NovelToon NovelToon
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..

Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..

Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..

Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..

"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.

Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.

Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!

Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."


_Shica Mahali_


"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.

Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.

Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.

Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?

Tapi aku......"


_Raihan Alfarizi_



PERINGATAN!!!
17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

".. Aku tidak menyalahkan kehidupan, aku tidak menyalahkan takdir, aku juga tidak menyalahkan Tuhan.. Karena setiap orang di dunia ini memiliki problema yang sesuai dengan porsinya masing-masing.. "

***

    •••Raihan Alfarizi•••

    Perlahan, aku membuka mataku. Tanganku bergerak mengambil jam dinakas disamping ranjangku.

    Jam tersebut menunjukkan pukul 3.40 aku bangkit sambil mengucek kedua mataku.

    Namaku Raihan Alfarizi, aku tinggal bersama kakakku yang sudah menikah. Kakakku bernama Riska Amalia. Kakak menikah dengan kak Rizal Muhammad dan memiliki seorang anak bernama Lala Latifa Amelda yang sekarang usianya baru 5 tahun.

    Kami hidup bahagia. Kak Rizal  bekerja di pabrik. Kak Riska berjualan nasi goreng bersamaku jika aku pulang sekolah atau ada waktu senggang. Sementara Lala akan dititipkan pada nenek Tini, tetangga rumah.

    Aku bersekolah di SMP Negeri 1 Nusa Bangsa. Kelas VIII-B. Aku termasuk laki-laki yang periang dan suka bercanda. Orang bilang aku humoris dan enak diajak bicara. Tentu saja, makanya aku memiliki banyak teman.

     Fisikku tinggi tegap karena aku suka berolahraga terutama voli. Aku juga seorang kapten voli. Kulitku gelap tapi aku terbilang tampan.

    Aku memiliki sepasang alis yang tajam dengan manik mataku berwarna gelap sekali.

    Itulah aku.

    Aku bangkit dari ranjang kemudian bergegas keluar dari kamar. Aku melewati kamar Lala pintunya sedikit terbuka.

    Kulihat keponakan kecilku yang manis masih terlelap diranjang. Aku tersenyum melihatnya.

    Kudengar suara dari dapur. Aku memasuki dapur. Kulihat kak Rizal sedang memasukkan nasi kedalam wadah besar. Sementara kak Riska membereskan dagangannya yang lain. Ada lontong, bakwan, nasi timbel, gorengan dan masih banyak lagi.

    Aku mengambil alih tugas kak Rizal. "Biar aku saja kak," kataku.

   "Tidak apa-apa Raihan, kau shalat malam saja dulu. Biar kakak sama kak Riska yang menyiapkan semuanya, ya." kata kak Rizal.

    Aku mengangguk pelan kemudian berlalu ke ruangan khusus untuk sholat di rumahku.

    Aku mengambil air wudhu lalu aku sembahyang malam. Aku berdoa pada Allah, Tuhan semesta alam.

    Aku meminta satu hal, do'a yang setiap selesai shalat aku minta. Permintaan yang selama ini aku mimpikan. Aku selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan permintaan kita, namun ini soal waktu.

    Selesai shalat, aku membantu kak Riska.

    "Raihan, hari ini kamu tidak usah membantu kakak jualan lagi, ya." kata kak Riska yang membuatku terkejut.

    "Tapi kenapa kak?" tanyaku bingung. Tidak seperti biasanya kakak bicara begitu padaku. Apa kakak marah padaku?

     Kakak menghampiriku kemudian memegang kedua lenganku.

    "Kamu harus fokus sekolah, sudah 2 kali kakak dipanggil ke sekolah dan dimintai keterangan karena kamu sering terlambat ke sekolah. Kakak tidak menyalahkan kamu, tapi masa depanmu harus cerah.. Seperti yang orang tua kita inginkan," kata kak Riska.

    Aku merasa kesal mendengar kedua orang tua kami dibahas dalam percakapan kami. Aku melepaskan kedua tangan kak Riska yang memegang bahuku.

    "Kita tidak perlu memikirkan orang yang tidak memikirkan kita," kataku kemudian berbalik dan melanjutkan pekerjaanku. Bukankah kakak sudah tahu, kalau aku tidak pernah mau membahas soal orang tua kita. Namun entah kenapa, hari ini kakak membahasnya lagi

    Kak Riska menarik bahuku dan menatapku.

    "Mereka orang tua kita, Han."

    "Kak," aku memotong ucapannya. "Maaf, aku tidak sopan membantah kakak, tapi aku sedang tidak mau membahas tentang mereka. Ayo sudah jam 4, kita harus berjualan." kataku sambil kembali melanjutkan pekerjaanku.

    Kudengar kakakku menghela napas panjang. Kakak berlalu.

    Pagi hari, kami berjualan nasi timbel, gorengan, lontong dan sayuran.

    Kami menjualnya di pasar pada pagi buta. Sore harinya kami berjualan nasi goreng.

    Kak Rizal memasuki dapur. "Sudah beres dagangannya? Ayo kita ke pasar," kata kak Rizal.

    "Sudah kak, Kak Rizal ke pabrik saja. Biar aku yang mengantar kak Riska ke pasar." kataku.

    "Tapi Riska bilang.. "

    "Gapapa, Kak." kataku. Aku mengangkat barang dagangannya ke motorku. Kak riska membantu.

"Kamu harus sudah kembali ke rumah jam 6.30, kakak tidak mau kamu kesiangan lagi." ancam kak Riska.

