NovelToon NovelToon
The Detective Is My Wife

The Detective Is My Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cerai / Eksplorasi-detektif / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ressa ♡

Andriana sallasya (32) seorang ketua detektif terkenal di New york yang sudah banyak memecahkan kasus pembunuhan yang janggal dan sulit di pecahkan hingga sering kali orang memanggilnya dengan sebutan detektif "G" yang berarti genius. Selain pintar menangani kasus dia juga pintar dalam menyembunyikan identitas nya termasuk masa lalu kelam yang membuat dirinya kini menjadi detektif.

Regan nathaniel (34) seorang pengusaha dan anak sulung dari seorang konglomerat. Ia menjadi sosok tertutup setelah istrinya andriana sallasya meninggalkannya 10 tahun lalu membawa penyesalan dan keterlambatan di hatinya menyadari bahwa dia mencintai andriana.

Sampai akhirnya Andriana mendapatkan tugas untuk ke indonesia dan itulah awal dari semua kasus rahasia terbongkar termasuk jati diri Red sun ax yang selama ini menghantuinya?

pertemuan yang tidak di inginkan Andriana terjadi di sana. Mempertemukan dirinya dengan Regan nathaniel yang masih menyandang status sebagai suaminya.

Dan bagaimana cara Regan untuk menahan Riana agar tetap berada di sisinya? Dengan sifat Riana yang kini sudah berubah 180° dari Riana yang dulu ia kenal.

⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!!

First publish: 29-5-2019

Ikuti kisahnya!
Typo bertebaran.
Cover By Rziyyh_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ressa ♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Sesampainya di Rumah milik Ruby. Riana membersihkan dirinya sedangkan Leon masih tertidur nyenyak di kamar tamu.

"Kau mau coklat hangat?." tanya Ruby

Saat Riana keluar dari kamar mandi.

"Ya boleh." Riana menghampiri Ruby yang sedang membuat susu di dapur.

Riana mendudukan dirinya kursi bar di dapur tersebut. Kemudian dia menyalakan leptopnya untuk membuka Email yang belum terbaca.

Tangannya terhenti saat melihat Email dari orang asing. Karna dia ingin tau apa yang dikirim orang asing tersebut akhirnya dia putuskan untuk membacanya.

*Lama tak berjumpa detektif G. Sepertinya kau sudah mulai berdamai dengan masa lalu mu itu di negara ini dan sepertinya akan jauh lebih mudah bagi ku untuk membunuh mu di negara kelahiran mu ini di bandingkan membunuh rekan mu saat di New york 3 tahun silam...

Salam cinta ku untuk mu dan rekan satu tim mu.. Detektif G

Tertanda

Red sun ax*

Seketika dadanya bergerumuh panas sesaat setelah melihat nama Red sun ax tertulis disana. Tangan Riana terkepal erat di atas meja."Red sun ax, kali ini aku tidak akan membiarkan mu lolos ********." desisnya.

Tepukan di bahu Riana membuat dirinya tersentak keget dan langsung menutup teptop-nya.

"Riana." panggil Ruby

"Apa yang kau lakukan?." tanya Ruby dengan pandangan menyelidik.

Riana menjauhkan leptopnya dari Ruby.

"T-Tidak ada." ucap Riana sambil menerima gelas berisi coklat hangat dari Ruby.

Ruby duduk di samping Riana sambil meneguk coklat hangat miliknya.

"Aku tak yakin. Entah apa tapi kurasa kau sedang menyembunyikan hal yang besar."

Riana memaikan jari tangannya di gelasnya."Mungkin hanya perasaan mu saja."

Ruby mengedikkan bahunya."Bagaimana dengan Leon?" tanya Ruby yang mengganti topik pembicaran.

Riana menyerit bingung."Memang ada apa dengan Leon?"

Ruby menghembuskan nafasnya kasar."Maksud ku apa Leon tidak pernah bertanya dimana ayah nya atau siapa ayahnya?."

Riana tersenyum miris."Leon hanya membutuhkan ku. Dia tidak pernah membutuhkan pria ******** itu."

"Riana! Mau sampai kapan kau  seperti ini, huh.. Leon juga membutuhkan sosok ayah di sampingnya dan lagi mau sampai kapan kau menghindari Regan! Kau fikir aku tidak tau bahwa di bandara tadi kau sempat betemu Regan." bentak Ruby membuat Riana terkejut karna ternyata Ruby tau bahwa dirinya sempat bertemu dengan Regan di bandara.

Riana tersenyum pedih entahlah dia merasa bahwa tugas dia kali ini sepertinya tidak akan mudah karna negara yang sekarang dia berada ini adalah tempat para penghianat sialan di hidupnya ini tinggal.

