NovelToon NovelToon
PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:927.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yeni Erlinawati

"Siapapun yang menolongku. Jika dia seorang perempuan akan aku jadikan dia sebagai seorang saudara. Tapi jika yang menolongku adalah seorang laki-laki, akan aku jadikan sebagai suami."

Ucapan yang terlontar dari mulut seorang perempuan yang tengah ketakutan di tengah malam yang sunyi dan mencekam itu ternyata dikabulkan oleh sang pencipta. Dimana setelah perkataan itu terlontar ada seorang laki-laki yang berbisik tepat di samping telinganya.

"Tepati ucapanmu itu."

Dan dari ucapan yang tiba-tiba terucap begitu saja akhirnya ucapan tersebut menjadi kenyataan.

Pernikahan tanpa didasari oleh cinta itu membuat gadis bernama Maura membuat satu kesepakatan dengan calon suaminya untuk tetap membebaskan mereka melakukan apa pun yang mereka mau. Dimana dengan adanya kesepakatan tersebut justru membuat satu sama lain pusing jika salah satu dari mereka membuat masalah.

Apakah dengan banyaknya masalah itu mereka akan merubah kesepakatan yang mereka buat? Atau justru memutuskan untuk berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Brak! Bruk! Derr!

Maura yang telah terburu-buru karena waktu yang tersisa tinggal 5 menit lagi membuat dirinya tidak berlari dengan baik. Hingga sesekali ia menabrak sesuatu di depannya. Dia hanya bisa meringis kesakitan dan dengan sekuat tenaga ia sempat membanting pintu kamarnya sebelum dirinya berlari menuruni anak tangga.

"Bik!" teriak Maura kalau dirinya telah sampai di lantai bawah rumahnya dengan mata yang disibukkan untuk mencari kunci mobilnya.

Beberapa art yang mendengar panggilan dari Maura tadi, mereka juga berlari mendekati Maura.

"Nona, ada apa?" tanya salah satu art.

Maura yang mendengar suara dari art tadi, ia menolehkan kepalanya ke arah belakang tepat di mana para art saat ini berdiri.

"Aku mau pergi dulu sebentar," izin Maura yang diangguki oleh art tersebut.

Maura yang melihat anggukan itu, ia kembali berlari untuk keluar dari rumah. Tapi baru sampai tengah-tengah, ia merubah arah tujuannya dan berlari kembali ke hadapan para art tadi.

"Mama sama Papa sudah tahu kalau aku pulang?" tanya Maura.

"Untuk Nyonya dan Tuan belum ada yang tahu Nona. Kita belum memberitahu mereka tentang kepulangan Nona." Maura menganggukkan kepalanya.

"Baiklah. Tetap jangan kasih tahu ke mereka jika aku pulang. Biar aku yang memberitahu sendiri ke mereka nanti."

"Baik Nona," jawab para art tersebut dengan kompak.

"Kalau begitu aku pergi dulu. Bye." Maura kembali berlari hingga sampai di garasi rumah tersebut. Dia dengan cepat naik ke dalam mobil sang ibunda kemudian ia segera menjalankan mobil tersebut membelah jalanan yang ia harapkan tak ada kata macet dalam perjalanannya kali ini. Kalau sampai jalanan macet, tamatlah riwayatnya hari ini juga.

Tapi sayang seribu sayang harapannya itu tak dikabulkan oleh Tuhan. Jalanan yang tengah ia lewati saat ini benar-benar macet total hingga membuat mobil yang ia kendari saat ini tak bisa bergerak sama sekali dan hal tersebut membuat dirinya benar-benar kesal setengah mati. Mana waktu yang tersisa tinggal 2 menit lagi dan tak mungkin ia bisa datang tepat waktu.

"Sumpah demi apapun kalau aku bisa mengutuk jalanan ini, pasti akan aku kutuk menjadi lebih lebar lagi dan mobil-mobil di depanku akan aku hilangkan agar tak menghalangi jalanku," gumamnya penuh dengan kekesalan.

