NovelToon NovelToon
AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

AKU GENDUT, TERUS KENAPA?

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:607.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yuli Susilowati

Nama Davina Ane Birawa
Berat Badan 80kg, Tinggi 150cm

Gendut itu yang pertama kali orang lihat dari diriku, bukan kepintaranku, kepandaianku atau kesuksesanku, bahkan wajah manisku ini hilang karena berat bandanku. Ya karena Aku Gendut, terus kenapa?..........


Nama Dipa Madaharsa
Tampan, wibawa, pintar, pandai, dan sukses. Namun angkuh.......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Susilowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senang melihatmu

Ane sudah selesai memperbaiki

gaun Adena, kemudian dia pamit untuk pulang.

"Adena, Mas Bagas aku pamit

pulang ya" ucap Ane.

"Beneran kamu tidak mau

tinggal untuk ikut pesta" tanya Adena.

"Iya Ane, kamu ikut lah

pesta. Siapa tau dapat jodoh disini" tambah Bagas.

"Tidak Adena, mas Bagas.

Lebih baik aku pulang" jawab Ane. “ Lagian kalau aku ikut pesta bukan

dapat jodoh, tapi makanan yang kalian hidangkan habis semuannya” tambah Ane.

“Apain sih kamu Ane, jangan

khawatir makanan disini banyak seberapa kamu makan juga tidak bakalan habis ya

kan sayang” ucap Adena.

"Baiklah kami tidak akan

memaksamu" ucap Adena. "Kamu pulang hati-hati ya, sampai ketemu hari

Rabu" tambahnya.

"Sip" jawab Ane

singkat.

Ane kemudian keluar dari ruangan

Adena diantar salah satu pelayan.

"Mbak maaf bisa saya ke

toilet sebentar" tanya Ane.

"Oh tentu mari saya

antar" jawab pelayan tersebut.

Ane kemudian mengikuti pelayan

tersebut menuju ke toilet. Tiba-tiba Bruk.. tanpa sengaja Ane menabrak seorang

lelaki, dan untungnya keseimbangan Ane yang baik, dia tidak terjatuh hanya

badannya mental mundur.

"Maaf tuan" ucap Ane.

Namun lelaki itu hanya diam saja,

tanpa memperdulikan Ane dia melanjutkan langkahnya. "Sombong sekali dia, diajak bicara malah pergi begitu saja" gumam Ane namun masih bisa di dengar lelaki tersebut.

Namun lelaki tersebut masih

melanjutkan jalannya.

"Nona Ane" panggil

pelayan yang mengantarkan Ane tadi.

"Oh iya maaf" jawab

Ane.

Ane kemudian mengikuti kembali

pelayan tersebut menuju ke toilet.

.

.

.

Selang beberapa menit Ane selesai

dari toilet, kemudian dia diantar sampai ke depan rumah oleh pelayan yang

menunggunya dari tadi. “Maaf Nona saya hanya bisa mengantar Nona sampai sini,

karena saya harus membantu pekerjaan yang lainnya” ucap pelayan tersebut.

“Oh tidak apa-apa, maaf sudah

merepotkanmu” ucap Ane merasa sungkan.

“Tidak apa-apa Nona, sudah tugas

saya. Sampai ketemu lagi” ucap pelayan.

Ane berjalan menyusuri taman

rumah keluarga Madaharsa menuju gerbang, disana dia disambut oleh Pak Amir.

“Sudah selesai Non Ane” tanya Pak

Amir.

“Iya pak sudah” jawab Ane

singkat.

“Maaf soal kejadian tadi ya Nona”

ucap Pak Amir.

“Tenang saja pak, saya sudah

biasa diperlakukan begitu. Hehehehe... Maklum punya tubuh lebih” ucap Ane

sambil tersenyum getir.

“ Ah Nona Ane bisa saja, malah

saya senang melihat orang kayak nona Ane ini, apa adanya tidak perlu makan

diatur. Harus makan pakai takaran pula, bikin repot saja” jelas Pak Amir

panjang lebar.

”Ah Bapak bisa saja”  jawab Ane. “Maaf ya pak saya permisi pulang

dulu, lain kali kita ngobrol lagi” tambahnya. “Mari Pak” pamit Ane.

Ane kemudian pergi meninggalkan

kediaman keluarga Madaharsa. Dia berencana pergi ke mall untuk membeli

kebutuhan hariannya yang sudah habis. "Waktunya pas nih untuk

belanja" ucap Ane.

Sepuluh menit Ane mengendarai motornya

menuju mall, setelah sampai dan memarkirkan motornya Ane masuk ke dalam mall.

Didalam mall Ane langsung menuju tempat - tempat yang sudah menjadi

tujuannya.  Cukup banyak belanjaan yang

dia beli, dari sabun mandi sampai lipstik dan keperluan rumah tangga yang

lainnya. Karena biasanya kebutuhan rumah tangga Ane yang selalu memenuhinya,

itu sebagai bentuk baktinya kepada kedua orang. Sebenarnya orang tua Ane lebih

suka penghasilan Ane ditabung saja, toh ayahnya bukan pengangguran, walaupun

juga bukan pebisnis sukses. Tapi cukuplah kalau untuk membayar menyekolahkan

anak, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Sebenarnya Ane bukan membelikan

kebutuhan rumah tangga saja, kalau ada uang lebih Ane selalu membelikan orang

tua dan adiknya hadiah. Ane termasuk desainer terkenal di kota S untuk kalangan

menengah kebawah.

.

