Lima tahun Riana menyerahkan hatinya untuk satu nama yaitu Irwan. Lima tahun pula ia percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya.
Sampai sebuah kenyataan menamparnya dan menghancurkan segalanya.Ternyata selama ini Riana bukan kekasih Irwan tapi ia hanya... selingkuhan.
Riana ingin memutuskan untuk pergi. Ia muak. Tapi Irwan menolak melepasnya. "Kamu sudah terlalu dalam di hidupku" katanya, dengan nada yang membuat Riana takut sekaligus lemah.
Di tengah luka dan ancaman itu, hanya ada satu orang yang selalu ada dua lah Arif. Sahabat yang selalu menemaninya, yang hapal caranya menangis dalam diam. Arif yang ternyata sudah lama menyimpan rasa, tapi memilih pergi demi kebahagiaan Riana.
Kini Riana harus memilih. Bertahan dalam cinta yang memenjarakan, atau berani bebas meski harus kehilangan semuanya? Dan sanggupkah Arif tetap diam saat wanita yang ia cinta sedang tenggelam?
Lima tahun cinta, ternyata hanya lima tahun kebohongan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika nopiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
"Riana...." suara teriakan Melly terdengar jelas dari kamarnya,ia masih enggan untuk membuka mata setelah semalam ia bergadang demi bisa menonton drama korea favoritnya dan baru tertidur pukul 3 dini hari.
Tanpa permisi pintu kamarnya langsung di buka oleh Melly,ia juga menyibak selimut yang Riana gunakan sambil mengguncang tubuh Riana dengan keras dan merengek agar sahabatnya itu segera bangun.
Kesal akhirnya Riana bangun dan duduk sambil menatap tajam ke arah Melly lalu mengomel karna waktu tidurnya terganggu.
"Bangun,udah siang gak solat subuh loe?" Melly mengambil guling dari tangan Riana namun langsung ia tepis dan memeluk kembali gulingnya sambil berbaring lagi.
"Gue lagi datang bulan terus gue baru tidur jam 3 pagi.Udah sana loe pulang gue mau tidur lagi" usir Riana namun sahabatnya itu tak pantang menyerah ia terus mengganggu Riana sampai akhirnya Riana mengalah karna rasa kantuknya pun perlahan hilang.
"Jadi,mau apa loe ke sini?" tanya Riana sambil mengucek matanya,Melly tersenyum lebar.
"Temenin gue ke butik!" Melly berucap penuh semangat.
"Emang butiknya buka jam berapa?ini masih pagi Mel" ucap Riana malas.
"Iya biar elo bisa mandi dulu sarapan dulu,kan elo kalo mandi lama banget" saran Melly akhirnya dengan langkah gontai Riana masuk ke kamar mandi untuk bersiap.
Waktu menunjukan pukul 11 siang Riana dan Melly sedang berada di butik di salah satu mall.Riana di buat pusing dengan tingkah Melly yang bolak-balik ke ruang ganti untuk mencoba baju,sudah tak terhitung berapa baju yang ia coba namun entah kenapa Ia merasa belum ada yang cocok.Hari ini Melly akan bertemu dengan sahabat dari sepupunya,konon katanya wajahnya mirip artis korea sehingga Melly mempersiapkan dirinya dengan baik.
"Udah beli yang itu aja cocok buat elo" agar tak membuang waktu lebih lama Riana menunjuk pada sebuah dress yang sedang Melly coba,Melly terlihat sedikit berpikir dan akhirnya menyetujui saran Riana dan langsung melakukan pembayaran.
"Makasih ya Ri,untung ada elo" Melly lega keresahannya bisa hilang.
"Emang elo udah liat muka cowo itu?ganteng ga?" tanya Riana sambil menyeruput es kopi di hadapannya.
"Gue liat fotonya ganteng banget Ri.Doain ya Ri,mudah-mudahan dia mau sama gue" ucap Melly penuh harap.
"Aamiin,gue doain biar kalian cocok" ucap Riana sambil merangkul bahu Melly.
Tak terasa hari menjelang sore,mereka cukup lama berbincang di food court mall itu dan memutuskan untuk pulang.
"Ri gue ke toilet dulu bentar" Melly pamit dan Riana masih menunggu di mejanya.Matanya tiba-tiba menangkap sosok Irwan berada di meja yang berada tak jauh darinya.Ia melangkah hendak mendekat,namun langkahnya terhenti ketika ia melihat ada sosok lain yang memanggil Irwan dengan sebutan 'sayang' lalu duduk di samping Irwan dan mencium pipinya.
