NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Brondong

Terjebak Cinta Brondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:521.6k
Nilai: 5
Nama Author: bintun arief

"Cinta bisa membuat sesorang menjadi lebih baik dalam hidupnya. Namun juga sebaliknya cinta dapat membuat seseorang menjadi lebih buruk dan berdampak negatif bagi dirinya juga bagi orang yang dicintainya." (Plato)

Cinta adalah anugrah dari yang kuasa, tak ada yang bisa menghindar dari kehendak-Nya. Tuhan tidak pernah keliru memberikan anugerah cinta kepada hamba-Nya, karena sebuah cinta yang datang itu pasti ada makna dan alasannya.

"Cinta sejati itu memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai." (BJ. Habibie)

Sangat banyak kata-kata bijak tentang cinta, tapi tak satupun membuat gadis ini percaya tentang cinta. Keretakan rumah tangga orang tuanya membuatnya tak percaya dengan cinta. Perceraian orang tuanya membuatnya takut untuk jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bintun arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Setumpuk nasi uduk dengan beberapa helai daun kemangi dan bawang goreng diatasnya, serta satu piring potongan ayam yang tak berbentuk karena mungkin terlampau emosi menggepreknya sudah tersaji diatas meja, siap disantap. Tak ketinggalan sebotol kecap manis permintaan perempuan yang sudah merasa sangat lapar itu.

Laki-laki di sebelahnya juga sudah siap melahap menu yang sama, hanya saja bulir biji cabai yang tak begitu hancur menghias diatas ayam miliknya.

"Tunggu apa lagi? ayo makan!" ucap laki-laki berkacamata tersebut mencuci tangannya kemudian mulai melahap hidangan yang sudah tersaji dihadapan mereka, mulut laki-laki itu komat-kamit sejenak melafalkan doa.

"Duluan saja, minumnya belum ada!" ucap gadis berambut sebahu itu. Jilbab yang dikenakannya bertengger di bahunya.

"Nanti kan datang, mereka masih sibuk melayani pelanggan lain. Lihatlah, ini jam makan siang, yang haus dan lapar bukan hanya kita!" ungkap Adzka, menatap

sekeliling tempat mereka makan yang memang sangat ramai.

"Iya, tapi aku tak bisa makan kalau tidak ada minum disebelahku!" Juna beranjak dari tempat duduknya, mendatangi salah satu pelayan yang baru saja mengambil nampan berisi makanan di dapur mereka.

"Maaf bang, dimana tempat air putih kalian? biar saya ambil sendiri!" ucap Juna menatap pramusaji itu ketus.

"Maaf, kak! Nanti biar saya antar!" ucap pramusaji itu merasa tak enak hati.

"Tidak apa-apa! saya maklum kok." Juna melangkahkan kakinya menuju dapur, sesaat setelah perempuan yang memakai apron diseberangnya menanyakan 'ada apa' dengan ramah.

Juna menghampiri Adzka dengan dua gelas kosong dan satu ceret kecil berisi air putih. Sementara laki-laki itu masih memakan sisa ayam di piringnya dengan menyiramkan kecap manis diatasnya. Sedangkan nasi di piring satunya telah habis berpindah tempat kedalam perutnya.

"Astaga! kemana perginya sambal-sambal itu, Dek?" ucap Juna spontan begitu melihat deretan sambal yang begitu banyak menghias diatas ayam tadi, saat ini sudah berubah menjadi hitam pekatnya kecap manis.

"Siapa yang kau panggil adek? enak saja! berasa sudah tua ya?" ucap Adzka ketus tanpa melihat kearah Juna.

"Ya, kau lah! aku sudah mengingatmu! Kau kan mahasiswa kedokteran yang masih umur belasan tahun itu! kata orang-orang, seharusnya kau masih SMA, tapi karena kau ikut kelas ... apa itu namanya, aku lupa! makanya diusiamu yang masih muda, kau sudah jadi Dokter!" ucap Juna, sedari tadi saat dia menunggu Adzka sholat di masjid kampus, dia terus memikirkan dari mana laki-laki itu tau, kalau dia dulu pernah bekerja di perpustakaan kampusnya. Ditambah lagi, perkataan Papanya yang mengatakan mereka kuliah dikampus yang sama.

"Akselerasi!" ucap Adzka sambil mengunyah satu-satunya timun yang masih tersisa.

"Yah apa lah itu! aku tak perduli! Bismillah." Juna meminum beberapa teguk air, lalu kemudian menyuap nasi dan disusul ayam yang di cocol kedalam bowl kecil berisi kecap manis.

