(Kanaya Khairunnisa Aulia) gadis yang berusia 17 tahun, di paksa oleh keadaan yang mengharuskan dia menikah mendahului kedua kakaknya dengan (Alfan Alvaro) yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya, karena Suatu alasan yang tidak bisa di hindari olehnya.
"Kamu pasti akan menyesal karena telah menyanggupi pernikahan ini?" tekan Alfan
"Tidak, aku tidak akan pernah menyesalinya karena ini pilihan ku!" jawab Kanaya.
Bagaimana kisah selanjutnya? yuk ikut kisahnya?
Makasih ya guys sudah mau baca? sungguh sangat senang sekali di baca! tapi jangan di bom like yah🙏 dan di sarankan komentar yang membangun? ✌️🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safna Colloction, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6 PERTEMUAN
...🤗 Hai selamat membaca 🤗...
Kanaya masuk ke dalam rumah sambil di gandeng oleh kesya, Kesya berusaha untuk berbicara dengan putrinya bungsunya itu yang suka ngambek, dan suka gak mau mendengar kata Mamahnya, kalau sama Papahnya saja dia suka mendengarkan,
Maklumlah cinta pertama anak perempuan adalah papanya. Kemudian Kesya pun memberanikan diri untuk berbicara, walaupun Kanaya pasti tidak akan mendengar perkataannya, Kesya mau bicara tadi di luar, takutnya tidak akan tepat waktu untuk berbicara dengan Kanaya,
"Naya sebenarnya yang datang itu keluarga calon suamimu!" ucap kesya, akhirnya keluar juga dari mulutnya dengan rasa takut,
"Apa? kenapa mamah gak bilang dari tadi?" ucap Kanaya, sambil ngambek dan membelalakan matanya.
"Yah maaf. mamah harus gimana lagi dong? kemarin Tante Wanda nelpon. mau kesini Sekeluarga. tadi malam Mamah lupa mau bilang sama kamu! Tante Wanda akan datang hari ini! Ayo masuk salaman dulu kepada Tante Wanda dan Om Alvaro, kepada calon suami kamu juga Alfan, mereka udah menunggu kamu loh dari tadi!." ucap kesya
"Ach Mamah Aku malu, ketemu sama orang lain." ujar Kanaya
"Makannya jangan di kamar mulu, harus keluar kali-kali bertemu sama orang-orang lain, misal main ke tetangga atuh." ucap kesya
"Ach Mamah, malah bikin aku tambah bete saja, bukannya aku tidak mau mah, main-main ke tetangga, tapi...udah ach" ucap Kanaya, sambil melangkah menuju keluar,
"Naya ayo masuk dulu gak baik ada tamu, dan sudah nunggu dari tadi, mau ketemu kamu." ajak Faisal
Sebenarnya Kanaya ingin pergi dari rumah, Kanaya melihat wajah Faisal, Kanaya menjadi tidak tega juga untuk pergi, akhirnya Kanaya menuruti kata Faisal, kemudian Dia mengikuti langkah Faisal masuk kedalam rumah. di ikuti dari belakang oleh kesya.
...****...
"Kanaya sayang sudah pulang?" sapa Tante Wanda, yang melihat Kanaya sudah datang,
Kanaya sedari tadi menundukkan kepalanya, kemudian dia mendongakkan kepalanya, dan melihat di sebelah Tante Wanda ada Om-Om "Hah...dia orangnya yang akan menjadi suamiku? ya ampun tua banget." gumam Kanaya
"Iya Tante barusan saja." jawab Kanaya
"Sini sayang duduk sama mamah? ucap Tante Wanda sambil menepuk sofa.
"Ya ampun Tante Wanda pake bilang mamah segala? aku kan belum nikah sama anak Tante! gumam Kanaya, sambil mengerutkan keningnya. Kanaya pun menurut karena di suruh Kesya juga, kemudian dia bersalaman lalu dia duduk di sebelah Wanda.
"Gimana sekolahnya hari ini sayang? tanya Tante Wanda sambil memegang tangan Kanaya mereka terlihat seperti sudah sangat akrab.
"Alhamdulillah Tante sangat menyenangkan." jawab Kanaya, sambil menundukkan kepalanya, Kanaya sangat merasa gugup.
"Alfan sayang sini?" ucap Wanda
Alfan pun keluar dari halaman belakang. dari tadi dia izin kepada Alvaro untuk mengangkat ponselnya di sana, karena bosen juga dia lama menunggu, jadi dia memilih di luar sambil menyalakan rokok dan menyesapnya di halaman belakang. Alfan melihat di sebelah Mamanya ada gadis kecil memakai pakaian atas putih bawah abu-abu.
