Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.
Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.
Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.
Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Pagi yang cerah disinari matahari yang bersinar terik, pagi itu Ari memilih ke Adinata group terlebih dahulu. Sekedar mencari Arya sekaligus membicarakan desain untuk restoran Tomy. Sesibuk apa pun CEO baru itu, Arya harus bisa memberikan waktunya untuk para sahabatnya.
Ari berjalan masuk ke dalam Adinata group, ia berbicara sebentar dengan resepsionis yang melayaninya dengan ramah. Setelahnya, ia masuk ke dalam lift menuju ruangan Arya. Kali ini pemandangan yang sering ia lihat dulu, sekarang kembali ia lihat.
Rita tengah duduk di depan ruangan Arya, ia sibuk membereskan beberapa dokumen disana.
“pagi Rita” sapa Ari dengan ramah.
Rita melihat ke arah Ari dengan tersenyum, senang ia bisa bertemu lagi dengan Ari.
“pagi juga pak” jawab Rita.
“kamu masih memanggilku pak, padahal kamu sudah menjadi sekretaris di perusahaan besar ini” ucap Ari.
Rita berdiri, ia memberi hormat kepada Ari, “tapi tetap aja bapak atasan suami saya di perusahaan” jawab Rita.
“jika bang Harun mau, aku akan senang dia pindah kesini Ta, biar bisa tetap dekat denganmu” ujar Ari.
“tapi mas Harun nggak bakalan mau pak, ia sudah terlalu mencintai 3A Sahabat, disana kehidupan sulitnya berubah seperti sekarang, ia tidak ingin meninggalkan itu semua” jelas Rita.
Ari tersenyum senang, semua karyawannya di 3A Sahabat sangat mencintai perusahaan yang ia dirikan itu. Hal yang membuatnya juga merasa berat meninggalkan perusahaan itu untuk mengurus perusahaan ayahnya.
Padahal sang ayah sudah menua dan perlu segera pensiun dari dunia bisnis yang penuh intrik dalam persaingan. Menguras tenaga, emosi dan perasaan serta harta.
“apa kamu tidak mencintai perusahaan kita seperti bang Harun Ta?” tanya Ari kepada Rita.
Rita mendekatkan kepalanya ke arah Ari dan berbisik, “saya lebih senang di 3A Sahabat pak, kerjanya asyik, nyantai, kecuali kalau pak Arya lagi ngilang”
“kalau disini, sekalipun pak Arya ada, kerjaan tetap banyak, apa lagi kalau dia ngilang, bisa gila saya pak”
Tawa tipis tersembul dari mulut Ari, 3A Sahabat tetaplah memiliki banyak jasa bagi banyak orang. Termasuk bagi Rita dan Harun, serta karyawan lain yang juga banyak dari kalangan tidak berpendidikan tinggi yang mereka rekrut dan latih.
“ya udah Ta, aku masuk ke dalam dulu ya, udah lama juga aku nggak ketemu Arya” ucap Ari pamit segera masuk.
“iya pak silahkan” jawab Rita, dulu Ari hampir setiap hari ke ruangan Arya, sekarang laki-laki itu pasti akan kehilangan sosok Arya di 3A Sahabat.
Ari masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu lebih dulu seperti kebiasaanya. Di dalam mata Arya dan mata seorang laki-laki melihat tajam ke arahnya seketika, “kenapa lo lihat gue kayak gitu?” ucap Ari yang kesal dengan tatapan Arya.
“lo ada perlu apa kesini?” tanya Arya dengan ketus.
“wah wah, baru jadi CEO udah sombong aja lo” ucap Ari yang bertambah kesal, ia melangkah gontai untuk segera duduk di sofa.
“lo nggak lihat tuh dokumen, lebih banyak dari sekedar jadi arsitektur” ucap Arya dengan ketus.
Arya kemudian memberi kode agar laki-laki yang sedang berbicara dengannya untuk keluar dulu. Laki-laki itu menurut dan memberi hormat kepada Arya.
“siapa dia?” tanya Ari saat pintu sudah tertutup.
“Namanya Hilman, dia anak om Rahman yang lagi di rumah sakit, gue nempatin dia sebagai asisten Rita” jawab Arya.
“gue tanya sama dokter Reni, kabarnya kemungkinan besar om Rahma nggak bakalan tertolong” gumam Ari mengingat lagi sosok dokter yang tampak berani di depannya, padahal ia tahu dokter itu cukup penakut.
“gue mau ngasih masa depan yang baik untuk anak-anak beliau Ri, Hilman gue tempatin dulu sebagai asisten Rita, nanti dia bisa gue kirim untuk mimpin anak perusahaan sebelum naik jadi direksi, semuanya tergantung prestasi dia” jelas Arya.