.

.

“Sudah sore ya" gumam Ane.

" Ke taman kota kayaknya seru nih, banyak penjual makanan" tambahnya.

Ane memutuskan pergi ke taman

kota untuk mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta meminta makan, sebenarnya

dia sangat lapar tadi namun dia tahan karena rasa sungkan nya yang menang.

Tidak butuh waktu lama Ane sampai

di taman kota. Dia memarkirkan motornya, dan segera turun dari motornya. Ane

merentangkan tangannya saat sudah sampai ditengah taman kota, dia menghirup

dalam dalam udara. Ane merasakan udara segar masuk ke dalam hidung "Segar

sekali disini" ucap nya.

Krucuk krucuk

Perut Ane kembali berbunyi.

"Sabar perut ini juga lagi jalan" gumamnya.

Ane melangkahkan kakinya dengan

cepat. Dia menuju tempat para penjual makanan di taman kota. Satu porsi

ditangan, satu cup ditangan, dua plastik ditangan dan satu botol ditangan, Ane

sudah merasa susah untuk membawa makanan yang dibeli, dia memutuskan untuk

mencari tempat duduk. Ane akhirnya menemukan tempat duduk untuk makan, setelah

berkeliling memutari taman kota. “Ah akhirnya dapat tempat duduk juga” ucapnya

merasa puas.

Ane kemudian menaruh makanannya

di bangku sebelah dia duduk. “Hem makan yang mana dulu ya, ada nasi kuning,  es cream, pentol, tempura dan air mineral”

gumamnya.

“Nyam nyam” Ane memakan nasi kuning, diikuti pentol dan tempura. Tak

butuh waktu lama Ane sudah selesai melahap semua makanannya. “Kenyang ya Tuhan” gumamnya. Ane

sekarang melanjutkan makan ec cream yang sudah hampir meleleh. Ane menikmati es

cream nya dengan melihat kesekeliling, banyak anak-anak yang sedang bermain

ditaman kota sore itu, banyak keluarga yang bermain bersama.

Ane yang asyik sedang makan tanpa

disadari ada yang memperhatikannya. “Lucu sekali wanita itu saat makan, kenapa

aku merasa tenang hanya melihatnya makan saja, melihatnya makan saja sudah

kenyang sendiri tanpa ikut makan” ucap lelaki itu. “Hem... Bukannya wanita itu

tadi yang datang kerumah, dan menabrakku” tambahnya.

Ternyata yang tanpa sengaja

memperhatikan Ane adalah Dipa. Dipa sudah bosan dengan pesta yang di adakan

dirumah orang tuanya, dia memutuskan pergi ke Apartemen nya untuk beristirahat.

Tanpa sengaja dia berhenti di lampu merah tepat di sebelah taman kota, dan

melihat Ane sedang membawa makanannya untuk mencari duduk. Karena merasa

penasaran dengan Ane, kemudian Dipa memarkirkan mobilnya di pinggir taman kota,

tepat di seberang taman kota, namun masih bisa melihat Ane yang sedang makan.

.

.

.

.

Ane sudah merasa lelah, akhirnya

memutuskan untuk pulang sebelum larut malam. Dipa yang kembali akan akalnya

kemudian kembali melajutkan perjalanannya menuju Apartemen untuk beristirahat.

.

.

.

Bersambung....

Terima kasih sudah membaca novel

saya, jangan lupa kasih masukkan, like dan vote. Semoga kalian suka dengan

novel saya, supaya saya bisa semangat untuk melanjutkan ceritanya, walaupun

masih banyak kata-kata yang salah. Sekali lagi terima kasih pembaca... Sampai

jumpa diepisode berikutnya, terima kasih.. Daaaaaaaaa....

1
Jasmin Melor
Luar biasa
zalilah Omar
sebelumnya adena anak yatim piatu..kenapa sekarang bisa ada ibubapa.dia jugak pernah hamilkan.
Adin Da
salut msh adA yg sprti ni visual biasa jd ptkn
Adin Da
Luar biasa
Neng Mufah Slluskithati
ko semakin kesini g suka sikapnya ane yha mgkin karir penting tapi ap yha ada yg lebih penting dari keluarga,,,,ap LG Dipa cinta ane tanpa syarat,,ini malah KB g Konsul dulu sama suami ane mementingkan egonya sendiri,,,ok semangaaaaaatttt Thor lanjut
Rierudi Laras
😍😍😍 so sweet
Rierudi Laras
😍😍😍😍 wah Dipa jatuh cinta
ha?
mampir thor
Widya Setyorini
lanjut th9ur
Widya Setyorini
suka kok thour
tuhkan amnesia.mending dibikin koma atau lumpuh sementara
jangan dibikin amnesia...jng ky cerita2 yg lain
dipa strong,kuat gendong ane yg berbobot 80kg.
iin_andiniip
namanya ke balik2 thor..
Erna Ninink Ndutzansya
kenapa Ane jadi nggak tau kamar Dipa? padahal Ane sudah pernah kekamar Dipa, ngerawat Dipa waktu sakit. lupa ya, tor???
Hera sasuwe
sedih banget kan ane pastinya
Hera sasuwe
baru terasa nih kangen ane sama dipa aduhhh rindunyaa
🦂📻°Mommo Immo°🗣️🦂
kayaknya habis ini nulis cerita anjar ama ella.. 🤭🤭🤭
Hera sasuwe
jodoh tu dipa
Hera sasuwe
temuin dg dipa adeknya bagas aja tuh ane
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!