"Jadi kau sudah mengingat ku, Juna?" tanya Adzka begitu kesenangan.

"Ingat apa? kata-katamu seolah-olah kita pernah berteman saja dan aku terkena amnesia!" omel Juna yang kembali meminum beberapa teguk air.

"Kenapa kau makan seperti itu? makan sambil minum itu akan membuat perutmu kembung!" Adzka merasa aneh melihat cara makan perempuan disampingnya itu.

"Aku sudah begini sejak dulu! kalau tidak pakai air, rasanya yang kumakan semua tersangkut dileherku! kau tenang saja dokter. Perutku tidak akan kembung! yang kembung itu ikan, bukan Juna!" Juna menyeringai, kemudian menghabiskan sisa makanannya.

"Yassalam, orang bicara serius, malah becanda!" ucap dokter muda itu.

\=\=\=\=

Laki-laki dengan jaket denim dan topi hitamnya mengetik pesan singkat di telepon selulernya, sesaat setelah komandannya kembali masuk kedalam ruangan pertemuan para petinggi polisi tersebut.

Beberapa saat kemudian notifikasi hapenya berdering. Tawanya seketika pecah membaca balasan pesan dari seseorang.

"Dasar kau! memang itu maumu kan!" ucapnya memasukkan kembali benda pintar miliknya kedalam saku jaketnya, kemudian berjalan ke kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.

Matanya membulat seketika melihat sosok perempuan yang dikenalnya, sedang duduk menikmati segelas jus di hadapannya.

"Ngapain disini dok?" sapa Zuan kepada gadis berjilbab tersebut.

"Hei, bang Zuan disini juga!" ucap perempuan yang disapa 'dok' oleh Zuan tadi.

"Lagi nungguin Ayah, Bang!" ucapnya lagi. Zuan mengangguk paham, sejenak dia lupa. Dewi adalah anak dari kepala polisi di salah satu kota kecil di Provinsi mereka.

"Abang duduk disini, ya!" Zuan menarik kursi kosong di seberang meja Dewi, bahkan sebelum perempuan itu menjawab 'ya'.

"Bu!" panggil Zuan, tangannya melambai kepada seorang wanita paruh baya yang baru saja mengambil mangkuk dan gelas kotor di meja lain.

"Iya, Pak! mau pesan apa!" ucap perempuan itu membungkukkan badannya, sebelumnya meletakkan mangkuk dan gelas yang kotor tadi ke meja sebelah mereka yang kosong.

"Saya pesan nasi soto dan es timun serut gak pakai gula satu!" Zuan meletakkan buku menu itu kembali keatas meja.

"Baik, Pak! tunggu sebentar ya!" ucap perempuan paruh baya itu.

Tak berapa lama, pesanan Polisi muda itu sudah sampai kemejanya. Zuan mengucapkan terimakasih, lalu mengambil jeruk nipis yang ada di piring kecil yang bersanding dengan sambal cabe berwarna hijau.

"Dewi makan lagi, Yok. Sini kita sepiring berdua!" ajak Zuan, menatap perempuan yang begitu menginginkan adiknya tersebut.

"Hah ... abang bisa aja! Dewi sudah kenyang." ucapnya, bukan hal aneh baginya mendengar candaan Zuan. Dewi dan keluarga dokter Fatmala sudah sangat dekat, kecuali dengan Adzka. Adzka selalu cuek kepadanya.

"Adzka apa kabarnya, Bang?" tanya Dewi tanpa merasa malu.

"Alhamdulullah, saat ini masih baik. Bahkan sangat baik!" jawab Zuan penuh arti. "Bagaimana tidak baik, dia sedang bersama pujaan hatinya!" ucap Zuan dalam hati. Tak mungkin dia mengatakan hal itu kepada gadis di hadapannya, bisa-bisa perempuan itu terkena serangan jantung, pikirnya.

"Hari ini, dia berangkat ke Eropa!" ucap Zuan.

"Gak terasa ya, Bang! sudah sepuluh hari Adzka disini. Pasti, lama lagi dia bisa pulang ke Indonesia kan, Bang!" wajah sedih Dewi tak bisa disembunyikannya.

"Tadinya, aku ingin menghabiskan waktu ku bersama Adzka barang beberapa hari. Aku merindukannya, tapi dia tetap saja tidak menganggapku! sampai kapan aku terus mengharapkannya! sekarang malah dia akan pergi lagi dan kembali lagi kesini dalam waktu yang lama!" rintih Dewi dalam hatinya. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu, mengingat wajah Adzka yang tanpa senyuman saat bersamanya.

