NovelToon NovelToon
Hatiku Milikmu

Hatiku Milikmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: SunLs

Bagaimana perasaan kalian jika ada seorang pria tak dikenal memaksa kalian untuk menjadi kekasihnya.?Apa yang akan kalian lakukan pada pria itu.?Apakah kalian akan menerima cintanya,sementara kau sendiri tidak mengenalnya sama sekali.?Wanita manapun akan menolak permintaan pria itu,tapi tidak dengan Rhivi.?Rhivi terpaksa menerima pria itu menjadi kekasihnya lantaran dirinya terjebak kedalam masalah pria mistrius itu.Leon adalah seorang gengster yang hidupnya selalu dipenuhi oleh musuh-musuhnya.Perkelahiannya dengan salah satu musuh besarnya membawa rhivi kedalam masalah besar.Musuh besar leon mengira bahwa rhivi adalah kekasih leon,karna itu leon meminta rhivi untuk menjadi kekasihnya agar dia bisa melindungi rivi dari musuh-musuhnya.Rhivi yang tidak memiliki pilihan lain,terpaksa menerima leon sebagai kekasihnya.Bagaimana perjalanan cinta sepasang kekasih ini.?Apa perasaan mereka berubah menjadi cinta.?Apakah mereka bisa menghindari cinta yang berlahan-lahan menguasai perasaan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunLs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

            Leon menghentikan sepeda motornya disuatu tempat, tempat dimana biasa gengster berkumpul untuk melakukan balap liar. Rhivi nempak ketakutan berada ditempat mengerikan seperti itu, ia masih ingat terakhir kali Leon membawanya ketempat mengerikan nasibnya berakhir tidak baik.

“Untuk apa kau membawaku kemari.?”Rhivi memperhatikan keadaan sekelilingnya, tempat itu dipenuhi oleh sekumpulan anak seusia mereka. Diberbagai tempat dipenuhi oleh sepasang kekasih, geng dan sepeda motor yang mengerikan.“Tempat apa ini.?Tempat ini terlihat seperti sarang gengster.”

“Apa kau tidak bisa berhenti bertanya ah.?Kau membuat kepalaku pusing.”

“Leon.?”Teriak seorang pria.

“Kau.?”Rhivi seperti pernah melihat pria ini sebelumnya.

“Namaku Gerry. Kita pernah bertemu dibengkel milikku.”

“Ya, aku ingat. Terakhir kali aku bertemu denganmu, aku berakhir mengerikan ditangan orang jahat, Aku Rhivi.”

"Haha, ternyata kau lucu juga. Tapi maaf nona leon lah penyebab kau disakiti oleh mereka."

Leon terlihat kesal melihat Rhivi dan Gerry begitu dekat. Leon menarik tangan Rhivi kebelakang tubuhnya, melindungi rhivi dari sang mata keranjang.“Wanita ini kekasihku. Kalau kau ingin bersenang-senang, cari saja wanita lain atau akau akan menghajarmu.”

“Baiklah. Aku tidak akan menganggu wanitamu, tapi bagaimana jika Rhivi tertarik padaku.?”

“Aku akan menghajarmu sampai mati.”

            Rhivi mendengus kesal melihat mereka berdua bertengkar seperti anak kecil. Tanpa sepengetahuan Leon, Rhivi pergi meninggalkan mereka berdua yang masih sibuk bertengkar mulut. Tempat ini memang terlihat seperti sarang gengster, dimana-mana dipenuhi orang-orang aneh yang menyeramkan seperti preman. Kedua mata Rhivi menangkap sosok seorang pria yang sangat dikenalnya. Pria itu sedang bersama teman-temannya membenarkan sepeda motor yang rusak. Rhivi sangat yakin mengenal pria itu, tanpa perasaan takut Ia pun menghampiri pria itu.

“Trent.?”

“Rhivi.?Kenapa kau bisa ada disini.?”Trent nampak terkejut melihat Rhivi berada ditempat seperti itu.

“Jadi benar ini kau.”Rhivi memperhatikan penampilan Trent. Penampilan Trent sangat berbeda sekali dengan yang sering Ia lihat selama ini.”Kenapa penampilanmu seperti ini.?Kau terlihat seperti seorang berandalan.”

“Ikut aku.”Trent menarik tangan Rhivi.

            Trent membawa Rhivi kesuatu tempat, dimana hanya ada mereka berdua disana. Trent menceritakan semuanya pada Rhivi. Rhivi nyaris terkena serangan jantung mendengar cerita Trent. Rhivi tidak percaya Trent yang selama ini dikenalnya ternyata seorang gengster seperti Leon.

