Bella bertemu dengan pacar pertamanya Ilham, saat sama sama satu organisasi kerohanian di kampusnya. Sosok Ilham yang baik , lembut, dan religius membuat Bella jatuh cinta kepadanya. Hubungan mereka berjalan lancar, sampai suatu hari Ilham mengeluarkan sifat aslinya yang tempramen, pencemburu dan jahat.
Di awal hubungannya yang manis, Bella rela memberikan apa saja termasuk keperawanannya kepada Ilham. Bella tidak mengetahui jika selama mereka melakukan hubungan tersebut, Ilham selalu merekamnya.
Dan ketika Bella sudah lelah dengan hubungannya yang toxic dan meminta putus, Ilham mengancam akan menyebarkan video panas mereka berdua. Bukan hanya itu, tindakan Ilham semakin keterlaluan takala Ia sampai hati menjual Bella di aplikasi dating online.
Bella tidak tau bagaimana harus keluar dari hubungan yang sangat menyiksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan pertama dengan ka Ilham
Bella masih memandangi layar handphonenya.
Selama ini Bella masih menganggap wajar semua perhatian yang diberikan Kak Ilham kepadanya.
Tapi Apa artinya jika seorang teman laki-laki mengajak kamu untuk nonton di bioskop dan hanya berdua?
Bella membaca kembali satu persatu kalimat yang dikirimkan oleh Kak Ilham melalui whatsapp .
" Hari sabtu ini ada acara nggak Bel?"
" Nggak ada Kak kenapa emang? "
Semula Bella mengira Kak Ilham akan mengajaknya untuk melakukan kegiatan UKM Rohis.
Tapi kalimat selanjutnya yang dikirimkan oleh kak Ilham membuat Bella bingung sampai sekarang.
" Kalau nggak ada acara aku mau mengajakmu nonton bioskop"
Bella masih belum menjawab chat dari Kak Ilham. Ia tidak mau jika merasa kegeeran sendiri sedangkan kak Ilham tidak memiliki perasaan apa-apa padanya.
Ia bahkan menanyakan pendapat kedua sahabatnya Tanti dan Rika, Bella membuat video call grup.
" Tumben banget video call jam segini bel?" Tanya Tanti yang sedang sibuk nonton drakor.
" Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kalian"
Tanti dan Rika langsung memandang ke arah layar handphonenya masing-masing.
" Menurut kalian kalau ada laki-laki yang mengajak nonton di bioskop, tujuannya apakah hanya untuk berteman atau mendekati secara personal? "
" Wah siapa yang lagi mendekati kamu bel? " tanya Rika dengan semangat.
" Jawab dulu nanti aku ceritakan semuanya "
" Menurut aku sih ya dua-duanya mungkin terjadi. Si cowok bisa jadi membutuhkan teman untuk diajak nonton bioskop, tapi bisa jadi cowok itu juga sedang melakukan pendekatan dengan kamu "
Apa yang di ucapkan Tanti sangat masuk akal.
" Lalu yang membedakannya apa dong? "
" Ya coba kamu tanya ke diri kamu sendiri, menurut kamu cowok ini hanya menganggap kamu teman atau ada perasaan lebih padamu? "
" Justru itu aku gak tau "
" Kamu ga mungkin ga tau Bel, kalo ada orang yang memberikan perhatian walaupun perhatian itu kecil kamu pasti bisa merasakannya "
Bella mulai mengingat ingat perhatian apa saja yang diberikan Kak Ilham padanya.
Bella baru menyadari bahwa Kak Ilham sering memberikan perhatian padanya, hanya saja selama ini Bella terlalu takut untuk mengganggap itu adalah sesuatu yang spesial.
Bella membalas pesan dari Kak Rian" Bolehkah kita mau nonton apa? "
Dan hari Sabtu pun tiba. Bella sedang berdandan ketika layar handphonenya berbunyi.
Bella langsung membuka handphonenya dan chat tersebut dari Kak Ilham
"Aku sudah di depan ya Bel"
Buru-buru Bella keluar dari kamarnya dan menghampiri Kak Ilham yang sudah menunggu di halaman kosannya.
Kak Ilham tersenyum melihat kedatangan Bella yang terlihat sangat cantik hari ini.
" Filmnya mulai jam berapa Kak? "
" Kalau dari tiket yang udah aku beli sih mulai jam 16.45"
" Jadi kita masih punya waktu sekitar 45 menit ya Kak ya "
" Iya betul keburu sih kayaknya 45 menit sampai di bioskop " Ujar Kak Ilham sambil memberikan helm kepada Bella.
Bella langsung memakai helmnya dan mereka berdua langsung pergi menuju Mall.
