NovelToon NovelToon
HIDUPKU

HIDUPKU

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:688.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ina corlet

Novel ini adalah karya pertama yang saya yakini bikin kepala pusing disebabkan typo, alur membagongkan, hal hal diluar nurul, dan cerita klise yang freak. saya sangat ingin merevisi karya ini tetapi rasa malas ini menguasai tubuh tanpa ampun. jadi maafkan cerita yang memusingkan ini rakyat ku!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ina corlet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota berharga

Malam kian larut.

Kedua insan itu tergeletak lemas berdampingan, tak memikirkan apa pun tentang esok hari. Entah apa yang menunggu mereka nanti, namun keduanya memilih membiarkan malam ini tetap utuh,diam dalam suasana yang telah tercipta.

Namun sebelum benar-benar terlelap, laki-laki itu bergumam, “Apakah reaksi obatnya sudah hilang? Sepertinya aku mulai sadar… tapi—ah, kepalaku pusing sekali. Aku lelah… aku hanya ingin tidur.”

Ia tak sempat melihat siapa yang berada di sampingnya, tak menyadari wajah siapa yang ada begitu dekat.

Ia juga tidak sadar bahwa tubuhnya kini mendekap seorang wanita lemah itu dengan hangat, membuat Kiara terbuai, tenggelam dalam mimpi indah yang seolah menawarkan kedamaian sesaat.

---

Pagi datang. Mentari mengusap permukaan bumi dengan hangat, seolah mengabulkan harapan siapa pun yang masih ingin melihat dunia.

Indahnya pagi itu, kontras dengan perih yang dirasakan Kiara.

Gadis kecil itu meringis "mengapa tubuhku sakit sekali? Rasanya aku tak bisa menggerakkan badan…" Kiara mengerang pelan dalam hati.

Ia memandang laki-laki yang tertidur pulas di sampingnya.

Sinar matahari yang memantul di wajah tampan laki-laki itu justru membuat Kiara ketakutan. Ia khawatir, jika lelaki itu terbangun, hal hal keji akan terjadi lagi.

Dengan sisa tenaga, Kiara menggeser tubuhnya menjauh, seolah menghindar dari seekor singa yang siap menerkam kapan saja.

Ia mencoba bersandar pada bantal, dan menangis tersengguk-sengguk di bawah ranjang.

Lagi-lagi ia menyalahkan dirinya sendiri, menyebut dirinya bodoh karena tak mampu melawan.

Mahkota berharganya direnggut paksa oleh pria serakah itu. Ia merasa hancur, kotor, dan tak tahu bagaimana menghadapi hari esok.

Tak lama, lelaki itu terbangun. Kelopak matanya terbuka perlahan, membuat Kiara terperanjat hingga isak nya terhenti.

“Argh, sial, kepalaku sakit sekali. Wanita jalang itu… ”

"apa yang harus ku lakukan?" batin Kiara.

Laki-laki itu menoleh, melihat sesosok wanita yang bersembunyi di sisi ranjang, hanya ujung kepalanya yang terlihat.

Tanpa berkata apa-apa, ia melemparkan selimut, membuat tubuh gadis mungil itu tak terlihat.

Kiara melirik samar, melihat lelaki itu bangkit dari ranjang dan kini berdiri tegak di hadapannya.

Wajah laki-laki itu mendekat, begitu dekat hingga Kiara kembali gemetar.

Tangannya bersandar pada laci di belakang punggung Kiara, membuat si gadis menebak nebak, apa yang akan terjadi.

Apakah kejadian semalam akan terulang?

“Minggir" ucap Yas dengan kasar. ia bahkan menepis tubuh Kiara yang hanya berbalut selimut.

Yas, mengambil ponsel dalam laci, ia menghubungi seseorang. “Hans, aku sudah bangun.”

Hanya satu kalimat itu, mereka semua langsung tiba di depan pintu. Yas membukanya dengan sadar.

“Aku mau mandi air hangat dengan aroma jasmine sambac. Aku akan mandi, setelah merokok.” perintahnya.

“Baik, Tuan,” jawab lelaki yang di sebut Hans itu. “Tolong siapkan semuanya,” instruksi Hans menyusul.

Kiara hanya tertunduk, membenamkan wajahnya lesu, bahkan tubuhnya gemetar, ia tak berani menatap siapa pun.

“Kiara… kau baik-baik saja?”

Suara itu milik kak Tomi.

Kiara mengangkat kepalanya perlahan. air matanya luruh saat tomi memegang bahunya.

“Tolong aku… hiks…”

Tomi merangkulnya, membiarkan Kiara membenamkan wajah di dadanya.

