Ratu Yulia adalah pemimpin terkuat di Kerajaan. Dia berjuang dengan semua kemampuan dan kecerdasannya, karena dia mencintai Kaisar dengan dalam. Saat di medan perang dia kuat dan gigih , saat di istana dia lembut dan cerdas.
Wanita yang dicintai oleh rakyatnya ini mengalami tragedi terbesar dalam hidupnya karena kedatangan Selir Chunya. Kaisar mulai memperhatikan selir itu dan mempercayai tipuan dari selir tersebut, Kaisar salah paham dan mengira Yulia telah berbuat salah.
Yulia diburu tanpa ampun bersama kedua anaknya dan mati di bawah hujan panah.
Kembali membuka mata... Yulia menyadari bahwa waktu telah berputar kembali, dia telah kembali ke masa lalu dimana tragedi itu belum terjadi.
Sekali lagi mendapatkan kehidupan membuat Yulia yang cerdas ingin menghindari kematian terjadi kembali, dia juga ingin membalaskan dendam pada orang yang menjahatinya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJALANAN YULIA.2
"Tidak masalah...aku yakin kalian sekarang sudah lelah, ayo kalian buat tenda dulu lalu istirahat, besok sebelum kita jalan, aku ingin mendengar apa yang terjadi....!" ucap Yulia dengan wajah gembira. dia bahagia karena para prajuritnya selamat sampai tiba di depannya. Namun baru saja mereka berdiri. terlihat geronbolan berkuda lainnya datang. rombongan itupun kembali memberi salam sebelum akhirnya mereka membuat tenda untuk tempat mereka tidur. dan suasana di sanapun semakin ramai. untungnya tempat itu jauh dari pemukiman penduduk .
Keesokan harinya saat Siyue bangun ternyata hari masih terlalu pagi, namun sudah terdengar keramaian di depan tendanya. Dia segera mencuci wajah Dan merapikan pakaiannya. Selama beberapa hari ini, Yulia merasa gerah, karena dia tidak dapat mandi . Terakhir kali dia mandi saat ada di rumah makan di kota terakhir mereka singgahi . Setelah selesai , dia segera keluar . saat keluar, ternyata para prajurit telah bangun semua.
"Selamat pagi Pemimpin..." ucap mereka serempak saat melihat kehadiran Yulia yang baru keluar dari tendanya.
"Kalian sudah bangun semua...?" ucap Siyue sambil melangkah mendekati mereka yang telah membongkar tenda.
"Karena terlalu bahagia bisa bertemu dengan pemimpin, rasanya kami ingin terjaga terus..." jawab salah satu dari mereka.
"Ck...kau mulai pandai berbicara manis..." ucap Yulia di sambut tawa mereka bersama.
"Sebentar...(Yulia melihat Canlu lewat) Canlu...kau sedang Apa...?" tanya Yulia sambil menatap pelayan setianya.
"Canlu sedang memasak makanan untuk semua prajurit serta untuk bekal kita nanti nyonya..." ucap Canlu dengan gembira.
"Kau masih memanggilku nyonya...!" tegur Yulia dengan wajah kesal .
"Aah. Maaf kak..." ucap Canlu dengan wajah tersipu.
"Ya sudah tolong panggilan Kak Yao Han dan Kak Cun Ma . suru mereka ke tendaku..." ucap Yulia lembut.
"Baik Kak.." ucap Canlu lalu berlalu meninggalkan Yulia.
"Dan kalian semua bereskan semua tenda dan barang kalian, setelah selesai makan kita langsung berangkat..." ucap Yulia dengan wajah tegasnya.
"Baik Pimpinan ..." ucap mereka serempak. Tanpa di sadari Yulia, sang Ayah dan bunda melihat tingkahnya. Mereka berdua memang tidur di tenda Yulia.
"Lihatlah Yah...anak kita memang sangat tegas di depan para prajurit. Namun kesannya masih saja lembut dan anggun. Apakah di medan perang sikap Yulia seperti itu juga...?" kata nyonya Lin Sawli dengan wajah bangga.