"Aku tidak bisa terus menunggu jalanan ini menjadi lancar kembali. Aku harus segera turun dan lebih baik berlari menuju ke lokasi. Karena jika aku berlari, kemungkinan aku telat hanya beberapa menit saja yang mungkin masih bisa dimaafkan oleh laki-laki itu. Tapi jika aku menunggu jalan ini sampai tidak macet lagi, bisa berjam-jam aku telat datang ke sana yang aku yakini pasti laki-laki itu sudah mengumpulkan masa untuk mendemo rumahku. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Aku harus memarkirkan mobil ini ke---" Maura menatap ke sekelilingnya, dimana ia kini melihat jika tak jauh dari posisi mobilnya saat ini berhenti ada sebuah restoran.

"Aku harus memarkirkan mobil ini ke restoran itu," sambungnya. Dan dengan cepat ia keluar dari dalam mobilnya tersebut kemudian ia berlari masuk ke dalam area restoran itu hingga sampai ia bertemu dengan tukang parkir restoran tersebut.

"Pak Pak Pak!" panggil Maura yang membuat 3 tukang parkir yang tengah duduk santai itu menolehkan kepalanya ke arah Maura.

"Ehhh ada apa neng?" tanya salah satu tukang parkir tersebut saat Maura telah sampai di hadapan mereka.

"Pak tolong parkirkan mobil saya ke dalam restoran ini. Dan saya titip sebentar di sini karena saya sekarang tengah buru-buru. Ini kuncinya dan jenis mobilnya Honda Brio warna putih dengan plat B 1234 MR," ucap Maura dengan menyerahkan kunci mobil ke tangan salah satu tukang parkir tersebut.

"Udah dulu ya Pak. Saya buru-buru dan titip mobil saya. Assalamualaikum." Tanpa menunggu balasan salam dari para tukang parkir itu, Maura kembali berlari menuju ke tempat tujuan utama dirinya dengan sesekali ia melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya disebut. Di mana jam itu menunjukkan pukul 10.05.

"Sialan. Aku sudah terlambat 5 menit," ucap Maura di sela berlarinya. Dan setelah melihat jika dirinya sudah telat ia menambah kecepatan larinya, berharap ia tak terlambat lebih dari satu jam.

Sedangkan di sisi lain, Erland berdecak kesal kala perempuan yang ia tunggu tak kunjung menampakan batang hidungnya padahal saat ini sudah pukul 10.30 siang yang artinya dia sudah menunggu Maura selama 40 menit.

"Apa dia menganggap jika ucapanku tadi malam adalah sebuah gurauan saja sampai dia tidak menempati janji yang telah kita berdua sepakati? Hmm cukup berani juga tuh perempuan dan sepertinya dia juga menantangku. Baiklah kalau begitu jangan salahkan aku jika di depan rumahnya akan banyak orang berdatangan," ujar Eland sembari mengambil ponselnya yang sedari tadi ia letakkan di atas meja di depannya untuk ia gunakan untuk menghubungi salah satu temannya agar temannya itu segera mengumpulkan orang-orang yang akan ia kerahkan ke rumah Maura.

Namun saat tangannya ingin mendinial nomor temannya tersebut, pintu cafe yang tadi tertutup rapat tiba-tiba dibuka dengan kencang hingga menimbulkan bunyi lonceng yang sengaja ditaruh di atas pintu itu berbunyi nyaring membuat seluruh pengunjung cafe itu mengalihkan pandangan ke arah seseorang yang baru saja tiba. Tak terkecuali dengan Erland yang kini menatap nyalang ke arah orang yang baru saja sampai tersebut yang ternyata adalah perempuan yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya.

Maura yang menjadi pusat perhatian itu, ia tak memperdulikan dengan tatapan orang-orang yang berada di cafe tersebut. Karena ia memilih untuk fokus melihat ke seluruh penjuru cafe untuk menemukan laki-laki yang berjanjian dengannya. Dan saat ia menemukan posisi Erland berada, ia menelan salivanya dengan susah payah kala mendapat tatapan mematikan dari Erland tersebut. Tapi beberapa saat setelahnya ia mendudukkan kepalanya sesaat sembari berucap, "Tenang, jangan takut dengan laki-laki itu."

Dan dengan berdehem sesaat juga menegakkan kembali kepalanya, Maura kini berjalan mendekati Erland.

Saat dirinya telah sampai, tanpa disuruh terlebih dahulu Maura langsung duduk berhadapan dengan Erland.

"Sekarang pukul 10:35 yang artinya kamu telat setengah jam lebih dari perjanjian yang kita buat," ujar Erland yang membuat Maura yang sebenarnya tengah mengatur nafasnya yang ngos-ngosan itu sembari tangannya menyeka keringat dengan tangannya, kini ia mencabikan bibirnya sebagai respon atas ucapan Erland tadi namun tak urung ia juga bersuara.

