Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Malam ini ia harus bertemu dengan Melly lagi.Ia harus kembali turun jadi pemandu lagu di hiburan malam.Menghibur para pria hidung belang dengan suara merdu dan tarian rayuan nya.
"Halo Mel ! Ada job gak malam ini,"Tanya Arsyila lewat panggilan telefon.
"Ada sih,tapi kamu sendiri ya... Aku ada urusan mau bertemu adik malam ini.Kalau kamu mau nanti aku atur jadwal nya,"Jawab Melly lewat panggilan telefon.
"hmm... Oke deh,"jawab Arsyila singkat lalu menutup telfonnya.
Semua uang Arsyila telah habis untuk melunasi hutang ibunya.Ia harus keluar malam ini untuk kerja sampingan nya itu,namun yang tersulit adalah izin dari Ayah.
Arsyila mencoba merayu ibunya,ia pasti yakin kalau ibunya akan mengizinkan nya setelah melihat uang sebanyak itu tadi siang di depan matanya.
"Bu... Tolong Arsyila malam ini.Arsyila harus kerja sampingan lagi tapi Ayah pasti tidak mengizinkan keluar malam,"Ujar nya dengan nada pelan.
"tenang saja Syil.Biar ibu yang urus Ayah mu yang keras kepala,"jawab ibu dengan sangat baik.
Deg... Arsyila merasa aneh dengan sikap ibunya,dia tidak curiga apapun tentang pekerjaan sampingan Arsyila.Ia mengizinkan begitu saja,tapi kesempatan bagi Arsyila bisa keluar malam dengan mudah.
Sore menjelang magrib,Ayah Arsyila telah pulang dari pasar, dengan wajah lelah sehabis bekerja.Ia tetap memberikan uang hasil jerih payahnya kepada ibu karena sudah kewajiban nya.Tapi dengan sikap cuek seperti biasa, sudah tidak ada lagi keharmonisan dalam diri mereka.
Arsyila tengah bersiap-siap,bersolek dengan cantik.Mengoleskan lipstik merah merona di bibirnya, memakai atasan crop top yang ia tutupi dengan hodie hitamnya, menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.
Ia melangkah pelan-pelan keluar, rupanya Ayah sedang menonton televisi.Mendapati Arsyila akan keluar malam,ia sudah siap mencecar nya dengan berbagai pertanyaan.
"mau kemana kamu? Kerjaan nya keluyuran terus,"Tanya Ayah
"udah biarin aja yah.Ayah kayak gak pernah muda aja."Ibunya memotong Arsyila yang akan bicara.
Ayah hanya terdiam sambil menahan emosi melihat ibu mengizinkan Arsyila keluar malam.Arsyila dengan pandangan yang menunduk terus berjalan membuka pintu tanpa menghiraukan Ayahnya.
"huhh selamat !"Gumam Arsyila.
Kali ini Arsyila pergi ke klub malam naik ojek online.Melly sudah bilang ia tidak akan ikut malam ini karena sudah ada janji mau bertemu adiknya.
Melly yang tinggal berpisah dengan adiknya.Adik Melly masih sekolah dan tinggal bersama ibunya, Sementara Melly memilih tinggal sendiri semenjak Ayah-ibunya bercerai.
"aku harus tenang walaupun sendirian tanpa Melly,"gumam Arsyila sebelum masuk ke ruangan.
Arsyila mendorong pintu ruangan yang terbuat dari kaca.Di dalamnya sudah ada satu pria yang menunggu.Di luar dugaan Arsyila,ia kira akan ada banyak pria malam ini.
Parasnya masih lumayan muda,berwibawa dan seperti sedang banyak masalah.Arsyila dan tamunya tatap-menatap lumayan lama.
"ah mikir apa sih aku ini... Inget syil dia tamu !"ucap Arsyila dalam hati.
Pria berparas tampan bernama Rey,yang berdiri di depan Arsyila sekarang.Menatap dengan tatapan mendalam ke arah Arsyila,seakan mengagumi keindahan tubuh Arsyila dan juga wajahnya yang masih terlalu sangat muda untuk sebuah hiburan malam.