Empat tahun mereka bersama dalam kelas Akselerasi, membuat benih cinta di hati Dewi semakin tumbuh menjadi besar. Adzka laki-laki yang pengertian, ramah dan sangat mengayomi. Dia tampak lebih dewasa dari umurnya. Tapi setelah dia mengetahui perasaan perempuan itu, Adzka berubah seketika. Yang tadinya ramah dan penuh senyum kini menjadi cuek dan tak mau lagi tersenyum kepada gadis itu.

"Kalau saja aku dulu tak mengatakan perasaanku kepadanya, mungkin kami akan tetap berteman seperti dulu!" Dewi mengingat kenangan nya beberapa tahun yang lalu.

Flashback On

"Ka, kau mau melanjutkan kemana?" Perempuan dengan jilbab putih membuka pembicaraan, saat melihat Adzka sudah menutup kotak bekal makanannya.

"Ke Makassar!" ucap Adzka setelah selesai merapikan tasnya.

"Kenapa jauh sekali! aku bagaimana?" ucap perempuan cantik itu.

"Kenapa denganmu?" Adkza menautkan kedua alisnya.

"Aku ... aku! aku tak mau kehilangan mu Adzka! aku menyukaimu!" ucap Dewi malu-malu, wajahnya tertunduk menyembunyikan pipinya yang terasa panas.

"Apa! kau itu sudah ku anggap saudaraku sendiri! bagaimana bisa kau suka padaku!" ucap Adzka tak ramah. Meninggalkan Dewi terduduk sendirian di pendopo sekolah. Adzka berjalan kembali menuju kelasnya, menendang semua benda yang menghalangi jalannya.

Flashback Off

\=\=\=\=

"Kata pak Rudi, Pertemuan beliau masih lama, kalian duluan saja ke bandara! Nanti kami menyusul. Kata pak Rudi titip Juna!" Adzka membaca pesan singkat yang dikirim dari saudara laki-lakinya itu. Dengan sigap jari-jarinya menari diatas layar hapenya yang lebar.

"Siap, Dan! Semoga selesainya lama!" balas Adzka dengan emoticon tersenyum lebar.

