Kehidupan Selia yang penuh dengan warna menjadi rumit semenjak pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Franz,pasalnya laki-laki berusia tiga puluh tahun itu memiliki perasaan cinta yang menggebu-gebu sejak pertemuan pertama mereka. Namun Selia tidak ingin terburu-buru menikah,meski ia juga memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya.
Tujuan hidupnya hanya satu ingin membanggakan orang tua tunggalnya dan memberikan hidup yang lebih bahagia kepada ibu dan adiknya itu,namun apakah Selia dapat mewujudkan mimpinya itu? atau justru cinta dan ambisi yang akan menang?
Simak terus ceritanya dan jangan sampai ketinggalan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inirindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASA LALU
Selama perjalanan pulang Deo masih tetap diam,aku merasa tidak nyaman dengan sikapnya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk memulai pembicaraan ini
"Dheo,bisa kita mampir sebentar di coffe shop dekat persimpangan arah rumahku?"
"Kamu mau beli kopi dulu?"
"Ya"
Dheo mengangguk dan kembali menancap gas,sesampainya di parkiran aku turun dan melepaskan helm. Sementara dia masih duduk diatas motornya
"Aku turun?"
"Iya"
"Kan kamu yang mau beli?"
"Aku mau ajak kamu ngopi sebentar"
"Ha?"
"Udah ayo" ucapku sambil menarik tangan Dheo
Kamipun duduk di outdor belakang,suasana tidak begitu ramai namun tidak juga sepi. Setelah beberapa saat pesanan kami datang,Dheo masih diam sembari menatap ke satu arah.
"De..."
"Iya"
"Kamu masih marah sama aku?"
"Marah kenapa?"
"Aku juga gak tahu,sudah tiga minggu kamu diemin aku kayak gini. Kalau aku ada salah,aku minta maaf"
"Enggak kok,kamu gak ada salah"
"Terus kenapa sikap kamu jadi dingin begini?"
"Aku cuma menjaga jarak aja,aku paham kita hanya sebatas teman dan aku tahu diri kalau aku hanya seorang ojek pribadi kamu"
"De... Coba jelasin,apa yang ngebuat kamu harus jaga jarak? Karena kamu sudah punya pacar? Makanya kamu begini buat jaga hubungan kamu. Kalau memang begitu aku mendukung niat baik kamu,pasti pacar kamu juga akan marah kalau tahu kamu setiap hari antar jemput aku kan? Jadi aku rasa mulai besok kamu tidak perlu antar jemput aku lagi"
"Bukan itu maksud aku Sel,justru sebaliknya. Bukankah kamu yang sudah punya pasangan? Aku tidak ingin membuat hubungan kamu jadi berantakan hanya karena nanti pasangan kamu salah paham soal pertemanan kita"
"Ha? Pacar? Kamu pernah lihat aku jalan sama laki-laki selain kamu?"
"Enggak,tapi ya mana aku tahu kan rumah aku ke kamu jauh"
"Lantas bagaimana kamu bisa menyimpulkan kalau aku punya pacar?"
"Kamu ingat beberapa waktu lalu sempat cerita ke aku bahwa ada yang mengirimkan makanan untuk kamu beberapa kali"
"Iya.... Oh jadi kamu kira itu dari pacar aku? Astaga Dheo,aku bahkan belum tahu itu dari siapa"
"Ha? Terus kamu gak kepikiran gitu,"
"Ya mau gimana? Tiap aku tanya ke grab yang anterin makanan itu nama pengirimnya selalu berbeda-beda,aku terlalu sibuk mengurus hal gak penting seperti itu. Jadi yah aku terima aja makanan itu tapi selalu orang lain yang memakannya"
"Maksudnya kamu berikan ke orang lain gitu?"
"Iya,kadang ke Teguh kadang mas Yuda kadang bagian marketing. Yah siapa aja yang dekat dengan ruanganku saat itu"
"Tapi kamu memang gak penasaran dengan pengirimnya Sel?"
"Gak penting juga sih,jadi clear ya kamu diemin aku cuma karena masalah itu"
"Iya Sel,maaf ya"
"Santai aja kali De,kamu tahu sendiri kan sejak putus dari kekasihku yang itu aku tidak pernah dekat ataupun menjalin hubungan dengan lelaki manapun"
"Kalau boleh tahu apa alasannya sih Sel? Lagian kenapa coba kamu bisa putus sama dia? Bukannya teman-teman kamu bilang cowok itu bucin banget ya sama kamu,bahkan ada yang bilang kalau kamu bakal menikah sama dia"
"Ceritanya panjang De..."