Ari melihat wajah Arya yang sekarang sedang melihat dokumen di mejanya. Pemandangan yang membuat Ari melepas nafas kasarnya seketika.
“anak om Rahman ada yang perempuan Ri” gumam Arya.
“truss?”
“dia designer interior, gue mau dia kerja di 3A Sahabat, jadi tim arsitektur disana, itu salah satu impiannya kata Hilman” jelas Arya lagi.
“kirim aja dia ke perusahaan, nanti gue urus” jawab Ari dengan enteng.
Arya tersenyum senang, setidaknya dengan memberikan masa depan yang baik untuk anak-anak Rahman dapat membalas jasa laki-laki yang tebujur kaku di rumah sakit itu. Arya kemudian berdiri untuk duduk di sofa di dekat Ari.
“jadi lo mau apa kesini Ri?’ tanya Arya dengan santai.
“sebesar apa cinta lo sama Mila? hingga lo menghilang 3 minggu Arya” tanya Ari dengan pelan.
“gue menghilang bukan karena cinta Ri, karena sakit” jawab Arya yang sudah duduk di sofa.
Ari menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa, Sakit?, diasekarang juga merasakan sakit itu.
“gue sakit hati sama Karina Arya” gumamnya, “sekarang gue ingin pergi dari kehidupan dan kenyataan ini”
Arya menatap penuh penasaran kepada Ari, wajah Ari menyiratkan permasalahan hati sahabatnya itu. Ari jelas tak bersemangat seperti dulu lagi. Seperti yang ia kenal dulu, ternyata cinta bisa membuat orang sehancur itu. Sekarang ia berpikir, apa dia seperti itu juga saat dulu Mila menyakitinya.
“Kenapa Ri? ada masalah apa lagi sama Karina?” tanya Arya
Ari menatap Arya dengan datar, siap menceritakan kegundahan hatinya.
“dulu dia selalu menolakku saat gue ajak makan bareng, dan kemarin dia makan berdua sama cowok lain, jelas kali dia membenci gue” jelas Ari penuh emosional.
“jika dia memang nggak suka sama gue, ngapain nerima gue dulu”
Kali ini Arya melepas nafas kasar, ia juga tidak paham dengan Karina. Entah apa yang diinginkan gadis itu, jika memang Karina menyukainya dulu, kenapa gadis itu menerima Ari?. ahh dasar perempuan memang sulit dimengerti’ batin Arya.
“jika lo nggak yakin sama dia, lupain aja Ri, cari yang lain” ucap Arya memberi saran kepada Ari.
“sulit tahu nggak lo, gue cinta sama dia, gue sayang sama dia, tapi cara dia ini menyakitkan hati gue” Ari mengeram marah dengan keadaan.
“lo aja dulu nggak mau nyeraiin Mila atas kesalahannya, lebih kurang kayak itu juga perasaan gue sekarang” lanjutnya.
Arya mengusap kasar rambutnya, permasalahan Ari sekarang terasa seperti masalahnya juga.
“gue dulu udah mau ceraiin dia Ri, Cuma karena dia tahu tentang rahasia gue, akhirnya gue kepaksa bertahan” Arya mengusap bahu Ari. “tapi itu dulu, sekarang semuanya sudah jauh berubah”
“jadi dia manfaatin itu untuk membuat lo bertahan dengan dia” ucap Ari dengan nada tak percaya.
“gue nggak mau ngingat itu lagi Ri, terlalu menyakitkan buat gue, yang jelas sekarang gue dan Mila sedang menata kehidupan masa depan keluarga kami” Arya kembali mengusap bahu Ari.
“lo juga seharusnya seperti itu, tata lagi kehidupan masa depan lo, jika lo yakin sama Karina, maju, jangan ragu, tapi lo harus ikhlas apapun jawaban dia, tapi jika nggak, mundur masih ada perempuan yang jauh lebih baik dari Karina”
Ari sejenak berpikir, ia harus mempertimbangkan semua itu. Jika ia maju, ia harus siap dengan segala resikonya. Begitupun sebaliknya, jika dia diam dan terus meratapi diri, yang ada dia semakin hancur.
“gue pikirin dulu langkah gue untuk ini Arya,” jawab Ari, “gue kesini mau bilang soal restoran baru Tomy, dia minta buat rancangan yang bagus, lo bisa bantu nggak?”
“kenapa Tomy nggak bilang langsung sama gue? kak Vanessa di rumah juga nggak bilang apa-apa”
Ari menganggkat bahunya, tidak tahu mengapa Tomy dan Vanessa tidak bicara sama sekali kepada Arya.
“mungkin mereka tahu lo amat sibuk sekarang”
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
dan itu sangat jarang...