"Kata Yao Han dia terlihat kejam jika di depan musuhnya. Wajah itu beda sekali saat menatap orang yang dia sayangi dengan musuhnya.." ucap tuan Wang Yu Ran.
"Tak terasa putri kecil kita sudah menjadi putri seperti itu ya Yah...?" ucap sang Bunda sambil meneteskan air mata.
"Jangan menangis bun...kasihan Putri kita jika melihat orang tuanya menangis... Aku sangat menyesal, kenapa aku dulu menyetujui perjodohan itu..." ucap tuan Wang Yu Ran.
"Jangan ngomong seperti itu Yah... semua ini sudah jalan hidup dia dari Dewa.." ucap sang Ibu sambil mengusap lengan sang Suami. Terlihat sang Putri berjalan mendekati mereka berdua.
"Ayah Bunda... kalian sudah bangun...?" ucap Yulia sambil mendekat dan memeluk mereka bergantian .
"Kau terlihat lebih segar nak..." kata sang Bunda.
"Benar Bun...melihat prajuritku mulai bisa keluar, hatiku bahagia ..semoga mereka bisa keluar semuanya. Aku takut jika mereka tertangkap akan di paksa menunjukkan tempat kita.. " ucap Yulia.
"Jangan khawatir nak...Dewa akan melindungi mereka danPutri cantik Ayah ini..." ucap Tuan Wang Yu Ran sambil mengusap kepala sang Putri dan mencium keningnya. Merekapun masuk kedalam tenda. Tak lama sang Kakak datang. Dan Yulia membicarakan masalah prajurit dengan mereka berempat .
"Kak...kita harus membeli kereta barang jika kita sampai di sebuah kota. Dan kita membeli bahan makanan untuk para prajurit. Mungkin beberapa prajurit lagi akan bergabung dengan kita sebelum kita sampai di Pegunungan Awan..." ucap Yulia.
"Lia'er... Lebih baik kita masukkan ke cincin ruang saja bahan makanan itu. Aku masih ada tempat di cincin ruangku... Bukankah cincin yang pernah kau berikan pada kami bertiga sangat luas tempatnya..." ucap Cun Ma.
Mendengar ucapan Cun Ma Yulia baru teringat kalau mereka memiliki Cincin Ruang yang dia beri. Mereka bertiga memang sempat Yulia belikan saat mereka datang ke Kerajaan Dongyan tempo hari. Kerajaan besar itu memiliki kerajinan beberapa barang unik. Dan saat itu mereka masih menjadi prajurit muda. Yang masih suka berpetualang saat waktu senggang mereka. Mereka pergi berlima dengan sang Kakak.
" Ya Ampuun ..aku lupa , baguslah kalau kita memasukkannya kedalam cincin ruang ,jadi tidak terlalu banyak kereta...sebenarnya aku ingin berkuda saja dengan kalian tetapi ada sesuatu yang harus aku perhatikan dulu..." kata Yulia dengan. wajah tenang.
"Apa itu...?" tanya Yao Han.
"Nanti kakak akan tahu, aku masih belum terlalu yakin , nanti akan aku katakan pada kalian setelah aku memastikannya..." ucap Yulia dengan wajah tersenyum. sebab saat sejak dia pingsan beberapa hari lalu, Dia memeriksa denyut nadinya , Namun dia masih samar merasakan ada denyut lain di sana...mungkin saat kandungan berumur dua bulan , barulah akan terlihat jelas. dam itu masih satu bulan lagi. dan tepatnya saat mereka telah sampai di tanah Pegunungan Awan .
"Kau membuat kami penasaran Dek..." ucap sang Kakak sambil mengacak rambut Yulia yang duduk di sampingnya. Mendengar ucapan Yao Han , Yulia tertawa .
"Ya sudah ayo kita keluar, mungkin makanan sudah siap..." ucap Cun Ma.