"Boleh aku tahu?"
"Tapi janji kamu tidak menjudge orang yang bersangkutan ya"
"Iya Sel aku janji"
"Jadi tuh aku pacaran sama Novan udah berjalan dua tahun,aku temani dia dari pendidikan masuk militer sampai akhirnya dia jadi TNI AU dan resmi jadi prajurit. Hubungan kami kebanyakan LDR,bahkan jarang sekali berkomunikasi,sampai suatu hari saat bertepatan dengan ulang tahunku yang ke sembilan belas, saat aku sedang mengikuti kegiatan pembinaan pramuka karena aku disuruh menjadi salah satu relawan untuk sekolah SMA. Di saat penutupan acara ada salah satu temannya kasih kabar kalau saat pelatihan terbang pesawatnya jatuh dan dia belum di temukan,saat itu juga aku langsung lemas dan terduduk didepan adik-adik pramuka. Pikiranku di penuhi kenangan-kenangan saat kami bersama,sampai akhirnya aku menangis. Saat kakaknya datang menghampiriku tangisku semakin menjadi-jadi,ia berusaha menenangkanku namun semua itu hanya prank. Tiba-tiba Novan datang dan semua menyanyi selamat ulang tahun untukku,saat itu juga hidupku berasa indah bersama Novan. Namun semua itu hanya kebahagiaan sesaat"
"Sesaat? Kenapa Sel? Novan selingkuh?"
"Enggak,dia lelaki setia"
"Terus karena apa?"
"Orang tuanya menjodohkan Novan dengan temanku sewaktu dibangku SMP,dia bekerja di salah satu rumah sakit ternama. Entah bagaimana mereka bisa mengenal temanku itu,tapi hanya satu yang perlu aku tahu bahwa kedua orang tuanya menentang keras hubunganku dengan Novan. Meski Novan telah menolak berkali-kali namun aku tidak tega melihat ia harus terus bermusuhan dengan kedua orang tuanya,akhirnya aku mengalah. Aku melepaskan Novan dengan alasan bahwa selama ini aku selingkuh darinya,awalnya ia tidak percaya sampai aku meminta salah satu temanku untuk berpura-pura menjadi selingkuhanku. Dan dari situ aku benar-benar melihat Novan menangis dan sakit hati,lalu setelah dua minggu sejak kejadian itu aku dengar kabar bahwa ia akan menikah dengan temanku tersebut. Aku senang namun juga sedih,hubungan dua tahun setengah itu berasa sangat berarti untukku. Itulah alasan kenapa sampai sekarang aku tidak membuka hati untuk siapapun,karena aku hanya ingin laki-laki yang benar bisa menerimaku dan juga keluargaku. Bukan untuk pacaran tapi untuk merangkai masa depan bersama"
"Akhirnya aku tahu Sel kenapa kamu begitu menjauh dari dunia luar,hidupmu tiga tahun terakhir ini selalu kamu habiskan dengan sibuk bekerja dan cari uang"
"Gimana kamu tahu?"
"Aku dengar itu dari Julia,bukankah dia masih sahabat dekat kamu"
"Astaga,jadi ternyata kamu masih sering bertanya soal aku padanya"
"Iya Sel,sebenarnya ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu"
"Bicara saja,mumpung disini"
"Enggak,ini udah malam Sel. Sebaiknya aku antar kamu pulang ya"
"Astaga aku hampir gak ngelihat jam gara-gara asyik ngobrol"
Kamipun segera keluar,Dheo memintaku menunggu didepan dan tidak membiarkan ku membayar pesanan kami. Setelah selesai ia segera bergegas mengantarku pulang,setibanya di depan rumah ia tersenyum padaku
"Sampai jumpa besok" ucapnya sambil mengelus kepalaku
Aku tersenyum dan masuk kedalam rumah,entah kenapa perasaanku menjadi tak karuan dengan sikap Dheo barusan.Mungkinkah aku mulai menghidupkan perasaanku kembali? Ah tidak aku tidak ingin terlalu gegabah dengan perasaan ini,aku cukup sulit menyembuhkan luka ku kemarin. Aku rasa lebih baik kami masih berteman dulu dan mengenal selama mungkin untuk memastiakn perasaanku ini.