NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

Pernikahan sebuah komitmen yang panjang, istri cantik, pekerja keras, mapan, tetaplah dicari kurangnya. Suami yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa cukup sebaik apapun pasangannya.

***
Kania kehilangan rumah tangga bahagia yang dia bina selama 10 tahun, dia kalah, tersingkirkan bahkan dikhianati karena satu kekurangannya yang belum bisa memberikan keturunan.
Kekurangan itu menjadi alasan untuk membela dirinya saat dia sudah terdesak dari segala arah.

Ditengah badai, sepi, dan sakit, Kania bertemu malaikat cantik yang mandiri, kuat juga selalu memberikan kenyamanan. Pertemuan dengan Alia, alasan utama Nia jika dirinya juga istimewa dan pantas untuk punya kebebasan.

Lanjut baca ya kita lihat penyesalan Amer, kehancuran pelakor, dan jalan baru yang Nia lewati.
***

follow Ig vhiaazaira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBU

Pagi-pagi Nia sudah berdiri di depan gerbang sekolah, dia tidak menyangka akan mengunjungi sekolahan karena tidak punya anak.

Langkah kakinya ragu-ragu untuk masuk, dia tidak punya keberanian.

"Maaf Bu, ingin bertemu siapa?" tanya penjaga sekolah.

"Alia," jawabnya.

"Siswa baru, apa dia?" Penjaga sekolah menujuk ke arah Lia yang berdiri sambil memeluk tas.

Cepat Kania masuk, dia memanggil Alia yang langsung menoleh.

"Ibu, kenapa ke sini?" senyuman Alia lebar.

"Emh, hanya tidak sengaja lewat, sekalian ketemu sama teman." Nia tersenyum, dia malu harus jujur.

Mata Alia berbinar, dia meminta bantuan Nia menemaninya seperti anak-anak lain yang didampingi orangtua.

"Kenapa rambut tidak dikuncir?"

'Tidak bisa," jawabnya langsung menggulung rambut.

Nia berjongkok, impianya sebagai wanita bisa menguncir rambut putrinya, tapi itu hanyalah angan yang tidak mungkin terjadi.

"Terima kasih," ucapnya.

Tangan Nia digandeng, berjalan masuk bertemu guru. Miss yang menyambut terpesona melihat kecantikan Kania, wajar putrinya cantik.

"Pagi Bu, silahkan tinggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi."

"Alia, berapa nomor ayahmu?"

"Emh, tidak tahu. Hanya ada nomor suster, tapi dia sibuk pacaran." Lia menatap Nia yang akhirnya memberikan nomornya.

Anak-anak masuk ke dalam kelas, Kania tersenyum lebar melihat Lia yang cukup pandai dan mudah bergaul. Rasanya dia tidak ingin pergi karena terlalu bahagia bisa menemani Alia.

Tangan Alia melambai saat Nia sudah waktunya pulang, senyuman Nia lebar sambil melangkah mundur.

"Ibu," panggilnya.

Jantung Nia berdegup kencang, air mata hampir menetes karena ingin sekali dipanggil ibu.

"Ya Tuhan, beratnya ujian ku."

"Salam dulu." Alia mengecup telapak tangan.

"Belajar yang rajin." Kepala Alia diusap lembut.

"Minta dulu seratus," bisik Alia.

Tatapan Kania langsung tajam, dia mengambil dompet memasukan uang ke saku baju.

Tidak berselang lama babysister Alia datang, dia hanya menatap sekilas langsung fokus ke handphone lagi.

Tertawa di depan layar ponsel, tidak mengurusi Alia sama sekali.

Sengaja Nia menabrak sampai ponsel jatuh, teriakkan histeris menggema.

"Mengapa kamu disini, bukannya menjaga anak," tegur Kania.

"Bukan urusanmu, lagian dia sudah besar bisa sendiri."

Kepala Nia menggeleng, masih ada babu yang tidak tahu diri. Tidak ingin terlambat ke rumah sakit sehingga Nia terburu-buru.

