NovelToon NovelToon
Cinta Pemutus Rantai Dendam

Cinta Pemutus Rantai Dendam

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:37.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosni Lim

Sinopsis

Season 1:

Brian dan Richie, adalah 2 saudara kembar mirip wajah namun beda sifat. Keduanya memulai tahun ajaran baru di sekolah baru yang terkenal sebagai sekolah elit. Di sana, Brian segera menjadi sosok yang terkenal dan dikagumi murid-murid cewek karena ketampanannya dan sifatnya yang cool. Namun Brian juga memiliki sifat temperamental dan mudah tersinggung. Sementara adiknya Richie lebih sabar dan perhatian.
Di kelas baru, Brian segera mencuri perhatian Violetta, cewek paling beken di sekolah. Violetta jatuh cinta pada pandangan pertama pada Brian, namun Brian selalu bersikap dingin padanya. Hati Brian malah diam-diam terpaut pada Clarissa, kakak kandung Violetta yang juga sekelas dengan mereka. Di lain pihak, Richie malah diam-diam menyukai Violetta.
Walaupun Brian menyukai Clarissa, namun dia tak bisa mewujudkan perasaaannya, karena ada dendam yang dibawanya dari masa lalu orangtuanya. Dua puluh tahun lalu, ayah Brian tewas dalam suatu insiden yang melibatkan Raven (ayah Clarissa-Violetta) dengan Claire (mama Brian-Richie). Papa Brian-Richie yang bernama Kyle, tewas dalam insiden tersebut. Brian memendam dendam pada Raven yang mengakibatkan tewasnya sang ayah, Kyle, dan dipenjaranya sang ibu, Claire selama 20 tahun. Karena itu, dia sudah menyiapkan pembalasan pada Raven dengan mendekati Clarissa-Violetta, 2 putri Raven bersama Angela.
Clarissa-Violetta yang tak tahu apa-apa dan tak tahu maksud Brian memilih bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka adalah untuk mendekati dan melancarkan rencana pembalasan dendam, bersahabat dan melewati hari-hari bersama kedua saudara kembar itu. Bahkan kedekatan mereka berempat membuat mereka saling percaya. Akhirnya, Clarissa dan Violetta harus menelan pil pahit. Keduanya menjadi korban Brian-Richie. Sebenarnya, Richie yang berhati baik dan sabar enggan membalas dendam dan mengasihi Violetta. Namun karena Brian, abang kandungnya telah lebih dahulu menyakiti dan menghancurkan hidup Violetta, gadis yang dicintainya, maka Richie pun membalas dengan menyakiti dan menghancurkan Clarissa, gadis yang dicintai Brian.
Perseteruan pun terus berlanjut hingga Brian berhasil masuk ke dalam keluarga Raven, bertemu, dan hampir berhasil membunuh Raven saat mamanya, Claire, tiba-tiba muncul menghalangi niat Brian menghabisi Raven. Claire yang di masa mudanya sangat mencintai Raven, menjelaskan pada kedua putranya kalau sebenarnya Raven bukan pembunuh papa mereka. Namun Claire-lah sendiri yang menghabisi Kyle, ayah dari kedua anaknya itu, dikarenakan saat insiden tersebut, Claire hendak melindungi Raven dari senjata Kyle, laki-laki yang mencintainya.
Setelah melewati banyak konflik, akhirnya Brian-Richie dan Clarissa-Violetta dapat bersatu kembali bersama pasangan yang mereka cintai.

* * *

Season 2:

Clarissa berhasil menamatkan kuliah dan menjadi seorang dokter. Dia harus mengabdikan diri selama 3 tahun di sebuah desa yang terpencil sebelum diizinkan membuka praktik sendiri.

Di desa itu, Clarissa yang sudah menjadi istri Brian dan melahirkan seorang putra, bertemu dengan seorang dokter muda yang sama-sama berpraktik di sana. Dokter bernama Harsono itu menaruh hati pada Clarissa. Sebaliknya Clarissa sangat menghormati dokter muda itu karena dianya dangat berdedikasi pada tugas dan tulus dalam merawat pasien.

Kepada Dokter Harsono, Clarissa berterus terang kalau dia sudah memiliki suami dan anak di kota, namun dokter muda itu tak peduli. Dia berkata akan menunggu bila suatu saat nanti Clarissa mau membuka pintu hati untuknya.

Di tempat yang terpisah dari Clarissa, Brian yang merupakan suami Clarissa, mengeloloa perusahaan keluarga yang diwariskan dari kakeknya. Adik kembarnya, Richie, ikut membantu.

