NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 ~ Sakit

Mobil Bima melaju kencang hingga akhirnya membelok masuk ke area parkir rumah sakit. Matanya langsung menangkap sosok kendaraan milik Ayra yang terparkir agak menjauh dari kendaraan lain. Alisnya langsung berkerut saat melihat lampu utama mobil itu masih menyala terang, memancarkan cahaya remang yang mulai memudar, tanda baterainya perlahan terkuras habis.

Tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Pintu terkunci dari dalam, namun keberadaan lampu yang masih hidup itu meninggalkan tanda jelas Ayra pergi dengan tergesa, seolah tidak sempat mematikan segala sesuatu dengan rapi.

Jantung Bima berdegup kencang, rasa cemas Oma Gloria tadi kini menular dan tumbuh membesar di dadanya. Ia mematikan mesin kendaraannya, lalu melompat turun. Langkah kakinya segera berlari masuk ke lobi rumah sakit yang luas dan ramai itu, menembus kerumunan orang dengan wajah yang semakin mencemaskan.

Saat sampai di meja resepsionis, napasnya sedikit memburu. Ia langsung bertanya pada petugas yang sedang sibuk menata berkas.

"Permisi, saya mau mencari pasien bernama Ayra. Ia baru saja memeriksakan kandungannya di poli kebidanan sekitar satu jam yang lalu. Apakah dia masih di dalam?"

Petugas itu mengecek daftar di layar komputernya sekilas, lalu menggeleng pelan. "Nyonya Ayra Bellavina? beliau sudah menyelesaikan pemeriksaannya dan meninggalkan rumah sakit ini sekitar tiga puluh menit yang lalu, Pak. Sudah cukup lama beliau pergi."

Bima diam terpaku sejenak. Pikirannya mulai bercampur aduk. Kalau Ayra sudah pergi tiga puluh menit yang lalu, seharusnya ia sudah sampai di rumah sejak lama. Belum lagi mobilnya masih terparkir rapi di luar sana.

"Anda yakin dia pergi sendiri?" tanya Bima kembali, nadanya mulai terdengar tegang.

"Setahu saya iya, Pak. Saya melihat sendiri beliau berjalan ke arah pintu keluar utama," jawab petugas itu sopan.

Bima mengangguk pelan sambil mengucapkan terima kasih, namun kekhawatirannya kini sudah berubah menjadi firasat buruk yang sangat kuat. Sesuatu pasti telah terjadi. Tidak mungkin Ayra meninggalkan kendaraannya begitu saja tanpa alasan jelas, apalagi dalam kondisi sedang mengandung.

Ia segera merogoh saku kemejanya, mengeluarkan ponsel genggam berwarna hitam. Jemarinya bergerak cepat menekan nama kontak yang paling atas. Matanya menatap gelisah menunggu suara sambungan terhubung.

Tuuut...

Tuuut...

Tuuut...

Suara nada panggil terdengar berulang kali, namun tak ada jawaban dari seberang. Hanya suara otomatis operator yang mengatakan nomor yang dituju tidak bisa dihubungi saat ini.

"Dimana Nona Ayra..." gumam Bima pelan, keningnya berkerut semakin dalam.

••

••

Disisi lain...

Tristan terpaku di ambang pintu, napasnya tercekat saat pandangannya menangkap pemandangan itu sejelas siang. Darah di tubuhnya seketika mendidih hebat.

Di atas kasur itu Ayra terlihat terkapar lemah tak berdaya. Gaunnya robek besar, kulitnya penuh bekas cengkeraman kasar, matanya basah penuh air mata ketakutan, sementara seorang pria menindihnya seenaknya seolah berhak atas segalanya.

Tanpa sepatah kata pun, amarah Tristan meledak seketika. Kakinya melangkah lebar menembus ruangan, tangan kekarnya mencengkeram kerah kemeja Arga dari belakang dengan satu sentakan kuat.

SRAAKK!!

Badan Arga terangkat sedikit sebelum terhempas keras menjauh dari tubuh Ayra. Tubuhnya terpental hingga punggung menghantam dinding tembok dengan bunyi dentuman yang memekakkan telinga.

Belum sempat Arga memulihkan keseimbangannya, Tristan sudah tiba di hadapannya. Satu kepalan tangan yang dikunci penuh tenaga langsung melayang mendarat tepat di rahang bawah Arga.

BUG!

Darah segar langsung menyembur keluar dari sudut bibir Arga. Kepalanya terhentak ke samping, matanya berkunang-kunang menahan nyeri yang luar biasa.

"Siapa kau?! Berani-beraninya ikut campur urusan pribadiku!" Arga mengerang marah, berusaha bangkit sambil mengusap darah di mulutnya. Matanya memerah menatap Tristan yang berdiri tegak di hadapannya.

Tristan tidak menjawab dengan kata-kata halus. Ia kembali mencengkeram kerah kemeja itu, meremas kainnya hingga kusut tak beraturan. Manik matanya menatap tajam, dingin, dan berisikan ancaman yang belum pernah Arga temui seumur hidupnya.

