NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06

“Bagaimana hari pertama sekolah? Sudah mendapatkan teman baru?” Tanya Lesa saat sang putri memasuki mobilnya.

Karina menganggukkan kepalanya dengan senyuman manis terpantri di bibir tipisnya. “Menyenangkan, aku punya dua teman yang mengajakku berkeliling sekolah dan mencoba makanan paling enak yang ada di kantin. Teman sekelas juga sangat baik.”

Lesa tersenyum mendengar jawaban sang putri, dugaannya benar… Karina akan mudah mendapatkan teman dan diterima di lingkungan baru. Sebab gadis itu memang memiliki aura yang membuat orang lain ingin mengenalnya.

“Apa kamu lelah?” Lesa kembali bertanya.

“Tidak, aku tidak lelah!” Jawab Karina dengan cepat.

“Kalau begitu, kita mampir ke kantor Kak Jemian dulu… Mama mau ngasih makan siang untuk Papa yang tidak sempat istirahat. Nanti setelah dari kantor, kita pergi ke Mall dan belanja baju baru untukmu!” Lesa mengusap puncak kepala sang putri, karena saat ini lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah.

“Kak Jemian juga di bawain makan siang?” Tanya Karina yang tidak sengaja melihat dua lunch bag di jok belakang.

“Iya, Kakak pertamamu itu kalau sibuk sudah tidak ingat waktu dan melewatkan makannya. Makanya dia terkena asam lambung, karena terlalu mementingkan pekerjaannya,” jelas Lesa dengan decakan kesal di akhir kalimatnya.

“Nanti kamu yang kasih makan siang untuk Kak Jemian, kebetulan ruangan Kak Jemian berbeda dengan Papa. Nanti biar Mama antar kamu dulu, sebelum naik ke ruangan Papa,” lanjut wanita paruh baya itu.

Setelah itu hanya ada obrolan ringan yang berlasung selama perjalanan menuju ADHITAMA GROUP, tetapi Karina bisa mendapatkan juga mendapatkan beberapa informasi tentang kebiasaan ketiga kakak angkatnya.

“Kita sudah sampai!” Lesa memelankan laju mobil, saat memasuki gerbang yang menjulang tinggi.

Lagi-lagi Karina dibuat takjub dengan bangunan tinggi yang sampai dua puluhan lantai di depannya, ternyata keluarga angkatnya sangatlah kaya… pantas saja ketiga kakak angkatnya menjadi tokoh utama, walau akan berakhir tragis.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia akan membalas kebaikan kedua orang tua angkatnya dengan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya menjadi akhir yang bahagia.

“Kamu pegang punya Kak Jemian!” Lesa menyerahkan lunch bag berwarna hitam kepada sang putri.

Tanpa membuat laporan ke meja resepsionis, Lesa langsung menuju lift khusus yang hanya boleh digunakan oleh keluarga pemilik perusahaan.

“Ruangan Kak Jemian ada di lantai delapan belas, kalau Papa ada di lantai dua puluh dan lantai paling atas adalah kamar-kamar untuk keluarga Adhitama beristirahat kalau lembur atau ada acara di perusahaan,” Lesa terlihat begitu senang menjelaskan.

“Setiap tahun baru, di sini akan diadakan acara gala dinner dan akan dihadiri oleh tamu-tamu penting. Nanti Mama akan memperkenalkanmu kepada rekan bisnis Papa,” wanita paruh baya itu menarik gemas hidung mancung putrinya.

“Siapa tahu nanti ada yang melamarmu,” lanjutnya yang membuat kedua mata cokelat Karina membulat sempurna.

Lesa terkekeh pelan, ia hanya bercanda. Mana mungkin Lesa akan melepaskan Karina secepat itu, ia masih ingin lebih lama menghabiskan waktu dengan putrinya.

“Mama antar sampai sini, ruangan Kak Jemian yang pintunya warna cokelat. Kamu bisa mengetuknya!” Kata Lesa yang membuat Karina ragu.

Namun pintu lift sudah kembali tertutup dan Karina harus segera menyerahkan makan siang untuk kakak pertamanya.

“Anggap saja ini sebagai pendekatan,” gumam gadis itu yang mencoba menekan rasa gugupnya.

Karina menghentikan langkahnya di depan pintu berwarna cokelat, tangannya terangkat dan mengetuknya sebanyak dua kali.

Tak lama kemudian, pintunya terbuka sendiri dan Karina bisa melihat sosok Jemian yang masih duduk di kursi kebesarannya sambil fokus dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya.

