NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:107.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sabtu pagi di mansion utama keluarga Abrari kembali diselimuti atmosfer yang dingin, Husen sudah berangkat ke luar kota sejak subuh karena urusan bisnis yang mendesak. Di meja makan utama yang megah, hanya ada Jihan, Jenita, dan Gavin serta Megan yang sarapan dengan keheningan yang canggung.

Sementara itu, di lantai bawah, suasana jauh lebih hangat. Di kamar yang luas dan sejuk itulah, Faas, Eliza, dan Diana memilih untuk menikmati sarapan pagi di kamar mewah Diana.

Sembari menyuapi Diana bubur ayam hangat, Eliza menatap ibu mertuanya dengan tatapan penuh empati. "Ibu... maaf jika Eliza lancang. Kenapa Ibu tidak mencoba berobat ke luar negeri untuk memulihkan kaki Ibu? Ke Jerman atau Singapura, mungkin?"

Diana tersenyum getir, mengusap punggung tangan menantunya. "Sudah, Eliza. Dulu Husen sudah membawa Ibu ke berbagai negara, menemui dokter spesialis terbaik di dunia. Tapi hasilnya sama. Secara medis, Ibu dinyatakan lumpuh permanen karena kerusakan saraf yang sudah terlalu lama. Ibu sudah pasrah."

Faas yang duduk di samping mereka hanya mengepalkan tangannya rapat, emosi tertahan berkilat di matanya. Namun, Eliza tidak mau menyerah begitu saja. Selesai sarapan, ia diam-diam keluar kamar dan menghubungi Maudi, lewat telepon.

"Maudi, apa kamu tahu dokter atau pengobatan alternatif yang sangat hebat untuk kelumpuhan saraf?" tanya Eliza berbisik.

Di seberang telepon, Maudi terdiam sejenak sebelum menjawab dengan nada serius. Ia teringat kata-kata suaminya saat melihat Diana di kursi roda saat pernikahan Eliza"Eliza, kalau medis sudah menyerah, hanya ada satu orang yang terpikir olehku. Dia dijuluki Singa Betina. Namanya nyonya Rukayyah. Kata suamiku Beliau adalah wanita bercadar yang sangat misterius, hanya memperlihatkan kedua matanya saja, dan merupakan istri dari tuan Hilman, pengusaha nomor satu di negeri ini. Nyonya Rukayyah itu genius, bukan hanya menguasai dunia cyber tingkat tinggi, tapi dia juga memiliki keahlian pengobatan alternatif . Hubungan emosionalnya dengan jaringan rahasia sangat kuat. Coba kamu temui dia."

Mendengar itu, harapan Eliza membumbung tinggi. Ia segera mendiskusikannya dengan Faas. Mumpung hari Sabtu dan Eliza juga libur, Faas langsung menyetujui untuk membawa ibunya menemui Rukayyah hari ini juga.

Sementara itu, di ruang tengah, Gavin menyelesaikan sarapannya dengan terburu-buru lalu pergi begitu saja ke kantor demi menghindari Megan. Jenita pun mendengus malas, menyambar tas branded-nya dan pergi keluar rumah bersama teman-temannya karena muak berlama-lama di mansion yang ada Elizanya.

Tinggallah Megan sendirian yang sedang menyusun rencana licik. Saat melihat Faas keluar dari kamar Diana dan berdiri di dekat tangga lantai bawah untuk menunggu Eliza yang sedang berganti pakaian di kamar atas, mata Megan langsung berbinar nakal.

Megan sengaja berlari kecil ke kamarnya, mengganti pakaiannya dengan gaun tidur satin super seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan sangat jelas, lalu melangkah berlenggak-lenggok menghampiri Faas.

"Aduh... Kak Faas... sendirian saja?" sapa Megan dengan suara yang sengaja dibuat mendesah manja.

