NovelToon NovelToon
Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Beda Usia
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Meylani Putri Putti

Terlahir di tempat menjijikan, melihat sang ibu menjajakan cintanya pada pria hidung setiap hari membuat Livia muak, ia pun nekat kabur melarikan diri. Hingga bekerja di sebuah perusahaan dan bertemu dengan seorang pria baik hati yaitu seorang CEO tampan penuh karisma dengan usia yang juga cukup matang bernama Olivier.


Mereka menjalin hubungan cinta, hingga suatu saat sang CEO melamar gadis itu. Namun ketika datang menemui Revita, Oliver kaget sekaget nya, karena ternyata Revita adalah mantan pacarnya dulu.


Revita yang membenci kelahiran Livia, tersenyum penuh kemenangan. Dia setuju saja menerima pernikahan tersebut.


Namun ketika akan melakukan pemberkatan di gereja, ada seseorang yang menghalangi pernikahan Livia dan Oliver.

Kenapa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dejavu

Setelah kesepakatan itu, Oliver membawa Olivia ke sebuah tempat.

Mobil Oliver tiba di depan parkiran sebuah butik terkenal di kota itu .

"Om ngajak aku belanja ya?" tanya Olivia

Nggak ngajak kamu berdansa sahut Oliver dengan nada bercanda

"Ih om bisa aja," dengus Olivia sambil membuka pintu mobilnya.

Mereka keluar dari mobil secara bersamaan kemudian Oliver menghampiri Olivia .

"Ayo kamu gandeng tangan aku, mulai saat ini kamu jangan panggil Om, tapi panggil saja Sayang saja."

"Sayang Om?" Olivia mengulum senyumnya.

"Iya panggil Sayang, kenapa?''

"Kok aku jadi geli ya Om?"

"Geli itu yang bikin nikmat," kata Oliver sambil menaik turunkan alisnya.

Ehm Olivia mencibir.

"Pokoknya kamu nanti di depan orang tua aku harus panggil Aku Sayang, Jangan panggil Om ."

"Iya deh Om."

Olivia dan Oliver berjalan bergandengan tangan menuju butik yang ada di depan mereka.

Oliver dan Olivia memilih-milih pakaian yang akan digunakan untuk makan malam bersama keluarganya.

'Om nanti kalau orang tua Om tanya latar belakang aku, aku harus jawab Bagaimana Om?"

"Bilang aja jika kamu itu mitra bisnis aku. Atau apalah."

"Ha? apa Om Aku kan nggak ngerti kalau mereka tanya-tanya bagaimana."

Ya sudah biar jawaban kita seragam, nanti bikin skenarionya dan saya berikan kepada kamu. Sekarang kamu pilih baju yang mana yang kamu suka.

"Boleh beli banyak Om?" tanya Olivia sambil nyengir.

"Kamu mau saya borong butik ini untuk kamu?"

"Is Om Livia, cuman bercanda kok."

Setelah memilih beberapa pasang gaun Olivia dan olive memutuskan untuk pulang.

Oliver langsung mengantar Olivia pulang kemudian ia pulang ke rumahnya. sekarang Oliver tidak takut lagi pulang lebih awal meski harus bertemu dengan kedua orang tuanya.

Mobil Oliver tiba di depan garasi terasnya.Setelah turun dari mobil, Oliver menghampiri kedua orang tuanya.

Saat itu nyonya Regina dan suaminya sedang menikmati pemandangan di taman yang ada di halaman rumahnya.

Nyonya Regina tentu sangat heran melihat Oliver yang pulang lebih awal dari biasanya.Ia pun berencana membicarakan hal itu nanti saat makan malam.

***

Pukul 07.00 malam Oliver turun di kamarnya dengan bersiul .

Nyonya Regina tuan Gerryl heran melihat Oliver yang terlihat sangat bahagia.

"Selamat malam Mommy, selamat malam Daddy."

Oliver menarik kursi sambil bersiul,kemudian ia duduk dan langsung mengaut nasi dan lauk pauk ke aras piringnya.

"Oh ya Mom, aku sudah bilang sama calon istriku jika Mommy dan Daddy, Ingin bertemu dengannya"

Nyonya Regina menyernyitkan keningnya, kemudian ia memandang ke arah suaminya, yang ternyata juga memandang ke arahnya.

