Kaileya telah susah payah bangkit dari keterpurukan masa lalu, kini berhasil membangun kariernya. Namun, sekarang dia dihadapkan dengan pilihan sulit. Dirinya harus memilih antara karier atau buah hati karena atas desakan agensinya.
Bagaimana caranya ia harus bisa memilih antara dua pilihan yang begitu sulit?
Ditengah perjuangan melawan semua tantangan. Justin Killer seorang laki-laki dari masa lalu yang kehadirannya tak pernah diinginkan, kini kembali ke dalam hidupnya. Dia mencoba masuk untuk menjadi bagian di antara Kaileya dan kedua anaknya.
Lantas, langkah apa yang harus Kaileya ambil? Apakah dia akan meninggalkan kariernya? Ataukah dia akan meninggalkan buah hatinya demi mempertahankan karier?
Lalu, apakah kehadiran Justin akan diterima kembali oleh Kaileya atau malah sebaliknya?
Tolong Dibaca Setiap Bab Baru Update, ya!
Jangan ditabung. Don't be silent readers 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sisakata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Kedatangan Seorang Pria
Begitu acara pemotretan selesai, Kaileya langsung memilih untuk segera pulang dan tak ingin berlama-lama lagi berada di sana. Kejadian ciuman yang tak disengaja tadi benar-benar sangat memalukan Kaileya. Bagaimana tidak malu, jika kejadian itu terlihat jelas oleh hampir semua karyawan yang sedang bertugas.
Kini keduanya sedang berjalan memasuki unit apartemen milik Kaileya. Wanita itu pulang dengan perasaan yang marah, kesal dan geram dengan tingkah Justin.
“Kamu bisa gak, sih, gak usah ganggu aku!” geram Kaileya pada Justin yang berjalan di belakangnya.
Justin terus mengikuti langkah Kaileya tanpa rasa bersalah sedikitpun atas kekesalan dan rasa malu wanita itu.
“Kenapa kamu pake datang ke perusahaan segala? Kamu demen banget bikin aku kesel, tau, ga!” Kaileya tidak berhenti mengomeli Justin.
Sementara yang diomeli oleh Kaileya hanya bisa terkekeh senang sambil memandangi wajah istrinya yang bertambah cantik berkali-kali lipat ketika sedang marah seperti ini.
“Marah aja terus aku gapapa, kok. Soalnya kamu makin cantik kalau lagi marah gini,” gombal Justin semakin membuat Kaileya naik darah.
“Gila, ya! Mending kamu pulang ke rumah kamu aja, deh. Jangan ikut aku pulang ke sini,” usir Kaileya menatap sinis Justin karena laki-laki itu ikut pulang bersamanya ke apartemen miliknya.
Ucapan Kaileya bagaikan angin lalu di telinga Justin. Laki-laki yang sedang duduk bersandarkan sofa itu tidak menggubris perkataan sang istri, karena ia tahu jika Kaileya hanya sedang kesal saja dengan keusilannya.
“Mommy …!” pekik dua bocah kembar dari arah kamar menuju sang mommy mereka.
Kaileya yang ingin melanjutkan kalimatnya kepada Justin, langsung ia urungkan saat kedua buah hatinya datang menghampirinya.
“Hai, Sayangnya Mommy. Gimana sekolahnya hari ini, happy?” tanya Kaileya kembali menyapa kedua anaknya.
Kaileya membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan tinggi si kembar yang hanya sebatas paha wanita cantik itu.
“Seru banget, Mom,” balas Liam dan Lyka sambil kemudian memeluk erat leher Kaileya dan tidak lupa kedua anak itu mencium kedua pipi sang mommy.
Kaileya mengajak duduk kedua anaknya di sofa ruangan tersebut. Raut wajah yang tadinya penuh dengan kekesalan, kini langsung berubah penuh senyuman. Itu semua karena Kaileya sudah melihat penawar hatinya, yang tak lain adalah dua anak kembarnya.
“Sini sama Daddy,” panggil Justin sambil membuka lebar kedua tangannya siap menyambut pelukan anaknya.
Liam dan Lyka merasa terpanggil oleh laki-laki yang baru kemarin menikah dengan mommy mereka. Kedua serempak mengalihkan pandangan melihat ke arah sang mommy untuk meminta persetujuan wanita itu.
Kaileya mengangguk dan tersenyum manis. “Sana dipanggil sama Daddy.”
Kedua anak itu merekahkan senyumannya dan berjalan bersama menuju laki-laki yang dipanggilkan Daddy oleh mommy mereka. Setelah sekian lama mendambakan seorang ayah, akhirnya mereka bisa memeluk sosok itu.
“Daddy, ke mana saja?” Lyka mulai memberi pertanyaan pada daddy-nya.
“Daddy pergi bekerja, Sayang,” jawab Justin sambil mengusap lembut kepala anak perempuannya.