Ia sengaja berjalan mendekat, berpura-pura hendak mengambil vas bunga di dekat tempat Faas berdiri, sembari mencondongkan tubuhnya sedemikian rupa untuk memamerkan bentuk tubuhnya di depan mata Faas. Megan melemparkan tatapan menggoda, mencoba memikat sang mantan agen rahasia dengan pesona murahannya. "Gavin pergi kerja, Mama Jihan juga di kamar. Sepi banget ya rumah ini. Kak Faas gak mau menemani Megan mengobrol?"

Faas tidak bergerak seujung kuku pun. Alih-alih terpesona, sepasang mata elang Faas menatap Megan sejenak dari balik pakaian seksinya dengan pandangan yang luar biasa datar, dingin, dan dipenuhi rasa muak yang tak tersamarkan. Bagi seorang mantan agen Sektor 7, trik murahan seperti ini bahkan tidak lebih menarik dari musuh amatiran di medan perang.

"Pakai pakaianmu dengan benar, Megan. Atau saya sendiri yang akan meminta anak buah Papa menyeretmu keluar dari rumah ini karena tidak tahu sopan santun," desis Faas, suaranya begitu rendah dan tajam hingga membuat bulu kuduk Megan meremang seketika.

Tepat saat itu, langkah kaki anggun terdengar dari arah tangga. Eliza turun dengan pakaian rapi, siap untuk pergi. Melihat Megan yang sedang tebar pesona dengan pakaian kurang bahan di depan suaminya, Eliza tidak menunjukkan kepanikan. Ia justru tersenyum manis, melangkah mendekat lalu dengan sengaja merapikan kerah kaos Faas.

"Sudah siap, Suamiku sayang? Ayo kita berangkat . Oh ya, Megan..." Eliza menoleh, menatap Megan dengan pandangan geli yang meremehkan. "Saran saya, pakai jaket yang tebal. AC di rumah ini cukup dingin, sayang kan kalau kandunganmu yang berharga itu sampai keguguran hanya karena ibunya hobi masuk angin akibat kurang kain."

Wajah Megan seketika berubah merah padam karena malu dan marah yang tertahan. Kepura-puraannya hancur berantakan. Tanpa memedulikan Megan yang menghentakkan kakinya dongkol, Faas langsung menggandeng erat tangan Eliza, melangkah untuk bersiap membawa Diana menjemput harapan baru .

mobil sedan hitam itu membelah jalanan Sabtu pagi yang mulai padat. Di dalam kabin, suasana terasa tenang namun diselimuti keharuan. Sesuai kesepakatan, Faas, Eliza, dan Diana pergi hanya bertiga, tanpa memberi tahu siapa pun di mansion Abrari. Mereka sengaja bergerak dalam senyap agar perjalanan ini tidak memicu drama atau kecurigaan dari Jihan dan Megan.

Sepanjang jalan, Diana menatap keluar jendela dengan pandangan sayu. Sejujurnya, hatinya sudah lama pasrah dan mati rasa terhadap segala bentuk pengobatan. Namun, setiap kali menoleh dan melihat binar semangat yang begitu tulus di mata Eliza, menantunya yang baru beberapa hari mendampingi keluarganya namun sudah berjuang sejauh ini, Diana merasa tidak tega. Demi menghargai ketulusan dan usaha keras Eliza, Diana membuang jauh-asuh rasa enggan di badannya dan memantapkan hati untuk menuruti kemauan anak-anaknya.

Rukayyah, sang Singa Betina, tidak meminta mereka datang ke kediaman pribadinya. Melalui pesan rahasia yang dikirimkan kepada Maudi, wanita genius itu meminta mereka bertemu di salah satu hotel mewah bintang lima miliknya yang terletak di pusat kota. Rukayyah sengaja memilih tempat itu untuk menjaga privasi, sebab jika di rumah, ia tidak ingin konsentrasinya terpecah oleh anak-anaknya yang sedang aktif-aktifnya.

Begitu sampai di luxury suite hotel yang sudah dipesan khusus, pintu diketuk pelan. Sosok wanita yang anggun melangkah masuk. Ia mengenakan abaya hitam premium yang longgar, dengan cadar beludru senada yang menutupi wajahnya, hanya menyisakan sepasang mata jernih yang memancarkan kejeniusan mutlak dan ketegasan seorang pemimpin. Dialah Rukayyah, istri dari pengusaha nomor satu, Hilman.