Seketika Riana memundurkan langkahnya dan berdiri di tempat yang tersembunyi agar kehadirannya tak diketahui oleh pria itu.Ia masih mencerna apa yang ia lihat di depan matanya ia tidak ingin percaya pada kenyataan bahwa Irwan kembali mengkhianatinya lagi kali ini dengan sosok yang ia kenal.Dia Almeera.
"Ri ngapain loe di sini?" tepukan Melly di bahunya membuat Riana kaget.Tampak Melly mengedarkan pandangannya dan dengan cepat Riana menarik Melly untuk segera pergi dari tempat itu agar tak melihat Irwan dan Ara bersama.
Selama perjalanan pulang Riana hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong.Beberapa kali Melly menanyakan keadaannya Riana hanya mengatakan bahwa ia lelah dan mengantuk,ia tak mau mengatakan apa yang dia lihat tadi sebelum semuanya benar-benar jelas.Bahkan saat sampai di rumah pun Riana langsung masuk ke kamar dan memikirkan semuanya sendiri.
Rasanya masih tak percaya ketika melihat Irwan melakukan kesalahan yang sama padahal rasanya baru kemarin ia meminta maaf atas perselingkuhannya,tapi kini ia lakukan lagi dengan Ara,padahal yang Riana tau Irwan terlihat enggan berinteraksi dengan gadis itu.
Bagaimana mungkin mereka pura-pura tidak saling mengenal di hadapan Riana?
Riana teringat dengan akun sosmed Ara ia lekas memeriksanya dan ia hanya bisa tersenyum getir saat menemukan foto Irwan dan Ara yang terpampang jelas dengan wajah bahagia bukan hanya satu tapi hampir semua berisikan foto mereka.
Miris saat ia melihat sebuah foto Ara dan Irwan yang sedang memegang cake dengan lilin angka 7 di atasnya dan sebuah caption dari gambar tersebut 'makasih sayang telah menemani selama 7 tahun terakhir semoga segera halal'
Riana merasa menjadi wanita bodoh,Irwan berhasil membodohinya selama 5 tahun ini.Ia harus segera meminta penjelasan dari Ara tanpa Irwan tahu.
Sore itu juga Riana bertemu dengan Ara setelah menghubunginya lewat pesan medsos nya untuk bertemu berdua saja.Ara tampaknya mengerti dengan apa yang hendak di bicarakan oleh Riana ia datang dengan wajah angkuh tanpa senyum ceria yang biasa ia tunjukan, ia seperti menunjukan wajahnya yang asli.
"Gue ga nyangka elo niat cari tau tentang gue sampe nyari ke medsos gue.Elo udah liat semua postingan gue kan? jadi kayaknya gue ga usah sandiwara lagi di depan elo" wajah Ara masih tampak tak bersahabat dan Riana masih mencoba untuk tetap tenang.
"Kalo elo butuh penjelasan gue bakal jelasin.Gue dan Irwan emang pacaran dan posisi loe adalah orang ketiga di antara gue dan Irwan" ucap Ara lantang.
"Gue sama Irwan pacaran udah 5 tahun Ra,itu waktu yang lama dan apa loe baru tau sekarang?" tanya Riana.
"Gue tau dari awal tapi gue biarin karna gue tau Irwan ga pernah serius sama elo.Dan sekarang sudah saatnya elo pergi" Ara menatap tajam Riana.
"Kenapa harus gue yang pergi kenapa ga loe aja?" Tanya Riana.
Ara tersenyum meremehkan "Dari awal loe tuh cuman selingkuhan.Irwan lebih butuh gue daripada elo,gue kasian aja selama ini elo buang-buang waktu" Ara membuang nafas kasar sebelum melanjutkan ucapannya.
"Elo harus tau diri.Jangan buat diri loe terlihat menyedihkan Riana" Ara berkata seperti mengejek Riana.
"Apa?" Riana kesal mendengarnya ia merasa begitu diremehkan.
"Gue pengen hubungan gue maju ke tahap lebih serius jadi udah saatnya Irwan buang elo.Kayaknya Irwan agak susah ngejelasinnya ke elo makanya gue yang turun tangan dengan hadir di hidup loe tapi syukur deh loe udah tau duluan!" ucap Ara.
Riana sulit untuk berkata-kata ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar Riana masih mematung ."Oke gue mundur.Gue rasa Irwan emang ga pantes buat gue,gak ada yang bisa diharapin dari cowo yang ga bisa setia.Makasih udah buka lebar mata gue" Riana melangkah pergi sambil mengatur nafasnya satu kedipan saja nyatanya mampu untuk meluruhkan air mata yang sejak tadi mati-matian ia tahan.
Ia tak mau terlihat menyedihkan di hadapan Ara walaupun hatinya sakit menerima kenyataan hubungan yang telah ia bangun sekian lama berakhir dalam sekejap mata saja.