Di usianya yang ke 40 tahun Delon menyandang status sebagai duda dan mempunyai dua anak kembar yang masing-masing berusia 20 tahun.
Hingga suatu ketika dirinya dipertemukan oleh seorang gadis seumuran dengan anak kembarnya yang bernama Joanna.
Entah kenapa Delon merasakan seperti remaja jatuh cinta ketika bertemu dengan Joanna dan tidak bisa berpisah bagaikan lem dan perangko.
Apakah hubungan mereka berakhir bahagia atau kandas di tengah jalan mengingat perbedaan umur mereka yang terpaut 20 tahun.
Ikuti novelku yang ke 1
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karen Sandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alas Kaki
Ke dua orang tuanya langsung menatap ke arah ponsel milik Delon untuk melihat rekaman cctv.
xxx Rekaman CCTV di Rumah Sakit On xxx
Joanna melangkahkan kakinya ke arah kantin hingga di lorong yang sepi Joanna melihat Delon sedang berjalan ke arah dirinya bersamaan ada seorang pria yang memanggil dirinya.
"Joanna," panggil pria tersebut.
Joanna sangat familiar dengan suara laki-laki tersebut membuat Joanna membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah laki-laki tersebut yang menatapnya sambil tersenyum mesum.
"Ada apa?" tanya Joanna dengan nada ketus.
"Joanna, aku ini pamanmu kenapa kamu sangat ketus?" tanya Paman nya dengan wajah kesal.
"Paman pikir saja sendiri," jawab Joanna dengan nada masih ketus.
"Joanna sudah lama Paman mencintai dirimu tapi Tante mu yang selalu mengejar-ngejar Paman bahkan menjebak Paman agar mau menikah dengan Tante mu," ucap Pamannya.
"Apa Paman tidak pikir, selisih umur kita itu dua puluh tahun apalagi Paman seorang Casanova yang hobinya celap celup sana sini jadi mana mungkin aku mencintai pria brengs*k seperti Paman," ucap Joanna dengan nada ketus.
"Asal Paman tahu, aku sudah mengatakan ke Tante untuk menceraikan pria brengs*k seperti Paman apalagi Daddy juga marah sama Paman jadi bersiaplah Paman di tendang dari keluarga besar kami," sambung Joanna sambil tersenyum menyeringai.
"Tante mu tidak mungkin menceraikan Paman karena Paman sangat tampan," ucap Paman nya tanpa memperdulikan ucapan Joanna.
"Hanya wanita buta yang mau sama Paman," ucap Joanna.
"Joanna!" bentak Pamannya sambil mengangkat tangannya ke atas.
Grep
Ketika Joanna ingin mengangkat tangannya untuk menahan tangan Pamannya seseorang di belakang Joanna menahan tangan Pamannya.
"Jadi pria beraninya sama seorang wanita, apakah kamu ban*i?" tanya Delon sambil menekuk tangan Paman nya ke belakang.
"Lepas dan jangan ikut campur urusan kami," ucap Pamannya sambil meringis menahan rasa sakit.
Bruk
"Aku akan ikut campur jika melihat seorang pria menyakiti seorang wanita," jawab Delon kemudian mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terjatuh.
Grep
Selesai mengatakan hal itu Delon menarik tangan Joanna membuat Joanna bengong dan tanpa sadar mengikuti langkah Delon hingga mereka berhenti di kantin.
xxx Rekaman CCTV di Rumah Sakit Off xxx
''Sekarang sudah tahu bukan siapa yang berbohong Joana atau pria brengs*k yang barusan kalian pukul?" tanya Daddy Nathan sambil tersenyum miring.
"Lebih baik kita pergi dari sini," sambung Daddy Nathan sambil membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut.
"Baik Dad," jawab Delon patuh sambil mengikuti langkah Daddy Nathan kecuali Mommy Maya yang masih bersama Joanna.
"Joanna, maafkan Mommy," ucap Mommynya merasa bersalah.
"Begitu pula dengan Daddy, Daddy percaya saja perkataan pria brengs*k dan juga perkataan Tante mu," ucap Daddynya yang juga merasa bersalah karena menuduh Joanna.
"Joanna sudah memaafkannya tapi saat ini Joanna ingin sendiri dulu Dad, Mom," ucap Joanna.
"Kamu mau kemana?" tanya ke dua orang tuanya bersamaan.
"Mommy Maya, bolehkah Joanna ikut dengan Mommy Maya?" tanya Joanna dengan mata berkaca-kaca tanpa menjawab pertanyaan ke dua orang tuanya.
"Tentu saja tapi kamu harus ijin dengan ke dua orang tuamu," jawab Mommy Maya dengan nada lembut sambil mengusap pipi Joanna.
"Mommy dan Daddy, Joanna akan ikut sementara Mommy Maya dan untuk masalah tempat tinggal Joanna akan mencari apartemen," ucap Joanna yang masih kecewa dengan ke dua orang tuanya.