“Aku tidak percaya ini. Mana mungkin kau seorang gengster.?”

“Semua yang kukatakan padamu benar. Kau tidak perlu takut padaku, aku tidak mungkin menyakitimu.”

“Aku tahu itu dan aku percaya kau tidak akan menyakitiku. Awalnya aku mengira semua gengster itu jahat dan kejam, tapi ternyata aku salah.”Rhivi tersenyum kecil mengingat setiap kenangannya bersama Leon.”Kau tahu.?Kekasihku juga seorang gengster sama sepertimu. Tapi dia tidak pernah menyakitiku. Dia bahkan selalu menjagaku.”

“Jadi karena itu kau ada disini.?”

“Ya. Trent, sebenarnya tempat apa ini.?Tempat ini terlihat sangat mengerikan.”

“Kau sama sekali tidak tahu ini tempat apa.?Apa kekasihmu tidak memberitahumu.?Tempat ini adalah arena balap liar para gengster. Seharusnya kau tidak pergi sendirian seperti ini. Tempat ini berbahaya untukmu.”

"Ini bukan salahnya, aku terlalu bosan berada ditempat ini makanya kau berkeliaraan seorang diri. Jika aku tidak berkeliaraan aku tidak mungkin bertemu dengan mu, melihat penampilan lain dari seorang Trent."

Sementara itu. Leon terus mencari Rhivi kesemua tempat yang ada disana, tempat ini tidak aman untuk seorang gadis polos sepertinya.“Semua ini karena Bocah sialan itu, kalau saja dia tidak mengajakku bertengkar. Rhivi pasti tidak akan menghilang seperti ini. Lihat saja kalau sampai sesuatu menimpa Rhivi, aku akan membuat perhitungan dengan bocah sialan itu.”Leon melihat seorang wanita bersama seorang pria tertawa bahagia disepanjang jalan. Leon mengumpal tangannya ketika melihat wanita itu adalah Rhivi dan pria yang ada disampingnya adalah Trent. Musuh besarnya."Apa kalian bersenang-senang.?"

“Leon.?”Rhivi terkejut melihat Leon muncul dihadapannya.

Tanpa basa-basi lagi Leon langsung menarik tangan Rhivi menjauhkan Rhivi dari Trent.”Untuk apa kau bersama pria ini.?”

“Maksudmu Trent.?”

Leon menatap Rhivi dengan tatapan mautnya.”Bagus, jadi kalian saling mengenal satu sama lain.”

“Trent dan aku berada disekolah dan dikelas yang sama.”

Trent menatap Leon, kemudian menarik tangan Rhivi menjauh dari Leon.”Jadi pria ini adalah kekasihmu.?”

“Ada apa dengan kalian berdua.?”Rhivi merasa takut melihat kedua pemuda itu saling menatap tajam seakan-akan kekuatan leser keluar dari kedua mata mereka."Yak, aku sedang bertanya pada kalian berdua."Leon kembali menarik tangan Rhivi, disaat yang bersamaan Trent juga menarik tangan Rhivi sehingga terjadilah aksi tarik menarik. Rhivi berteriak sekuat-kuatnya, menghempaskan tangan kedua pria yang menariknya.“Kalian berdua ini kenapa.?Kalian ingin memutuskan tanganku ah. Kalian.?Ah sakit.”

        Tanpa memperdulikan mereka berdua, Rhivi meninggalkan mereka yang masih mematung memperhatikan kepergian Rhivi.

“Rhivi tunggu.?”Teriak mereka berdua serentak

“Berhenti mengikutiku. Aku benci kalian berdua.”

“Kau tidak dengar apa yang dia katakan. Berhenti mengikutinya.”Cetuz Leon

“Kau yang seharusnya berhenti mengikutinya.”Ujar Trent

Leon dan trent bertengkar hebat, mereka berdua kembali kemasa kecil dulu.

                                                              \=\=\=\=\=\=\=\=\=                               \=\=\=\=\=\=\=\=\=

            Clarissa tersenyum memperhatikan Mozha dan Marcian yang tertawa bersama ditaman rumah sakit. Didalam hatinya Clarissa merasa menyesal karena telah memaksa Mozha untuk meninggalkan Marcian. Hari ini ketika melihat kebersamaan diantara sepasang kekasih itu. Clarissa sadar satu hal bahwa cinta tidak pernah memandang status, cinta tidak pernah mempermasalahkan siapa dia. Devant memberikan secangkir minuman dingin pada Clarissa.