"Apa dia si gadis botol itu? mamah gak kira-kira mau nikahin aku sama anak kecil begitu! dari segi semuanya tipis, sangat tipis, gak ada yang menarik darinya! gumam Alfan dengan tersenyum sinis.
Alfan pun duduk di sebelah Kanaya, karena di Suruh Wanda, untuk duduk di dekat Kanaya, Kanaya melirik ke arah Alfan, karena kursi yang dia dudukinya bergetar.
...&...
"Oh ini yang namanya Alfan, dia seperti Om..Om, yang benar saja, mamah mau nikahkan aku sama dia? bagusnya dia menjadi Paman ku bukan suami ku, ganteng Andre dari pada dia," gumam Kanaya.
Setelah sekian lama mereka mengobrol, Kanaya terus membidik kesya dengan mata yang membulat, yang berada cukup dekat di depan Kanaya. Kanaya terus mengode, dengan segala cara, Karena dia merasa gugup berdekatan dengan Alfan, ini pertama kalinya buat Kanaya, duduk bersama pria selain, Faisal dan kak Kevin.
Akhirnya kesya melirik Kanaya, yang memelototi nya "Naya ayo ganti baju dulu?" ucap kesya guna untuk menghilangkan kegugupan putrinya itu
"Iya..mah, maaf Tante aku ke atas dulu?" ucap Kanaya.
"iya sayang" ujar Wanda sambil mengelus lembut pucuk kepala Kanaya
"Wanda maaf yah aku tinggal dulu?" ucap kesya
"Iya silahkan Kesya" ucap Wanda
Kanaya bersama Kesya pun pergi dari lantai bawah, untuk menuju lantai atas, mereka terus berjalan melalui satu persatu anak tangga, untuk menuju kamar Kanaya.
Sesampainya di lantai atas Kanaya menarik Mamahnya supaya cepat masuk ke dalam kamar, "Mamah....ich aku udah ngodein dari tadi! Mamah gak ngerti- ngerti, mamah aku malu, deket sama seorang yang baru aku kenal, iya aku pernah ketemu Tante Wanda pas waktu itu mamah lagi sakit, tapi ini yang di sebelahku, Mama ich!" rengek Kanaya
Kesya melihat Kanaya kelakuannya seperti bayi, dia jadi bingung mau nikahin Kanaya, tingkah nya saja masih seperti bayi, "Ya maaf Naya, mamah ngelag pas kamu ngodein?" ucap kesya
"Ayo cepat ganti baju ajalah, nanti mandinya! kasihan Tante Wanda, Om Alvaro, dan Alfan, belum mamah kasih jamuan, ayo cepetan mamah tunggu di bawah." ucap kesya, dan berlalu meninggalkan Kanaya, belum juga Kesya keluar langkahnya sudah di hentikan.
"Mamah sini dulu aku pakai baju yang mana?" tanya Kanaya bingung.
"Pakai yang mana saja, kan kamu punya banyak Naya?" jawab Kesya.
"Coba mamah pilih dulu?" pinta Kanaya
Kesya pun mendekati Kanaya yang sedang berdiri di depan lemarinya, Kesya membuka dan memilih satu persatu baju Kanaya, tetapi tidak ada yang cocok untuk di kenakan di depan calon besan.
"ya ampun Naya kamu gak punya dress sama sekali, bentar mamah akan Carikan di kamar kanza!" Kesya pun pergi ke kamar kanza.
Tanpa butuh waktu lama Kesya pun membawa dress di tangannya.
"Mah aku gak mau ach pakai itu, aku pakai ini aja, Kanaya memperlihatkan baju pilihannya, celana jeans hitam, baju putih. kalau mamah maksa aku pakai baju itu, aku gak mau ke bawah." rengek Kanaya, sambil mengerucutkan bibirnya.
"Terserah kamu ach mamah capek, percuma dong mamah ambil baju ini, dari kamar kanza, udah Ach mamah tunggu di bawah, jangan lama-lama." ujar kesya
"Iya...aku ke bawah secepatnya." ucap Kanaya. Kanaya mencolek baju kanza, yang tadi di bawa Mamahnya, dia melihatnya dengan geli dan menyingkirkan baju itu,
Setelah berganti pakaian Kanaya bergegas untuk menuju ke lantai bawah, karena teringat kepada perkataan Mamahnya, Tante Wanda beserta keluarga yang sudah mengunggu, dan belum di kasih jamuan,
Kanaya sangat gugup sekali, dia pun memberanikan dirinya untuk ke lantai bawah, Kanaya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. dia membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ke lantai bawah.
...Bersambung......
...Lanjut ke bab selanjutnya......
WAKTU YANG TERBANGUN SIA SIA❎
Awas thor banyak kalimat atau ayat yg salah tulis..hati-hati..