NovelToon NovelToon
Hilang, Atau Kembali?

Hilang, Atau Kembali?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Romansa / Bad Boy / Romansa pedesaan / Kapten / Diam-Diam Cinta
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Emillya Vozera seorang gadis bar-bar, cegil, heboh, dan berisik. dia adalah kekasih dari Arshka Ravindra_ pemuda dengan hobi tawuran serta balapan liar. Emillya tau apa saja yang di lakukan oleh pacarnya, tapi dia tak pernah komplain apapun yang dilakukan nya. menurutnya asalkan pria itu bahagia maka tidak apa, meskipun sesekali dia harus marah-marah jika pacarnya itu sudah melewati batas.

sedangkan Arshka, dia hanya bisa tersenyum melihat pacarnya yang cerewet ini berbicara tanpa putus, dia bahagia memiliki gadis ini dalam hidupnya.

namun semuanya berubah sejak Arshka di pindahkan ke desa oleh orang tuanya, bertemu dengan orang baru, dengan kejadian yang tidak terduga.

akankah cinta Arshka dan Emilliya akan berakhir indah, atau justru keduanya mengambil jalan yang berbeda. Dengan segala rintangan yang harus mereka hadapi.

berlanjut...🌸

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

still care?

...🎵Maze In The Mirror by Tomorrow X Together ...

...Kalian harus dengerin lagu ini si, siapa tau kecantol sama bujang tubatu hehe....

Happy reading...

...Mau sejauh apapun aku kejar kamu, kalau bukan aku yang kamu mau bisa apa aku? ...

.......

.........

........

.......

Sore ini Arshka menghabiskan waktunya dengan membantu di warung sang Nenek. Karena kedinginan nya sendiri? Jelas Arshka tak se penurut itu untuk melakukan pekerjaan dengan sukarela. Dia di ancam oleh Neneknya, jika tak mau membantu pekerjaan di sini uang jajan nya yang kini berada di tangan Neneknya akan di potong lalu wifi akan di matikan.

Sungguh hal itu sangat membuat Arshka jengkel, jadi dengan ogah-ogahan Arshka membantu mengelap dan merapikan meja lalu mencuci piring di dapur.

"Sialan! Bisa gila gue di sini!" makinya melemparkan piring yang tengah ia cuci dengan kasar hingga busa-busa nya menyiprat ke segala arah.

"Nyuci piring itu pake tangan jangan ngomong terus nanti gak selesai-selesai." celtuk gadis itu sembari meletakan setumpuk lagi piring kotor di sisi pemuda itu.

Arshka mendengus malas, "Kenapa si Lo ada di mana-mana?"

Senja tersenyum lalu mengambil alih spons di tangan Arshka, "Karena aku kerja di sini." katanya sembari fokusnya ke piring yang tengah ia cuci.

Arshka membalikan badannya lalu menyilangkan tangannya di dada. "Banyak banget kerjaan Lo, pagi jadi pembantu, dagang roti, terus di sini juga?"

"Kalo nggak gitu siapa yang mau biaya in sekolah aku?"

"Gunanya bokap Lo kalo bukan buat sekolah in lo itu buat apa."

Senja mengangkat sedikit sudut bibirnya lalu menatap Arshka, "Ayah aku udah meninggal waktu aku kecil, sekarang aku cuma tinggal sama mama ku aja." katanya sembari meletakan spons itu di tangan Arshka kembali.

"Sorry, gue nggak tau."

"Ya, nggak papa santai aja. Kamu lanjutin aja aku mau layanin pelanggan lagi."

Setelah Senja pergi dari sana Arshka kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Ya meskipun malas hitung-hitung dia tengah melatih otot tangannya agar tetap terjaga.

Dan pemikirannya tentang Senja sedikit berubah, gadis itu mandiri dan ternyata tak seburuk yang ia pikirkan waktu pertama kali bertemu dengannya. Yang dia pikir gadis desa hanya akan tertarik pada tampangnya saja lalu menempelinya bak ulat bulu.

Nek Ramila yang sedari tadi berdiri di pintu belakang melihat pemandangan itu hanya tersenyum... Mungkin perlahan-lahan cucunya ini akan berubah menjadi pria yang lebih baik lagi.

...🐝~~...

Malam yang datang dengan hawa dingin mulai menusuk kulit, Arshka duduk di pinggir jendela kamarnya yang terbuka. Netranya menatap bulan yang tengah bersinar dengan indah di lautan hitam pekat. Satu-satunya cahayanya yang bersinar paling terang di langit malam ini.

Tokk! Tokk!

Pintu kamarnya di ketuk, mau tak mau Arshka membukakan pintu kamarnya. "Ada apa Nek?"

Nek Ramila menyodorkan sebuah gelas pada Arshka, "Minum ini buat hangatin badan kamu."

Arshka menerimanya, "Makasih Nek."

Nek Ramila mengangguk, lalu mengelus surai Arshka dengan tangannya yang kasar karena kapalan. "Kamu tau nggak, ibu mu waktu hamil kamu selalu datang kesini. Dia sangat bahagia. Dan ini adalah minuman favorit ibumu kalau kesini. Dia selalu meminta di buatkan wedang jahe buatan Nenek." Nek Ramila mengingat bagaimana dulu menantunya selalu datang kesini.

Arshka terdiam di tempatnya berdiri, dulu saat ibunya masih ada dia selalu menolak jika di ajak berkunjung ke sini. Dia lebih memilih untuk bersenang-senang dengan sahabatnya. Dan sekarang dia menyesal, dia bahkan tak mengetahui hal kecil tentang ibunya. Contohnya ini, ibunya menyukai wedang jahe. Dia tak tau.