"Urusan pribadi katamu?" suara Tristan rendah, namun beratnya menekan seolah membelah udara panas di ruangan itu. Ia menunjuk ke arah Ayra yang masih duduk memeluk diri sendiri di pinggir kasur. "Dia sudah berteriak menolak, menangis ketakutan, dan kau tetap memaksanya? Itu bukan urusan pribadi. Itu namanya kejahatan, dasar sampah!"

Arga tertawa getir meski tubuhnya terasa remuk. "Dia istriku! Tubuhnya milikku! Kau cuma orang asing yang tidak tahu apa-apa! Jangan sok jadi pahlawan di sini!"

Mendengar itu, amarah Tristan makin tak terbatasi. Ia mengangkat tangan kanannya tinggi, siap menghantam lagi jika Arga berani membuka mulut kotornya itu. Namun gerakannya terhenti seketika saat jeritan tertahan terdengar memecah ketegangan.

"Ahhh... sakit..."

Suara lirih itu berasal dari Ayra. Wanita itu kini meringkuk memeluk perutnya yang terasa seperti diremas kuat-kuat dari dalam. Wajah pucatnya kini menjadi seputih kertas, keringat dingin bermunculan memenuhi pelipisnya. Rasa takut dan guncangan hebat tadi seolah menarik nyawa kecil yang ada di dalam rahimnya.

Tristan langsung memutar tubuhnya, tak lagi memedulikan Arga. Ia melangkah cepat kembali ke sisi kasur. "Ada apa? Apa yang terasa sakit?"

Ayra tak mampu menjawab, bibirnya gemetar hebat menahan desahan nyeri yang menyayat. Kedua matanya terpejam rapat, air matanya mengalir makin deras. "Perutku... rasanya sangat sakit..."

Perlahan, tangan yang menekan perut itu terangkat. Saat Ayra membuka matanya kembali, pandangannya kabur jatuh ke kain kasur putih yang kini ternoda merah. Noda itu melebar perlahan, menandakan keluarnya flek darah dari balik pakaian robeknya.

"Darah..." lirih Ayra hampir tak terdengar, suaranya penuh keputusasaan.

Pemandangan itu sontak membuat darah Tristan berdesir kencang. Rasa marah kepada Arga kian memuncak menjadi kebencian yang mendalam, namun ia harus tetap tenang demi wanita dan janin itu.

Tristan segera melepaskan jas luar yang ia kenakan, menyampirkannya lebar-lebar menutupi tubuh Ayra hingga tertutup sempurna, menyembunyikan noda merah yang mengerikan itu dari pandangan siapa pun. Dia mengaitkan kancing pinggang jasnya agar kain itu tak mudah terlepas.

"Pegang pundakku. Jangan banyak bergerak," perintah Tristan tegas namun nadanya jauh lebih lembut dibandingkan saat ia berhadapan dengan Arga.

Tanpa menunggu izin lebih lama, Tristan mengangkat tubuh mungil Ayra ke dalam gendongannya. Lengan kekarnya menopang punggung dan bagian bawah tubuh wanita itu dengan sangat hati-hati namun kokoh, seolah membawa barang paling berharga yang tak boleh tergores sedikit pun.

Ia menatap tajam ke arah Arga yang masih terkapar di sudut ruangan, matanya memancarkan niat membunuh yang nyata.

"Lihat apa yang kau lakukan, manusia iblis! Kalau sampai ada satu hal buruk menimpa Ayra dan anaknya, aku pastikan kau akan membayarnya dengan seluruh hidupmu. Bersiaplah menanggung segalanya," gumam Tristan dingin dan mengancam, membuat Arga yang mendengarnya menelan ludah takut sekaligus khawatir.

Tanpa menunggu jawaban, Tristan berbalik dan melangkah cepat keluar dari kamar itu. Ia menuruni tangga lebar vila itu dengan langkah panjang dan terburu-buru. Angin sore menerpa wajahnya, namun Tristan tak peduli. Satu-satunya tujuan yang terpatri di kepalanya saat ini hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa ibu dan anak ini.

"Kuat sedikit lagi, Ay. Bertahanlah," bisik Tristan saat berlari menuju mobilnya, merasakan tubuh wanita dalam pelukannya makin lemas dan dingin. "Kita langsung ke rumah sakit sekarang. Aku janji, aku takkan membiarkan apa pun terjadi padamu dan anakmu."

Pintu mobil terbuka keras, Tristan membaringkan Ayra di kursi penumpang selembut mungkin, mengencangkan sabuk pengaman, lalu segera melesat masuk ke balik kemudi. Mesin mobil menderu kencang, ban berdecit saat kendaraan itu melesat membelah jalanan sepi, meninggalkan kawasan vila itu dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.

Di sepanjang perjalanan, tangan besar Tristan sesekali menyentuh punggung tangan Ayra yang dingin membeku, berusaha menyalurkan kehangatan.

"Tristan... Sakit,"

-

-

To be continued...

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!