Walaupun mereka berdua sering beraktifitas bersama di dalam UKM Rohis, tapi hanya jalan berdua saja dengan Kak Ilham membuat Bella agak salah tingkah.
Iya bahkan salah naik eskalator yang seharusnya eskalator naik ia menaiki eskalator untuk turun.
Kak Ilham yang melihat tingkah laku Bella tersenyum dibuatnya, dan Bella merasa sangat malu karenanya.
Sebelum masuk ke dalam studio bioskop, Kak Ilham dan Bella membeli beberapa makanan ringan.
" Kamu mau popcorn manis atau asin bel?"
Bella berpikir sebentar sebelum menentukan untuk membeli popcorn yang asin.
Setelah itu mereka berdua langsung masuk ke dalam bioskop.
Bella dan kak Ilham menonton film Assalamualaikum calon imam. Film itu diperankan oleh artis Natasha Rizki dan Miller Khan.
Mereka berdua menikmati film yang mereka tonton, sambil sesekali mengomentari beberapa adegan yang berada di dalam film.
Setelah selesai menonton, mereka berdua makan di salah satu foodcourt yang berada di lantai atas mall.
Bella tidak enak dengan Kak Ilham karena selama mereka jalan bersama, Kak Ilham mentraktir semuanya.
Bella sudah menawarkan untuk membayar makanannya sendiri, tapi Kak Ilham menolaknya..
" Aku kan yang ngajak kamu Bel, masa kamu keluar uang juga, udah di tabung aja uangnya Bel " Ujar Kak Ilham.
Selama makan mereka tidak mengobrol sama sekali. Kak Ilham sepertinya adalah orang yang tidak mau berbicara ketika makan.
Dan setelah mereka selesai makan, barulah kak Ilham membuka pembicaraan.
Kami mengobrol banyak hal, mulai dari bagaimana rasanya Merantau, bagaimana rasanya berkuliah di fakultas psikologi, tapi yang Membekas dari obrolan tersebut adalah ketika kak Ilham memujinya karena membiayai kuliah sendiri tanpa bantuan orang tua.
Menurut kak Ilham itu adalah sesuatu yang patut di acungi jempol, di saat teman-teman kita yang lain masih disokong oleh orang tuanya, aku sudah bisa mandiri untuk menghidupi diriku sendiri dan juga membiayai kuliahku.
Dari obrolan yang biasa-biasa saja tiba-tiba kayak Ilham bertanya " Selama Kamu kuliah di sini pernah naksir cowok enggak bel? "
Mendengar pertanyaan Kak Ilham membuat Bella tersipu malu.
" Sorry Sorry kalau nggak mau dijawab juga nggak apa-apa kok Bel, kayaknya pertanyaan aku terlalu personal ya"
" Enggak kok Kak nggak apa-apa aku cuman kaget aja tiba-tiba kakak nanya begitu" Bella tertawa kecil di akhir kalimatnya
." Aku tuh sampai saat ini belum pernah pacaran gitu loh kak, karena dari sekolah aku kayak udah fokus sama pendidikan aku gitu "
" Oh jadi nggak pernah naksir sama cowok ya? "
" Sejauh ini sih nggak pernah Kak"
" Yah berarti aku nggak ada kesempatan dong ya? "
Mendengar perkataan Kak Ilham membuat jantung Bella berdebar dan membuat Ia salah tingkah sendiri.
Ia benar-benar berpikir keras apa maksud dari perkataan Kak Ilham tersebut. Selagi berpikir Bella melihat wajah Kak Ilham yang tersenyum menatapnya.
" Maksudnya gimana Kak? "
" Ya kalau aku suka sama kamu berarti aku nggak ada kesempatan dong ya? "
Bella tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Apa benar Kak Ilham bilang jika ia menyukainya? Kak Ilham yang begitu disukai oleh banyak perempuan tapi bisa menyukai Bella yang begitu sederhana.
" Yah Kayaknya bener nggak ada kesempatan nih. Aku udah mengutarakan perasaanku, tapi masih nggak direspon juga "
" Bu..bukan nggak direspon Kak cuma, Bener Kakak suka sama aku? "
" Emang kamu nggak berasa kalau aku memperhatikan kamu lebih dari teman-teman kita yang lain?"
Bella memang merasa perhatian yang diberikan oleh kak Ilham lebih daripada perhatiannya kepada teman-temannya yang lain.
Tapi ia tidak menyangka Jika Kak Ilham memberikan perhatian tersebut karena ia suka dengannya.
" Jadi gimana nih? Kamu mau nggak jadi pacarku?" Ujar kak Ilham dengan menatap mata Bella.
Bella hanya mengganggu malu. Bagaimana mungkin ia bisa menolak laki-laki yang sudah lama iya kagumi.