"Baik Ayo...." ajak Yao Han.
"Kak..jangan lupa kita akan pergi membeli bahan makanan..." ucap Yulia mengingatkan.
"Siap pimpinan..." jawab Yao Han.
Mereka segera melangkah keluar. Bersama tuan Wang Yu Ra dan Nyonya Lin Sawli yang sejak tadi melihat tingkah kedua putra mereka dengan perasaan bangga dengan kekompakan kedua putra mereka dengan para prajuritnya . Dan benar saja ketika sampai di luar tenda terlihat Canlu sedang menyiapkan makanan untuk para prajurit di bantu oleh Tanglu dan Yang Si serta beberapa prajurit . Mereka berlima segera mendekati Canlu dan Kedua perwira itu.
"Sudah selesai...?" tanya Yulia dengan lembut.
"Sudah kak...ini bagian kita, mereka sudah memegang makanan mereka..." ucap Canlu dengan wajah gembira.
Merekapun segera makan bersama tanpa membedakan siapa mereka. Baru saja mereka mau makan, tiba- tiba segerombolan prajurit datang lagi. Untung saja tadi Canlu menyisahkan makanan yang ingin dia buat bekal di perjalanan . akhirnya makanan itu untuk mereka yang baru datang . Tak lama terlihat mereka kembali melanjutkan makan bersama. Kini prajurit yang datang genap 65 orang. Mereka merupakan prajurit pertama yang bisa lolos dari kerajaan Tanlua. Setelah makan Yulia memberi waktu satu jam untuk mereka dan kuda mereka istirahat. Sedangkan yang lainnya segera membenahi barang yang sudah mereka pakai. Satu jam kemudian, rombongan yang hampir seratus orang itu, pergi menuju Pegunungan Awan. Untuk tak membuat hebo penduduk, tuan Wang Yu Ran yang tahu jalan memilih melalui jalan pintas yang banyak melalui pinggiran desa ataupun masuk hutan.mereka hanya akan istirahat di pinggiran desa yang dekat dengan kota jika mereka akan berbelanja ke kota terdekat.
Tak terasa waktu pun berlalu dengan cepat . satu bulan sudah perjalanan mereka menuju Pegunungan Awan. Banyak rintangan yang mereka hadapi di setiap perjalanan mereka. Namun mereka bisa melalui dengan aman. Hingga akhirnya mereka berada di desa Tulila yang merupakan wilayah kerajaan Dongyan . penduduk di sini terlihat sangat makmur. Desa yang mereka lalui saja sangat ramai. Untuk menghindari keributan dan perhatian banyak orang. Seperti biasa mereka berjalan melalui pinggir hutan ataupun masuk hutan.
Saat ini kebutuhan makan mereka sudah menipis. Sedangkan sebentar lagi mereka akan sampai di kaki pegunungan Awan. Yulia segera mengajak sang Kakak dan Cun Ma untuk memasuki desa Tulila yang akan mereka lalui.
"Kau ikut dek....?" tanya Yao Han tak percaya .
"Iya kak...lama tidak melihat keramaian, aku ingin sedikit menikmatinya..." ucap Yulia sambil tertawa.
"Biarkan dia pergi Han'er...biarkan adikmu menikmati sedikit hiburan..." ucap sang Ayah.
"Baiklah ,kalau begitu kita pergi sekarang. Dan Ayah bisa membawa mereka menunggu di pinggir hutan..." ucap Yao Han .
"Pergilah kalian...hati- hati di jalan...kalian berdua harus menjaga Yulia dengan benar..." ucap sang Ayah.
"Ayah...apakah ayah tidak salah...bukan kami yang menjaga Lia'er tapi dia yang menjaga kami..." ucap Cun Ma yang memang sudah lama memanggil tuan Wang Yu Ran dengan panggilan Ayah. Seperti juga kedua perwira bawahan Siyue lainnya .
