***
Nadhira Grizelle Ayudia tak perna menyangka keputusan nya membawa pulang seorang anak kecil yang di temui nya saat pulang bekerja ,membawa nya pada takdir yang tak perna terduga
Aksa Damian Axelle merupakan CEO kejam dan dingin.Pria yang tidak percaya akan cinta setelah kepergian wanita yang begitu di cintai nya setelah melahirkan buah cinta mereka.
Tentang perjuangan, perubahan, keluarga, bercampur menyertai dan berbaur dengan kisah mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sama-sama keras kepala
Prince mengurung dirinya dalam kamar setelah berlatih, dia kecewa dengan Aksa karena tidak mengizinkan nya untuk bertemu dengan Nadhira.
Entahlah apa yang ada di pikiran pria tua itu padahal Nadhira wanita baik-baik, jikapun dia wanita jahat Nadhira tidak akan membawa nya ke rumahnya sampai merawat nya saat dia demam.
Tok ...tok ....
" Tuan muda sudah waktunya makan malam " Ujar seorang pelayan dari pintu .
Tok ...tok ....
Pelayan kembali mengetuk pintu kamar Prince namun tidak ada jawaban apa pun.
Sedangkan dalam kamar Prince langsung membungkus tubuhnya dengan selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.
Pelayan kembali lagi mengetuk pintu Prince namun hasilnya tetap sama .
" Aku tidak akan makan sampai Daddy mengizinkan bertemu dengan kakak Nadhira" Gumamnya penuh tekad.
Pelayan turun ke lantai bawah dengan awas ,karena tidak turun bersama tuan muda nya .
" Ma-af tuan ,tuan muda ...." Belum selesai pelayan berbicara Aksa sudah berdiri dari duduknya .
" Kebelakang " Titah Aaron ,lalu menyusul Aksa ke lantai dua .
" Prince " Panggil Aksa .
" Daddy tahu kamu belum tidur ,jadi buka pintu nya " Ujar Aksa namun tidak ada sahutan sama sekali.
Aksa mulai menekan jempol nya di smart lock hingga pintu nya bisa terbuka.
" Prince tidak mau makan sampai bertemu Kaka Nadhira " Ujar Prince dalam selimut.
" Apa kamu ingin mati ? " Tanya Aksa datar .
" Pokoknya Prince tidak akan makan sampai Daddy mengizinkan bertemu Kaka Nadhira " Ulang Prince sedikit meninggikan suara nya .
" Tidak usah makan ,Daddy ingin lihat sampai di mana pertahanan mu hanya karena wanita yang tidak jelas itu " Prince langsung membuka selimut nya menatap penuh permusuhan ke arah Aksa ,dia membenci ucapan Aksa barusan namun setelah itu dia kembali menyembunyikan wajahnya di dalam selimut.
Aksa ke luar dari kamar di mana Aaron sudah berdiri di depan pintu kamar Prince ,tanpa mengatakan apa pun pria itu langsung kembali ke lantai bawah .
Huh !!
" Antar kan makanan untuk tuan muda " Titah Aaron pada seorang pelayan.
" Baik tuan " Aaron kembali ke lantai bawah untuk menyantap makan malam mereka .
🌹
🌹
🌹
" Kenapa Nad " Karen menatap Nadhira bingung,sejak tadi Nadhira kebanyakan diam tidak seperti biasanya.
" Aku juga tidak tahu Kak, padahal baru bertemu semalam tapi kenapa aku begitu merindukan Prince seperti seseorang yang sudah saling mengenal " Nadhira mencurahkan isi hatinya yang sejak yadi dia tahan .
" Lalu kita harus seperti apa ? Dia sudah bertemu dengan keluarga nya dan kita tidak tahu di mana rumah kalaupun kita tahu gimana tanggapan keluarga nya Nad ,kita ini orang bawah " Ujar Karen lembut namun penuh peringatan pada adik nya .
" Aku tahu Kaka ,tapi aku sendiri tidak bisa menahan perasaan ku " Padahal tadi saat masih di masion dia begitu berapi-api ingin ke luar dari rumah besar itu ,namun saat dia sudah berhasil dia malah dilema dengan perasaan nya sendiri karena merindukan sosok pria kecil yang di temui nya saat pulang kerja .
" Sudah lupakan saja,makan setelah itu istirahat kamu besok sudah masuk kerja lagi ,biasanya kalau absen sehari saja kamu keberatan tadi malah bersemangat" Karen menggelengkan kepalanya heran .
" Apa kakak percaya pada takdir " Tanya Nadhira serius.
" Percaya dan tidak percaya , memang kenapa " Karen menatap Nadhira menunggu jawaban dari wanita itu .
" Aku berharap masih bisa kembali bertemu dengan Prince " Harap Nadhira,bukan hanya sekedar bertemu karena merindukan pria itu namun dia ingin mengembalikan kalung milik Prince yang jatuh di kamarnya .
