Cinta Hito pada Vanessa yang begitu hebat, menjadi buyar setelah Hito membuat surat perjanjian bersama Genk Kobra.
Saat itu terjadi, Vanessa mengakui semuanya, dia hanya memanfaatkan Hito, begitupun pikirannya tentang Hito.
Vanessa memilih pergi dari kehidupan Hito untuk selamanya, sampai tidak satupun orang terdekat Hito yang mengingat siapa Vanessa, menjadikan Hito seperti orang gila yang hanya berhalusinasi.
Hito selalu berpikir keras "Bagaimana mungkin cinta pertamanya adalah hayalannya sendiri?"
Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat bos besar marah
Vanessa tak berkutik mendengar pertanyaan Hito dan memilih mundur.
"Setidaknya apakah bos tak ingin memberi tahu ku?" tanya Vanessa sok imut.
"Tidak!" tegas Hito.
"Alah palingan bos disana cari cewek untuk dimainin" gerutu Vanessa yang terdengar jelas ditelinga Hito.
"Kamu tadi bilang apa?" tanya hito sambil menarik tangan Vanessa dan menyandarkannya di dinding.
"Eh apa bos? gak ada tuh hehee" tawa Vanessa.
"Jika kamu berfikir aku adalah pria hidung elang, kenapa sampai saat ini aku belum menyentuh nyentuh kamu?!" tanya hito dengan nada yang ditekan.
Vanessa berpikir sejenak dan dia mulai sadar akan perkataan Hito, kenapa hito tak pernah macam macam padanya? kurang apalagi diri Vanessa? sudah cantik, seksi, kuat, dan sedikit kurang waras malah tidak pernah di apa apakan oleh Hito.
Vanessa pun tak tau alasan Hito untuk memperkerjakannya dan memilih untuk diam karna gaji nya lumayan besar untuk Vanessa.
Hito kembali ke kursinya dan mengemas semua barang barangnya "kamu bantu saya membawa ini" ujar hito sambil menyodorkan tas pada Vanessa.
"Maaf bos, tugas aku disini hanya sopir dan bodyguard bukan pelayan bos" ujar Vanessa cuek.
"Owh begitu?" tanya hito yang nampak kesal.
Vanessa segera berdiri dari sofa yang di dudukinya dan mengambil tas yang tadi disodorkan hito "kita pulang sekarang bos?" tanya Vanessa was was.
Hito mengangguk dan memimpin jalan.
"Songong banget sih ni orang, untung duitnya banyak kalo enggak udah gue gebuk nih!" pikir Vanessa yang kesal
Mau tak mau, ikhlas tak ikhlas, Vanessa terpaksa membuka pintu mobil untuk Hito dan menutupnya kembali.
Vanessa kembali mengemudikan mobil itu ke Villa milik Hito, dan sesampainya di Villa, Vanessa kembali membukakan pintu mobil untuk Hito lalu membawakan tas Hito sambil mengikuti langkah Hito ke dalam.
Bibi we menyambut kedatangan Hito dan Vanessa.
"Hai kakak We!" sapa Vanessa pada bibi we.
Bibi We tersenyum pada Vanessa sedangkan Hito terus berjalan ke kamarnya.
Sesampainya di pintu kamar Hito mengambil tasnya yang dibawakan Vanessa, "sampai sini saja silahkan kamu kembali" ucap Hito.
"Eh aku tidak boleh masuk bos? bukankah aku adalah bodyguard bos?" tanya Vanessa yang heran.
"Apa kamu meragukan keamanan Villa saya?!" tanya Hito kesal.
"Eh tidak kok bos, ba..baiklah aku paham,aku akan segera kembali jika bos ada perlu" ucap Vanessa lalu pergi meninggalkan Hito.
Vanessa berjalan menuruni tangga, dan kemudian membantu bibi we yang sedang memasak makan malam.
"Masak apa hari ini kakak we?" tanya Vanessa.
"Bibi akan memasak soup dan berbeque sebagai menu utama" jelas bibi We.
"Hmm Vanessa tolongin memotong wortel ini ya kakak We" ucap Vanessa sambil memotong wortel yang ada diatas meja.
Selesai membantu bibi We memasak, Vanessa pun segera kembali ke kamarnya.
"Hmm mau ngapain ya? waduh! aku baru sadar handphone dan kartu identitas ku? dan dompet yang isi uangnya gojengan itu kemana?!" gumam Vanessa yang sudah sadar barangnya hilang.