Ruby menarik Riana agar mengahadap kearahnya."Riana kau tau pasti bagaimana Regan, mungkin memang dia terlambat menyadari bahwa dia mencintai mu tapi kita tidak bisa menutup kemungkinan bahwa dia akan memaksa mu agar tetap tinggal di sisinya" ucap Ruby sambil memegang kedua lengan Riana

Riana memandang Ruby dengan tatapan sulit terbaca.

\-**oOo**\-

"Henry, berikan aku rekaman cctv saat Richard di introgasi oleh detektif han." ucap Riana tiba-tiba hingga membuat Henry tersedak minuman.

"Kau tidak papa?." tanya Ruby kepada Henry di balas anggukan.

Henry mengelap bibirnya."Tapi untuk apa detektif?." tanya Henry dan Harry.

Riana berdecak sebal sambil menjulurkan tangannya meminta flashdisk yang berisikan rekaman cctv tersebut.

"Cepat berikan aku rekamannya!"

Akhirnya Henry memberikan flashdisk itu kepada Riana. Riana memasukan flashdisk itu ke leptop miliknya lalu dia menyetel rekaman cctv saat Richard sedang di introgasi.

"Kenapa kau membunuh perdana menteri Jonh walter?." tanya detektif Han dengan tatapan membunuh.

Richard menundukan kepalanya."Aku tidak tau.."

Detektif Han berdiri dari duduknya lalu menghampiri Richard dan langsung menarik rambutnya."Ku peringati pada mu jangan bermain-main dengan ku! Kau hanya perlu menjawab apa alasan mu membunuh perdana menteri John walter?" ucap detektif Han dengan menekan setiap kalimatnya.

Karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari Richard, detektif Han memukulnya di pipi hingga dia tejatuh.

"Kenapa kau diam hah?! Ayo balas pukulan ku! Buktikan pada ku kalo kau seorang pembunuh!" teriak detektif Han murka lalu memukulnya kembali.

Lalu masuk petugas kepolisian lain untuk menahan detektif Han yang ingin memukul Richard kembali.

"Lepas..ku bilang lepas!" teriak detektif Han di dalam kungkungan petugas.

"Detektif kau tidak boleh memukulnya! lebih baik kau keluar!" kata petugas tersebut, melerai.

Kemudian kedua petugas tersebut menyerit bingung saat detektif tidak lagi berontak justru kini detektif Han sedang fokus menatap Richard.

"Pembunuh.. Pembunuh minuman––wanita..foto." ucap Richard sambil menggigit tangannya membuat kedua petugas itu sedikit was-was.

"Psikopat gila!" ucap Detektif Han sambil menendang kursi dan ingin memukul Richard tapi tak tersampai karna sudah lebih dulu durinya di bawa keluar oleh petugas.

"Apa Hanya itu?." ucap Ruby di angguki Harry dan Henry.

"Ya hanya ini yang aku dapat dari mereka." jawab Henry.

Kini semua mata mengarah pada Riana yang nampak sedang berfikir serius."Aku merasa ada yang aneh."

Ucapan Riana itu membuat mereka bertiga menyerit bingung."Dari mana kau mendapatkan rekamannya?." tanya Riana sambil mengusap bibirnya.

"Captain sandra yang memberikannya pada ku."

Tiba-tiba Riana memajukan dirinya agar lebih dekat melihat rekaman itu.

"Coba setel ulang saat dimana detektif Han bertanya." suruh Riana lalu Henry menyetel kembali rekaman cctv itu.

"Kenapa kau membunuh perdana menteri Jonh walter?." tanya detektif Han.

"Stop! Ulang kembali sebelum detektif Han masuk untuk mengintrogasinya." ucap Riana lalu Henry memutar ulang sebulum detektif Han masuk kedalam ruang introgasi.

Kini terlihat Richard sedang sendiri di dalam ruangan tersebut nampak pria itu diam sambil tekadang memainkan tangan dan menggigit jarinya.

"Keraskan suaranya." Henry mengeraskan suaranya hingga full.

"Bunga..pembunuh..foto..darah..wanita..minuman..bunga..pembunuh. foto..darah..minuman." ucap Richard sambil menggigit jarinya.

"Ada apa dengan pria itu?." ucap Ruby yang bingung saat rekaman itu kembali di hentikan.

Harry dan Henry menatap bersamaan ke Riana seolah mereka menyetujui keanehan ini."Ini aneh detektif." ucap keduanya.

"Apa maksudnya dari bunga,pembunuh,darah,wanita,minuman,dan foto?." tanya Harry membuat Riana mengingat sesuatu.

"Itu permainan kata-kata." ucap Riana membuat semuanya bingung.

"Maksud mu?." tanya Ruby.