"Dasar kau ini...Bukankah Ayah sering menyuruhmu giat berlatih..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil memukul bahu Cun Ma dengan Pelan.
"Dia saja yang terlalu cerdas Ayah...dari kami berlima , hanya dia yang bisa menyerap pelajaran dari Ayah dan Bunda serta guru Si dengan cepat. Kami sudah berlatih lebih giat dari dia, tapi apa boleh buat...dia terlalu kuat..." _ucap Cun Ma di sambut tawa mereka yang mendengar percakapan Dia dan keluarga sang pemimpin .
"Ck...kalian saja yang terlalu lembek , Ya sudah ayo kita pergi, takut makin kesiangan. ayah Yulia pergi dulu..." pamit Yulia sambil mencium pipi ayah dan ibunya.
Melihat sang Putri yang terlihat cerah, perasaan tuan Wang Yi Ran sedikit bahagia. Walaupun tahu sang Putri menyimpan kepedihan di hatinya. Walaupun tuan Wang Yu Ran tidak tahu , kalau kesedihan Yulia bukan karena perpisahan dengan sang suami tapi karena kebodohannya mencintai pria yang tak pantas dia cintai. Untung saja Dewa masih memberi kesempatan kedua untuk menghindarkan orang- orang yang mereka cintai dari bencana dan petaka . termasuk juga kedua putra kembarnya nanti . Dia berjanji akan menyayangi dan melindungi kedua putra kembarnya dari penderitaan dan kekejaman sang Ayah. Dia tidak akan pernah membiarkan pria laknat itu menyentuh kedua Putranya.
"Hati- hati di jalan...!" seru sang Ibu saat Yulia dan kedua Kakaknya menjalankan kudanya.
"Siap Ratu....!" seru Yulia sambil tersenyum dan melajukan kudanya. Mereka dengan cepat meninggalkan pasukannya menuju ke Desa yang terdekat.
Memerlukan sepembakaran dupa, mereka telah melihat desa yang terlihat sangat ramai. Mereka segera memperlambat langkah kuda mereka , Saat mereka masuk kedalam desa yang ramai itu . Saat mereka mulai memasuki pintu masuk Desa Tulila , mereka mencuri perhatian para penduduk. Wajah Yulia yang cantik dan kedua pemuda yang bersamanya juga sangat tampan, membuat para gadis dan pria yang melihat mereka bertiga sangat terpukau kagum . Walaupun baju yang mereka pakai sangat sederhana dan lusuh. Mereka terlihat sangat berwibawa . Mereka seperti pengembara yang sedang singga di desa mereka. Mereka melihat ketiganya masuk kedalam sebuah restoran yang terbesar di desa mereka . Yulia memesan beberapa masakan yang cukup banyak. Melihat itu Pemilik restoran sangatlah heran.
Sebab Yulia memesan makanan hampir tiga ratus bungkus makanan .
"Maaf Nona...apakah Nona seorang pendatang...? atau apakah ada hajatan di rumah Nona...?" tanya Wanita pemilik restoran dengan wajah heran . . "Benar Bu...kami pengembara yang singga sebentar do desa ibu...tapi kami tidak sedang mengadakan hajatan..." jawab Yulia dengan wajah ramah dan senyum manis di bibir mungilnya . Melihat keramahan Yulia, dan senyuman manis di bibir wanita cantik itu, kecurigaan pemilik restoran menjadi luntur.
"Lalu untuk apa membeli makan sampai sebanyak ini Nona..." tanya Sang penjual lagi .
"Kami ingin berbagi saat kami melintasi desa lain Bu... " ucap Yulia singkat. Namun senyum di wajahnya tak pernah luntur. Senyuman yang membuat wajahnya semakin cantik.
"Ooh begitu. Ya sudah silahkan tunggu dulu. Nanti kalau sudah selesai kami akan memberi tahu..." ucap sang penjual.
"Bu ...apakah kami bisa pergi dulu sebentar..? Sebab masih banyak barang yang ingin kami beli. Nanti saat kami akan pulang , kami akan kembali lagi kemari...?" tanya Yulia dengan lembut dan sopan .