“Pakai bajumu. Ayo, kita pergi dari sini. Aku akan mengantarmu pulang.”

Dalam perjalanan, Kiara hanya menangis. Tomi beberapa kali meminta maaf lirih, merasa bersalah atas apa yang menimpa Kiara.

---Setibanya di rumah—

“Kiara, apa yang terjadi?” tanya Bella dan Sana serempak.

Setelah Sana mendapat satu panggilan dari kakanya, dan mengatakan keadaan sangat kacau, Sana dan Bella langsung pergi ke rumah kak Tomi untuk menunggu Kiara, memastikan keadaanya akan baik baik saja.

Namun Kiara hanya diam, menangis tanpa suara. Kedua sahabatnya memeluk dan membawanya ke kamar.

Sana membiarkan Kiara istirahat setelah seorang dokter memeriksa kondisinya. Ia mencecar Tomi dengan beberapa pertanyaan. “Kak… apa yang sebenarnya terjadi?”

Bella tak tinggal diam, ia menambahkan, “Ka… seluruh tubuh Kiara memar ungu. Ini sangat fatal?”

Tomi menghela napas panjang. Berat. Namun ia tak bisa lagi menutupinya.

“Maafkan aku… Malam itu bar kacau. Aku sibuk mengejar seorang wanita yang kabur membawa kunci kamar hotel. Aku tak terpikir apapun selain harus menangkap wanita itu karena tak ingin membuat Tuan Yass marah. Tanpa sadar, Kiara menjadi sandra dan korban di dalam kamar. Wanita itu mengatakan hal demikian,"

‘Aku menaruh obat perangsang dalam minuman tuan gila itu setelah aku berada di kamarnya dan dia pergi untuk merokok. Aku berharap malam ini dia hanya menginginkan tubuhku. Tapi dia memang manusia gila, dia terus berteriak dan melempari ku dengan apapun yang bisa ia raih, bahkan dia mencoba mencekik ku. Aku ketakutan, lalu lari ke pintu, dan kebetulan wanita itu akan ke kamar kami dan membawakan minuman. Aku menjadikannya sebagai pengganti. Maaf…’ Tomi melanjutkan,

Setelah itu,

Sisil memberitahuku, bahwa Kiara belum kembali setelah mengantar minuman ke kamar itu.

Aku langsung lari membawa kunci cadangan, berharap semuanya belum terlambat.

Tapi saat hampir sampai, Hans orang kepercayaan Tuan Yass melarang masuk.

Dia mengatakan bahwa apa yang terjadi di dalam, sangat fatal jika ada yang tahu. Tuan Yas sedang berada di bawah pengaruh obat. Dan setelah itu… aku hanya bisa menunggu sampai pagi dengan perasaan menyesal.”

“Siapa wanita gila itu? Kenapa dia sangat Egois dan tak punya hati!!” sungut adiknya, menahan emosi.

“Sudahlah… yang penting Kiara bersama kita sekarang,” ucap Bella, mencoba menenangkan.

Tomi menggenggam jemarinya dan berucap, “Aku harus pergi. Aku akan menemui Tuan Yas untuk membicarakan ini. Aku tak akan membiarkan hidup Kiara hancur karena kejadian ini. Tolong jaga dia.”

Tomi pun pergi, kembali ke bar, menunggu panggilan dari Hans.

Bersambung…

1
Aulia Hayalan
satu kata untukmu Tiara" bodoh"
Yusria Mumba
bagus kiara pergi yng jauh, daripada, dsiksa,
Yusria Mumba
ceritanya sedih banget,
Yusria Mumba
puny suami tapi hidup kagura sensarah
Yusria Mumba
kasiang kiara tertekan terus,
Yusria Mumba
semangat kiara,
Yusria Mumba
kasiang kita, ny
Yusria Mumba
yang sabar kiara,
Yusria Mumba
kasiang kiana,
Yusria Mumba
kasiang,
Masri Masri
paling yas termakan oleh kebucinanya sendiri
samara
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
apakah itu Kiara
apa Kiara hilang ingatan
Jeankoeh Tuuk
penasaran....
apa
kelakuan deff
Jeankoeh Tuuk
cinta Yas mulai tumbuh
Jeankoeh Tuuk
Yas mulai sadar ....
Jeankoeh Tuuk
luluhnya suatu kebencian
Jeankoeh Tuuk
begitu cemburunya yas
Jeankoeh Tuuk
ada kemajuan
Jeankoeh Tuuk
hati Yas tersentuh melihat kesedihan Kiara istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!