"Satu luka, akan kubalas dengan seribu luka yang lebih menyakitkan!"
Dara Queen Bramasta
🌿🌿🌿
Tanpa alasan, Dara dicampakkan dan ditinggal menikah oleh kekasihnya, Ibra.
Sakit hati mendalam yang dia rasakan mengubah Dara menjadi wanita dingin dan tak berperasaan. Hatinya telah diliputi oleh dendam, dan tujuan hidupnya hanya satu, membuat pengkhianat itu menderita.
Lalu setelah ia berhasil membalas sakit hatinya, mampukah Dara berdamai dengan keadaan dan hatinya? Bisakah ia membuka hati yang terlanjur mati rasa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bye
Dara tertawa, "Dugaanmu ada benarnya. Tapi asal kamu tahu. Berpisah atau tidak, aku yakin suatu saat Ibra akan kembali padaku. Dan jika saat itu tiba, aku akan mengatakan, hallo calon kakak madu"
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Dara. Kulitnya yang putih membuat pipi Dara memerah seketika. Suara tamparan yang cukup keras mengundang beberapa orang mendatangi mereka.
"Bu, Anda tidak apa - apa?" tanya Ine pada Bosnya
Dara sedikit meringis dengan wajah sedih, "Aku tidak apa - apa"
"Ada apa ini?" tanya si tuan rumah. Melihat Tuan rumah datang, Cantika berusaha meraih simpati
"Dia yang-"
"Aku hanya mengingatkannya untuk berganti pakaian karena acara akan segera dimulai. Tapi dia marah - marah tak jelas lalu menamparku" potong Dara
Tatapan si tuan rumah tampak dingin, "Benar begitu, Nona Cantika?"
"T-tidak. Itu tidak benar" elak Cantika
"Sebenarnya dari awal aku enggan memakai jasamu di acaraku. Tapi aku masih menghargai temanku, Indira. Kamu terlalu arogan, Cantika!"
"Itu tidak benar! Anda tidak bisa menuduh tanpa bukti. Dia yang memulai duluan" tuduh Cantika
"Mungkin ia, tapi haruskah kamu sampai memakai kekerasan? Aku paling tidak suka seseorang yang suka main kekerasan!"
"Ini memang salah saya, Nyonya Robert. Bicara saya kurang lembut. Apalagi Nona Cantika sedang ada masalah, mungkin-"
"Jangan mencampurkan hal ini dengan urusanku" teriak Cantika emosi
"CUKUP!" sentak Nyonya Robert, dia menatap Cantika sengit, "Silahkan pergi Cantika. Aku tidak mau kau malah merusak acaraku!"
"T-tapi aku-"
"Pergilah. Aku lebih rela kehilangan uang daripada kehilangan muka. Jadi, sebelum kau mengacau, sebaiknya tinggalkan tempat ini!"
Cantika menatap nyalang ke arah Dara, dan lihat, Dara malah tersenyum mengejek ke arahnya. Ia bahkan melambaikan tangan seolah mengatakan bye.
"Aku tidak akan melupakan hari ini!"
Cantika pergi meninggalkan acara pesta dengan perasaan kesal luar biasa.
"Maaf atas hal ini" ucap Nyonya Robert
"Akulah yang harusnya minta maaf, Nyonya. Aku yang sudah mengacaukan acaramu"
"Tidak. Justru kau sudah menyelamatkannya. Terima kasih, Dara"
Dara tersenyum. Beberapa menit kemudian, acara berlangsung dengan meriah dan lancar. Dara bahkan menggantikan Cantika menjadi MC.
🌿🌿🌿
Usai acara selesai, Dara pergi ke kantor Artha Raya.
"Nona, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda"
"Siapa?" tanya Dara pada Inggar, asistennya di kantor
"Nona Cantika"
Dara menatap asistennya lalu tersenyum. Dia bergegas menuju ke ruangannya.
"Wah - wah, rupanya ada tamu. Sudah lama menunggu?"
"Aku akan mengembalikan semua dana dari Artha Raya. Tapi setelah itu, kerjasama kalian selesai!"
Dara duduk di depan Cantika dengan anggun, "Itu artinya, kau mau membeli saham Artha Raya?"
Cantika mengangguk mantap, "Tentu saja!"
Dara mengangguk, "Apa suamimu tidak mengatakan berapa harga yang aku berikan jika kalian ingin membelinya kembali?"
Wajah Cantika tampak terkejut. Hal itu membuat Dara tersenyum, "Sepertinya tidak ya?"
"Jadi berapa yang harus aku bayar?"
"Tanyakan saja pada suamimu. Ah, tapi sepertinya tidak bisa ya. Kalian kan tidak sedekat pasangan suami istri lainnya"
"Apa maksudmu?"
"Kamu jelas tahu maksudku" pancing Dara
"Jangan bertele - tele!"
Dara tertawa, "Kau memang orang yang tak sabaran" Dara menatap Cantika dengan senyum manisanya, "Kalian memang menikah. Tapi kalian hanya tinggal bersama, bukan hidup bersama. Em, maksudku seperti, hanya formalitas pernikahan. Tidak ada cinta, tidak ada kasih sayang. Benar kan yang aku katakan?"
Cantika tertawa, "Dari mana kau punya pikiran seperti itu? Kami bahkan sangat dekat" sangkal Cantika
"Oh ya? Bukankah semalam suamimu tidak pulang?"
Deg
Jantung Cantika berdetak kencang. Kini, wajahnya mulai memerah, darimana Dara tahu hal ini?
"Jangan mengarang cerita. Semalam Ibra bersamaku!"
"Haha. Kau mungkin bisa membohongi dunia. Tapi kau tidak akan bisa membohongi seorang Dara"
"Sudahlah! Apa pentingnya hal ini dibahas? Tujuanku datang hanya untuk memutus kerja sama Artha Raya dan Seruni Grub!"
"Bagaimana kalau aku katakan jika semalam, Ibra ada di tempatku"
"Tidak mungkin!".
"Apa yang tidak mungkin?" tanya Dara santai, "Jika dirumah, Ibra tak menemukan ketenangan. Dia pasti akan mencarinya diluar"
Lagi - lagi kalimat Dara berhasil membuat detak jantung Cantika berdetak kencang
"Kau memang istrinya, tapi aku pemilik hatinya!"
Terpaksa harus memendam cintanya pada Dara seumur hidupnya karena klo dipaksa pun mesti mereka ngga akan bahagia terutama Dara.. klo mengingat ancaman papanya Ibra.. pak Indra yang memang menaruh dendam pada keluarga opa Brama
Bisa dibilang Ibra melepas Dara demi kebahagiaan Dara dan Dara juga keluarganya ngga pernah tau pengorbanan Ibra itu
Yang mereka tau cumaa.. Ibra menghianati Dara dan menikah dengan Cantika tanpa tau apa cerita sebenarnya dibalik itu!
Bersyukur juga endingnya Ibra ketemu Silvi yang meski awalnya punya niat jahat tapi akhirnya tulus sama Ibra dan papanya meskii.. Silvi ngga akan bisa ngasi keturunan buat Ibra!
Hm.. #miris 🤔🥲