Bahkan Nadhira tidak memberi tahu kan Karen tentang masalah kalung itu ,bukan tidak percaya pada wanita itu dia hanya tidak ingin wanita itu heboh jadi Nadhira memilih untuk diam .
" Astaga Nadhira,semoga saja " Ujar Karen berharap sama,baru saja rumah itu kembali hidup karena kehadiran prince kini kembali redup di mana pria itu sudah bertemu dengan orang tua nya .
" Cepat makan baru istirahat,kamu bisa sakit jika terus memikirkan Prince" Nadhira menghela napas pelan sekalipun enggan tapi dia harus memaksa nya .
🌹
🌹
🌹
" Apa Prince makan semalam ? " Aksa menghentikan langkahnya saat melihat pelayan membawa nampan berisi makanan .
" Ma-af tuan ,tuan muda ....."
" Tetap antarkan makanan sekalipun dia tidak menyentuh nya " Titah Aksa kembali melanjutkan langkah nya .
Melihat kehadiran Aksa peserta di meja makan langsung berdiri,setelah itu duduk kembaliduduk untuk memulai sarapan sebelum mereka melakukan aktivitas mereka masing-masing.
" Apa anak buah mu terus mengawasi rumah wanita itu " Tanya Aksa entah untuk siapa namun di samping kiri dan kanannya ada 2 orang .
" Iya tuan, apa saya tarik mereka kembali ke masion ? " Tanya Aaron .
" Iya,dia sudah tidak ada lagi urusan nya dengan kita " Jawab Aksa setelah lama terdiam.
" Baik tuan " Jawab Aaron lalu melemparkan tatapan nya pada Kelvin yang duduk di depannya.
Kini mereka mulai menikmati sarapan yang ada di depan mereka masing-masing namun suara keributan di lantai dua membuat mereka harus berhenti.
" Biar saya lihat tuan " Justin langsung berdiri dari duduknya berjalan sedikit lebar ke arah lantai dua tujuan nya kamar Prince.
Sesampainya di lantai dua Justin langsung terdiam di mana pecahan kaca , piring dan makanan berhamburan di lantai,belum lagi seorang pelayan yang berdiri di samping sofa yang ada di kamar itu .
" Bersihkan kamar tuan muda " Titah Justin pada pelayan yang membawa kan makanan Prince tadi .
" Baik tuan Justin " Ujarnya menundukkan kepalanya sedikit lalu ke luar dari kamar Prince untuk mengambil alat kebersihan nya .
" Tuan Muda " Panggil Justin mendekati Prince yang berbaring di atas tempat tidur .
" Ke luar Uncle ,aku tidak mau makan " Pekik Justin dari dalam selimut.
" Nanti tuan muda sakit " Ujar Justin pelan .
" Aku tidak peduli,sekalian saja aku mati menyusul Mommy " Ujar Prince keras , tanpa tahu dia ucapan nya itu memicu amarah seseorang yang kini berdiri di ambang pintu kamarnya .
" PRINCE "Justin langsung membalikkan tubuh nya ke arah pintu .
" Tuan " Justin langsung bergeser melindungi Prince,begitu juga dengan Aaron yang sudah berdiri di depan Aksa .
" Tuan, sebentar lagi ada rapat " Ujar Aaron memperingati Aksa tentang jadwal kerja nya .
Aksa menatap Aaron dingin,namun pria itu tetap di depannya.
" Aaron " Panggil Aksa lirih bahkan seperti bisikan kecil.
" Apa Daddy ingin menghukum ku ? Apa itu bisa membuat Daddy tenang ? Prince hanya ingin bertemu Kakak Nadhira, kenapa tidak boleh " Pekik Prince emosi .
" Kenapa kamu harus bertemu dia ? Dia bukan siapa-siapa mu Prince " Bentak Aksa keras menatap tajam Prince yang kini sudah berdiri di atas tempat tidur nya .
" Dia temanku,dia orang lain tapi saat aku demam malam itu dia merawat ku dengan baik ,tidak seperti Daddy yang hanya menyuruh Uncle dan dokter " Ujar Prince memburu .
" Prince mau ikut Mommy saja "
" PRINCE" Aksa mendekati tempat tidur Prince namun langsung di tahan Aaron .
" Jangan menghalangi ku sialan,Bugh " Bentak Aksa setelah itu melayang pukulan pada wajah Aaron.
" Bawah prince pergi Justin " Titah Aaron, tanpa di minta dua kali Justin langsung membawa Prince pergi menjauh dari Aksa .
Pyar
Pyar
Aksa melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan kamar Prince dan Aaron hany diam saja tanpa menghalangi nya , menurutnya itu jauh lebih baik dari pada menyakiti Prince karena mengungkit mendiang istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"
suka banget sama ceritanya
semangat up nyaa.. ☺
benar nad periksa ke dokter biar lebih jelas
atau aska yg memakai kontrasepsi 🤭