Sementara Violetta, istri Richie, sehari-hari merawat 3 anak, yaitu putranya dengan Brian, putrinya dengan Richie, dan putra Brian dengan Clarissa.

Siapa sangka nasib mempertemukan kembali Violetta dengan Josh yang sangat menyukainya semasa SMA. Josh merupakan musuh bebuyutan Brian yang pernah terlibat konflik fisik dengannya. Walaupun Josh mengetahui akhirnya Violetta menikah dengan Richie, bukan dengan Brian, namun Josh tetap tak bisa melupakan dendamnya pada Brian apalagi melupakan perasaannya pada Violetta.

Josh yang sudah menjadi boss besar dari bisnis yang kurang terpuji, berusaha mendekati dan mendapatkan Violetta kembali dengan cara-cara licik dan keji. Termasuk menghasut hubungan Violetta dengan Richie dan Brian. Juga memasukkan seorang wanita bayaran ke perusahaan Brian-Richie untuk memperkeruh hubungan di dalam keluarga besar mereka.

Adapun Raven, papa Clarissa- Violetta, harus berurusan dengan perasaan 2 wanita yang di sisinya, yaitu Angela, istri resminya yang merupakan mama Clarissa-Violetta dengan Claire, mantan kekasihnya alias wanita yang dicintainya yang merupakan mama Brian-Richie. Ketegangan dan kecemburuan sering terjadi antara Raven dengan 2 wanita itu.

Masalah, tantangan, dan cobaan yang datang beruntun di keluarga besar Raven-Claire-Angela dengan anak-anak mereka Brian-Richie-Clarissa-Violetta, akan menjadi inti cerita season 2.

* * *

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosni Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Brian Menyebabkan Pertengkaran Clarissa-Violetta

Bab 5

“Apa kau bertengkar dengan kakakku tadi, maksudku Clarissa?” tanya Violetta dengan suara yang dikecilkan, agar orang lain yang duduk di sekitar situ tidak mendengarnya.

“Tidak,” jawab Brian singkat.

“Tapi aku melihatmu pergi begitu saja waktu di kantin, dan Clarissa juga sudah menghilang,” Violetta memancing. “Apa yang dikatakan Clarissa padamu, Brian? Apa ia membuatmu marah?”

Brian menggigit bibir dengan kepala menunduk, ia sedang menulis sesuatu. “Apa yang dikatakan Clarissa padaku tadi tidaklah penting, Violetta. Yang penting, kalau kau mau berbicara denganku nanti jangan sampai terlihat oleh kakakmu, karena ia tidak suka kalau kau berteman denganku.”

“Apa ia bilang begitu?” tanya Violetta tak percaya. “Sungguh keterlaluan!”

Brian mengangguk kecil, sambil menyembunyikan seulas senyum tak jelas di bibirnya. Senyum kemenangan. “Rasakan kau, Clarissa!” sorak Brian dalam hati. Matanya melirik sedikit ke arah Violetta yang berada di samping kirinya. Violetta sedang mengeluarkan hp-nya dari dalam tas, lalu ia memijit-mijit tombol di hp itu. Tampaknya ia mau mengirimkan SMS.

Ternyata benar dugaan Brian, Violetta mengirimkan SMS pada Clarissa yang duduk di depan. Buktinya hp Clarissa berbunyi dan Clarissa segera membaca SMS yang masuk.

“Apa-apaan kau ini? Memangnya kau bilang pada Brian kalau tak suka melihatku berteman dengannya?” bunyi SMS dari Violetta.

Clarissa menoleh ke belakang, dilihatnya Violetta mengepalkan tinju kirinya ke atas dengan geram, seolah sedang memarahi kakaknya itu.

Guru yang mengajar mereka masih menulis di papan tulis, kesempatan itu digunakan Clarissa untuk membalas SMS dari Violetta.

“Memangnya kenapa? Ia sudah mengadu padamu ya? Hebat betul! Richie saja sudah kerjasama denganku untuk memberi pelajaran pada Brian nanti. Apalagi kau sebagai adikku, malah membelanya.”

Clarissa mengirimkan SMS itu, lalu kembali menyalin tulisan di papan tulis.

Violetta membaca SMS balasan itu. Hatinya terasa gerah. Rasanya mau marah.

“Apa yang akan kalian lakukan pada Brian?” tanya Violetta cepat.

“Lihat saja nanti!” Clarissa membalasnya.

“Sungguh keterlaluan! Tapi aku tidak takut padamu, Clarissa. Kuharap kau jangan mencampuri urusanku dengan Brian nanti,” tulis Violetta.

