NovelToon NovelToon
SHU XIE JING MAE

SHU XIE JING MAE

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:89.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dinul Khotimah

Berbakat , sudah dipastikan dan tak bisa dipungkiri , gadis itu sangat berbakat.

Tapi , karna ia terlalu berbakat , semuanya harus disembunyikan, dan berakhir dengan kelemahan , ketidak berdayaan , dan mengakhiri hidupnya.

Lalu membawa seorang gadis yang sama harus menggantikan posisinya saat ini.

Siapakah itu?

Dari mana itu?

tak akan ada yang tau......

JUST KIDDING.
HAPPY STORY... HAPPY ENDING....

< ORIGINAL , jika ingin mengopi silahkan atau tertarik untuk mengubah diperbolehkan , dengan menginformasikan AO terlebih dahulu , Terima Kasih , karna sudah mau mencontoh > AO merasa terhormat dan tersanjung karna karya yang AO tulis ternyata menginspirasi pembaca 😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinul Khotimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 06

Setelah mendapat kabar dari Wu Xie, Jing Mae tidak sedetik pun dapat memejamkan matanya, kini dia terjebak dengan perasaan Rindu , yang mulai memuncak.

Jing Mae ingat semua tantang keluarganya, kini dia benar-benar merindukan kehangatan keluarganya, dan juga sahabatnya, entah kenapa perasaan itu tiba-tiba menyerangnya dan kini tak dapat disangkal dia sedang Merindu.

" Belum tidur Nona..? " tanya suara yang sejak tadi berada disekitar Jing Mae, sejenak Jing Mae terdiam saat menoleh ke arah sosok itu, namun sesaat kemudian ia tertawa.

" Hahaha... Aku ini memang sudah gila..." ucapnya kemudian membuat sosok yang ada disampingnya menatap tak mengerti .

"Nona ... Anda tidak apa-apa kan ? " dengan berani sosok itu bertanya , ia belum mengenal majikannya tapi dari ekspresi yang ia tunjukkan , sepertinya majikannya saat ini sedang dalam mode tidak bagus , dalam artian ia sedang memikirkan sesuatu.

" Aku tidak apa-apa Ling'er , kau tidak perlu khawatir , tadi aku hanya sedikit kepikiran keluargaku , hanya perasaan rindu ... " jawab Jing Mae lesu saat selesai tertawa .

Sebenarnya Ling Qiu bingung harus bagaimana, karna selama ini dia hanya mendapatkan majikan seorang pria, dan ini pertama kalinya Ling Qiu mendapatkan majikan seorang gadis, sedikit kewalahan memang, karna Ling Qiu sudah lama tidak memiliki tuan, karna terakhir kali ia memiliki tuan , justru majikannya ia bunuh karna bosan.

" Ling 'er kau tidak tidur... ? " tanya Jing Mae bingung saat melihat pelayannya masih berdiri ditempatnya dan tak berkutik, padahal ia akan segera pergi tidur, karna ia tau esok adalah hari yang melelahkan.

Ling Qiu tersentak dari lamunannya, dan menoleh kearah majikannya, berpikir sejenak seakan dia akan mengatakan sesuatu, saat ditunggu dia hanya diam saja tak mengatakan sesuatu.

" Ling 'er sebaiknya kau pergi tidur, dan bangun lah lebih pagi untuk melaksanakan rencana kita, kau paham...? " timpal Jing Mae, sembari menarik selimut nya , yang hanya di jawab dengan anggukan dari Ling Qiu.

Aah...  Entah berapa lama Jing Mae terlelap, tiba-tiba seseorang sudah menggoyangkan tubuhnya memintanya untuk bangun,  dengan malas Jing Mae bergumam tidak jelas.

"Hmmm.. Lhimha  mhenhit lhaghi.. " Jing Mae menggeliat sejenak,  sampai pada akhirnya dia merasa mengenali suara yang membangunkannya.

"Jing'er bangun ini sudah siang,  jing'er kau susah sekali kalau bangun...  Baiklah kalau kau tidak mau bangun akan aku lakukan cara terakhir...  " ancam suara yang masih sedikit samar ditelinga Jing Mae,  namun secepat kuda terpacu Jing Mae langsung mendudukkan dirinya dan memaksa matanya untuk terbuka , saat kesadarannya sepenuhnya kembali,  ia menelusuri kamarnya,  lalu yang terlihat hanyalah pelayan setianya Ling Qiu yang berdiri di sudut ruangan.

"Ling'er kau yang membangunkanku!!  " tanya Jing Mae curiga,  entah kenapa pelayan ini seperti sedang menahan sesuatu.

"Ada apa dengan mu!!? Sepertinya kau...  Ah..  Kalau mau buang air jangan disini Ling'er.. .  " ancam Jing Mae,  tapi bukanya ditakuti justru membuat Ling Qiu melepaskan tawanya.