"Jadi kamu sudah punya calon istri selama ini ?"

"Sudah dong."

'Lalu, kenapa kamu tidak perkenalkan calon istri kamu sama Mommy ?"

'Calon istri aku masih kuliah."

Apa Masih kuliah ? Memangnya berapa umurnya ?

"20 tahunan."

"Hah Oliver kamu yang benar saja, jangan-jangan gadis itu cuma mengincar harta kamu saja, gadis zaman sekarang itu, hanya mengincar harta dari calon suaminya. "

"Mommy gimana sih, harus mommy senang, punya calon menantu yang masih muda, yang masih bisa produksi anak yang banyak untuk mommy dan Daddy."

"Ehm, Mommy hanya takut wanita itu hanya memanfaatkan kamu."

"Karena itulah aku takut memperkenalkan calon istriku, pada Mommy. Mommy pasti akan berpikir macam-macam tentang gadis itu."

"Ya sudah, kalau memang kamu yakin dengan gadis pilihan kamu ini. kamu bawa dia bertemu mommy."

"Baiklah mommy, besok malam aku akan perkenalkan Olivia kepada mommy."

"Hah Olivia ?" Nyonya Regina sedikit kaget mendengar nama Olivia.

"Iya namanya Olivia, kenapa?"

"Gak, Kebetulan sekali ya namanya mirip ?"

"Ngomong-ngomong Kamu kenal dia dari mana ?"

Oliver mulai resah, ia belum mempersiapkan jawaban dari pertanyaan Regina itu.

"Waktu pertama bertemu, aku nggak sengaja menabrak dia. Akhirnya kami dekat dan jadian deh."

"Tapi kamu sudah pernah bertemu dengan orang tuanya?"

'Belum sih Mom. Makanya aku nggak berani ngomong sama Mommy.

"Ya sudah besok kamu bawa Olivia bertemu dengan Mommy dan Daddy ."

"Oke mom."

***

Keesokan harinya Olivia di jemput lebih awal oleh Oliver, karena sebelum menemui kedua orang tuanya, Olivia akan di dandan terlebih dahulu. .

Oliver bahkan rela menunggu Olivia di salon selama beberapa jam .

"Duh nek, wajahmu itu cantik banget deh, gak salah lah bos eke pilih kamu sebagai calon istri di antara gadis gadis muda lainnya, kamu tuh beda banget."

Olivia tersenyum."Emangnya om Oliver sering ya bawa gadis lain ke salon ini ?"

"Ya sering, tapi ya gitulah bos Oliver nggak pernah bawa gadis sampai bertemu dengan orang tuanya. Jika bos Oliver membawa kamu, itu berarti kamu adalah pilihan terakhir baginya."

Olivia hanya tersenyum.

"Sudah selesai, Ayo tunjukan pada Oliver jika kau memang pantas jadi kandidat terpilih sebagai calon istrinya Oliver."

Oliver sibuk mengutak-atik laptopnya.

"Tara...!"

Oliver pun melirik ke arah Olivia .

Seketika tatapan mata Oliver terkunci melihat Olivia yang begitu cantik dengan rambut di biarkan tergerai dan bergelombang pada ujungnya, serta dandan minimalis yang justru membuatnya semakin cantik.

Namun, bukan itu yang membuat Oliver terpana. Saat di dandani seperti itu, Oliver teringat akan seseorang dari masa lalunya.

"Om bagaimana penampilan ku?" tanya Olivia seraya memutar tubuhnya.

Seketika Oliver tersadar dari lamunannya.

"Kau sangat cantik," puji Oliver singkat kemudian ia kembali menatap Olivia dan memastikan jika pandangan tidak salah.

"Kalau begitu ayo Om, sudah hampir jam tujuh, berjam-jam duduk membuat aku terasa lapar." Olivia pun mengelus perutnya.

"Ayo kalau begitu kita pergi sekarang."

Olivia menggandeng tangan Oliver karena saat itu ia tengah memakai heels. selain itu, ia mulai membiasakan diri untuk bisa bersikap mesra terhadap Oliver.

Mereka pun menuju rumah kediaman keluarga Gerryl.