“Mereka terlihat bahagia sekali bukan.?”Devant memperhatikan sepasang kekasih yang asyik bercanda gurau.

“Ya. Aku menyesal telah meminta Marcian menjauhi Mozha dulu.”

       **     Flashback...**

            Malam itu Marcian menemui Clarissa disebuah kafe yang ada terletak tidak jauh dari basecampnya. Marcian tidak tahu untuk apa Clarissa memintanya menemuinya malam-malam tanpa sepengetahuan Mozha seperti ini.

“Apa.?Kau memintaku untuk menjauhi Mozha.?”

“Ya. Aku tahu kalian saling mencintai, tapi kalian berdua tidak bisa bersama. Marcian kau sangat mencintai Mozha, kau harus meninggalkan Mozha.”

“Kenapa.?Kenapa aku harus meninggalkannya.?”

“Karena kau mencintainya. Dengar Marcian, dunia kalian berbeda. Kau adalah seorang gengster yang hidup didalam kegelapan, memiliki banyak musuh. Sementara Mozha adalah gadis biasa yang hidup didalam cahaya. Jika kau terus bersamanya, kau hanya akan menyakitinya. Aku tidak mau Mozha ikut terseret kedalam masalahmu. Sudah cukup kalian membuat Rhivi dalam bahaya, aku tidak akan membiarkan Mozha juga berada ditempat yang sama seperti Rhivi.”

Marcian mengenggam gelas yang ada ditangannya dengan kuat hingga gelas itu pecah.”Aku tahu maksud ucapanmu. Kau tenang saja, aku tidak akan membuatnya berada ditempat yang sama seperti Rhivi. Aku sangat mencintainya, aku akan meninggalkannya jika itu adalah jalan terbaik untuknya.”

“Terima kasih.!”

“Kau tidak perlu berterima kasih padaku Clarissa. Aku melakukan ini bukan untukmu, tapi untuk keselamatan Mozha. Aku akan meninggalkan Mozha demi melindundunginya dari bahaya. Aku permisi.”

     **       End Of  flashback.....**

Clarissa tersenyum kecil mengingat kejadian itu.“Aku bukan sahabat yang baik untuknya.”

“Justru kau adalah sahabat yang baik untuknya bodoh. Kau melakukan itu semua hanya untuk melindunginya. Aku yakin jika Mozha yang berada ditempatmu, dia pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan. Tidak ada sahabat yang ingin sahabatnya dalam bahaya.”Clarissa tertawa menatap Devant.”Kenapa kau tertawa.?”

“Sebenarnya kalian ini gengster atau bukan.?Aku baru tahu kalau ada seorang gengster seperti kalian. Seorang gengster yang memiliki perasaan yang tulus seperti ini.”

Devant terlihat kesal mendengar ucapan Clarissa.”Apa kau pikir semua gengster itu berbahaya dan tidak memiliki perasaan.?”

“Setidaknya itu yang ada dipikiranku.”

“Kau ini.?”

“Melihat mereka seperti ini, aku tidak akan menghalangi cinta mereka lagi. Aku yakin Marcian mampu menjaga Mozha dengan baik.”

“Tentu saja. Marcian bukan Tipe lelaki pengecut seperti yang kau bayangkan. Kedua sahabatku akan menjaga kedua sahabatmu dengan baik.”

“Anu. Aku tidak yakin kalau Rhivi akan bertahan dengan orang seperti Leon.?Maksudku kau sendiri tahu bagaimana Leon. Pria itu begitu dingin dan sadis.”

“Aku tahu apa yang ada dipikiranmu. Kau tenang saja, walau diluar Leon terlihat dingin dan kejam. Tapi sebenarnya dia adalah pria yang penuh kehangatan. Leon tidak akan bersikap dingin, cuek dan sadis jika bersama orang yang dicintainya.”

“Benarkah.?Kau sedang tidak membual karena dia temanmu.?”

“Tentu saja tidak. Apa aku memiliki tampang seorang pembohong ulung.?”Geram Devant.”Ada begitu banyak tentang Leon yang kalian tidak ketahui. Aku yakin kau pasti menyukainya, jika kau sudah menjadi temannya.”

“Aku tidak pernah berpikir ingin menjadi temannya.”Sindir Clarissa.

“Kau ini.?Aeish..”

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sejak tadi sore hingga malam menjelang Leon masih bertahan berdiri didepan rumah Rhivi.