“Ya sudahlah, kalau itu maumu,” Clarissa menutup percakapan mereka melalui SMS itu.

Violetta melempar hp-nya ke dalam tas. Hatinya benar-benar mangkel. Kenapa Clarissa sama dengan Josh, Ted, dan Richie, bicara yang tidak-tidak tentang Brian? Menurutnya, Brian tidak sejahat yang mereka katakan. Pasti mereka merasa iri pada kesempurnaan fisik yang dimiliki Brian. Wajah tampan yang dimilikinya bak seorang pangeran, tubuh atletisnya tak kalah dengan seorang atlet, suara lembut nan memikatnya melebihi seorang penyanyi, dan juga bila melihatnya tersenyum, pasti orang tidak akan mampu untuk tidak menyukainya.

Sosok Brian yang sempurna benar-benar bagaikan sebuah lukisan mahal bagi Violetta. Lukisan mahal yang harus dimiliki, dijaga, dan tidak boleh membiarkan seorang pun mengotorinya, apalagi sampai merusaknya.

“Psst... Brian...,” panggil Violetta lagi.

“Hmm?” Brian menolehnya sekilas.

Violetta cepat bicara. “Kau jangan ambil hati dengan ucapan kakakku ya. Clarissa orangnya memang sirik karena tidak pandai berteman. Jumlah temannya bisa kuhitung dengan jari. Lagipula, tiada laki-laki yang berani mendekatinya, karena walaupun wajahnya lebih cantik dariku, tapi sifatnya lebih judes!”

Brian tidak mampu menahan tawa mendengar ucapan Violetta yang dirasanya lucu itu. Ia tertawa keras, dan suara tawanya membuat seisi kelas menoleh kepadanya, termasuk Bapak guru yang sedang mengajar.

“Ada apa ini, kenapa tertawa?” tanya Bapak guru itu.

Melihat Brian tak menjawab, Violetta segera membantunya. “Tidak ada apa-apa, Pak. Brian hanya senang karena aku mengatakan padanya akan membantunya menghadapi orang sirik!” Violetta sengaja berucap keras-keras supaya seisi kelas mendengarnya, terutama Clarissa yang duduk di depan.

Clarissa memang menoleh, tapi mencibir ke arahnya. “Tidak tahu malu!” ucapnya tak kentara. Sedangkan Josh dan Ted yang duduk di dekat Violetta saling memandang lalu menggeleng-gelengkan kepala mereka.

Mereka merasakan, Violetta benar-benar sudah berlebihan, karena membela Brian terang-terangan. Namun mereka tidak berani lagi berkomentar karena pasti akan didamprat oleh Violetta, yang sekarang seperti tidak lagi menghargai kehadiran mereka.

Sementara itu di depan, Richie memandangi Clarissa yang sedang memasang tampang kesal. “Ia menyindirmu ya?” tanyanya pelan.

Clarissa tak menjawab, malah balik bertanya dengan suara jengkel. “Sebenarnya Brian orang yang bagaimana sih, Richie? Kenapa dalam sekejap mata saja sudah bisa mengubah sifat adikku jadi sedemikian rupa?”

“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu, Clarissa. Setelah mengenalnya lebih lama lagi nanti, kau pasti akan tahu sendiri,” elak Richie. Di benaknya terngiang-ngiang kembali omelan Violetta tadi, kalau ia tidak membela saudaranya sendiri, yaitu saudara kembarnya yang sama darah dan sama dagingnya, malah selalu menjelek-jelekkannya.

Ketika lonceng istirahat kedua berbunyi, para siswa berhamburan keluar dari dalam kelas. Richie dan Clarissa melangkah bersama-sama sedangkan Violetta cepat menyusul di belakang mereka.

Kali ini, Brian tidak keluar. Ia hanya duduk sambil menopang dagu, seperti sedang memikirkan sesuatu.

Bob yang duduk di sampingnya, melihat Brian sedang termangu, karena itu ia pun memberanikan diri untuk menyapa. “Eh, Brian, tampaknya Violetta suka padamu ya?” usiknya.

“Ohya?” Brian balik bertanya.

“Masakan kau tidak merasakannya?” tanya Bob tak percaya. “Biasanya, Violetta tidak pernah membela siapapun sedemikian rupa. Lagipula ia terus mengajakmu berbicara, seolah ingin mendekatimu. Kau beruntung lho, Brian, karena Violetta adalah bunga yang paling diincar di sekolah ini. Selain cantik, loyal dan supel, keluarganya juga kaya-raya. Ayahnya adalah pemilik hotel yang paling ternama di kota ini. Kau pernah dengar?”