Tidak butuh waktu lama tiba di rumah sakit, kepala Nia serasa panas kembali saat melihat orang yang paling ingin dihindarinya muncul.

"Kamu pergi dari pagi ke mana, aku sedari tadi menunggu."

"Siapa yang menyuruh menunggu?"

"Dwi sakit lagi, kondisinya semakin parah, dampingi dia." Kedua tangan Amer memohon, setidaknya hati seorang dokter.

Saat ini Amer tidak bisa fokus bekerja, dia harus mengurus Dwi yang kondisinya tambah buruk.

"Mer, rumah sakit ada aturan, kamu ingin anakmu dirawat maka temui dokter dan perawat di sana, aku memiliki banyak pasien," jelasnya.

"Tidak bisakah bantu, aku ingin prosesnya cepat." Tangan Nia digenggam.

Tangan ditepis kuat, sikap Amer yang terus mendesak akan membuat keadaan Dwi bertambah buruk karena lambat ditangani.

"Bayar biayanya, ini rumah sakit. Bahkan kamu membawa wanita murahan ke hotel saja harus bayar," sindirnya.

"Sayang, apa pantas kamu bicara seperti itu sekarang?"

"Apa pantas kamu memohon kepadaku," balasnya.

Nia melangkah pergi, muak sekali melihat Amer yang terus mengusiknya.

Teriakkan histeris Lita menggema, Dwi jatuh pingsan. Tanpa memperdulikan, Nia tetap berlalu pergi.

Perawat langsung membantu ke ruangan rawat, dokter juga bergegas menangani.

"Pa, cepat urus pemindahan Dwi ke rumah sakit besar," pinta Lita.

Amer bergegas ke tempat administrasi, mendengarkan arahan dokter soal kondisi Dwi yang cukup buruk.

"Berapa biaya operasinya Dok?"

"Kurang lebih 100 juta," balasnya.

"Mahal sekali Dok, apa tidak ada cara lain?"

Dokter menjelaskan kembali proses, Amer tambah pusing karena Dwi butuh penanganan cepat.

"Pa, bagaimana?"

"Biaya operasinya mahal, belum lagi kamar dan obat-obatan. Uangku tidak cukup," ucapnya.

"100 juta saja tidak punya," bentak Lita.

"Semua uangku diatur Kania, dan dia ...." Amer tidak sempat menyelesaikan ucapannya, Lita sudah berlalu pergi.

Ada banyak pasien yang mengantri ingin bertemu Dokter Kania, tapi Lita langsung menerobos masuk.

"Kita harus bicara Nia, kembalikan uang Amer untuk pengobatan anak kamu," teriakan terdengar.

Nia hanya diam saja menatap, assiten nya menghubungi penjaga karena menganggu pemeriksaan.

"Kamu harus ingat, Amer itu punya anak dua. Dia harus membiayai hidup kami," ucapnya.

"Kamu tahu berapa gajinya perbulan?" tanyanya kembali.

"Pastinya puluhan juta, dia Direktur di perusahaan besar." Mata Lita melotot, dia tahu gaji karena pernah bekerja di samping Amer.

Senyuman Nia terlihat, dia mengambil ponselnya menujukkan yang Amer yang masuk ke rekeningnya.

Pengeluaran biaya hidup selama satu bulan, belum lagi servis dan bayar karyawan.

Semuanya sudah Kania rinci, Lita seharusnya berpikir dua kali sebelum mengambil suami orang.

"Ada apa Dok, apa dia harus aku paksa keluar." Penjaga keamanan menatap Lita.

"Tentu, ada banyak pasien menunggu."

Tangan Lita ditarik, dia langsung menepis penjaga. Tanpa dipaksa dirinya akan keluar dengan sendirinya.

Hentakan kaki terdengar, Lita tidak percaya jika yang kaya sebenarnya Kania, bukan Amer.

"Kenapa menganggu Nia?"

"Apa benar gaji kamu hanya delapan juta dan pengeluaran-pengeluaran lebih dari tujuh juta, lalu uang yang selama ini kamu berikan padaku milik Nia?"