"Sebentar sebelum kita melanjutkan pembicaraan ini, bukankah ada baiknya ini menjadi privasi kita bertiga." sela Henry sambil melirik ke arah Ruby tak enak.

"Ah ya. Aku lupa mengatakannya pada kalian bahwa teman ku ini Ruby adalah seorang polisi." ucap Riana membuat Ruby menghela nafas berat.

Henry jadi merasa tak enak dengan ucapannya yang tadi akhirnya meminta maaf."Not problem." balas Ruby.

"Jadi bisa kau lanjutkan." ucap Ruby.

Riana mengarahkan telunjuknya ke arah Richard."Perhatikan tanganya. Dia selalu menggigit dan terkadang dia menundukan kepalanya saat di tanya oleh detektif Han seakan-akan dia tidak mau terjadi kontak mata. Menurut ku dia mengidap sindrom asperger."

"Tapi itu tidak mungkin"

"Mungkin saja. Penderita asperger akan sangat sulit jika berbicara dan kontak mata secara langsung dengan lawan bicaranya dan Richard juga terlihat kurang peka dengan keadaanya saat dirinya di introgasi dan di pukul oleh detektif Han."

Ketiga orang tersebut nampak tak percaya dengan yang di katakan Riana."Tapi dari informasi yang kita dapat tentang dirinya tidak ada yang mengatakan dia memilik sindrom tersebut." ucap Harry.

Riana tersenyum sinis saar sekelebat bayangan hadir."Ingat. Orang kaya bisa lebih kejam di bandingkan kepolisian" Ucapan Riana membuat Harry dan Henry semakin bingung.

"Maksud mu ada seseorang yang menyogok kepolisian untuk memanipulasi informasi mengenainya." suhut Ruby di anguki Riana dengan senyuman mengembang.

"Berati ada seseorang yang menjebaknya." sahut Henry

"Lalu jika bukan dia pembunuh perdana menteri, siapa pembunuh sebenarnya?." ucap Harry .

Riana yang mendengar pertanyaan Harry hanya tersenyum misterius."Aku sedikit takut jika kau sudah memberikan senyum itu antara kau sudah tau atau kau ingin memukul seseorang." ucap Ruby.

"Mak–—" ucapan Henry terpotong oleh bunyi ketukan pintu.

Tok.. Tok..

"Biar aku yang buka." kata Riana.

Riana berjalan kedepan dengan di ikuti Ruby yang merasa perasaannya tak enak dan benar saja saat pintu terbuka terlihatlah pria yang benar-benar di benci sahabatnya itu.

Tubuh Riana menegang kaku saat melihat pria di depannya.

"Kau..." lirih Riana, menatap sengit.

"Long time no see baby." ucap pria itu dengan seringai yang tercetak jelas di bibirnya.

TBC.

1
xndermalfoyyyy
/Doge/
Caramel
Novel ini sangat bagus!! Dari segi penulisan, alur, dan lainnya sangat menarik!!
Manda Citra Yusud
udah selingkuh mau balik lagi?, geram aku.

tapi karna cerita aku, aku smpai donwlod aplikasi ini, cuman mau baca lanjutannya aja🤣
Manda Citra Yusud
akhirnya ketemu lanjutanya, Riana terlalu berfikir positif yah, terlalu berfikir positif sampai di manfaatkan
ariess99
lumayan bagusss iniiii
lafingga
ceritanya mantap👍👍👍👍
Tri luchi
luar biasa
Hafiz Raditya
ini novel bagus banget. apalagi kalo pake soundtrack Menanti-JKT48
kerasa parah feel-nya
Hafiz Raditya
Luar biasa
Hafiz Raditya
thanks udh jadi bahan literasi
Ririn Nursisminingsih
kereen thor
Maya Ratnasari
rearrange better thor, than restart
Maya Ratnasari
he always loves you.

kalo ada kata kerja nya yaitu: love, maka He nya ngga pake is, karena love nya jadi loves.
Maya Ratnasari
meregang nyawa thor, bukan merenggang nyawa
Maya Ratnasari
loudspeaker
Maya Ratnasari
bastard thor, bukan bastrad
Maya Ratnasari
kembaran nya regan lah. jadi mereka ada keturunan kembar itu ya dari garis regan.
Maya Ratnasari
mendongak thor, bukan mendongkak
Maya Ratnasari
mungkin maksudnya kakak author dari kata "menyerit" adalah "mengernyit" ya?

mengernyitkan dahi.

kalo mengernyitkan dahi ada di KBBI
Maya Ratnasari
thor, kata "menyerit" itu artinya apa si?
saya baca di kamus besar bahasa Indonesia, menyerit artinya menyisir rambut dgn serit (serit itu sisir kutu rambut)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!