    "Iya, Kak." jawabku.

    Aku menaiki motorku dan membonceng kakakku. Kami segera pergi kepasar.

    Setelah sampai di pasar, aku membantu kakak menjajakan dagangannya dimeja jualan.

    "Sudah, biar kakak saja. Sana kamu kembali ke rumah dan bersiap-siap untuk sekolah," kata kak Riska.

    "Sebentar kak, lontongnya bu, gorengannya, bakwan, Nasi timbel!" seruku.

    Kak Riska menatapku dengan ekspresi sedih. Aku bisa melihatnya lewat sudut mataku.

    Beberapa ibu-ibu menghambur membeli dagangan kami.

    "Wah.. Penjualnya ganteng banget.. Ibu beli ya.. Yang ini"

    "Saya mau yang ini juga bungkus ya"

    "Gorengan sama lontongnya"

    Inilah keseharianku. Aduh! pipiku sakit. Sepertinya ada ibu-ibu nakal yang mencubit pipiku.

    Aku melihat jam tanganku. Menunjukkan pukul 6.50.

    "Han, cepat, nanti kamu kesiangan. Cepatlah!" kata kak Riska. Aku mengangguk.

    Aku segera pulang ke rumah dan mandi kemudian bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

    Baru saja aku mau menaiki motorku, Lala memanggilku.

   "Babang, aku mau sarapan telur dadar." kata Lala merajuk. Ya Lala memanggilku dengan panggilan babang sejak kecil.

    Aku menggendongnya."Telur dadar sayang?" tanyaku sambil mencium pipinya.

    Aku mendudukannya ke kursi. Aku mencari telur dilemari makanan. Namun tidak ada telur.

   "Lala, Babang ke warung dulu ya." kataku. Aku membeli dulu telur dari warung kemudian memasak telur dadar untuk Lala.

    Setelah itu aku pamit padanya untuk pergi ke sekolah. Lalu aku menitipkan Lala kepada nenek Tini, tetangga rumahku.

    Aku pergi ke sekolah. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 7.15. Tinggal 5 menit lagi.

    Tinggal beberapa blok lagi. Aku sampai di tempat parkir lalu memarkir motorku.

    Kulihat jam tanganku lagi,  sudah menunjukkan pukul 7.29.

    Oh sial, aku berlari cepat. Kulihat gerbang akan ditutup. Aku segera masuk dan bersyukur.

   "Alhamdulillah, hari ini tidak aku tidak terlambat." gumamku.

   "Salah, ini sudah jam 7.37." kata Pak Anwar kemudian menggembok gerbang.

    "Apa?" tanyaku. Kulihat jam tanganku lagi dan masih menunjukkan pukul 7.29. Ada kejanggalan.

    Jam tanganku mati.

    Siswi berkaca mata besar itu lewat didepanku. Dia menjulurkan lidahnya meledekku.

    Aku sangat kesal sekali padanya. Sejak mengenalnya, hidupku jadi berubah konyol.

    Seperti dia..

    Konyol..

    Tapi kemudian aku tersenyum geli. Bagaimanapun juga dia tidak mengingatku, padahal jelas yang waktu itu bukan pertemuan pertama kita.

     Apa dia benar-benar melupakanku? Ya sudah, terserah.

    "Cepat masuk kelas, nak. Nanti bapak suruh kamu berdiri didepan gerbang lagi seperti waktu itu," kata pak Anwar mengagetkanku. "Ah! Iya, Pak. Terimakasih," kataku kemudian segera berlalu, atau pak Anwar akan berubah pikiran.

By

_Ucu Irna Marhamah_

1
Ummi Nza
😂😂😂😂😂😂
Ummi Nza
panjang bener nama nya 🤭
Imas Karmasih
masih belum tau konfliknya bingung
Azizach
Itu nama se kecamatan yaa thour d bawa🤣🤣
anti pebinor pelakor
Dalam novel yang paling menyedihkan adalah sosok reynaldi punya istri tapi masih sangat mencintai pria lain dan sangat jelas sicha perlihatkan, hak sebagai suami selalu di abaikan sicha dan ketika reynaldi mengambil hak (secara paksa), bukan sicha iklas tapi sicha menunjukkan dirinya begitu tersiksa hingga membuat reynaldi tidak percaya diri dan merasa bersalah hingga mengambil tindakan bodoh hanya untuk kebahagiaan sicha, reynaldi hidup menderita sendirian dan melihat istrinya menikah lagi dengan pria lain, sicha hidup bahagia dan reynaldy menderita di atas kebahagiaan sicha

Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan

Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya
Ismiyati Budiyono
auto mewek thor
Ismiyati Budiyono
sad ending..knp raihan hrs dibuat mati
Ismiyati Budiyono
poliandri y
Wati_esha
Bingung lho ini .. mau komentar apa. Author ... ceritamu ini 😇😇😇 Kasihan Shica duhhh.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Apa boleh poliandri? 😇😇😇
Wati_esha
Reynala sudah menjelaskan status pernikahan Reynaldi dan Shica.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Nadhira ... jadi mama bagi Shica.
Wati_esha
Raihan ... modus nih.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Raihan ... apakah sudah menduga akan datangnya rintangan bagi mereka di masa depan hingga harus mempersenjatai isterinya?
Wati_esha
Baru mau tenang ... Sean Jansen muncul mengganggu.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Regar ... lebih suka Raihan dari pada Reynaldi? 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!