Tak sampai setengah jam, mobil yang dikendarai oleh Oliver masuk ke kawasan rumah yang begitu besar dan mewah. Olivia sampai tercengang Melihat rumah yang begitu besar dan mewah yang belum pernah ia lihat sebelumnya .

"Wah rumah om besar sekali Om ."

"Hus! ingat kamu jangan panggil saya Om."

Olivia tersebut nyengir.

"Iya Sayang," kata Olivia .

"Nah gitu."

Oliver memarkir mobilnya tepat di depan teras rumah. Setelah mobil terparkir rapi dan mesin mobil di matikan keduanya keluar secara bersamaan.

Di depan teras rumah mereka sudah bergandengan tangan.

Nyonya Regina yang melihat kedatangan Oliver segera bangkit dari tempat duduknya. Ia sudah tidak sabar melihat calon menantunya.

"Daddy , itu calon istri Oliver sudah datang yuk kita samperin."

Regina mendorong kursi roda suaminya.

"Permisi!" panggil Oliver sambil masuk kedalam rumahnya

Orang tua Oliver tersenyum bahagia melihat kehadiran Olivia. Mereka segera menyambutnya dengan hangat.

Namun seketika senyum itu tertarik dari wajah nyonya Regina ketika mereka melihat wajah Olivia secara jelas.

Nyonya Regina dan tuan Gerryl saling memandang.

'Dia ? kenapa wajahnya tak asing, sepertinya dia mirip dengan seseorang yang begitu aku kenal,' batin nyonya Regina .

Jangan lupa like dan komennya ya.Maaf karena ada sesuatu kendala Autor belum bisa melanjutkan novel squel Autor. 🥰🙈 semoga tidak kecewa ya reader. Karena sast ini pihak pf sudah merubah regulasinya. Ada banyak pertimbangan untuk menerbitkan karya squel. 🙏

.

1
Tutik Lestari Nasa
knp udh ga pernah up novel lagi kak Mel??
Tutik Lestari Nasa: judul apa kak soalnya di ketik nama kakak ga ketemu
total 2 replies
Ibnu Muhammad
bagus juga ini, kak minta saran juga dong komen di novelku
Desy Rs Azuz
Orang yg kamu agung2kan
Lia_Sriwijaya
nyonya regina ayolahhhh buka hatimu, lihat n sadari keadaannya... bahagia kan cucumu
Lia_Sriwijaya
syukurinnnnnnn bastiannn... cari sampe kelibang semuut tuhh nyonya...
Lia_Sriwijaya
Bastian itu jahattttt
Hanum Anindya
sehRusnya sadar tuh mak Lampir eh malah nggak sadar sadar🤦‍♀️
Hanum Anindya
syafakillah kakak😊
Hanum Anindya
alhamdulillah nyonya Regina tahu kalau bastian pelakunya, semoga saja nyonya regina bisa menerima lucan.
Hanum Anindya
yupz pasti bastian yang ketangkap, jangan sampai lubang deh!
Hanum Anindya
kalau mau m🤣lak😡kan sesuatu itu berpikir dulu bastian, kam😡 nggak akan pernah berhasil
Hanum Anindya
adegan apa kak🤔🤣🤦‍♀️
seru!
Hanum Anindya
🤣🤣🤣🤣
aithornya udah nikah belum nih! kalau aku nggak ada ritual mandi setelah akad langsung tanjab gas🤣🤣🤣🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
👑Meylani Putri Putti: hihi gak sabar bgt ya
total 1 replies
Hanum Anindya
laki laki yang baik😍pokoknya idaman banget deh rela melindungi dan menyuruh olive telpon supirnya.
👑Meylani Putri Putti: Alhamdulillah say
total 3 replies
Hanum Anindya
makanya jangan pamer dulu tuh! nggak malu ya 🤣🤣🤣
Hanum Anindya
nyonya Regina egois banget sih! kalau ketemu boleh aku jitak😡
Hanum Anindya
semoga saja Olivia sama lucan saja deh!
Hanum Anindya
agresif banget tuh bastian🤦‍♀️
Desy Rs Azuz
Yeah dikasih tahu cepat gih tlp supir
Desy Rs Azuz
Keluar dari Mobil gih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!