Arsyila menatap layar di depan nya.Kemudian memilih lagu yang akan ia nyanyikan di depan tamu nya.Rupanya... Rey telah jatuh cinta pada Arsyila.Tapi dengan status dirinya yang duda.Mana mungkin Arsyila mau menerimanya.
Malam itu—syahdu.
Ditemani bernyanyi oleh wanita berparas cantik,tidak seperti pemandu lagu lain nya yang hanya menggoda uang Rey saja.Beda dengan Arsyila yang berharap ia di beri tips lebih bukan meminta.
Setelah selesai bernyanyi,Rey sengaja masih saja tetap menyalakan musik nya.Dengan suara yang hampir tak terdengar ia berbisik di telinga Arsyila.
"kalau boleh tau nama kamu siapa ?"Tanya Rey pelan.
"Syila...,"jawabnya dengan singkat.
"ouh ayo kita bersulang !"Rey menawarkan minuman beralkohol.
Arsyila menolaknya secara halus karena besok pagi ia harus bekerja.Kalau malam ini ia mabuk pasti besok akan bangun kesiangan,ia tak mau lagi kena Omelan bos nya.
"ma-maaf.Aku tidak minum ! Besok aku harus bekerja pagi Jadi... Aku temani kamu minum saja yah Rey,"Ucap Arsyila dengan nada lembut.
"oh rupanya dia wanita pekerja keras,"gumam Rey dalam hati.
Rey tidak langsung meminta nomor ponsel nya malam itu,Namun ia sangat penasaran dengan wanita di sampingnya sekarang.Terlihat berbeda tidak seperti wanita penggoda,duduk di samping Rey saja dia masih begitu canggung.
Kemudian Rey memberi sejumlah uang yang membuat Arsyila terkejut.
"ini lebih banyak dari yang kemarin,"gumam Arsyila dalam hati.
"ma-makasih yah... Rey,"Arsyila mengambil uang itu dan segera keluar dari ruangan kedap suara itu.
Rey langsung mengejarnya.Rey menawarkan makan malam sebelum Arsyila pulang ke rumah.
"Hey tunggu ! Aku akan ajak kamu makan malam dulu.Please... jangan menolak yah,"Teriak Rey.
Arsyila mengangguk pelan.Kemudian Rey mengambil sebuah mobil hitam nya di parkiran.Arsyila tak menyangka,tamu yang ia jumpai malam ini ternyata punya mobil mewah.Pantas saja memberi nya uang lebih banyak.
Di dalam mobil masih ada rasa canggung yang menyelimuti mereka berdua, Arsyila dengan sedikit malu-malu bertanya pada Rey.
"memangnya tidak ada yang marah kalau kamu ajak aku makan malam,nanti istri mu mengamuk.Aku tidak mau disebut perebut suami orang di depan umum,"ujar Arsyila dengan nada polos nya.
Membuat Rey sedikit menahan tawa,ia ternyata mengahadapi bocah yang polos.Memikirkan perasaan orang lain,mana ada wanita penghibur dunia malam yang seperti Arsyila.Rey sangat terkagum melihat sifat Arsyila, beda jauh dengan Melly yang memanfaatkan uangnya saja.
Malam itu mereka makan bersama di sebuah restoran.Arsyila sedikit canggung karena baru pertama kalinya makan malam dengan seorang pria.Seumur hidupnya ia belum merasakan pacaran,karena kehidupan nya yang rumit.Membuat Arsyila sedikit trauma dengan laki-laki.
Malam itu Arsyila menolak untuk di antar pulang oleh Rey,ia memilih naik ojek online.Namun Rey tidak memaksa,Rey lumayan senang karena pendekatan nya dengan Arsyila berhasil.Rey akan cari tau lebih jauh soal Arsyila ke Melly,siapa tau Melly mengetahui nya.
Arsyila dan Rey berpisah di halaman restoran.Rey tidak sempat meminta nomor ponsel Arsyila namun ia berteriak pada Arsyila.
"Hey... Makasih ya !"Teriak Rey dengan penuh senyuman.
Arsyila juga membalasnya dengan senyuman.Namun ia sama sekali tidak begitu mempedulikan Rey,yang terpenting ia punya uang sekarang untuk simpanan nya.Besok Arsyila harus bangun pagi karena harus bekerja sebagai orang normal pada umumnya.