NovelToon NovelToon
Menggenggam Mentari

Menggenggam Mentari

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kurniasih Paturahman

Sebuah kabar mengejutkan hadir menghampiri hari bahagia Mentari kala itu.

Bintang yang merupakan calon suaminya, mengalami kecelakaan disaat mereka akan meresmikan hubungan mereka menuju halal.

Mentari pun menangis dengan gaun pengantin yang masih membalut tubuhnya.

dan...

Mentari kembali terkejut, sebuah permintaan terakhir terucap dari mulut Bintang. Memintnya untuk menikah dengan pria lain, bukan dengan dirinya.

Langit nama pria itu, yang sesungguhnya juga mencintai Mentari dalam diam.

"Nikahilah Mentari, jadikan dia istrimu." pinta Bintang.

Apakah Langit mampu membuat Mentari bahagia, menghapus kesedihan yang begitu menumpuk.

"Izinkan aku untuk Menggenggam mu Mentari." ucap Langit di saat hari pernikahan mereka.

Yuk.. kepoin Ceritanya, jangan lupa dukungan terbaiknya😚🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bianglala

🌿Selamat membaca.

🌿Semoga suka dan terus ikuti kisahnya.

🌿Like dan komen baiknya selalu dinanti 🤗.

...----------------...

"Kenapa kau mengajakku ke sini?" tanya Mentari pada Langit.

"Bukannya kau suka tempat ini?"

"Bagaimana kau tahu mas?" tanya Mentari lagi dan masih berpikir panjang.

"Aku hanya menebak." jawab Langit berbohong dan tetap memandang bianglala besar di hadapan mereka. Sedangkan Mentari menatap teduh wajah Langit penuh dengan pertanyaan.

Langit tahu bahwa menaiki bianglala merupakan impian Mentari sejak dulu. Menurutnya, bianglala adalah tempat paling nyaman untuk mengistirahatkan pikiran. Mentari perlu menenangkan hatinya, menenangkan pikirannya.

Itulah jawaban Mentari ketika Langit bertanya padanya tentang bianglala. Mentari sepertinya melupakan saat itu. Saat Langit tak sengaja melihat keasikan Mentari mencari tempat hiburan dimana bianglala ada di dalam daftar pencariannya.

Wajahnya begitu antusias menatap layar laptop di hadapannya kala itu. Jemarinya begitu lincah mencari tempat hiburan impiannya.

Mentari hanya bisa mencari dan mencari tahu, namun ia tak pernah punya kesempatan untuk mewujudkannya. Hari-harinya selalu sibuk dengan hal lain yang akhirnya melupakan mimpinya itu.

"Kau mau naik?" tanya Langit dan Mentari mengangguk mengiyakan dengan cepat.

Langit mengangkat jemarinya, mengajak Mentari untuk ikut bersamanya. Mentari pun tak sungkan meraih jemari Langit. Langit menggenggamnya begitu erat, mengajaknya melangkah bersama menuju bianglala.

Dulu, Bintang pernah bertanya pada Langit.

"Menurutmu, tempat seperti apa yang Mentari suka?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Aku ingin menyatakan perasaanku, aku ingin membawanya ke tempat yang dia suka."

"Hemm.. coba kau ajak dia naik bianglala."

"Ish.. kekanak-kanakan sekali idemu."

"Tak usah bertanya padaku, jika kau mengejek ideku." ucap Langit merasa kesal dengan protes dari Bintang.

Namun Langit tersenyum setelahnya.

"Jika kau memang jodohku, biarkan aku yang mengajakmu ke sana. Aku tau kamu sangat menyukainya." ucap Langit dalam hati dan tersenyum sambil mengenang wajah Mentari.

Ternyata apa yang diucapkannya dulu terwujud hari ini. Mungkinkah Mentari memang jodohnya. Entahlah.. Langit masih tak paham dengan takdir yang menghampirinya saat ini.

"Aku masih penasaran, kenapa kau tahu aku ingin sekali naik bianglala?" tanya Mentari saat keduanya sudah duduk saling berhadapan di sebuah bianglala.

"Aku kan sudah bilang tadi, aku hanya menebak."

"Enggak mungkin, kau pasti sedang membohongiku." ucap Mentari dan membuat Langit tersenyum.

Mentari masih begitu penasaran, bagaimana Langit bisa tahu tentang bianglala. Mentari bahkan belum pernah membahas ini dengan Bintang sama sekali. Lalu dari mana Langit bisa tahu.

"Mungkinkan dia bisa membaca pikiranku." gumam Mentari dan kemudian menggeleng dengan cepat.

"Kau kenapa?"

"Tidak, tidak apa-apa."

"Jangan terlalu banyak berpikir, nikmati saja saat ini." pinta Langit dan Mentari tersenyum kemudian.

.

.

.

.

"Satu lemon tea, satu es jeruk, dua nasi goreng spesialnya." pinta Langit pada salah satu pelayan resto tempat dimana Langit dan Mentari mengisi perut setelah menghabiskan waktu yang cukup lama dalam bianglala.

Setelah memilih dan memesan menu, Langit meletakan kembali buku menu yang ada di genggamannya. "Bagaimana perasaan kamu sekarang?" tanya Langit kemudian.

"Sudah lebih baik." Mentari tersenyum mengucapkannya.

"Kau menyukai tempat ini?"

"Ya Mas.., aku sangat menyukainya." jawab Mentari dan pandangannya menatap sekitar.

Sebuah Resto dengan pemandangan pegunungan yang mengelilinginya.