“Kenapa Daddy baru datang?” Liam ikut bertanya pada Justin.
Justin tersenyum senang mendengar rentetan pertanyaan dari kedua anak yang berusia lima tahun tersebut. Ternyata sebegini bahagia saat pulang kerja disambut dengan celotehan ceria seorang anak.
“Yang penting sekarang Daddy udah bersama kalian, kan?” Justin menyahuti pertanyaan Liam dan langsung diangguki oleh anak tersebut.
Liam dan Lyka tertawa terbahak-bahak ketika Justin menggelitik badan mereka. Kedua anak itu puas tertawa dengan seseorang yang setelah ini akan mereka panggilkan sebagai daddy-nya.
Kaileya melihat anaknya yang tertawa sambil bercanda dengan Justin—seorang laki-laki yang mendadak menjadi suaminya, membuat Kaileya juga merasa ikut senang akan kebahagiaan kedua buah hatinya.
Kemudian Kaileya bangkit dari duduknya dan beranjak menuju kamar. Wanita itu ingin membersihkan diri dan sekalian menggantikan pakaian yang digunakan bekerja tadi.
Di dalam kamar mandi, wanita cantik itu berada di bawah guyuran shower. Pikiran Kaileya tidak henti-hentinya memikirkan semua langkah yang telah ia ambil. Dirinya tidak menyangka jika ini semua terjadi begitu saja tanpa direncanakan. Hanya karena ingin mempertahankan karirnya, Kaileya harus terpaksa menjalin pernikahan dengan seseorang yang sangat ia hindari pertemuannya dengan laki-laki tersebut. Entah bagaimana nasib pernikahan sakral ini nantinya. Apakah akan terus berlanjut hingga akhir hayat? Atau pun kandas di pertengahan jalan.
Setelah selesai dengan semua kepentingannya di dalam kamar. Wanita itu kembali lagi menghampiri buah hatinya yang berada di ruang tamu bersama Justin–suaminya.
“Seru banget, sih, Sayang,” celetuk Kaileya pada buah hatinya yang masih sesekali tertawa ketika Justin ganggu.
“Iya, Sayang. Seru banget ini.”
Tanpa dibilang pun, kalian sudah mengetahui siapa yang menyahuti Kaileya. Siapa lagi kalau bukan Justin—pria dengan segala keusilannya yang hanya ia tampakkan ketika bersama Kaileya semata.
“Bukan kamu yang aku sapa!” Kaileya langsung menatap sinis Justin yang baru saja memanggilnya dengan sebutan sayang.
Kaileya terheran, ia rasa laki-laki itu sangat ingin diperhatikan olehnya, bahkan ketika dirinya menyapa si kembar, tetap malah dia yang menyahutinya.
“Aku, kan, juga mau disapa istri,” balas laki-laki itu dengan santai.
Justin tidak peduli jika di sana masih ada Liam, Lyka dan juga Sara yang sedang membereskan mainan si kembar.
Kaileya menghela napas berat. Wanita itu tidak berniat untuk membalas lagi apapun yang keluar dari mulut suaminya itu. Jika dirinya masih terus membalas, maka semakin banyak gombalan receh yang akan dikeluarkan oleh pria tersebut.
Ting tong …!
Suara bel menggema menyentuh gendang telinga mereka. Kaileya langsung menegakkan tubuhnya ketika mendengar suara bel unit apartemennya berbunyi, pertanda ada seseorang yang tiba. Wanita itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama untuk melihat siapa gerangan yang datang di sore hari begini.a
Kaileya membuka pintu dan di sana sudah ada seorang pria tampan dan bertubuh tegap yang melambaikan tangannya kepada Kaileya.
“Hai, Kaileya,” sapanya.
“Oh, hai … ternyata kamu, Kevin. Tadinya aku kira siapa,” balas Kaileya ketika sudah mengetahui siapa sosok penekanan bel apartemennya.
Kaileya berpelukan dengan pria yang dipanggil Kevin olehnya. Tak lupa kedua saling cium pipi kanan dan cium pipi kiri.
Kaileya mempersilakan Kevin untuk masuk ke dalam. Keduanya jalan beriringan menuju ruang tamu.
Justin melihat istrinya datang dengan seorang pria yang tampan, tapi tetap lebih tampan dirinya, membuat ia langsung berdiri di tempat. Mendadak suasana hati Justin panas melihat istrinya berjalan begitu dekat dengan laki-laki tersebut. Ia tidak akan membiarkan satu orang pun menyingkirkan dirinya di hidup Kaileya-nya.
“Hai, Bro,” sapa Kevin dan mengulurkan tangannya ketika sudah berdiri di hadapan Justin.
Bukannya membalas uluran tangan lawan bicara. Justin malah menatap Kaileya dengan tatapan penuh tanya.
“Siapa dia, Kailey?”