Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Tangisan Diandra
Setelah berputar putar mencari penginapan,akhirnya Nina dan Diandra menemukan tempat yang dimau Diandra.
Nina membantu Diandra mengurus administrasi dan mengantar Diandra ke kamar setelah selesai.
"Di,,,"panggil Nina pelan dan mendekati Diandra yang sudah duduk ditepi ranjang.
Nina memeluk Diandra erat berusaha menenangkan sahabat baiknya itu.
Air mata Diandra tertumpah dengan derasnya setelah diperjalanan tadi dia berusaha menahannya. Diandra memeluk erat Nina menangis sejadi jadinya tidak perduli baju Nina basah oleh air matanya.
"Di,,,,tenang yaaa,tenang,,,kita cari tau dulu ya,jangan terbawa emosi. Aku janji aku bantu kamu" Nina berusaha terus menenangkan Diandra sambil terus memeluk erat sahabatnya itu.
"Ada apa Nin? Kenapa Sinta bisa bersama Bagas?,dan itu mobil Sinta kan?"
"Tenang Di,,makanya nanti kita cari tau yaa,kamu sabar kamu bawa tenang,jangan gegabah"Nina terus menenangkan hati Diandra yang sudah pasti sangat sakit dan kecewa.
"Kita cari tau,jangan sampai kita terlihat hanya menuduh,apalagi tadi kita gak sempat buat fotoin mereka jadi kita gak punya bukti kuat"
Diandra menatap Nina masih terus menangis,air matanya masih deras mengalir.
"Nina,,,kenapa harus Sinta? Dia sahabat kita kan?"
"Dii,,,kita gak tau ada apa diantara mereka,kita gak bisa menghakimi,kamu jangan berpikir buruk dulu,kita cari tau nanti Di. Saat ini kamu masih butuh waktu untuk nenangin diri"
"Dan pasti kalau kamu gak pulang Bagas pasti akan bertanya tanya,kamu hubungi dia,bilang saja malam ini kamu bermalam di rumah aku" pinta Nina.
"Aku gak mau hubungi dia,aku gak mau bicara sama dia" Diandra menolak.
"Oke,kalau gitu aku yang akan telpon dia"ujar Nina kemudian melepas pelukan Diandra perlahan. Nina mengambil tasnya mengeluarkan ponsel kemudian menelpon Bagas.
Diandra berbaring diatas kasur,berangsur angsur tangisannya terhenti,hanya isakannya yang terdengar,matanya menerawang lurus kedinding kamar,pikirannya pun kosong,saat ini Diandra tidak tau harus berpikir apa lagi karena yang ada dikepalanya hanya rasa amarah,kecewa dan sakit hati.
"Dii,, aku sudah telpon Bagas. Dia bilang oke,tapi besok dia minta kamu pulang karena dia ada di rumah" Nina menghampiri Diandra mengelus punggung Diandra lembut agar sahabatnya itu merasa tenang.
"Aku gak mau pulang Nin"
"Jangan Di,,,kamu harus pulang dan kamu harus berpura pura seakan akan tidak terjadi apa apa,bersikap biasa Di,biar kita mudah buat mencari tau,karena kita harus cari kelengahan Bagas. Kalau kamu menuruti emosimu bisa jadi Bagas akan berhati hati"
"Lebih baik mencari tau biarpun itu sakit,dan kalau ternyata tidak ada apa apa diantara mereka jadi kita tidak menuduh Bagas dan Sinta "jelas Nina lagi berusaha meyakinkan Diandra.
"Aku tau Di,kamu pasti kecewa,kamu pasti bertanya tanya dan pasti sakit sekali hatimu,semisal tidak ada apa apa kamu pasti berpikir kenapa mereka bisa jalan bersama,nahh itulah Di kamu jangan gegabah,kita harus mencari tau dulu biar semua jelas"
"Sekarang kamu istirahat,kamu tenangkan pikiran dan hati kamu. Besok aku jemput kamu dan aku antar kamu pulang" saran Nina.
Diandra mengangguk kemudian mengusap air matanya.
"Iya Nin kamu pulang sekarang,kasian anak dan suamimu pasti sudah menunggu nunggu kamu pulang" ucap Diandra akhirnya. Kini dirinya mulai merasa tenang. Air matanya juga sudah tidak mengalir lagi seperti tadi.
"Kamu baik baik aja ya,janji sama aku kamu baik baik aja,kamu gak boleh mikir yang macam macam" pinta Nina yamg masih tidak tega untuk meninggalkan sahabatnya itu sendirian.
"Iya Nin,aku baik baik aja,aku janji aku akan ikuti saran kamu" jawab Diandra berjanji pada Nina.
"Okeee,,,emmm sekarang aku pulang ya kalau ada apa apa kabari aku" Nina bersiap pamit.
"Iya,aku pasti kabari kamu"
Nina berdiri dari duduknya setelah memberi pelukan hangat dan erat pada Diandra. Kemudian berlalu meninggalkan kamar Diandra.