. Namun seperti kata Iyas ia hanya akan menunggu saatnya tiba nanti. Akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Tari. Tari turun dari motor sambil mengucapkan terima kasih kepada Iyas dan segera masuk ke rumah. Iyas pun segera melajukan motor menuju rumahnya.
Sesampai di dalam rumah penghuni rumah tampak sudah tidur semua karena sudah sangat sepi. Tari pun langsung ke kamar, bersih-bersih dan berganti baju kemudian langsung menuju tempat tidurnya.
Kemudian di ambil ponselnya dari dalam tasnya dan mengetikan pesan,
"Sayang udah tidur belum?" send
"Belum, tapi ini udah otw sayang" balasan Ardy
"Ya udah kamu istirahat ya aku juga mau istirahat. Oh iya besok aku nggak libur ada training dari pusat" send
"Ok kamu hati-hati ya sayang, maaf ya aku nggak bisa antar padahal itu kan jauh" balasan Ardy lagi
"Nggak apa kok, ya udah aku tidur ya" send
"Iya sayang, sweet dream dearest" balas Ardy
"sweet dream too" balas Tari sambil senyum-senyum sendiri
Tak menunggu lama Tari langsung memejamkan matanya dan langaung terlelap dalam mimpinya.
Keesokan harinya
Tari saat ini bekerja di bidang retail kacamata, atau biasa disebut optik, di tempat dia bekerja ada istilah tingkatannya, untuk anak yang baru masuk seperti Tari sebelumnya disebut Tingkat 1, setelah melalui proses evaluasi dan training seperti Tari kemudian akan naik ke Tingkat 2, kemudian evaluasi lagi dan training lagi kemudian naik ke Tingkat 3, begitu seterusnya sampai tingkatan tertinggi yaitu Tingakat 7.
Dan bagi yang sudah sampai Tingkat 3 biasanya nanti akan mulai di kirim untuk mengisi kekosongan atau pergantian karyawan yang akan pulang dari luar pulau, atau disebut mutasi.
Dan disinilah Tari sekarang, di tempat trainingnya lagi untuk pembelajaran sistem di tempat kerjanya, semacam pembelajaran untuk pembukuan dan lain-lain yang biasa dilakukan oleh pimpinan cabang.
Berdebar-debar perasaan Tari sebenarnya saat ini,
" Kenapa pembelajaran sistem ya, bukan evaluasi dulu, kan gw masih belum mau dimutasi ya kan?" gumamnya dalam hati.
Karena jujur saja sebenarnya Tari masih belum rela kalau harus dimutasi sekarang, dia masih baru saja merasakan manisnya punya pacar karena baru beberapa bulan saja berpacaran.
Dan saat sedang berpikir entah kemana ternyata sudah ada trainer yang datang dan itu bukan trainer biasa yang mengajari mereka saat praktek atau materi, tapi dari cabang lain yang sudah lebih senior.
"Kayaknya nggak tegang banget ini kan bukan trainer yang biasa" kata salah seorang anak yang diketahui namanya Dedy dilihat dari name tag nya.
"Perkenalkan nama saya Ridwan, Saya dari cabang Gallery yang di Mall X sebagai pimpinan cabang"
"Hari ini kita belajar sistem cabang ya seperti pembukuan, pencatatn saldo awal pokoknya yang dilakukan pimpinan dari buka toko sampai tutup toko" Ujar Pak Ridwan menjelaskan
Tari dan yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Kemudian pelatihan pembelajaran dimulai, satu orang peserta menggunakan satu komputer dan belajar sesuai yang diterangkan kemudian mempraktekkannya.
"Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang saatnya untuk istirahat dan sholat" kata Pak Ridwan sambil melihat jam tangannya.
Kemudian para peserta training pun keluar kelas dan berhamburan untuk istirahat di bawah. Ada yang langsung sholat kemudian baru makan dan ada juga yang makan terlebih dahulu kemudian baru sholat.
Tari mengeluarkan hp dari saku celananya dan mulai mengetikkan pesan untuk seseorang.
"Sayang kamu udah istirahat belum?" Tari mengirim pesan
"Nih lagi istirahat sayang, kamu udah istirahat belum?" Ardy membalas
"Aku juga lagi istirahat nih, kan aku lagi training jadi istirahatnya jam 12 siang, nggak suka-suka aku hehehe" balas Tari lagi
"Oh iya gimana trainingnya? Lancar?" pesan Ardy
"Lancar alhamdulillah kok," balas Tari lagi
"Ya udah semangat ya sayang. Aku mau sholat ya. Kamu jangan lupa sholat ya." balas Ardy
"Iya sayang, nih aku udah mau selesai makan. Habis ini aku sholat di masjid sebelah tempat training aku" balas Tari
"Ya udah aku duluan ya. Aku sayang kamu" balas Ardy
"Aku juga sayang kamu" balas Tari
Setelah itu Tari bergegas menyelesaikan makannya dan menuju masjid di depan rumah makan tersebut dan sholat Zuhur di sana.
Mengambil wudhu dan langsung menuju ke shaf untuk para wanita kemudian melakukan sholat Zuhur berjamaah dengan jamaah masjid yang lain.
Setelah selesai ia pun melipat kembali mukenanya dan langsung keluar menuju depan masjid. Sesampainya disana ada seseorang yang menegurnya.
"Kamu itu yang training sistem ya?" kata seorang laki-laki di dekatnya yang sedang membeli jajanan dekat masjid.
"Iya, kenapa?" jawab Tari sambil masih memakai sepatunya.
"Kamu mau dimutasi kemana emangnya? Kok udah training sistem aja sih?" tanya laki-laki itu lagi
Deg!!
Tari kaget tidak menyangka kalau peserta yang training adalah orang-orang yang akan dimutasi keluar pulau.
"Nggak tau, belum ada panggilan dari HRD tentang itu. Emang kamu udah tau mau kemana?" Tari balik bertanya
"Ya taulah. Aku mau ke pulau Jambi, ada koncoku (teman) disana" ucap laki-laki itu lagi.
Kemudian laki-laki itu mendekati Tari sambil mengulurkan tangannya "Dedy"
Tari pun mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya "Tari"
"Masuk yuk, udah mau mulai lagi trainingnya nih!" Dedy mengajak Tari untuk masuk ke tempat training mereka lagi.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas dan dilihat temannya sudah lengkap semua dan sudah duduk di kursi mereka masing-masing. Tak lama trainer pun sudah datang, saatnya pelajaran dimulai kembali.
______________
Hai para readers...mohon vote, komen dan like nya yaa...itu sangat berarti buatku...terima kasih.
tetap semangat ya.💪💪💪
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
nanti aku lanjut baca lagi