NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Kekacauan

Desa Daun Hijau terbaring sunyi di batas rimba yang liar, sebuah permukiman kecil tempat kehidupan bergulir lambat dan purba. Tempat itu layaknya kanvas hijau yang membentang luas.

Pepohonan raksasa tumbuh menjulang tinggi mencakar langit, menyaring berkas sinar matahari menjadi serpihan cahaya keemasan yang menari lembut di udara. Udara di sana terasa dingin dan murni, seolah baru saja terlahir ke dunia.

Sebuah anugerah yang luar biasa, meski ironisnya, sebagian besar penduduk di sana justru menyambung hidup dengan cara berburu dan merenggut nyawa binatang di dalam hutan belantara.

Namun, kedamaian itu pecah berkeping-keping hari ini. Kelompok orang berpakaian hitam pekat tiba-tiba datang menyerang.

Bayangan-bayangan gelap melesat dengan sangat cepat di antara rumah-rumah penduduk, bergerak lincah menyerupai kabut yang membawa maut.

"Bunuh semuanya!"

Salah satu pria berpakaian hitam melompat maju. Energi Dou Qi tipis berwarna keruh tampak membubung di belakang punggungnya, membentuk garis memanjang saat ia membelah udara.

Seketika itu juga, jerit ketakutan membubung. Penduduk desa berlari tunggang-langgang ke segala arah demi menyelamatkan diri.

"Lari!"

"Jangan bunuh aku! Aku kurus!"

"Tolong!"

Raungan pilu bergaung di setiap sudut. Pria-pria misterius itu terus melesat, menebas dan menusuk tanpa ampun hingga genangan darah segar mulai menodai tanah Desa Daun Hijau.

Di bagian lain dari permukiman, Jiang Yuan yang kini berusia delapan belas tahun memilih jalannya sendiri. Sejak kecil ia terbiasa hidup sebatang kara setelah sepasang orang tuanya merenggang nyawa akibat penyakit aneh.

Kematian tragis itu membuat penduduk desa mencapnya sebagai anak terkutuk. Hal itu pula yang membentuk kepribadiannya menjadi pemuda yang dingin.

Jiang Yuan sama sekali tidak peduli dengan nasib orang lain. Baginya, bisa bertahan hidup hari ini sudah lebih dari cukup.

"Hah... hah..."

Napasnya memburu. Aliran Dou Qi yang masih samar dan tipis dipaksa mengalir cepat merayapi jalur meridian di dalam tubuhnya.

Jiang Yuan berlari kencang, menerobos semak berduri dan pepohonan lebat. Sayangnya, aura energi yang bocor dari pori-pori kulitnya meninggalkan jejak samar di udara hutan yang pekat.

Aroma energi itu rupanya memicu insting predator di sekitar sana.

"Gharrrhhh!"

Raungan buas yang menggetarkan dada bergema dari balik rimbunnya semak. Seekor binatang buas berbulu legam menerjang keluar dengan sepasang mata yang menyala merah darah.

Di belakangnya, beberapa ekor binatang lain ikut bermunculan, mulai memburu Jiang Yuan yang menjadi sumber energi berjalan.

Ekspresi wajah Jiang Yuan tetap tenang tanpa riak. Ia tidak sudi membuang waktu dan tenaga untuk meladeni makhluk-makhluk itu.

Dengan gerakan tumit yang bergeser ringan, ia meliukkan badannya ke samping, membiarkan cakar tajam binatang pertama hanya menyabet udara kosong.

Tanpa menoleh sedikit pun, ia kembali memacu kedua kakinya, melesat gesit di antara celah pohon dan meninggalkan kawanan binatang buas yang kian tertinggal di belakang.

"Desa sudah tamat. Orang-orang itu setidaknya kultivator hebat. Tidak mungkin bisa hidup jika terkejar," gumamnya dengan suara rendah.

Tiba-tiba, langkah kakinya terhenti mendadak. Ujung sepatunya bergeser kasar di atas tanah, memercikkan kerikil dan daun kering.

Dua orang pria telah berdiri tegak menghalang jalannya. Mereka mengenakan pakaian hitam rapat, dengan aura Dou Qi yang kuat dan tebal bergejolak di sekujur tubuh, menekan udara di sekitarnya hingga terasa berat.

'Gawat.'

Jiang Yuan langsung mengambil kuda-kuda rendah, memperketat kewaspadaannya.

"Siapa kalian?"

Kedua pria misterius itu tidak langsung menyerang. Mereka hanya melempar tawa ringan yang terdengar meremehkan.

"Bocah, kau tidak perlu tau. Kau hanya perlu mati saja."

Pria di sebelah kiri langsung menghentakkan kakinya ke tanah. Tubuhnya melesat maju seperti anak panah yang lepas dari busur.