"Boleh- boleh.. Kami akan menyiapkannya. Kalau kalian masih ada yang akan di beli, silahkan Nona..." ucap sang Pemilik restoran .
"Trimakasih Bu.. Kami akan membayar dulu harga makanannya..." kata Yulia lagi .
."boleh, boleh..." akhirnya Yulia menyelesaikan urusan keuangan makanan yang mereka beli, setelah itu mereka segera keluar untuk membeli bahan makanan sampai beberapa hari kedepan. Bukankah kata Ayah sebentar lagi akan sampai.
Mereka mulai memasuki toko kelontong untuk membeli bahan makanan mentah . Bahan makanan itu segera di masukkan kedalam cincin ruang milik Yao Han ataupun Cun Ma.
"Kalau masih kurang , biar aku masukkan ke dalam Cincin ruangku kak...?" kata Yulia lembut.
"Tidak perlu...Cincin ruang kami masih cukup.." jawab Cun Ma .
Saking Asyiknya mereka berjalan, dan mencari bahan yang masih mereka butuhkan, hingga tanpa sadar Yulia menabrak seseorang hingga dia hampir jatuh terjerembab ketanah . Untung saja tangan kekar orang yang menabrak Yulia , dengan cepat menarik pinggang Yulia hingga yulia masuk dan jatuh dalam pelukan orang itu. Tentu saja kejadian itu tidak di sengaja. Namun akibatnya. Yulia merasakan debaran di hatinya saat dia merasa dalam pelukan seseorang. Dengan cepat dia mendorong tubuh pria itu sambil menatap wajah siapa yang telah berani memeluk tubuhnya. Kini mereka berdua saling berpandangan. Betapa terkejutnya Yulia. Melihat sesosok pria di depannya. Pria itu memakai topeng perak di wajahnya. Dan Yulia bisa merasakan aura yang kuat dari mata di depannya. Sedangkan. Pria di depannya terlihat agak kaget dan linglunh saat menatap wajah Yulia . untuk Yulia cepat sadar. dia segera mendorong tubuh tegap itu sambil berkata.
"Lepaskan....!" Wajah Yulia yang tadinya kaget berubah menjadi dingin. Mendengar ucaoan Yulia , orang itu cepat melepas pelukannya. walaupun wajahnya masih terlihat bengong .
"Maaf jika mengganggu tuan..." ucap Yulia sambi berlalu. Yulia segera menarik kedua kakaknya sambil berbisik . Mereka segera berlalu dari tempat itu dengan cepat. Dengan gerakan cepat mereka menghindar dari pria tadi. Mereka segera pergi ke restoran makanan . untunglah Makanan sudah tersedia.
"Ibu...bisakah kami lewat jalan belakang...?" tanya Siyue dengan ramah.
"Memangnya ada apa nak...?" tanya sang Ibu penjual.
"Ada seseorang yang harus kami hindari bu..." ucap Yulia sambil menatap ibu penjual dengan tatapan memohon.
"Baiklah...kalian bisa jalan lewat sana .nanti ada pintu keluar..." ucap sang Ibu penjual sambil menunjuk pojokan ruang dapurnya .
"trimakasih bu..." Yulia menambah koin peraknya di depan sang Ibu.
"Lo apa ini nak..." kata sang ibu kaget.
"Sekedar ucapan Terimakasih dari kami. dan salam perkenalan dariku Bu...lain waktu kalau aku lewat sini lagi, kami akan mampir lagi..." ucap Yulia lembut. mendengar ucapan Yulia yang sangat sopan dan lembut sang ibu penjual makan sangat terharu.
"Trimakasih nak...semoga kebahagiaan selalu bersamamu..." ucap wanita tua itu.