“Berhenti mengikutiku. Aku benci kalian berdua.”

            Ucapan Rhivi terus terngiang ditelingannya, Leon sepertinya sangat ketakutan jika Rhivi sampai membenci dirinya .Leon tidak ingin Rhivi membenci dirinya, Leon hanya ingin menjadi yang terbaik untuk wanita yang dicintainya, meski dia sendiri tidak tahu bagaimana cara menujukkannya pada Rhivi. Rhivi memperhatikan Leon yang masih berdiri didepan rumahnya ,kemudian melirik jam beker yang ada diatas meja belajarnya.J am sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan itu artinya sudah tujuh jam Leon berdiri disana.

“Apa yang dilakukannya disana.?”Gerutu Rhivi Gleggaarr...suara petir terdengar begitu keras, langit mulai berubah menjadi gelap. Rhivi menarik jaketnya dan bergegas menemui Leon diluar. Leon terlihat senang melihat Rhivi menemuinya.

“Kenapa kau baru menemuiku sekarang.?”

“Tidak ada yang memintamu untuk berdiri disini bukan.?Kenapa kau masih ada disini.?Aku sudah menyuruhmu untuk pulang.”

“Apa kau banar-benar membenciku.?”

“Ah.?”Rhivi bingung dengan pertanyaan Leon.”Maksudmu apa.?Aku tidak mengerti kau ini bicara apa.”

“Ucapanmu tadi siang diarena balap, kau bilang kalau kau membenciku. Apa itu benar.?”

Rhivi baru ingat dengan ucapannya tadi siang. Rhivi tidak menyangkah Leon akan memikirkan ucapannya seserius ini.“Aku tidak membencimu. Aku bicara seperti itu karena aku kesal melihat kau dan Trent bertengkar seperti anak kecil.”

“Jadi kau tidak membenciku.”Leon langsung memeluk Rhivi.”Jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi. Kau membuatku takut. Kau tahu.?Aku benar-benar takut kau membenciku.”

“Sekarang pulanglah. Langit sudah semakin gelap. Aku tidak mau kau pulang kehujanan.”Tiba-tiba saja, tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Rhivi. Leon langsung mencium bibirnya. Ini untuk kedua kalinya Leon mencium Rhivi. Membuat gadis itu terpana dan tidak dapat berbuat apa-apa.“Sudah cukup. Kau harus segera pulang kerumahmu sekarang.”Rhivi memberikan jaketnya pada Leon.”Pakai jaket ini. Aku tidak mau kau sampai jatuh sakit.”

            Lagi-lagi Leon menciumnya. Ditengah-tengah panasnya ciuman mereka, tiba-tiba sebuah pukulan mendarat diwajah Leon. Rhivi terkejut bukan main melihat sang ayah sudah berada didekatnya

“Bocah tengik. Berani sekali kau mencium putri kesayanganku didepan rumah ku sendiri.”Bentak paman Hengky

“Aeish. Orang tua ini lagi.”Leon memegang wajahnya, darah segar mengalir dari bibirnya.”Paman kenapa kau selalu memukulku seperti ini. Kau benar-benar ingin membunuhku.”

“Bocah. Malam ini aku tidak akan membiarkanmu lolos, aku akan menghajarmu hingga mampus.”Bruukkk...tubuh Leon terlempar keaspal akibat pukulan paman Hengky. Rhivi segera menarik tangan ayahnya sebelum ayahnya benar-benar membunuh Leon."Tidak ada yang bisa menyelamatkanmu lagi, sudah lama aku tidak mengeluarkan tenaga sebesar ini."

“Ayah tenanglah. Ayah bisa membunuhnya jika ayah memukulinya seperti ini.”Rhivi berusaha keras melepaskan Leon dari cengkraman sang Ayah."Ayah hentikan, Leon bisa mati jika ayah terus memukulnya seperti ini."

“Lepaskan ayah. Ayah harus menghajar bocah berandalan ini, karena telah berani menciummu.”

“Aku akan membawa ayah masuk. Kau sebaiknya segera pergi dari sini.”

Rhivi menyeret ayahnya masuk kedalam rumah. Paman hengky berontak seperti orang yang dirasuki roh jaahat.“Lepaskan ayah. Ayah harus menghajarnya.”

“Ayah tenanglah. Ayah bisa membunuhnya.?Aku tidak akan membiarkan ayah menghajar laki-laki yang kucintai hingga mati. Tidak akan pernah ku biarkan,Ayah.”

“Eh. Apa bocah berandalan itu lebih berharga dari pada ayah.?”