'Ranah Da Dou Shi!' Pikiran Jiang Yuan berputar liar, menyadari perbedaan kekuatan yang terlampau jauh.

Sebelum sempat menghindar, sebuah pukulan keras yang dilapisi energi padat mendarat telak di hulu hati Jiang Yuan. Benturan itu menghasilkan suara dentuman tumpul.

Tubuh Jiang Yuan langsung terpental layaknya layang-layang putus, menghantam tanah dan terseret beberapa meter. Namun, ia belum mati.

Pemuda itu bertumpu pada satu lututnya yang gemetar. Dadanya kembang kempis sebelum akhirnya tubuhnya tersedak hebat.

"Ohok!"

Darah segar berwarna merah kental menyembur dari mulutnya, menodai rerumputan kering di bawahnya. Napas Jiang Yuan menjadi pendek dan tidak beraturan.

Pria yang memukulnya barusan berjalan mendekat dengan langkah santai, menatap penuh minat.

"Hanya Dou Zhi Qi tahap menengah juga bisa menahan pukulanku. Kau cukup hebat bocah. Tapi sudah cukup!"

Sekali lagi, gejolak Dou Qi yang pekat kembali menyelimuti permukaan kulit dan kepalan tangan pria itu.

Sementara itu, rekannya yang satu lagi hanya berdiri beberapa langkah di belakang, melipat kedua tangan di depan dada dengan sikap sombong.

"Habisi saja, cepat."

Pria berbaju hitam itu kembali melesat maju, mengayunkan tinjunya yang membelah angin dengan kecepatan tinggi.

Wush!

Menghadapi maut yang sudah di depan mata, Jiang Yuan perlahan memejamkan kedua kelopak matanya, bersiap menerima akhir.

Namun, tepat pada detik itu, sebuah ledakan energi Dou Qi yang luar biasa masif mendadak meletus di depan tubuhnya.

Ledakan!

Gelombang energi murni yang panas memancar kuat, menciptakan tekanan udara mendadak yang menghantam dada kedua pria berbaju hitam tersebut hingga mereka terdorong dan terpental mundur beberapa langkah ke belakang.

Jiang Yuan sentak membuka matanya kembali. Di hadapannya, pusaran Dou Qi berwarna merah menyala sehangat kobaran api mulai berkumpul dan memadat.

Dari dalam gumpalan energi murni tersebut, sesosok wanita perlahan-lahan mewujud.

Wanita itu memiliki paras yang luar biasa cantik dan anggun, dengan kulit seputih susu yang tampak kontras dengan hutan yang gelap. Rambut hitamnya yang panjang tergerai indah, bergoyang lembut mengikuti sisa riak energi di udara.

Sepasang matanya yang berwarna emas berkilau tajam penuh wibawa. Ia mengenakan gaun merah megah yang sengaja dibuat terbuka lebar di sisi paha, memperlihatkan lekuk kaki jenjangnya yang mulus setiap kali ia menggeser posisi berdiri.

Saat wanita itu membalikkan badannya dengan perlahan, pinggulnya bergerak gemulai menciptakan liukan yang memikat.

Gerakan memutar yang anggun itu membuat bagian dadanya yang penuh bergetar lembut di balik kain gaun yang ketat, memancarkan daya pikat yang berbahaya sekaligus mematikan.

"Dua orang Ranah Da Dou Shi, menindas bocah kecil. Bukankah kalian sangat memalukan?" Suara wanita itu menggema merdu namun sarat akan tekanan psikologis, menggetarkan daun-daun di sekitar mereka.

Kedua pria berpakaian hitam itu saling melemparkan tatapan penuh keraguan, sebelum akhirnya kembali memfokuskan pandangan mereka pada sosok wanita di depan mereka.

"Kau siapa? Ini bukan urusanmu!"

Wanita itu perlahan mengangkat dagunya yang tirus, menatap kedua pria itu dengan sorot mata yang penuh kesombongan dan merendahkan.

"Tetua Puncak Teratai dari Sekte Bulan Kabut, Wang Ning."

Mendengar nama itu diucapkan, sepasang bola mata kedua pria berbaju hitam itu seketika melebar karena terkejut. Tubuh mereka menegang di tempat.

Nama Wang Ning sudah sangat tersohor di dunia kultivasi sebagai sosok wanita kejam yang tidak pernah pandang bulu saat mencabut nyawa korbannya.

Reputasinya dibangun di atas tumpukan tulang musuh, dan posisinya sebagai tetua sekte besar bukanlah hasil keberuntungan belaka, melainkan bukti nyata dari kekejian dan bakat bertarungnya.

Seorang kultivator Ranah Dou Ling. Sebuah tingkatan tinggi yang sama sekali bukan tandingan bagi dua orang yang masih tertahan di Ranah Da Dou Shi.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!