NovelToon NovelToon
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:199.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mega.ra

Ketika cinta telah menemukan tempatnya untuk berlabuh, tak ada siapapun yang mampu mengurai tautan yang terjalin antara dua insan manusia. Sesakit apapun hati yang tersayat karena luka, takdir tetap menjalankan kuasanya.

~Jangan melihatku dari apa yang nampak, karena tak semua yang indah memiliki kesempurnaan. Aku sangat mencintaimu, namun aku harus membangun benteng yang tinggi karena sakit yang telah kau ciptakan~ Aaliya

~Meski kau bukan yang pertama di hatiku, tapi aku mencintaimu dengan segenap jiwaku. Aku takkan pernah melepasmu dan membiarkanmu terbang begitu saja, karena hati ini telah kau genggam dan kaulah satu-satunya yang memiliki. Maaf maaf dan maaf yang mampu ku ucap~ Abian

Apa yang sesungguhnya terjadi antara Aaliya dan Abian? Silahkan baca dan nikmati karya ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega.ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersepeda

"Ibu ingin melihatmu bersenang-senang sesekali."

"Aku cukup senang menghabiskan waktu bersama Ibu."

"Tidak, Nak. Itu tidak cukup, kamu juga butuh teman, terutama … ," Bu Fatma menggantungkan ucapannya.

"Terutama apa, bu?" Tanya Aaliya penasaran.

"Teman hidup."

"Teman hidup???" 

"Iya Aaliya, Ibu ingin kamu mencoba sedikit saja membuka hatimu, jangan kau tutup rapat-rapat Aaliya."

Bu Fatma menginginkan Aaliya tidak mengacuhkan semua pemuda yang mencoba mendekatinya, mungkin saja salah satu dari mereka cocok, begitu pikirnya.

"Kenapa Ibu mengatakan itu? Apa Ibu tidak suka aku di sini? Apa aku merepotkanmu?"

"Bukan seperti itu, Nak."

"Maaf bu, aku pergi dulu," Aaliya beranjak keluar dengan perasaan kesal.

Bu Fatma menghela nafas berat, ia tahu betul gadis kesayangannya itu mudah sekali merajuk jika sudah membahas soal kekasih.

'Apa yang terjadi di masa lalu hingga membuatnya menutup hati seperti itu. Aku hanya ingin dia bahagia, apa salahnya?' pikir Bu Fatma dalam hati.

.

.

.

Aaliya mengayuh sepedanya ditengah terik matahari. Sudah sejam ia mengelilingi komplek tanpa tujuan, ia hanya ingin membuang kekesalan hatinya akibat pertanyaan Bu Fatma. 

Dia bahagia dengan hidupnya yang sekarang, baginya sudah cukup, dia tak membutuhkan yang lain lagi.

Kenyataan hidup yang ia alami membuatnya takut, membuatnya sakit, sakit ditinggal pergi. Ayah, Ibu, Nenek, semua yang dia sayangi pergi

Jika ia menyayangi seseorang, apakah takdir bisa berjanji padanya agar tak membawanya pergi? Ah, Aaliya sungguh takut, rasa sakit ditinggalkan itu masih membekas hingga ia tak mau merasakannya lagi.

Tiba-tiba saja ..

'Bruuukkk..'

"Au..sakit," Aaliya yang sedang tidak fokus bersepeda menabrak seseorang hingga mereka berdua terjatuh.

"Maaf nona, apa kau baik-baik saja?" Pria itu berdiri, mengulurkan tangannya kepada Aaliya untuk membantunya berdiri.

"Aku tidak apa-apa."

Aaliya menyambut uluran tangan pria itu, lalu berdiri saling berhadapan. 

Pandangan mereka beradu, dalam sepersekian detik pandangan itu semakin dalam. Dari mata mengalir sesuatu yang aneh, masuk ke hati sanubari yang terdalam dan menetap di sana, menemukan kehangatan di tempatnya yang baru.

Tangan mereka masih saling menyatu, mereka tak menyadari jika semesta telah menitipkan sesuatu di hati mereka.

'meoooww..' Suara kucing memutuskan tatapan itu.

"Oh, maaf. Aku kurang berhati-hati," Ucap Aaliya canggung.

"Tidak apa-apa, aku yang terlalu buru-buru," Pria itu juga sama canggungnya.

Sementara sang kucing telah berhasil membawa lari sepotong ikan dari bungkus makanan yang terkoyak di jalanan.

"Hei, makananku!" Teriak pria itu, menghela nafas kasar.

"Maaf tuan, ini semua karena kesalahanku, jika saja aku lebih berhati-hati pasti makanan itu tidak akan jatuh dari tanganmu," Ucap Aaliya merasa bersalah.

"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Aku akan melanjutkan pekerjaanku," Ucap pria itu lemah.

"Tunggu!"

Pria itu menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang.

"Kau bekerja di sini? Di bangunan ini?" Tanya Aaliya menatap bangunan bertingkat yang masih setengah jadi itu.

"Iya, kenapa?" Tanya pria itu ketus.

"Bagaimana kau bisa bekerja jika belum makan. Sebagai gantinya, aku akan mentraktirmu."

"Tidak perlu."

"Aku akan merasa bersalah jika kau tidak menerimanya."

"Aku sudah tidak berselera untuk makan, jadi sekarang kau bisa pergi."

Pria itu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti, melanjutkan pekerjaannya sebagai pekerja kasar.

'Apa aku tidak keliru melihatnya masuk kesana? Dia cukup tampan, bahkan terlalu tampan untuk ada di sana.' 

Aaliya buru-buru menghentikan lamunannya, apa yang sedang ia pikirkan? Aneh.

.

.

.

1
Sunnyta Mukherji
di luar ekspektasi ku..
Sunnyta Mukherji
waw... Abian sudah nikah...😲
Sunnyta Mukherji
ceritanya natural kehidupan sehari-hari 👍
Sunnyta Mukherji
seperti kisah nyata
Sunnyta Mukherji
kayak aku dulu 🤭
Yullie Purwani
Thor kpn up lg?
Eliza Triwahyu
kapan ya di lanjut lagi?bolak balik aku cek kok tetep nggak ada lanjutannya
ajiu jiu
blm up lg 🤔🤔
Yullie Purwani
Kpn upnya thor...????
Yuli Astuti
lanjut t
Yuli Astuti
lanjut thor
Mayang Nitami
sebel ah ko Aalya keras kepala bnget... coba si omah biar ngasih saran yg dpat di fahami dan bisa meruntug kan ego nya si Aalya. biarmereka brsatu kmbali
nata de coco
next kak 😍🤗🤗
mhymhy
aduhh,kok aku jadi takut Abian sukses y,soal nya klu sukses kek nya Abian akan nyakitin aaliya dech...
Mimi Aisyah
lanjut dunk thor ko g up udah lama.semangat thor buat lanjut kan kita banyak yg nunggu lanjutannya
Purwanti
kapan up-nya
Tinawati
lnjuttt up thorrrr
Sulis Setyorini
up lg dong thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
lama bgt thor gak update... othor sehat kan🤔🤔
Hasna Kusuma
lanjut up-nya thoooorrr 💪💪💪💪😍❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!