1
Lies Atikah
kadang kamu terlalu angkuh so iye serasa di butuh kan jtuh nya nyebelin merasa paling cantik meuni geuleuh
Lies Atikah
suka thor lanjuuuùuuut
Sulaiman Efendy
BERARTI 11-12,, MAKANYA JODOH, CMA JUNA TRLALU GENGSI MNGATAKN CINTA MA ADZKA, HNY DITUNJUKIN LEWAT CEMBURUNYA, SDGKN ADZKA TERANG2N MNGATAKN CINTANYA, DN SIFAT POSSESIFNYA
Bintun Arief: perempuan kan gitu, Pak. gengsi gengsi 🤣🤣
makasi sudah baca ya pak 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
UNBOXING JUGA AKHIRNYA...
KNP SIH JUNA MSH GK PERCAYA CINTANYA ADZKA MA DY...
SECARA DY SNDIRI SDH TAU HNY KPD DY CINTA PERTAMA ADZKA , DN ADZKA TDK PRNH MNGISI HATINYA BUAT WANITA LAIN, KCUALI DY, JDI KNP MSH RAGU, HINGGA GK MAU DISENTUH SUAMI HINGGA NGAKU SDG HAID..
SAAT U TINGGALKN ADZKA, LO MSH BSA DKT MA MARCHELL MNTAN LO, SDGKN ADZKA TTP SETIA MNCINTAI LO, BETAPA SAKITNYA PERJUANGN ADZKA MNCINTAI LO, MAKANYA DY WAJAR POSSESIF.. KRN DY TAKUT KHILANGAN LO..
Bintun Arief: untuk anak yg brokenhome pasti akan sulit memoercayai cinta, Pak. bahkan walau bukti nyata sudah didepan mata 😁
total 2 replies
Sulaiman Efendy
SKRG BNYAKIN EPISODE JUNA & ADZKA THOR...
Sulaiman Efendy
GITU CELL... JGN MNCINTAI WANITA YG HATINYA MSH TRPAUT DN TRIKAT DGN SSEORANG... BUAT APA HNY BSA MMILIKI TUBUH SESEORANG, TPI TK BSA MMILIKI HATINYA..
Sulaiman Efendy
UDH HMPIR STENGAH EPISODE, HNY BBRP EPISODE YG CERITAKN ADZKA & JUNA, PALIG MALAS BCA JUNA & MARCELL,, BLM LGI SI INDAH...
Sulaiman Efendy
KLO INDAH & ADZKA MNIKAH APA ADA JAMINAN KLO INDAH TDK AKAN MNJALIN HUBUNGN DGN PRAMONO,, INDAH INI TYPE2 WANITA SERAKAH.. TYPE2 TUKANG SELIKGKUH
Sulaiman Efendy
SEMOGA KETAUAN SI FATMA BODOH TTG INDAH YG UDH TUNANGAN MA PRAMONO, SMOGA KTAUANNYA PAS PELUK2N
Sulaiman Efendy
UDH TUNANGAN, MSH SJA MAU DPETIN ADZKA, NAMA INDAH, TPI KLAKUAN GK SPRTI NAMA
Bintun Arief: sabar pak sabar 😁
total 1 replies
Sulaiman Efendy
AHHHH KNP JUNA MLH MSU TRIMA LAMARAN NARCHEL, TK ADAKH SDIKITPUN ADZKA DI HATINYA, BARU SAJA ADZKA PULANG
Sulaiman Efendy
IKUT NYERI ATIKU BACA KATA2 ADZKA,, CINTANYA GK KSAMPAIAN KRN KE EGOISAN MAMANYA, ISMI SDH BAHAGIA, DGN PILIHANNYA, ZUAN JG DGN DEWI SDH MNIKAH. GILIRAN CINTA TRHADANG ONAK & DURI..
Sulaiman Efendy
LAMA SEKALI CERITANYA MNUJU ADZKA & JUNA...
Sulaiman Efendy
TERLALU LAMBAN CERITA JUNA MA ADZKA,, CERITA GK SESUAI JUDUL, KPN JUNA NYA AKN TRPERANGKAP CINTA BRONDONG, TRUS TOKOH ADZKA LMAH, KYK GK ADA SMANGAT MMPRJUANGKN CINTANYA MA JUNA.. GK BRANI BRONTAK KE IBUNYA
Bintun Arief: kalau ceritanya cepat mungkin bkn novel namanya, Pak. Tapi cerpen 🙏 mungkin karya saya saja yg nggak nyampek seratus episode lebih, yg lain2 ada bahkan yg sampai 400an tpi tetap menarik.
terimakasih ktitiknya, Pak. Saya masih terus belajar agar bisa membuat karya yang lebih baik 😊🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PARAH JG NI DOKTER FATMA..
GK MIKIR KBHAGIAAN ANAK..
Sulaiman Efendy
BISA BALIKAN KE MARCEL YG BEDA AGAMA NI SI JUNA..
Bintun Arief: enggak, Pak. Marchel nggak beda agama kok. hanya saya nggak cerita kesana karna nggak terlalu religius keluarganya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
BAGUS LH JUN, LO KAN MUSLIMAH , JGNKN CIUMAN. PACARAN SJA DI HARAMKN SEBELUM MNIKAH, YG HALAL ITU PACARAN STELAH MNIKAH..
APALAGI MARCEL DISEBUTKN TURUNAN MANADO DN TIONG HOA, GK DIJELASKN OTHOR KYAKINANNYA APA....
DN LO SBAGAI MUSLIMAH. JGN LH BRHUBUMGN BEDA KYAKINAN DGN LO..
Bintun Arief: iya, pak. aman pak 😊
total 1 replies
Sulaiman Efendy
DEWI2, NGAPAIN LO NGARAPIN ADZKA YG GK ADA RESPECT MA LO, TU ADA BG ZUAN POLISI MUDA YG GAGAH DN JUGA GANTENG..
Bintun Arief: buta dia pak, namanya cinta heheh
terimakasih sudah baca dan like 😊🙏
total 1 replies
Humanoid
Aduhh.. kirain yang putih2 itu karena ada "penampakan" di rumah baru mereka..
Bintun Arief: wkwkwkwkw, juna masih nggak kenal mukena bali ini, masih polosan putih
total 1 replies
🌹🪴eiv🪴🌹
saya syukak

terimakasih untuk tulisan indah mu thor 💜💜🌹🌹🌹🌹🌹🌹
🌹🪴eiv🪴🌹: saya sih pasukan baca yg udah end,, SE viral apapun kalo belom end belom tak baca 🤣🤣🤣🤣

nggak kuat kalo nunggu up yg lagi on going maaf ya thor 💜
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!