NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:879
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Pernikahan dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Semua berjalan begitu cepat bagi Lia. Waktu tiga bulan tak pernah ia rasa sesingkat itu. Kini Lia tengah duduk bersanding dengan Ren di pelaminan, di ballroom hotel bintang lima tempat pesta dansa dulu diadakan. Banyak tamu undangan dari kalangan atas disana. Lia bahkan hampir tak bisa duduk selama dua jam terakhir karena tamu yang terus berdatangan mengantri untuk memberikan selamat pada kedua mempelai.

Ren memanggil salah satu kru wedding organizer yang berdiri di dekat pelaminan. Setelah Ren membisikkan sesuatu pada kru itu, kru itu segera pergi dengan sedikit berlari kecil menembus keramaian para tamu undangan. Tak lama kemudian, kru itu datang lagi ke pelaminan dengan membawa dua gelas air putih.

"Maaf, Tuan Muda, atas kelalaian kami," kata kru itu sambil menyodorkan dua gelas air putih pada Lia dan Ren. Ren hanya mengangguk dingin.

Lia meminum air putih sambil menatap Ren yang juga sedang meminum air putihnya. Selama tiga bulan terakhir ini Lia sering memikirkan tentang foto yang berada di atas meja kerja Ren waktu itu. Selama tiga bulan terakhir pula, dia mulai mendengar rumor-rumor tentang Ren.

Dari rumor yang mengatakan bahwa Ren memilih dirinya secara acak. Hingga rumor tentang pernikahan mereka yang hanya untuk menutupi orientasi seksual Ren yang selama ini menjadi sorotan publik. Rumor yang terakhir itu terdengar nyata bagi Lia. Mungkin karena Lia pernah melihat sebuah foto bertuliskan 'Yang tak terlupakan' yang menampakkan kedekatan Ren dengan seorang pria.

Lia sendiri menerima lamaran Ren karena Lia ingin membahagiakan ayahnya. Lia tahu, ada cara lain untuk membahagiakan ayahnya selain menyerahkan masa depannya dan menikahi pria yang sama sekali asing. Tapi, menurut Lia, kebahagiaan kedua orangtuanya tak bisa ditunda. Jika dia bisa membahagiakan mereka sekarang, Lia tidak perlu menunggu lagi untuk suatu hal besar terjadi dalam hidupnya yang bisa membahagiakan kedua orangtuanya.

"Sebentar lagi pesta selesai," kata Ren sambil berdiri, lalu mengulurkan tangan kanannya pada Lia untuk membantunya berdiri.

"Oh!"

Lia merasakan tubuhnya tak seimbang saat akan berdiri. Lia kembali terduduk. Ren mengerutkan kedua alisnya.

"Anda baik-baik saja?" tanya Ren pada Lia sambil sedikit membungkukkan badannya.

"Kepala saya hanya sedikit pusing. Tak apa-apa," jawab Lia sambil tersenyum dan kembali mencoba berdiri.

Kali ini Ren melingkarkan lengan kanannya di belakang tubuh Lia —berjaga-jaga jika Lia terjatuh kapan saja— dan mengulurkan tangan kirinya ke hadapan Lia sebagai pegangan untuk Lia berdiri.

"Terimakasih," ucap Lia lirih. Ren mengangguk kaku.

Saat Lia merasa sudah mampu berdiri tegak dia menatap Ren dan tersenyum, menampilkan akting terbaiknya malam itu. Ren tertegun sesaat. Sedetik kemudian Ren mengerjapkan kedua matanya dan Lia sudah menoleh dan tersenyum ke arah tamu undangan —yang sebagian sudah keluar ruang pesta— sambil melingkarkan lengan kirinya ke lengan kanan Ren.

Pembawa acara mempersilakan kedua mempelai untuk meninggalkan pelaminan. Tamu undangan yang tersisa di ruang pesta memberikan tepuk tangan meriah.

Lia tersenyum lebar, benar-benar terlihat begitu bahagia. Ren berjalan sambil mengangguk kaku kepada para tamu. Dia benar-benar ingin segera keluar dari sana dan meminum secangkir americano untuk menghilangkan penatnya.

Saat langkah Ren dan Lia sudah mendekati ambang pintu, langkah Ren terhenti. Lia menoleh ke arah Ren dan menemukan pandangan Ren terpaku pada satu sosok. Dengan tenang Lia berbisik pada Ren.

"Banyak mata, Tuan Muda. Teruslah melangkah," bisik Lia.