"Apa sekarang waktunya bahas itu? Kamu tidak pernah bertanya soal ini."

"Amer, berhenti memberikan uang pada Nia, jika tidak aku akan membawa kedua anakku meninggalkan kamu." Matanya tajam dengan ancaman keras.

Bagaimanapun caranya, Amer harus bisa membujuk Nia untuk membiayai pengobatan Dwi.

Tangan Amer tergempal kuat, kenapa hidupnya tambah rumit setelah memberitahu Nia soal perselingkuhannya.

"Aku capek berbohong, tapi lebih capek lagi dengan sikap dingin kamu, Kania." Amer menatap layar ponselnya yang ada panggilan dari kantor.

Mata Amer terbelah besar, kenapa tiba-tiba dirinya di pecat. Siapa yang berani memecatnya yang sudah lebih dari dua puluh tahun bekerja.

"Maaf Pak, ini perintah Bu Nia," ucap kepala HRD.

"Kania yang meminta, kalian tahu Nia tidak pernah mengurus perusahaan," bentaknya.

"Maaf Pak, kami hanya menjalankan perintah CEO." Panggilan dimatikan.

Tubuh Amer serasa lemas, perusahaan milik keluarga Nia mendepak dirinya tanpa persetujuan.

"Nia, kamu sudah keterlaluan. Marahmu kelewatan batas," batinnya.

Lama Amer menunggu Nia keluar dari ruangannya, saat keluar tidak punya waktu bicara karena Nia langsung pergi.

"Maaf, Dokter Kania mau ke mana?" tanya Amer kepada asisten Dokter.

"Emmh, menjemput ke sekolahan," balasnya.

Kening Amer mengkerut, dia melihat jam. Sepengetahuannya Dea sudah lama pulang, kenapa Nia ke sekolahan.

"Aku tahu kamu menginginkan anak, dan memperhatikan Dea tanpa sepengetahuan aku." Senyuman Amer lebar, dia merasa senang.

***

Follow Ig vhiaazaira

1
new07
authornya gak ada niatan dilanjut kah????🤭
new07
apa hanya aku aja yg nunggu up nya😌.
kapan mau dianjut pasti othornya males nulis karna gak ada yg komentar menyemangati padahal ceritanya bagus
5Cucu: 🤣🤣 iya sepi banget 😭 tunggu mood balik kak, nanti aku lanjutin
total 1 replies
new07
kapan up lagi ya😢
new07
laah Elber merajuk kayak Lia🤣. apa apaan km El🤣🤣🤣
new07
akhirnya saaaah.
peperangan baru mau dimulai.. si amer bakalan shock kalau lihat kalian nikah
new07
kapan up lagi kak vhi
new07
kenapa kalian tidak tinggal disitu saja ya. perusahaan pusatnya dialihkan ke situ.. tapi gimana juga dengan pasien2nya mereka /CoolGuy/
segera otw dpat SIM
new07
habis dari luar negri langsung gas SiM🤣
Uthie
Liaa lucu 👍😂
Uthie
Sukkkaaa ceritanya 👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkaaa bangettt sama kepintaran dan kedewasaan nya Alia👍😍
Uthie
andai yg khianat memiliki problem permasalahan yg demikian 😂
Uthie
Suka di awal mampir 👍👍👍
new07
ngadepin si amer bisa setenang itu.. mungkin nia sudah antisipasi sama pamanya...
weeeh mau malemingguan ber 2
new07
ayolah pak dokter langsung bawa ke KuA saja ..biar cepet selesai masalah🤣
new07
ku tengok lagi belum ada up.
ayoo kak vhia lanjutin dong
new07
itu tandanya apa nia. yg ngisruh si amer napa ngamuknya ke elber🤣.
new07
tadi galak sama vero giliran ketemu fatah radak gimana gitu🤣🤣🤣. kaya saja tidak cukup..kania🤣🤣🤣
new07
ayo pak dokter elber...kamu sudah dilamar bu kania. tuj secara langsung tanpa babibu🤣
new07
gassss kaniaa.. tar kalau dah sama elber jangan terlalu mandiri..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!