"Trimakasih juga bu...kami pergi..." mereka bertiga segera pergi dari tempat itu melalui pintu belakang. dan segera mengambil kuda mereka dan menggebrak kuda secepat mungkin keluar dari desa itu. setelah agak jauh dari tempat itu, mereka baru bernafas lega.
"Lia'er...apa benar dia penguasa kerajaan Dongyan atau terkenal dengan kerajaan Malada. ..?" kata Cun Ma.
" Kayaknya yang di katakan Lia'er benar dech Cun...aku pernah bertemu dengan Kaisar Kim saat pertemuan para Raja dan Kaisar di kota malada . Dia juga memakai topeng seperti itu..." ucap Yao Han . mereka masih tetap menjalankan kuda mereka menuju pinggiran hutan , tapi tidak sekencang tadi.
"Dia memang kaisar Kim dari Dongyan...hiiii.. aku bisa merasakan tatapan dinginnya..." ucap Yulia sambil bergidik. mendengar ucapan Siyue, kedua Kakaknya tertawa.
"Oh ya La'er...Kenapa Kerajaam Dongyan lebih terkenal dengan nama Malada..." tanya Cun Ma.
"Karena Keindahan kota Malada membuat Kerajaan Dongyan terkenal dengan Kerajaan Malada...." jawab Yulia .
"Tapi kota itu memang sangat indah dan mempesona. Siapapun yang tinggal di sana, pasti enggan untuk meninggalkan kota itu. Ingat saat kita kesana dulu...kau enggan pergi dari kota itu. Kalau bukan karena pesan ibu, pasti kau akan tinggal di sana..." goda Cun Ma. Mendengar ucapan Cun Ma, Yulia tertawa. merekapun akhirnya sampai juga di tempat kelompok mereka.
"Ayah...apakah ada jalan lain selain jalan yang akan kita lalui menuju pegunungan Awan...?" tanya Yulia sambil berjalan kearah sang Ayah dengan cepat .
Memangnya ada apa dengan jalan ini nak...?" tanya Tuan Wang Yu Ran Dengan wajah heran. Akhirnya Yulia menceritakan pertemuan mereka dengan penguasa kerajaan Dongyan atau Kerajaan Malada .Mendengar ucapan sang Putri tuan Wang Yu Ran Kaget.
"Kalau begitu kita lewat perbukitan saja. hanya sayangnya, kereta kuda tidak bisa lewat sana...tapi kita bisa bertemu kembali dua hari lagi di pertigaan menuju Pegunungan Awan serta menuju ke arah sini..." ucap sang Ayah.
"Kalau soal itu mudah Yah...kita lewat perbukitan, sedangkan kereta biar di di bawa para prajurit, cukup lima orang saja. dan juga Canlu ikut bersama mereka . Mereka menyamar menjadi pedagang saja . Ayah , Bunda dan aku akan ikut naik kuda . kita lewat perbukitan.. kita akan bertemu di pertigaan sana....tapi apakah mereka aman Ayah...?" tanya Yulia.
"Kalau dulu Aman nak...karena jarang ada orang yang melewati tempat itu . Kalau kau ragu, tambahkan saja mereka sepuluh orang .." ucap tuan Wang Yu Ran .
"Baik Ayah...." jawab Yulia .
Merekapun segera memilih siapa yang harus bertugas membawa kereta . setelah semua sudah sepakat , mereka segera bersiap setelah mendapatkan pengarahan yulia . Yulia segera mengeluarkan makanan yang tadi dia bawa untuk makan pagi serta bekal mereka semua dan memberikan sebagian pada kelompok yang akan berpisah dengan mereka. setelah itu mereka segera bergerak melanjutkan perjalanan mereka.
#$$#
Sedangkan Di desa yang telah di singgahi Yulia untuk membeli bahan makanan tadi , terlihat pria bertopeng sedang duduk sendiri di sebuah rumah makan yang tadi sempat di singai Yulia untuk membeli makanan. Pria itu duduk dengan melamun .
