Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.
"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.
Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LS bab 6
Selama dua hari ini, nyatanya Kevin pun tidak berada di rumahnya. Ia memilih menginap di rumah Yuda, dan seperti biasanya selama dua malam ini dirinya dan juga teman-teman satu gengnya melakukan balapan liar yang nilai taruhannya sangat fantastik.
"Kevin ingat nanti malam Raka menantang kita untuk balapan." Farel mengingatkan agar Kevin tidak lupa tentang taruhan balapan liar.
"Aku ingat." Jawab Kevin dengan singkat, sambil melanjutkan menghisap batang rokoknya yang sudah sangat membuat dirinya begitu candu.
"Kevin, kau tidak rindu dengan orang tuamu? Maksudku, tidak ada niat sedikitpun untuk mengusirmu hanya saja..." Yuda memilih tidak melanjutkan ucapannya kala Kevin menatapnya dengan tatapan yang tajam. Yah, saat ini memang Kevin memilih menginap di rumah Yuda, agar bisa sejenak melupakan tentang status dirinya yang sudah menjadi kepala keluarga. "Sorry." Lanjur Yuda, sambil membuka buku pelajarannya dan tidak ingin lagu berurusan dengan Kevin, apalagi jika mengenai orang tua. Entah kenapa Kevin selalu saja marah dan tidak suka jika mereka membahasnya.
"Kevin taruhan kali ini lima puluh juta. Kau yakin?" Tanya Farel sekali lagi, memastikan jika Kevin akan ikut dalam balapan liar itu.
"Apa kau meragukan keuangan ku?" Jawab Kevin dengan sebuah pertanyaan.
"Tidak! Aku tahu kau sangat kaya raya." Jawab Farel dengan cepat.
Ya, siapa yang tidak mengenal Kevin Mahendra. Anak dari konglomerat Mahendra yang bekerja di bidang firman hukum. Apa saja yang Kevin minta pada ibunya, pasti semua akan terwujud. Dan juga, uang jajan Kevin tanpa limit yang artinya selama ini entah sudah berapa ratus juta uang Kevin di dalam tabungannya. Farel saja sebagai sahabat kadang heran. Melihat tampilan Kevin. Yang walau memakai pakaian ala bad boy geng motor yang sobek-sobek. Tapi semua yang dikenakan oleh Kevin adalah barang-barang brand.
"Raka membawa gadis, katanya syarat dari taruhan ini harus berboncengan dengan seorang gadis."
Kevin pun lantas tertawa sinis mendengar ucapan Farel. Syarat yang begitu konyol terdengar. Raka tahu kelemahan Kevin, adalah tidak ada satupun gadis yang Kevin pernah ajak naik ke atas motornya. Dan Raka yakin, kali ini dirinya bisa menang berdiri karena Kevin pasti tidak menyanggupi syarat yang Raka berikan.
"Bagaimana? Apa kau setuju?"
"Tentu." Jawab Kevin dengan cepat. Dirinya tidak ingin kalah hanya karena alasan konyol yang diberikan oleh Raka. Tentang siapa gadis yang akan naik di atas motornya nanti, itu akan menjadi urusan belakang. Karena Kevin pun yakin, dengan ketampanan, dan kekayaan yang dia miliki maka siapa saja pasti akan rela mengantri hanya untuk dirnya.
"Baiklah kalau begitu kita siap-siap." Kata Farel.
•••••
Malam hari, semua lawan Kevin sudah berkumpul di titik tempat mereka akan melakukan balapan liar. Dan hingga sampai saat ini Kevin dan juga gengnya belum juga menunjukkan batang hidungnya, sehingga membuat para lawan yakin, jika mereka akan menang berdiri, karena Kevin tidak menyanggupi persyaratan yang mereka berikan.
"Hahahah lihatlah Raka. Sepertinya malam ini kita akan menang berdiri." Ucap Bayu sambil menepuk pundak Raka.
Dengan sombongnya Raka berkata. "Ya, aku sudah menemukan kelemahan sih bren*gsek itu. Dan malam ini kita akan berpesta." Ucapnya dengan yakin, jika mereka akan berpesta karena sudah menang. Namun keyakinan mereka seketika lenyap kala melihat tiga lampu motor yang serentak mendekat ke arah mereka.
Kevin, Yuda, dan Farel.
Ya, mereka datang serentak dengan Kevin yang membonceng Salsa dibelakangnya.
Farela tersenyum mengejek. Tentu Farel tahu, jika saat ini pasti geng lawa gemetar melihat kehadiran mereka.
"Kau pasti mengira jika kami tidak akan datang? Hahahah kau salah ferguso. Kevin sama sekali tidak memiliki kelemahan." Farel membanggakan Kevin di hadapan Raka dan gengnya.
Lalu kedua geng itu memberikan uang yang masing-masing senilai lima puluh juta pada seseorang yang dipercaya. Dan balapan pun di mulai dengan kemenangan ada di pihak Kevin.
Malam ini, menjadi saksi bagi para mahasiswa dan mahasiswi jika Kevin dan Salsa adalah pasangan kekasih.
••••
Di kampus.
Yuda menghampiri Kevin yang masih terdiam dengan pikirannya tentang Andini.
"Woi, kenapa diam saja. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Yuda.
"Bagaimana? Apa kau sudah bersenang-senang dengan gadis itu?" Jawab Kevin dengan sebuah pertanyaan.
"Bersenang-senang? Apa maksudmu Kevin?"
Kevin tersenyum sinis, lalu menyalakan motornya dan menarik gas motor meninggalkan Yuda dengan sejuta tanya tanya.
"Kevin lihat kamu dan gadis itu? Siapa namanya aku lupa." Kata Farel
"Oh Andini? Memang apa hubungannya Kevin dengan Andini?" Tanya Yuda, namun Farel menaikkan kedua bahunya.