"Lalu kapan kamu pulang?" tanya Ibunya.
"Setelah hati Joanna mulai membaik Joanna akan pulang," jawab Joanna.
"Jika kamu pergi maka segala fasilitas yang Daddy berikan terpaksa Mommy minta," ucap Ibunya dengan nada kesal.
Tanpa menjawab Joanna membuka tasnya kemudian Joanna mengambil dompetnya.
"Ini kartu kredit dan kartu Debit," jawab Joanna sambil membuka dompetnya kemudian Joanna memegang tangan Ibunya untuk meletakkan dua kartu ke tangan Ibunya.
"Kalung, cincin, gelang dan sepasang anting," pinta Ibunya.
Joanna tanpa menjawab melepaskan kalung, cincin, gelang dan sepasang anting kemudian diberikan oleh Ibunya.
Ibunya menerimanya dengan senang hati tanpa mengetahui kalau hati Joanna sangat hancur terlebih Ayahnya hanya menatapnya dengan datar tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Ada lagi Mom?" tanya Joanna.
Ibunya hanya terdiam sedangkan Joanna hanya tersenyum walau dalam hatinya sangat sakit namun tidak berdarah kemudian membuka tasnya kembali lalu mengambil dompetnya.
Joanna membuka dompetnya untuk mengambil kartu identitasnya kemudian memasukkan dompet ke dalam tasnya. Joanna melepaskan sepasang sepatu kemudian meletakkan di bawah kaki Ibunya berikut tasnya.
"Aku kembalikan semuanya hanya pakaian yang melekat dalam tubuhku. Jika Mommy meminta juga maka Joanna akan kembalikan jika Joanna sudah berkerja," ucap Joanna.
"Ayo Mommy Maya kita jalan," sambung Joanna sambil menarik tangan Mommy Maya dengan lembut.
Mommy Maya hanya bisa menahan amarahnya terhadap Ibunya Joanna sambil mengikuti langkah Joanna.
"Dalam dua hari kamu tidak pulang maka selamanya kamu tidak boleh pulang ke mansion," ancam Ibunya ketika Joanna baru melangkahkan kakinya.
"Baik Mom," jawab Joanna tanpa membalikkan badannya.
"Sebelum pergi salam dulu sama ke dua orang tuamu," ucap mommy Maya.
"Tidak usah, lebih baik pergilah!" usir Ibunya Joanna ketika melihat Joanna menghentikan langkahnya.
"Maafkan Joanna karena jadi anak durhaka," ucap Joanna lirih sambil melangkahkan kakinya dengan bertelanjang kaki.
"Kamu tidak apa-apa tidak pakai sepatu?" tanya Mommy Maya.
"Tidak apa-apa Mom," jawab Joanna.
Ke dua wanita cantik itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah parkiran mobil dimana Daddy Nathan dan Delon sedang menunggu mereka.
"Joanna mau kemana?" tanya Daddy Nathan yang melihat berjalan bersama istrinya.
"Joanna mau menumpang di mansion Tuan besar boleh?" tanya Joanna.
"Tenang saja, Joanna bisa masak dan mencuci jadi tidak numpang gratis sampai Joanna mendapatkan pekerjaan," sambung Joanna sambil tersenyum walau terlihat jelas kalau Joanna sangat terluka namun tidak berdarah.
"Panggil Daddy sama seperti Delon memanggilku dengan sebutan Daddy," ucap Daddy Nathan.
"Oh ya mengenai kamu berkerja sebagai pelayan di mansion Daddy tidak setuju lebih baik kamu berkerja di perusahaan cucuku Edward karena kebetulan Edward sedang mencari sekretaris baru," sambung Daddy Nathan.
"Iya benar, lebih baik berkerja di perusahaan putraku," sambung Delon.
"Tapi Joanna belum pernah berkerja," jawab Joanna.
"Nanti Mommy ajarkan," jawab Mommy Maya.
"Kalau begitu Joanna setuju," ucap Joanna sambil sesekali menggerakkan ke dua kakinya yang terasa panas karena udaranya lumayan panas.
Daddy Nathan dan Delon merasa bingung karena sejak tadi tubuh Joanna bergerak hingga mata mereka melihat ke arah bawah dan melihat Joanna tidak menggunakan alas kaki.
"Sepatunya kemana?" tanya Daddy Nathan dengan wajah terkejut.
"Ceritanya nanti saja, kasihan Joanna kakinya kepanasan," jawab Mommy Maya yang menjawab pertanyaan suaminya.
katanya Delon seorang Mafia,Tapi kenapa Alurnya melenceng jauh ya? 🤔🤔🤔
Tapi kenapa di bab selanjutnya outhor bilang William ayah sambung Joanna??
yg udah ada tanda kunin
karna pasti ceritanya lengkap
eeehhh tau² di gantun
truss gk ada kelanjutan
😤😤😤😤😤