"Hahahaha...  Maaf...  Ling'er tidak bermaksud untuk prff... " dan akhirnya tawa mahluk terkutuk itu lepas kendali dan membuat Jing Mae kesal, dengan kemarahan yang ada di ujung kepala, Jing Mae melangkah cepat kearah mahluk laknat peliharaannya.

"Apa yang kau tertawakan ha.. ?!" bentak Jing Mae kesal.

Ling Qiu tidak menjawab dia hanya menunjuk ke arah jendela,  dan saat Jing Mae mengikuti arah telunjuk Ling Qiu , wajah Jing Mae kini telah berubah pucat pasi, saat melihat sosok yang tengah berusaha bangkit dengan sesikit sempoyongan,  ia akan di hukum gantung...  Itulah yang ada dipikirannya kini.

"Aah... Ya ampun Tuan Muda...  Apa yang Anda lakukan disana...  Apakah Anda mencoba melakukan ' hal itu ' padaku..? " tanya Jing Mae curiga,  walau sebenarnya ia sedikit takut kalau ketahuan dia sedang mengelak agar tak disalah kan.

" Aduh... " desis Wu Xie,  menatap tajam kearah Jing Mae dan Ling Qiu.

" Kau ini memang dasar,  kalau bangun dari tidur bisa tidak sedikit lebih anggun,  aku seperti ini karna ulahmu,  dan ini lah yang terjadi... Hah dasar...  " omel Wu Xie , sambil terus berusaha untuk tetap tenang walau sebenarnya dia masih kesal dengan gadis yang ada dihadapannya.

Wu Xie melenggang keluar dari kamar dengan perasaan yang tidak dapat diartikan,  merasa sedikit senang mungkin, karna ini adalah sesuatu yang jarang ia dapatkan.

Jing Mae tak berlama-lama ada dikamar , setelah Wu Xie keluar ia langsung memilih untuk langsung bersiap untuk menyiapkan sarapan pagi itu.

" Xie 'er? Ada apa.? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu..? Ada hal yang buruk atau sebaliknya? Kau tampak sedikit pucat,kau sakit.? " seperti biasa Jing Mae mulai memborong pertanyaan, dan Wu Xie juga tampak sedikit murung memang, tapi sebenarnya ia senang jika diperhatikan seperti itu oleh Tunangannya.

" Bukan sesuatu yang penting, aku hanya sedang memikirkan tentang rencana yang akan kita luncurkan,." jelas Wu Xie panjang.

Jing Mae menoleh menatap Ling Qiu dengan tatapan terkejut, ini adalah kalimat terpanjang kedua yang dia ucapkan pagi ini .

"Apa yang terjadi dengannya?" bisik Jing Mae kearah Ling Qiu,Ling Qiu hanya menggelengkan kepalanya, pertanda bahwa ia juga tak terlalu magerti dengan suami majikannya.

" Tenang saja ... Aku yakin ini pasti berhasil... Sekarang jangan pikirkan apapun, cepat selesaikan sarapan mu, dan jangan memikirkan hal lain Selain diriku  .. Ya... " ucap Jing Mae manis, sambil menyuapi Wu xie mesra, lalu memberikan senyum paling manis yang ia miliki.

Ling Qiu yang melihat itu, tersenyum penuh makna, sementara itu Wu Xie berusaha menyembunyikan rasa senangnya, dan sudah pasti wajahnya kini sudah tak dapat disembunyikan lagi, apalagi telinganya kini terasa panas.

HAPPY READING

SEMOGA MENGHIBUR YA...

1
Yoni Hartati
lanjut semangat


kpn lanjut cs ini
arfan
up
hiatus
Liu qiu lelaki atau perempuan
Shuzumia Shiota: laki-laki
total 1 replies
Indah Gunawan
keren...semangat tor
BucinRm
next
J.R P.0206
Author mo nanyakok kaisarny jwb"kenapa tidak kau lakukan".Kenapa kaisar bicara spt itu...apkh kaisar ad mksd yg tersembunyi pd putra mahkota
Shuzumia Shiota: iya, terima kasih😊
total 4 replies
BucinRm
next
yoemi noor
maaf baru mampir lagi... semangat terus kak. salam sukses buatmu😊
Shuzumia Shiota
Ao mau minta pendapatnya dong, gimana puisinya??
Nur Dinar
kak aku disini loh
Nur Dinar
kak aku disini
💜💜bee💜💜
up lagi
💜💜bee💜💜
up
Ayu
up kak dinul. semangat terus ya🤗🤗
Andini.L.
ditunggu lanjutannya thoorrr....
Sweet home
astaga keren banget... lanjut
Sweet home
keren
Ayu
semangat kak dinul semoga cepet up ya😀😀
Nevi Rostia sabaniah
hey kak ceritanya bagus menarik.😄semanagt terus ya buat ceritanya..oh iya kak mampir yu ke ceritaku "Menunggu dia kembali"
Shuzumia Shiota: ok, makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!