“Kenapa tidak masuk?” Jemian menaikkan pandangannya dan ia tidak menyangka kalau yang datang adalah adik angkatnya.

“Kenapa kamu bisa berada di sini?” Pria itu berdiri dari duduknya dan menghampiri Karina yang masih tidak mau masuk ke dalam.

“Aku bareng Mama, terus Mama suruh aku buat ngasih makan siang Kak Jemian!” Gadis itu menyodorkan lunch bag di tangannya.

Jemian menerimanya dengan kasar, lalu ia berbalik tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada adik angkatnya itu.

“Kalau gitu aku pamit dulu, selamat makan!” Kata Karina yang kini berbalik untuk menunggu Lesa di depan lift saja.

“Masuk!” Suara Jemian terdengar, membuat langkah gadis itu terhenti.

Takut membuat kakak pertamanya marah, Karina kembali berbalik dan masuk ke dalam ruangan yang sangat luas itu.

“Ambil minuman yang kamu suka!” Jemian menunjuk ke arah lemari es yang ada di sudut ruangannya.

Karina menganggukkan kepalanya, ia mengambil dua botol air mineral untuk dirinya dan juga sang kakak yang tengah makan di sofa.

“Sudah makan?” Tanya Jemian yang matanya masih sibuk dengan Tab di atas meja.

Meskipun tengah menyantap makan siang, tetap saja Jemian tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

“Sudah tadi di sekolah. Ini minum untuk Kak Jemian!” Jawab Karina sambil menaruh satu botol air mineral yang sudah dibukanya di sebelah Tab milik sang kakak.

Jemian melirik botol tersebut, ia tidak menyangka kalau Karina membukakan tutup botolnya.

“Habis ini mau ke mana sama Mama?” Pria itu kembali bertanya, sebelum meneguk airnya.

“Diajak Mama pergi ke Mall buat beli baju baru,” jawab Karina dengan senyuman cerahnya.

Tiba-tiba saja Jemian mengeluarkan dompetnya dan mengambil satu kartu miliknya, “Pakai ini untuk membeli apapun yang kamu suka! Pinnya tanya ke Mama!”

Mata Karina membulat sempurna, karena begitu terkejut dengan apa yang diberikan oleh kakak pertamanya.

“Kenapa tidak diambil? Apa masih kurang?” Tanya pria itu yang mulai merasa kesal, karena sang adik tidak langsung mengambil kartu tersebut.

“Bukan, tapi rasanya aku tidak pantas menerima kartu ini. Mama sudah memberiku uang jajan yang banyak. Terima kasih atas kebaikan Kak Jemian, tapi aku harus balik takut Mama nungguin,” Karina langsung berdiri dan bergegas keluar dari ruangan kakak pertamanya.

Jemian terkekeh pelan, sebenarnya pria itu hanya ingin menguji adik angkatnya… apa Karina menerima kartu hitam miliknya atau menolaknya.

“Sepertinya dia tidak mengincar harta Adhitama,” gumam Jemian yang mulai sedkit menaruh kepercayaan kepada anggota baru di keluarga Adhitama.

Lagipula Karina tidak terlihat seperti gadis matre, justru tatapan Karina terlihat begitu tulus. Namun tetap saja, Jemian harus mengujinya dan Karina lulus di ujian pertama darinya.

“Karina, ada apa Sayang?” Tanya Lesa yang sedikit terkejut melihat putrinya yang berlari ke arah lift.

Lesa baru saja turun untuk menjemput putrinya, tetapi saat lift terbuka… ia malah melihat Karina berlari seperti sedang dikejar hantu.

“Aku hanya takut Mama nungguin aku,” jawab gadis itu dengan senyuman lebarnya.

Sebenarnya Karina merasa aneh dengan sikap kakak pertamanya yang tiba-tiba begitu baik sampai memberikan sebuah kartu tanpa limit kepadanya, jadi itu yang membuat Karina merasa takut dan merinding.

“Wajahmu sedikit pucat? Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja?” Lesa dibuat khawatir saat melihat bibir sang putri.

Karina menggeleng pelan. “Kalau makan es krim, nanti pucatnya hilang.”

Lesa terkekeh pelan mendengarnya, ia merasa semakin gemas dengan putrinya. Andai saja ia dipertemukan dengan Karina saat umur gadis itu masih tujuh tahun atau di bawahnya, pasti Karina terlihat semakin menggemaskan.

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!