"Macet," jawab Maura dengan singkat.

Dimana hal itu membuat Erland memutar bola matanya malas sebelum tangannya kini bergerak untuk mengambil sebuah sapu tangan yang berada di saku jaketnya itu dan melemparnya tepat dihadapan Maura.

"Jangan jorok jadi perempuan. Lap keringatmu dengan sapu tangan itu," ujar Erland yang membuat Maura berdecak. Namun tak urung tangannya mengambil sapu tangan milik Erland tersebut untuk ia gunakan untuk menyeka keringatnya itu.

1
Tifanny Lette
ada tdk cerita papa Aiden dan istrinya Thor?
Yeni Erlinawati: ada kak judulnya My Bos CEO
total 1 replies
Defi
Afif cepat kasih tahu bang Er, bisa ngamuk bang Er sama kamu kalau tahu Maura dibawa ke rumah sakit
Anonim
Kirain kembar anaknya
Anonim
Bagus ceritanya
Fadil21 Nazwa
bagus pake bingittt , 👍👍👍
Yeni Erlinawati: terimakasih kakak 🤗❤️
total 1 replies
Fadil21 Nazwa
qok bisa ya Thor bikin cerita'a gak bosan bosan d baca, malah mo lagi mo lagi Kya makan momogi 😍😍😍
Yeni Erlinawati: waduh jadi pengen makan momogi nih. terimakasih kakak. Happy reading ya ❤️
total 1 replies
ai yua
aku mau dua2 yg my bos CEO dan Zico kk
Hany
siap thoor, meluncur 🏃🏃
Entin Fatkurina
siap meluncur
Ummi Ilhamdanaini
ternyata sudah tamat ya...sy nungguin 😁 😊 tetap semangat ya dlm berkarya,smoga sll ada ide cemerlang 👍👍💪💪💖💖
Yeni Erlinawati: Aamiin. Terimakasih atas dukungannya kak. jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️🤗
total 1 replies
SaSa🐕
Thanks author untuk kaya yang berkesan ini, selalu ditunggu kelanjutan sampai nanti 7 turunan pun😂...
Yeni Erlinawati: Ya ampun kalau begitu semua ceritaku tentang keluarga Abhivandya doang dong😂
total 1 replies
Hany
karena sakit ngamar di rumah sakit jadi gak tau kalau babang Erland Uda end,makasih thoor,Uda menemani kami para readermu selama,selalu sehat n tetep semangat,semoga makin sukses dan makin lancar reziknya amin 🤲💪🥰😘🙏
Hany: makasih dek Yeni 🙏😊💪
total 4 replies
Khayati 123
Biasa
Entin Fatkurina
pasti kangen deh dengan bang er dan maura, semoga nanti cerita bang er, nyelip di ceritanya babang zico, tetap semangat dan sukses selalu buat yeni ku sayang.
Yeni Erlinawati: Pasti ada kak nanti 😂
total 1 replies
Ika R Des
gak bosen² lah thor baca nya...
dri Mak bpknya, dri kisah mereka trio. .
trs crita abang er...
lanjut yaa thor....
kalo bisa smpe kisah cucu nya
Yeni Erlinawati: waahhh terpantau pembaca setiaku nih🤭 terimakasih ya kak atas dukungan Kakak selama ini. love sekebun ❤️
total 1 replies
Radya Arynda
ok... tamat sudah....semangaaaat💪💪💪💪💪
Radya Arynda: siap caaaantik......cepet rilis ya ceritanya, , , , 💪💪💪
total 2 replies
Iffah Olivia
yah tamat si thor belum puas thor
Yeni Erlinawati: hehehe iya nih Kak. Otaku udah stack kak buat cerita ini😂
total 1 replies
Indar
eh sdh tamat saja kirain mau ada cerita kerempongan ngurus baby dalton 🤭 terima kasih atas ceritanya 🤗🤗 sukses terus 💪💪 dan ditunggu cerita bang ziconya 🥰🤗
Indar: iya sama2 🤗🤗 🥰
total 2 replies
Indar
lanjut kak, tetap semangat 💪💪🤗
SaSa🐕
yukk kakk dilanjut...💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!