Brian menggigit bibir, lalu menggeleng. “Tidak pernah,” jawabnya pelan.

“Oh iya aku lupa, kau pindahan dari luar kota. Biar kuberitahu satu rahasia,” kata Bob dengan mimik serius. “Sebenarnya yang kudengar, kekayaan yang mereka punyai bukan dari turun-temurun, karena ayah Violetta hanyalah seorang anak yatim-piatu yang diadopsi oleh pemilik lama hotel tersebut. Sedangkan anak kandung pemilik hotel itu sudah lama dipenjara karena kasus pembunuhan beruntun,” bisik Bob perlahan.

Brian menahan nafas, tiba-tiba saja dadanya terasa bergemuruh. Bergoncang keras dan bagaikan amat sesak. “Sudah berapa lama?” tanya Brian dingin.

“Ya?” Bob bereaksi.

“Maksudku, sudah berapa lama anak kandung pemilik hotel itu dipenjara?”

“Mmm...,” Bob tampak berpikir. “Aku sendiri kurang jelas, mungkin sudah sekitar 20 tahun lamanya, jelasnya sebelum aku lahir. Aku sendiri baru tahu ada kejadian seperti itu dari mamaku, setelah ia dengar Violetta sekelas denganku.”

Brian mengepalkan tangannya dan mengatupkan bibir, seolah menahan geram yang amat sangat.

Bob melihat reaksi Brian itu , lalu cepat-cepat berkata, “Sebenarnya, kau tidak usah menaruh iba pada anak kandung pemilik hotel itu, Brian. Karena ia adalah seorang yang keji, bertolak-belakang dengan ayahnya Violetta, seorang dermawan yang baik hati dan berbakti, walaupun ia hanyalah seorang anak adopsi. Mamaku selalu memujinya. Lagipula, kalau kau tahu yang dipenjara itu adalah seorang perempuan yang sanggup melakukan pembunuhan berantai yang keji, apa kau tidak merasa ngeri? Iiihh...!” Bob bergidik.

Tiba-tiba Brian menoleh ke samping dan menatap Bob tajam. “Kau hanya tahu cerita itu dari mamamu saja, tapi kau tidak melihatnya sendiri 20 tahun lalu. Bagaimana kejadian yang sebenarnya, apa kau tahu, ha?!” tanya Brian seolah menyimpan amarah. “Apa kau sudah lahir saat itu?!”

“Oh, sori, belum-belum,” kata Bob cepat sambil menggoyang-goyangkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan. Ia tak mengerti mengapa Brian bisa tiba-tiba meledak setelah mendengar ceritanya itu. “Sori, sori, Brian, aku hanya dengar dari cerita orang saja.” Lalu secepatnya Bob pun ngacir, takut kalau-kalau Brian memarahinya lagi.

Setelah kepergian Bob, Brian mencoba melampiaskan amarahnya dengan mencorat-coret di buku notes kecilnya yang berwarana ungu. Ia menuliskan kalimat pendek dengan huruf kapital, “DENDAM INI HARUS DIBALAS!” dan “TUNGGU PEMBALASANKU!”

Brian membaca kedua kalimat itu berkali-kali, dan berulang-ulang, tapi amarahnya belum juga bisa reda. Akhirnya ia mengoyak secarik kertas yang ditulisinya di buku notes itu dan mencabik-cabiknya sampai hancur berantakan. Lalu ia membuangnya ke lantai dengan kasar dan menginjak-injaknya dengan sepatu sekolahnya yang berwarna hitam. Agak lama ia berbuat begitu, sampai hatinya terasa puas. Setelah itu, amarahnya barulah sedikit lebih reda.

* * *

1
R.F
semangat
El_Tien
pasti Clarissa tetap berteman sama Brian
El_Tien
bagi sebagian orang kadang mudah bersikap biasa saja padahal sudah terjadi sesuatu sebelum nya
Ana Yulia
like tertinggal, Brian Clarissa ❤️
👑Meylani Putri Putti
nyicil boom like
👑Meylani Putri Putti
hadir di sini thor
Ulfa
boomlike disini
Diah Fiana
semangat next up kkak 🥰
Yukity
mampir disini.,
like,😍
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Ayuwidia
Lanjut
S Anonymous
💪💪
pat_pat
lanjut
Mommy Gyo
5 like hadir thor
Neti Jalia
boom like untukmu kk🤗🙏
Mommy Gyo
3 like hadir thor
Mommy Gyo
2 like hadir thor
꒰꒰🧸﹒nana﹕
semangat
Puan Harahap
like semua yg telat baca kk thor
Puan Harahap
suka ceriranya kk thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!