Aku terpaksa menikah dengan anak teman ibuku, awalnya bagai mimpi buruk, hingga aku menyadari bahwa dia adalah pilihan terbaik dari ibuku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivia putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SESUAI RENCANA
Mbok ina dan ibuku tengah sibuk di dapur, mereka disibukkan berbagai persiapan untuk menyambut keluarga Mahardika.
Ayah pun absen pergi ke kantor untuk ikut membantu mempersiapkan semuanya,
Ketika orang orang tengah sibuk, aku hanya berdiam dikamar tak ingin beranjak keluar.
Toktoktoktok......
Terdengar suara pintu kamarku diketuk, aku beranjak membukanya. Ternyata ibuku datang dengan membawa beberapa gaun.
"ini kamu pilih yang kiranya cocok buat nanti malam,"kata ibuku sambil meletakkan beberapa pakaian di atas ranjang.
"ibu serius? " nadaku memelas,
" sudah jalanin aja dulu, tak kenal maka tak sayang kan? "
" siapa tau kalau udah kenal bisa sayang " lanjut ibuku meyakinkan
Aku hanya melirik beberapa gaun itu, aneh rasanya kalau harus berdandan layaknya orang dewasa yang gak sesuai dengan kebiasaanku.
...........
(Kantor keluarga mahardika)
" Rey selamat yah,, akhirnya laku juga.. " ucapan selamat dari Indra. seorang sahabat sekaligus rekan kerja rey.
" apa, an sih lu, emang gue dagangan di pasar " jawab rey ketus
" ketemu daun muda dimana lu? " ejek indra lagi
" udah gak usah cerewet, mirip kaya emak emak tukang gosip tau" timpal rey sembari meninggalkan ruangan.
Memang acara lamaran keluarga mahardika belum banyak yang tau, hanyalah keluarga inti yang benar benar dekat.
Karena indra salah satu asisten pribadi Pak Dika jadi dia banyak tau tentang segala kegiatan keluaga tersebut.
......
Hari ini Rey pulang kerja lebih awal, dia mengendarai mobilnya menuju toko perhiasan. Disana sudah ada ibu dan adiknya yang menunggu.
Sepanjang perjalanan Rey hanya memikirkan apakah ini nyata atau mimpi. Dia masih belum percaya kalau nanti malam adalah malam terakhir dia melajang. Terakhir Rey berurusan dengan wanita ketika duduk di bangku kuliah. Itu juga tak bertahan lama. Setelah itu sudah hampir 3 tahun lamanya dia sendiri tak pernah membuka hati untuk wanita, meski banyak wanita yang mencoba merayunya, namun Rey sama sekali tak merespon lebih.
.................
" kak rey....!!!!!,"teriak seorang gadis, di ujung koridor
" yaaa" jawab rey sembari melambaikan tangan. Itu adalah suara Alin yang datang bersama bunda.
" ayo masuk, bunda sudah pilihkan beberapa model, sisanya terserah kamu " kata bunda kepada Rey. Dia pun menuruti setiap permintaan bundanya itu.
" aku pilih yang ini bun" suara rey sambil menunjuk cicin silver dengan batu permata yang indah.
"bunda setuju" jawab bunda bersemangat.
" rey terima kasih ya? " suara bunda lirih
" iya bun, asal bunda bahagia" jawab rey singkat.
Bunda hanya tersenyum mendengar jawaban anaknya.
(kediaman vina)
Ibuku sengaja memanggil juru rias langganannya untuk membantuku menjadi seorang wanita feminine .
Hampir 1 jam mukaku diotak atik entah akan dibuat seperti apa, aku cuma bisa pasrah dan nurut.
Hari ini aku memakai dres selutut berwarna pink. Sengaja aku memilih baju yang cocok dengan usiaku dan tentunya sopan.
Semua sudah siap, ibu dan ayah tengah menunggu di ruang tamu.
Hanya aku yang belum siap, dan sepertinya gak akan siap. Ingin rasanya kabur dari kamar ini, tapi apalah daya, nyaliku tak sebesar itu.
....................
Rey bersama keluarganya tiba dirumahku tepat pukul 8 malam. Ibu dan ayah sumringan menyambut kedatangan sahabat lamanya sekaligus calon besannya itu.
" selamat datang Pak dika..." canda ayahku.
"wah,, sudah lama tak jumpa,, masih aja suka ngebanyol kamu Pras.. " kata pak Dika sambil memeluk sahabatnya itu.
" mari mari silahkan masuk," ajak ibuku sambil merangkul bunda.
" ini pasti Alina yah" ucap ayah kepada sosok gadis yang ikut dibalakang Pak Dika.
" eh iya om, saya Alin " sambil mencium tangan ayah.
" wah calon mantu kita Bu,, gantengnya,,?? "ayahku menyapa Rey ramah.
" eittz siapa dulu Bapaknya,,, buah jatuh tak jauh dari pohon kan" celetuk Pak Dani pamer.
"sudah sudah ayo ngobrolnya lanjut sambil duduk" ajak ibu menuju ruang tamu.
Mereka larut dalam percakapan yang hangat dan penuh canda. Rey hanya sedikit bicara, mungkin masih terasa sungkan baginya . Biasanya Rey hanya bicara pada Bu Tari soal kampus, tapi sekarang dia akan berbicara sebagai calon mantunya.
Nb: Sosok rey saat akan melamar dan vina dengan gaun pink nya
*istri bebas dekat dan perhatian dengan pria lain
*pebinor harus diperlakukan baik
*istri tidak pernah salah, dia bebas dengan pria lain
coba suami kalian yang minta maaf tidak bisa antar wanita lain pulang dan dia merasa bersalah dan berjanji ganti dengan main kerumah wanita itu, bagaimana perasaan kalian, lucu novel ini
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya. 😉✨
jangan lupa mampir di cerita ku yah
"ISTRI Ku"
terimakasih
aku bawa 5 rate dan bom like yah kak