kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi simpanan Sugar Daddy demi bisa mendapatkan jaminan hidup layak setelah keluarga nya di kucilkan oleh keluarga besar mendiang sang ayah,mula nya kehidupan gadis bernama Ayana itu serba berkecukupan,tapi setelah ayah nya meninggal, seluruh aset kekayaan almarhum di kuasai oleh sang adik yang rakus akan harta kekayaan kakak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
Berkali-kali Bu Ayu mencoba menghubungi suami nya lewat telpon, tapi tak jua ada jawaban dari Pak Wijaya, padahal jelas-jelas panggilan masuk itu berdering.
Pak Wijaya rupanya pergi ke rumah sakit guna menjenguk korban yang di tabrak nya malam tadi,pagi itu rumah sakit sudah sangat ramai, orang-orang yang berlalu lalang dengan kepentingan nya masing-masing.tubuh pak Wijaya yang tegap gagah perkasa dengan tinggi badan mencapai 178 cm membuat nya terlihat begitu berwibawa.
langkah nya gegas menuju ruangan yang akan di tuju, meskipun usia beliau sudah menginjak kepala lima,ketampanan serta struktur wajah nya masih terlihat menawan.rambut nya yang mulai memutih di biarkan begitu saja, kharisma nya justru semakin menonjol dengan gaya rambut nya yang estetik.
"Pagi dok,saya mau ketemu pasien." sejenak pak Wijaya terdiam berdiri di depan pintu ruangan, beliau tidak tau nama pasien yang di tabrak nya itu.
"bapak siapa nya? Papa nya ya? " tebak dokter Indra yang membuat pak Wijaya tercengang kaget.
"euhhh,iiii-iya,iya Saya papa nya."
angguk pak Wijaya dengan mantap.
"ya sudah silahkan masuk pak, pasien sedang tidur."
ucap dokter Indra yang kemudian pamit pergi meninggalkan ruangan.saat kedua kaki pak Wijaya mulai melangkah lebih dekat,sosok tubuh yang terbaring lemah itu kian terlihat, perlahan wajah cantik Ayana nampak jelas di pandangan mata pak Wijaya.dari ujung kaki hingga rambut nya begitu menawan meskipun sebagian tubuh nya tertutup selimut.
sejenak pria hidung belang itu menelan ludah dengan tatapan yang nyaris membuat kedua bola mata nya keluar.beliau tidak menyangka bahwa gadis yang di tabrakan nya merupakan sosok wanita berwujud bidadari,sejauh ini belum ada wanita simpanan nya yang secantik dan seanggun Ayana.
perlahan Ayana membuka kedua mata nya saat mendengar suara langkah kaki samar-samar di alam bawah sadar nya,ia seperti ber mimpi tapi juga terasa nyata.melihat Ayana yang perlahan terbangun,pak Wijaya segera memposisikan diri berdiri mengambil jarak agak jauh dari tempat tidur Ayana.
kedua mata nya yang masih terasa berat untuk benar-benar terbuka.
"maaf,bapak siapa?"
tanya nya dengan suara serak.ia sesekali memegangi kepala nya yang masih terasa pusing.
"saya Wijaya,saya orang yang sudah menabrak kamu."
ucap pak Wijaya dengan ekspresi wajah datar nya tanpa senyum sedikit pun.
"jadi bapak yang sudah menabrak saya malam itu?!"
Ayana sedikit meninggikan suaranya karena kesal dengan keberadaan pak Wijaya yang bahkan datang tiba-tiba mengagetkan nya.
"udah bikin saya celaka, tiba-tiba juga datang kaya hantu, untung orang tua, kalo bukan udah saya omelin."
gerutu Ayana melirihkan ucapan nya.
"kamu bilang apa?"
tanya pak Wijaya sambil menatap dingin kearah Ayana.
"gak kok pak,gak ada apa-apa."
Ayana melempar senyum tipis dengan perasaan dongkol.
"saya bakal tanggung jawab kok, seluruh biaya selama kamu di rawat juga saya yang tanggung."
ucap pak Wijaya menjelaskan.
"lah emang udah kewajiban nya begitu kan pak?!" Celetuk Ayana lagi yang membuat pak Wijaya justru tersenyum tipis.
"gadis menggemaskan,lihat saja kamu akan jatuh ke pelukan ku nanti. "
batin pak Wijaya seraya mengangkat salah satu alis mata nya.
"Oke,kalau begitu saya pamit dulu, cepat sembuh ya."
pak Wijaya berbalik badan meninggalkan Ayana yang bahkan tidak menjawab sepatah kata pun dari ucapan nya tadi.
