NovelToon NovelToon
Pergaulan Bebasku

Pergaulan Bebasku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: siti solikhah

Likha Charina

Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.

21 +

di tunggu kritik dan saranya

jangan lupa vote like dan komen ya guys.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Setelah maghrib usai mereka bertiga pergi mencari makan dengan berjalan kaki.

"Mau makan apa Mas ?" tanya likha pada kakak sepupunya

"Apa ya enaknya eemmm???"

"Gimana kalo kita makan pecel lele atau pecel ayam atauuuuu ayam bakar" usul Likha dengan menyatukan kedua tanganya dan menggoyang-goyangkan ke kanan dan kiri dengan wajah yang menatap ke atas.

"Boleh, tapi agak jauh dari sini kalo jalan mungkin lima belas menitan" timpal Mas Bagas pada adik sepupunya itu yang menurutnya cerewet.

"Ngga papa Mas, sekalian jalan-jalan. Biar tau daerah sini juga. Ngga papa kan Nik ? " ucap Likha di iringi wajahnya yang menoleh kesebelah kiri untuk memastikan Enik menyutujuinya.

Karena Likha yang berada di tengah-tengah antara Enik dan Mas Bagas.

Enik pun menganggukan kepalanya menandakan dia setuju dan tersenyum tipis memalingkan wajahnya ke samping untuk memberikan jawaban pada Likha dengan anggukanya itu.

Dan Mas Bagas yang awalnya memandang lurus kini beralih tatapanya kepada Enik.

Dan bibirnya kini menyunggingkan senyuman miring kepada Enik.

****

"Tuh di depan, bentar lagi sampe". ucap Mas Bagas sambil menunjukan jari tulunjuknya ke sebuah warung khas pinggir jalan yang bertenda hijau.

"Mau di bungkus apa makan disini Mas Bagas" Tanya penjual pecel lele bernama Mang Parman, yang sepertinya sudah hafal sekali dengan Mas Bagas.

Mas Bagas menoleh kepada Likha dan Enik menandakan dia bertanya dengan matanya.

"Makan sini saja ya Nik ?" tanya Likha pada sahabatnya itu

"Boleh" Enik menjawab dengan singkat.

Mas Bagas pun memesankan makanan untuk mereka bertiga.

"pecel ayam satu, pecel lele satu, ayam bakar satu dan es teh manis tiga ya mang"

"oke siap. Di tunggu ya mas" jawab mang parman, yang sekarang memasak pesanan mereka bertiga.

"Irfan ?" ujar Likha

Irfan yang mendengar namanya di sebut pun menoleh asal suara itu.

"Kalian?" tanyanya heran dengan menatap Likha dan Enik secara bergantian.

"Iya, kami lagi mau makan disini. Sini sekalian gabung" ucap Likha pada Irfan dengan melabaikan tangan keatas kebawah membuktikan bahwa dia sungguh-sungguh menawarkan Irfan untuk makan bersama mereka.

Irfan serasa di hipnotis pun menghampiri mereka bertiga dan duduk di sebelah Mas Bagas

"Kenalin, kakak sepupuku Mas Bagas" ucap Likha

"Irfan"

"Bagas"

Sembari menyalami satu sama lain.

" Kamu dah pesen makanan ?" tanya Likha pada Irfan

"Sudah"

"Kok kamu beli makanan sampai kesini ? Emang rumah kamu daerah sini? " tanya Likha dengan senyum manisnya dan menopang kedua tanganya di dagu.

" Iya rumahku di belakang sini" jawabnya singkat.

"si Irfan kalo ga pake baju kerja keliatan gantengnya yah" ucap Likha dalam hati tanpa mengindahkan padanganya pada Irfan

"Ketemu dia disini, apa dia sering makan di warung mang Parman ya ?" batin Irfan dengan membuang muka ke jalanan seolah-olah dia tak peduli dengan bertemunya dirinya dan Likha.

Padahal hatinya saat ini hatinya berbunga-bunga.

Karena bertemu dengan wanita selalu tersenyum manis, yang menganggu pikiranya saat pertama kali bertemu.

Meski pertemuan mereka baru tiga hari. Tapi mampu membuat Irfan terbayang-bayang wajah Likha.

"Silahkan" kata mang Parman sambil menaruh pesanan mereka berempat.

"ayo di makan keburu dingin" ucap Mas Bapgas sambil mencuci tanganya di wadah yang di sediakan Mang Parman.

Mereka pun memakan makanan mereka masing-masing di selingi obrolan-obralan ringan.

"Alhamdulilah" ucap Mas Bagas.

Yang selesai makan terlebih dahulu.

Dan dia pun membersihkan sisa makan di mulutnya dengan tisu.

Di ikuti dengan yang lain karena makanan mereka suda habis.

"Fan kita pulang dulu ya ?" kata Likha

"emmm" dengan di iringi anggukan .

Likha Bagas dan Enik pun meninggalkan Irfan dengan berjalan kaki.

"cantik" batin Irfan dengan memadang Likha dari belakang.

****

mas~

Di tunggu kritik dan saranya guys. jangan lupa vote like dan komen ya guys.

visual LIKHA CHARINA

1
November
lanjut
Mentari
bagus
Hanisah Nisa
lanjut
Susiana Hutagalo
cakep
Mit Sebauh
lanjutin ceritanya
Sri Atun
serasa belajar membaca ya bahasa nya
khariliska
semangat author
Bundha Shandy
npa selalu buntu , nga da lanjutan nya , ampe cape bolak balik liatin nya ...
Deyooooo
langsung hot hot....
Erniwati Matondang
senang membacanya
Nur Izatty Okiun Abdullah
tdk cntk
Yustina Hadi
lanjut tor
Shedah Humaira
lanjut kak
Kymora Pertukangan
kirain tamat
ELmyah
ccok bang irfan
Eka S
seru.. lanjut thor
Elly Carlana
lanjut..
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Wartin Kusmawati
mampir thoor
DRY CoachGABAT
mana lanjutannya thor dah lama ga metu
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ellice
kalau nulis novel segera kelarin . jadi nya gantung kayak pohon pisang
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!