Nek Ramila kembali berkata, "Yasudah Nenek mau tidur, kamu juga. Jangan tidur terlalu larut." ujarnya lalu turun kembali ke kamarnya.

Di depan pintu yang masih terbuka Arshka memandang gelas yang ada di tangannya, hatinya terasa sakit. "Maafin Arshka Ma... " lirihnya tercekat.

...🐝~~...

Hujan rintik membasahi pagi ini, air menetes dari cakrawala lalu menggenang di tanah, membuat jalan tanah itu menjadi becek.

Arshka duduk di kursi meja makan bersama sang Nenek yang tengah sarapan. Tak lupa Senja, gadis itu juga duduk di meja makan bersama mereka. Karena sebelum Arshka pindah kesini Senja lah yang selalu menemani Nek Ramila berkegiatan sehari-hari. Apalagi suami Nek Ramila telah wafat 5 tahun yang lalu, serta anak semata wayangnya telah menatap di kota.

"Vindra, semalam Ayahmu nelpon Nenek. Terus tanyain kabar kamu..."

Arshka menyela, "Masih peduli ternyata setelah buang aku kesini!"

"Ayah kamu ngga buang kamu, dia cuma mau kamu jadi lebih baik lagi."

Arshka tak peduli, dia berdiri lantas meninggalkan meja makan tanpa sepatah katapun. Nek Ramila yang melihat itu hanya bisa bersabar, kalau boleh dia jujur... Sifat Arshka ini sangat mirip dengan ayahnya dulu, jadi Nek Ramila tak terlalu terkejut dengan sifat Arshka.

"Nenek nggak papa?" tanya Senja khawatir.

Nek Ramila tersenyum menenangkan. "Nenek nggak papa, Nenek cuma inget ayahnya Arshka dulu. Sifatnya persis seperti Arshka."

Senja menghembuskan nafasnya lega, "Yasudah Nek, Senja juga pamit mau berangkat ke sekolah."

"Hati-hati, Nenek titip Arshka."

"Iya Nek."

...🐝~...

Arshka yang sedari tadi mengayuh sepedanya dengan kencang bak tengah melampiaskan amarahnya mulai memelankan kayuhan-nya. Jarak antara dirinya san sekolah kini tinggal beberapa meter lagi.

Di depan gerbang pak Mamat tengah berjaga memantau para siswa-siswi yang masuk kedalam sekolah.

Seperti biasanya Arshka memarkirkan sepeda di bawah sebuah pohon mangga, lalu masuk kedalam gedung sekolahnya.

Brukk!

"Aduh, aku minta maaf. Nggak sengaja." ucapnya dengan menyelipkan anak rambutnya ke telinga.

Arshka memejamkan matanya menahan nafas, bau parfum apa ini? Kenapa baunya sangat menyengat. Apakah gadis yang tak sengaja menabrak nya memakai parfum satu botol hingga mengeluarkan bau menusuk hidung seperti ini.

Setelah memungut bukunya yang terjatuh gadis itu berdiri dengan percaya diri di hadapan Arshka, "Hai, kenalin aku Lusiana panggil aja Lusi." katanya menyodorkan tangannya.

Arshka tak menggubris gadis dengan dandanan cukup menor itu, dia melewatinya begitu saja berjalan menuju kelasnya.

Lusi yang merasa di abaikan pun merasa kesal, kakinya dia hentak-hentakan ke lantai. Tangannya mengepal.

"SARAH! MILA!" serunya pada dua gadis yang senantiasa selalu berada di belakangnya. Lusi melemparkan buku dan tasnya pasa dua gadis itu, "Bawa semua itu ke kelas!" katanya dengan arogan.

Keduanya hanya mengangguk dengan patuh, mereka adalah anak dari para pekerja yang orang tuanya bekerja dengan ayah Lusi. Jika mereka berani melawan ataupun menolak keinginan Lusi, gadis itu akan mengadukannya ke sang ayah dan orangtuanya akan di pecat.

Sarah dan Mila tak ada kuasa untuk menolak perintah dari anak juragan teh tersebut. Agar pekerjaan orang tuanya aman.

Kembali ke sisi Arshka, dia duduk di kursinya dengan nyaman, hujan pagi tadi sudah reda di gantikan dengan matahari hangat serta langit yang sudah biru cerah.

"Ini buat kamu."

Arshka menatap satu kantung kresek yang ada di hadapannya. "Apa? Buat gue?"

"Iya, aku tadi lihat kamu cuma sarapan sedikit." kayanya lagi.

Arshka membuka apa yang ada di kantung tersebut. Ternyata dua bungkus roti serta air mineral. "Aku nggak tau kamu bakal suka atau nggak, tapi semoga kamu suka." katanya.

"Thanks." katanya singkat, Senja hanya tersenyum lalu kembali duduk di kursinya yang berada di barisan paling depan dekat dengan pintu keluar.

Arshka mengambil satu bungkus roti tersebut lalu memakannya, "Hmm, not bad." gumamnya menghabiskan roti-roti itu.

...🌸~To be continued~🍀...

...Sampai jumpa di chapter selanjutnya, semoga kalian tetap suka ya. Aku bakal jaga algoritma nya tetep stabil, lalu buat yang masuk akal. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di kolom komentar sebagai dukungan. ...

1
ChocoMint!
Lanjutkan kak👏🏼
ChocoMint!: ah iya terima kasih dukungannya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!