"Assalamualaikum....Selamat pagi," sapa Rukayyah, suaranya terdengar lembut namun memiliki karisma yang begitu pekat dan berwibawa.

Setelah sesi perkenalan singkat yang hangat namun formal, di mana Eliza menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga, Rukayyah melangkah mendekati kursi roda Diana. Sepasang mata jernih di balik cadar itu menatap lembut ke arah Diana, seolah mampu membaca beban penderitaan yang telah dipendam wanita paruh baya itu selama belasan tahun di paviliun belakang.

"Ibu Diana, permisi ya. Saya izin memeriksa kondisi kaki Ibu," ucap Rukayyah lembut sembari berlutut dengan anggun di depan kursi roda.

Suasana berubah menjadi sangat hening dan penuh keharuan saat jemari Rukayyah yang lentik dan terbungkus sarung tangan lateks mulai menyentuh titik-titik saraf di kaki Diana. Faas berdiri tegap di sudut ruangan dengan napas yang tertahan, sementara Eliza menggenggam tangan Diana dengan erat, menyalurkan kekuatan.

Rukayyah memejamkan matanya sebentar, menekan beberapa titik simpul energi tersembunyi dengan teknik pengobatan alternatif yang ia kuasai. Detik berikutnya, Diana mendadak tersentak. Aliran hangat yang aneh, yang tidak pernah ia rasakan selama bertahun-tahun, tiba-tiba merayap pelan dari pangkal paha hingga ke ujung jarinya, memicu rasa ngilu yang amat sangat namun menenangkan.

Air mata Diana luruh seketika membasahi pipinya yang pucat. "Ny-nyonya Rukayyah... kaki saya... rasanya hangat," bisik Diana dengan suara bergetar menahan tangis.

1
Sri Supriatin
ditunggu upnya n pasti saran2 pembaca.bakal mbludak... sy nenek2 nunggu dgn sabar🤭🤣🤣
Lovita BM
jadikan dia orang abnormal Thor 😆
Sukarti Wijaya
semedi dulu thior buat nyari ide pembalasannya, ayyooo semangat💪💪💪💪💪
suti markonah
part ini kok melani semua sih thor ?
Sri Supriatin
untung cemburu fadil blm mendarah daging, semoga selalu rukun💪💪💪
Sri Supriatin
eleuh2 kecil2 sdh cemburu🤭🤭
Sapna Anah
pedil keci kecil otaknya Uda licik
suti markonah
nah gitu dong fadil, kamu harus jadi sepupu yg baik untuk aufal👍👍👍👍👍
suti markonah
fadil kamu kan dr kecil dpt ksh syg dan kemewahan materi..kenapa mesti cemburu sm aufal yg notabene hidup serba kekurangan dan penyiksaan...
Sukarti Wijaya
waaduhh kasihan dong aufalnya kalau nanti di buly sama fadil/Frown/
Sri Supriatin
tks upnya thor, semoga kemahnya menyenangkan 👍👍😍
Sapna Anah
katanya diki ga perna nidurin regina , regina lebaran h banyak tidur sama rshan ko bisa mirip
suti markonah
aufal umur 10th masih di kasih bola warna warni sm prosotan thor🤭🤭🤭
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: kam Aufal belum pernah 😄
total 1 replies
suti markonah
weleh" rehan ngajak melani ke grand indonesia emang bisa bayar?.
suti markonah
ayo dong kakak² yg cantik jelita semua nya~ bantu author kasih vote dan hadiah nya biar author tmbh semangat update nya 🙏🙏🙏
Cica Aretha
semangattt thor..kok up nya cuma satu bab thor🤭💪
Sri Supriatin
sehat thor kok belum up?🤭 ditunggu yah 👍😍😍
suti markonah
author nya kemana yo~
Sukarti Wijaya
èhm...ehm...ehmm...MP diki dan jenita🤭👍🙏
Sapna Anah
ngapain saka harus menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!