"heuuhh, dasar gadis aneh,tapi dia sangat cantik."
lirih pak Wijaya sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan.
Setelah sehari semalam di rawat, dengan luka yang juga tidak terlalu parah, Ayana akhir nya di perbolehkan pulang,ibu nya bahkan sudah melaporkan kehilangan Ayana ke kantor polisi.bekas perban di kening nya masih tersisa, Ayana pulang dengan membawa beberapa bekas luka gores di tubuh nya yang putih mulus.
"Ayana.! Astagfirullah,ya Allah nak.! Kamu dari mana saja.!"
Bu Dini langsung memeluk Ayanna sekuat mungkin sampai tubuh gadis itu terasa terhimpit sesak.
"maaa,mama.! aduh Ayana sesak nafas ini."
dengan keadaan genting pun Ayana masih sempat bergurau dengan mama nya.
"kamu dari mana aja sih Aya.! Mama takut kamu kenapa-kenapa."
dari nada suara nya terdengar Bu Dini begitu sangat mengkawatirkan putri sulung nya itu.
"jidat kamu kenapa ini?!"
tanya Bu Dini sambil memegangi kepala Ayana.
"cerita nya panjang ma,nanti Aya cerita'in,tapi boleh Ayana minta makan dulu, laper." pungkas nya sambil memegangi perut nya yang sudah keroncongan.
"
"Pa,papa dari mana aja sih?! Kata nya datang kemarin kok baru hari ini sampai nya?!"
Bu Ayu sudah menghujani beberapa pertanyaan ke suami nya, padahal Pak Wijaya baru saja tiba di rumah, Suasana hati Bu Ayu benar-benar sudah tidak dapat terkontrol, beberapa hari ini beliau merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh suami nya itu,selama bertahun-tahun berumah tangga,Bu Ayu merasa pak Wijaya banyak berubah,beliau menjadi sosok pria yang dingin dan acuh.
keberadaan Bu Ayu bahkan seperti tidak di anggap,sebagai istri sah nya,Bu Ayu tidak tinggal diam dan berusaha mencari tau sesuatu,mula nya beliau tidak ingin mengulik apapun tentang rahasia yang mungkin di simpan oleh suami nya itu,tapi semakin hari perasaan nya semakin menjadi untuk tau apa sebenar nya yang sudah di lakukan pak Wijaya selama ini.?
entah mengapa beberapa bulan terakhir sikap suami nya itu kian parah, bahkan semakin tidak bisa di toleransi.
"apa sih ma.! Papa baru aja sampai udah di tanya banyak hal begitu.!
Celetuk pak Wijaya dengan nada meninggi.jawaban pak Wijaya tadi membuat Bu Ayu kian meradang,gertakan itu membuat darah nya seketika mendidih,di tambah lagi kemarahan nya selama ini yang sudah terpendam lama.
seolah-olah semua terluapkan hari ini.
"apa yang selama ini papa sembunyikan dari mama.! Papa tidur dengan perempuan lain kan di hotel.!"
tuduh Bu Ayu dengan mata yang merah berkaca-kaca,deru nafas nya kian memburu,membabi buta meluahkan semua uneg-uneg yang terpendam selama bertahun-tahun, sudah sejauh ini usai pernikahan mereka berjalan,tapi entah mengapa sejak Regan duduk di bangku sekolah dasar,Bu Ayu merasa ada banyak kejanggalan yang terjadi pada suami nya itu,di awal pernikahan pak Wijaya tampak seperti laki-laki yang baik dan faham agama.
beliau juga sosok pria yang rajin beribadah,tapi seiring berjalan nya waktu,semua berbanding terbalik, kebiasaan itu kian hilang dari peradaban,apa lagi saat titik di mana karir nya kian memuncak,harta dan kekayaan itu rupanya berpengaruh pada gaya hidup nya.
suami nya itu kini lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurusi bisnis nya dari pada berkumpul dengan keluarga.apa lagi kini Bu Ayu dan Regan memilih untuk tinggal di kampung jauh dari perkotaan,pak Wijaya juga jarang sekali pulang menemui mereka jika bukan karena ada urusan penting.
"Ma.! jaga bicaramu ya.! apa maksud nya ngomong begitu.!"
pak Wijaya berbalik badan setelah mendengar apa yg di ucapkan istri nya tadi, beliau merasa benar-benar tersinggung.kedua nya bertengkar hebat sampai membuat Bu Ayu menangis sesenggukan di pojokan kamar.
"nyesel banget aku ke sini.! Karuan aku di jakarta aja.!"
ucap pak Wijaya dengan dada membusung penuh amarah yang berkobar.
untuk si Sera semoga mendapatkan karma nya lagi