Seketika Ren tersadar dan tersenyum kikuk ke arah Lia. Lia membalas senyuman Ren dengan senyum lebar yang merekah. Ren menatap senyum itu lekat-lekat.

'Dia... hanya berpura-pura kan?'

***

"Aah~ akhirnyaaa..." seru Lia sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang kamar suite yang sudah dipesan Ren.

Ren sibuk melepaskan tuxedonya. Lia bangun dari rebahannya dan mencoba melepaskan gaun pengantinnya.

"Hal yang paling aku benci dari memakai gaun adalah, cara melepasnya yang rumit," gumam Lia sambil mencoba meraih pengait di punggungnya dengan tangannya.

Ren menoleh ke arah Lia yang berdiri di dekat ranjang. Dia melihat Lia terlihat kesulitan melepaskan gaun pengantinnya. Ren berjalan ke arah Lia sambil menggulung lengan kemeja putihnya.

"Butuh bantuan?" tanya Ren yang sudah berdiri di belakang Lia. Lia sedikit terkejut.

"Eh? Oh. Ini, tolong, bisakah Tuan buka pengait yang paling atas? Dada saya terasa sesak," kata Lia.

Ren melirik ke punggung Lia tempat pengait gaun pengantin itu berada. Ren segera melepas pengait yang paling atas dengan satu gerakan mudah.

"Ah! Terimakasih, Tuan Muda. Saya rasa saya bisa membuka sisanya," kata Lia lalu bergegas menuju kamar mandi tanpa membawa baju gantinya yang sudah disiapkan di atas ranjang.

Ren melirik baju ganti Lia —setelan piyama sutera berwarna merah maroon. Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka. Lia keluar masih dengan gaun pengantinnya dan bergegas mengambil piyamanya yang tertinggal tanpa mempedulikan Ren yang sedang memperhatikannya.

Ren duduk di tepi ranjang. Dia ingat sosok yang dia lihat tepat sebelum meninggalkan ruang pesta. Arka. Sosok yang menghilang begitu saja satu tahun yang lalu, kini kembali tepat di hari pernikahannya dengan Lia.

Hati Ren berdenyut mengingat malam satu tahun yang lalu, ketika dirinya dan Arka mencoba melakukan sesuatu yang lebih jauh, namun berujung pada tidak melakukan apapun. Ren selalu merasa nyaman bersama Arka. Sentuhan dan pelukan Arka selalu lembut dan menenangkan bagi Ren. Namun, saat Arka menawarkan sesuatu yang lebih dalam, ada keraguan dalam hati Ren. Ren seketika teringat Vio yang dengan mudahnya menyerahkan apa yang selalu Ren jaga kepada laki-laki lain. Ren mengusap wajahnya, mencoba mengusir kenangan satu tahun yang lalu.

Pintu kamar mandi terbuka. Lia berjalan sambil sibuk melipat gaun pengantin yang terlalu besar untuk dilipat seorang diri.

"Letakkan saja di sofa. Saya akan suruh orang mengurusnya," kata Ren. Lia menoleh, lalu mengangguk dan tersenyum.

"Baik. Sekarang. Dimana saya harus tidur?" tanya Lia dengan wajah yang tak terlihat tertekan sedikit pun padahal dia baru saja melakukan pernikahan yang tak pernah diinginkannya.

"Anda bisa tidur di ranjang. Saya akan tidur di sofa," kata Ren sambil beranjak menuju kamar mandi. Lia menaikkan kedua alisnya.

"Baiklah. Dengan senang hati," gumam Lia sambil berjalan menuju ranjang lalu melemparkan tubuhnya disana. Ren menatap ke arah Lia sesaat sebelum akhirnya masuk kamar mandi.

Ketika Ren sudah benar-benar masuk ke kamar mandi, Lia segera memijit kepalanya yang terus berdenyut sejak dirinya meninggalkan pelaminan.

"Aku harus segera tidur atau pusing ku tak akan hilang sampai besok pagi," gumam Lia, lalu berusaha memejamkan matanya.

Lima belas menit kemudian, Ren keluar kamar mandi. Sunyi. Ren menoleh ke arah ranjang. Kosong. Ren segera menuju ke ruang tamu. Disana Lia tertidur di atas sofa sambil memeluk guling yang dia bawa dari ranjang. Ren menatap wajah tidur Lia sambil bertanya-tanya tentang senyum Lia yang selalu lebar dan —entah mengapa— terlihat cerah.

'Bagaimana bisa dia tersenyum seperti itu?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!