"Siapa wanita itu ..wajahmu yang sangat cantik sangat menggangguku. dan kenapa hatiku tiba- tiba bergetar tak menentu seperti ini ....tidak ada wanita yang mampuh menggoda dan bisa menggetarkan hatiku selain dia..Hey... tunggu.. Dia...bukanya dia wanita itu...? wanita istri dari Kaisar Chan Yu...aah...benar... itu memang dia... ya Dewa...betapa cantiknya wanita itu saat di lihat dari dekat seperti itu... aku tidak pernah melihat kecantikan seperti itu selama ini.... tapi kenapa dia ada di tempat ini..apakah dia ingin memata - matai kerajaan Dongyan...tapi kenapa di sebuah desa, bukan kah lebih baik dia melakukan itu di kota Malada atau istana...?" ucap Kaisar muda Kim dengan wajah terlihat tegang.
"Paman Tan...kemarilah..." seru pria muda itu. haya beberapa detik saja dia berkata, seorang pria paruh baya datang menghadap.
"Hamba yang Mulia..." ucap Pria yang bernama Tan Liu itu.
"Apakah kau ingat dengan Kaisar kerajaan Tanlua...?" ucapannya dengan wajah kembali tenang.
"Maksud yang Mulia Kaisar Chan Yu...?" jawab Paman Tan.
"Betul...apakah kau ingat wajah istri Kasar Chan Yu...?" tanya Kaisar Kim lagi.
"Maksud yang Mulia Ratu Yulia...?" ucap Paman Tan lagi. tentu saja dia ingat karena setelah bertemu dengan Ratu cantik itu, Kaisarnya resah dan sedih hingga beberapa bulan .
"Benar...bukanya wanita tadi sangat mirip dengan Ratu Yulia...?" ucap Kaisar Kim dengan wajah tengang .
"Maaf yang Mulia... hamba tidak sempat melihat wajah wanita tadi. mereka cepat pergi saat hamba datang tadi...." ucap Paman Tan dengan Wajah terlihat heran.
"Paman Tan...aku yakin wanita itu pasti dia... tapi untuk apa dia di sini...apakah dia sedang memata- matai kerajaan kita ...?" ucap Kasar Kim semakin tegang.
"Maaf yang Mulia...apakah benar wanita itu Ratu Yulia...?" Ucap Paman Tan yang merupakan pengawal bayangan sekaligus pengawal pribadi Kaisar Kim They Yung Kaisar Kerajaan Dongyan atau lebih terkenal dengan kerajaan Malada .
"Tentu saja aku Yakin Paman...mana mungkin aku melupakan wanita itu..." ucap Kaisar Kim dengan nada kesal.
"Kalau begitu kita coba mengejar mereka kearah kerajaan Tanlua ..." ucap paman Tan memberi saran .
"Tunggu paman...kita tidak usah mengejar mereka , aku yakin mereka sudah jauh. namun aku ingin kau mulai menyelidiki kerajaan Tanlua terutama Ratu Yulia... aku ingin tahu sedetil- detilnya tentang dia . dan aku ingin secepatnya kau serahkan laporan itu padaku..." ucap Raja Kim dengan wajah terlihat sedikit merah .
" Baik yang Mulia..." ucap paman Tan.
"Baiklah kita kembali kekerajaan, aku merasa hariku akan buruk karena bertemu dengan wanita itu..." ucap Kaisar Kim dengan wajah terlihat sedih.
"Baik yang Mulia..." Paman Tan tahu kalau kaisarnya jatuh cinta sejak saat bertemu dengan Ratu cantik itu. Tapi dia heran... kenapa wanita itu berada jauh dari kerajaan Tanlua. perjalanan menuju Tanlua dari sini bisa di tempuh hampir dua bulan . Mengingat itu, paman Tan hanya bisa menghela nafasnya . merekapun segera beranjak pergi meninggalkan restoran yang paling besar di desa itu.
udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
jangan lupa lita, vote, dan komennya aku tunggu . maaf jika masih ada kata yang salah.
Bersambung.