"Kita akan kembali setelah menghabiskan makanan kita." ucap Langit kemudian dan Mentari mengangguk menyetujui.

Kurang lebih setengah jam mereka menunggu, makan yang mereka pesan akhirnya sampai. Mentari dan Langit mulai menikmatinya.

"Boleh aku bicara?" tanya Langit di sela-sela makan mereka.

"Katakan saja." jawab Mentari dan masih begitu menikmati makannya.

"Ada hal penting yang harus kita bicarakan segera." ucap Langit dan berhasil membuat Mentari menghentikan suapannya.

"Soal apa?"

"Mengenai permintaan Bintang pada kita." Mentari terdiam, ia bahkan meletakan sendok dan garpunya begitu saja di atas piring. Menatap Langit yang berada di hadapannya saat ini.

Mentari masih begitu sulit memahami semua ini, menikah dengan Langit yang merupakan sahabat dari kekasihnya.

"Aku hanya mencintai mas Bintang, selamanya aku akan tetap mencintainya." ucap Mentari dengan air mata menetes di pipinya begitu saja.

Mendengar kata Bintang, selalu membuat Mentari merasa sedih. Ia tak mampu menahan emosinya sendiri.

"Aku tahu, ini pasti sulit untuk mu. Tapi bagaimana dengan janji kita. kau sudah berjanji, dan aku pun sudah berjanji padanya."

"Aku berjanji karena aku terpaksa. Saat ku mengiyakan, Mas Bintang tetap saja pergi." ucap Mentari dan begitu sangat menyesal saat itu.

"Maafkan aku Mentari, tapi kita tetap harus menikah. Karena itu pesan terkahir darinya untuk kita."

"Kenapa harus.." ucap Tari terisak, "Kita tidak saling mencintai Mas, dan.. tidak harus mengorbankan kebahagian mu juga Mas."

Suasana menjadi hening dalam seketika, Mentari masih terus menetaskan air matanya. Sedangkan Langit masih tampak bingung harus mengatakan apa pada mentari.

"Kau salah menilai perasaan ku.."

"Maksudmu Mas.."

"Aku mencintaimu, aku juga mencintaimu seperti halnya Bintang."

Deg..

Mentari terkejut sekali mendengarnya, matanya terus menatap Langit saat itu. Meminta penjelasan dengan apa yang barusan ia katakan.

"Kau bohongkan Mas, kau mengatakan ini hanya karena kasihan pada ku kan?"

"Tidak.. Aku sungguh mencintaimu." ucap Langit lagi dengan penuh keyakinan.

Tiba-tiba hatinya menjadi begitu tenang setelah mengatakan apa yang menjadi rahasia besarnya selama ini. Mencintai Mentari dalam diam, adalah hal tersulit yang dilakukan, selama Langit mengenal Mentari.

"Mas.." panggil Tari namun tertahan dan tak melanjutkan ucapannya.

Mentari memutuskan untuk menyudahi makannya. Ia bangkit dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan tempat itu segera.

Langit pun bergegas bangkit dari duduknya. Menyusul Mentari yang langsung pergi begitu saja. Setelah menyerahkan beberapa lembar uang untuk membayar makanan dan minuman pesannya, tanpa mengetahui berapa totalnya. Langit berlari mengejar Mentari yang pergi begitu cepat.

Mengikuti langkah besar Mentari yang terus menjauh darinya, hingga akhirnya Langit dapat menyusulnya.. Meraih jemarinya, menggenggamnya kembali.

"Lepaskan aku.." ucap Mentari yang tengah memberontak.

"Tidak.."

"Lepaskan.." pinta Mentari lagi dan kini berteriak memaksa.

Namun bukan melepaskannya, Langit semakin menggenggam erat jemari tangannya. Langit kemudian menarik punggung Mentari dan memeluknya.

Langit menjatuhkan dagunya dan pundak Mentari menjadi tumpuannya. Langit menangis saat itu. Ia menangis begitu dalam.

"Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku, tapi ku mohon jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku. Bagaimana aku harus memenuhi janjiku pada Bintang." ucapnya dan terus memeluk Mentari begitu erat.

.

.

.

.

🤧🤧🤧

1
Umrida Dongoran
Gantengn bintang ya thor ketimbang langit
💜⃞⃟𝓛 ᎩᏬᏁhiat ⍣⃝ꉣꉣ❀∂я
Mantap 👍
belum saya baca habis ada waktu luang nanti saya mampir baca ya thor 🤗
tetap semangat berkarya sukses selalu🙏
it's me oca -off
ehm langit bintang bulan nya mana
temen mentqri😅😅
it's me oca -off
uda vote uda hdir onel
sakura
..
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kamu nanyak Langit 🤭
Nur Adam
lnjut
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hamil ya gak papa Tari kalau yang menghamili Langit 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hayo kenapa ada disitu 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ngapain aja boleh
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Intan mau jadi pelakor sepertinya 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
auto mengulum bibir sendiri ehh 🤭🤭🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
gak papa mendadak bodoh, kan yang bikin mendadak bodoh suamimu sendiri 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sepertinya Mentari cemburu 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sama Mak , aq pun mau 🤣🤣
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
mau aja Langit kan emang kamu suka sama mentari
♀️
pasti mentari bisa ayo semangat bahagia menantimu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga suatu saat nanti Mentari bisa mencintai Langit 🤲
🦋
kebayang klo mentari tau langit yg kasih gaun pasti lari ke planet(Wawa)
🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
𝓐𝔂⃝❥Nona M ѕ⍣⃝✰
banyak bawangnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!