“Yak. Paman aku bukan berandalan.”Teriak Leon frustasi

“Ayah.?Ayah adalah satu-satunya orang yang berharga untukku, tapi leon adalah satu-satunya laki-laki yang ku cintai.”Rhivi melingkari tangannya di lengan sang ayah.”Akan lebih baik untukku kalau ayah dan Leon bisa bersatu, berada disisiku.”

        Leon meringis kesakitan memegangi wajahnya yang memar. Leon tidak pernah berpikir akan menghadapi srigala jantan setiap kali bertemu dengan Rhivi dirumahnya. Jika terus seperti ini lama-kelamaan Leon bisa mati dihajar oleh srigala jantan itu. Sepertinya mulai sekarang Leon harus lebih berhati-hati lagi mengunjungi Rhivi dirumahnya.

“Ibu, apa kau lihat perlakuan orang tua itu padaku.?Dia selalu saja seperti ini setiap kali melihatku bersama putrinya. Apa ayah akan melakukan hal yang sama seperti yang monster itu lakukan padaku jika ada pria yang mendekati kakak.?.Aw Ini sangat menyakitkan.”Ponsel Leon berdering kencang, Leon tersenyum melihat nama yang tertara dilayar ponselnya. Leon melihat ke jendela kamar Rhivi.”Ada apa.?Ini sudah malam, kau harus segera tidur.”

“Aku akan tidur setelah memastikan kau baik-baik saja.”Rhivi memperhatikan Leon yang berada di luar sana melalui jendela kamarnya.”Pulanglah, sebelum ayah memukulmu lagi.”

“Ciuh. Monster itu seperti tidak pernah menikmati masa muda saja. Aku tidak bisa bayangkan ibumu hidup bersama monster sepertinya.”Rhivi hanya tertawa geli mendengar ucapan Leon.”Aku harus pulang. Jaga dirimu dengan baik.”

“Ya. Kau yang harus menjaga dirimu dengan baik. Hubungi aku jika kau sudah dirumah.”

“Tentu saja. Aku masih ingin bersama mu.”

“Kau ini. Cepat sana pulanglah. Aku tidak mau melihatmu berdiri di luar sana.”

“Baiklah. Kau ini cerewet sekali ya.”

1
Val07
mampir kak
Luc23
Hallo teman2 ...
aku kembali dengan cerita baru ..
mohon dukungan buat Dragon ya ..
🤗🤗
Asniladimu
bagus ceritanya Thor .....tetep semangat di tunggu novel selanjutnya.....
Luc23: makasih.
novel lainnya udah ada tp ga bsa d upload dlk mangatoon nya, udh hampir 6 bulan mangatoon ga bsa di buka.😭😭😭
total 1 replies
Asniladimu
makin tegang ceritanya
Asniladimu
aku tidak suka sama Rivia tidak mengerti perasaan Leon main cium sembarangan...😠😠😠
Asniladimu
siapa lagi Silvia it
Asniladimu
Thor kenapa nam2nya susah d ingat
Luc23: haha maaf ya.🤣 Soalnya bingung mau ngasih nama siapa. hehe
total 1 replies
Asniladimu
jadi terharu aku
Asniladimu
ayahnya Rivi kejamjugaya kasihan Leon
Asniladimu
lanjut dan tetap semangat
Asniladimu
cerita yg menarik
Asniladimu
awal yg bagus dan menarik.......hai kk aku mampir
Natasya ibrani
bagus bangat thor, aku suka ceritanya... jangan lupa mmpir di karyaku juga "Warna Cinta Natasya" trim's
dimas wahyu
ini baru mantap puas bacanya kalau panjang gini. semangat thor
Luc23: makasih. kmu juga smngat ya, ayo buat karya baru.
total 2 replies
Muhammad Ari
keren thor, ijin promo ya, jgn lupa baca dan mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
AtinyRyesa24
sudah ku boom like sama ku bintang lima
Neng Euis
Semngat up kak🤗..

Yuk kita saling Boom Like+ rate 5

Mampir cerita aku...
" Hello seoul"
Luc23: iya dek ...
kakak mampir k novelmu ....
:)
total 1 replies
Sirashui
WOW
Luc23: wiw....
total 1 replies
Maitra Tara
waaah. kereeen bisa nulis satu bab sebanyak itu🙏
Luc23: baru prtama dipost mbak, masih bingung mau mecahin bab nya. ^_^
total 1 replies
Luc23
mohon dukungannya ...
kritik dan saran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!