"Pasti sama si semut! ya udah kepaksa ke kamar bos lagi minjam hp menghubungi si semut!" ujar Vanessa sambil berlari ke kamar Hito.
tok... tok... tok....
"Ada apa sih?!" teriak hito yang nampak terganggu.
"Bos bisa pinjam Hp untuk menghubungi si semut gak?! semua barang barang ditas ku saat diculik kemungkinan ada di dia!" ucap Vanessa cemas.
"Maksudmu hp butut ketinggalan zaman itu, dokumen, dan uang gocengan?" tanya Hito.
"Eh kok tau bos?" tanya Vanessa heran.
"Tadi saat kamu tidur dia memberikan ini pada ku, aku pikir kamu gak butuh, dan kartu identitas kamu aku saat itu sedang membutuhkan nya untuk mengurus data resmi kamu sebagai sopir dan bodyguard ku, dan semua utang utang kost an mu sudah aku bayar, semua barang barang di kost an mu juga sudah aku buang, sebentar lagi semua baju barumu dan beberapa make up produk dari Luar negri akan tiba." Jelas Hito.
"Lalu hp aku mana bos?" tanya Vanessa.
"Sudah ku buang, lagian di hp itu tidak ada kontak penting, keluarga mu tak ada, teman pun juga gak ada, apalagi pacar hahahah" tawa hito.
Vanessa nampak kesal diledek walaupun semua ledekan itu sesuai dengan fakta.
Hito kembali ke dalam kamarnya lalu memberi Vanessa sebuah kotak yang diambil dari dalam kamarnya tadi, "ini hp baru untuk kamu, di dalamnya sudah ada nomor saya dan nomor Villa ini, lalu ini kartu identitas, SIM yang sudah saya urus, dan sedikit uang tunai untuk pegangan kamu" ucap Hito sambil menyerahkan semua barang itu pada Vanessa.
"Wah terima kasih banyak bos"vucap Vanessa yang kegirangan.
Hito mengangguk dan kembali menutup pintu kamarnya.
Vanessa segera menyimpan semua pemberian hito dan turun ke meja makan.
teng.... teng....
Vanessa mendengar bunyi bel Villa ditekan dan segera turun membukakan pintu.
"Dengan nona Vanessa?" tanya wanita cantik yang membawa banyak helain baju itu.
Vanessa mengangguk mengiyakan.
"Ini nona Vanessa baju pesanan nona,dan beberapa make up pilihan yang sudah kami siapkan" ucap wanita itu.
"Eh? semuanya untuk saya kak?" tanya Vanessa heran.
Wanita itu mengangguk dengan senyum manisnya.
Vanessa baru ingat bahwa Hito barusan menangatakan baju baru dan make up untuk Vanessa akan datang, namun Vanessa kaget melihat baju dan make up yang elegen, berkelas, dan sangat mahal itu.
"Apakah ada salah satu baju yang tidak berkenan bagi nona Vanessa?" tanya wanita cantik itu.
"Owh tidak ada kok, semuanya bagus" ucap Vanessa.
"Baiklah kalo begitu silahkan tanda tangan disini nona Vanessa" ucap wanita itu sambil menyodorkan sehelai kertas dengan alas dan pulpen pada Vanessa.
Vanessa segera menandatangi surat itu, matanya terbelalak melihat nominal total pesanan yang tertuliskan angka 70.000.000 US dollar , lebih besar dari uang gaji bulanan nya.
***
Hito turun dari kamar untuk makan malam dan bibi we pun memanggil Vanessa yang sedang berada di kamarnya mengangumi barang barang mewah yang dia punya.
tok... tok...
"Nona Vanessa sudah jam makam malam" sorak bibi we dari pintu.
"Baik kakak We!" ucap Vanessa sambil segera keluar dari kamar.
"Apa bos sudah turun kakak We?" tanya Vanessa.
"Sudah nona" jawab bibi We.
"Kakak We, tolong panggil aku Vanessa, bukan nona!" kesal Vanessa.
"Baik Vanessa" ucap bibi We.
Vanessa pun duduk di depan samping kanan Hito dan menyantap makannya.
"Apa ada pakaian yang tidak bagus?" tanya Hito.
"Hahaha tidak tidak, semuanya bagus"cucap Vanessa.
"Baguslah kalo begitu" angguk Hito.
"Oh iya bos, gaji aku gak akan dipotong kan karna membeli pakaian dan make up itu?" tanya Vanessa cemas.
gak enakin