Ayu Lestari, gadis cantik yang ditinggal menikah oleh kekasihnya saat ini sadar kenapa pacaran dilarang, dan ia menyadari jika memang pacaran hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat sama sekali, bahkan membuat pikirannya kacau.
Perlahan Ayu mulai memperbaiki diri. Hijrah menuju hal yang lebih baik, belajar tentang bagaimana cara menyalurkan fitrahnya sesuai dengan syari'at. Apakah Ayu akan menemukan pasangan yang tepat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memaafkan
Ayu dan Ajeng tetap melanjutkan masuk ke dalam kosan. Harsa begitu sumringah melihat kedatangan Ayu, akhirnya bisa melihat lagi orang yang sangat ia cintai, walaupun tidak berjodoh karena kebodohannya.
Harsa bangun dari duduknya lalu menyambut Ayu dengan senyuman khas, yang kata Ayu senyumannya lah yang bisa membuat Ayu jatuh cinta berkali-kali.
Ayu menghentikan langkahnya di depan mantan kekasihnya itu.
"Mau apa Mas ke sini?"
Wajah Harsa langsung terlihat murung ketika Ayu menanyakan demikian, biasanya saat dirinya datang, mantan kekasihnya itu akan menyambutnya dengan senang hati.
"Kita perlu bicara Yu," jawab Harsa.
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan Mas, semuanya sudah selesai, aku sedang berusaha ikhlas, saatnya aku melanjutkan kehidupanku," ucap Ayu, ia menunduk, tidak berani menatap lelaki yang pernah menjadi pujaan hatinya itu.
"Aku masuk dulu yah." Ajeng langsung masuk ke dalam kamar kos, ia tidak ingin Harsa maupun Ayu semakin canggung karena kehadirannya. Mereka berdua memang harus bicara agar permasalah yang sedang terjadi segera berakhir. Ajeng berharap semoga Ayu teguh pendirian, walaupun ia juga mengerti, tidaklah mudah melupakan orang yang pernah dicintai.
Ayu mulai gusar karena tidak ada Ajeng. Harsa memberikan sebotol air mineral. Ayu menerimanya lalu meminumnya. Keduanya duduk di teras kosan.
"Maafkan Mas yah Yu, entahlah kenapa Mas jadi seperti ini, menyesal sekali rasanya menikah tanpa cinta," ucap Harsa, ia melirik kekasihnya yang ada di sebelahnya, Ayu semakin cantik setelah ia tinggalkan.
Ayu terkekeh, ia merasa jika mas Harsa sedang melawak, bagaimana mungkin tidak cinta tapi bisa sampai terjadi pembuahan, apakah bisa ya bercinta tanpa cinta.
"Tapi Mas tidak yakin kalau itu anak Mas karena dia sudah tidak perawan, Yu," ungkap Harsa. Rasanya dirinya sedang apes saja. Gara-gara rayuan Mira, akhirnya ia terjerumus dalam dosa terindah.
Ayu terkejut mendengar perkataan mantan kekasihnya itu.
"Cukup Mas, jangan rendahkan mbak Mira seperti itu. Di dalam rahimnya ada anak yang Mas kandung."
"Tapi aku merasa itu bukan anakku Yu, Mira saja yang menjebakku dengan trik murahannya," kata Harsa terus membela diri.
Ayu muak sekali mendengar pembelaan mas Harsa.
"Jangan terus menghina istrimu Mas, jika mbak Mira murahan, apa bedanya dengan mas Harsa yang mau dengan wanita murahan. Tidak mungkin perselingkuhan terjadi jika salah satunya menolak, sudah jelas karena kalian berdua sama-sama suka dan sama-sama mau. Kalau yang satu merayu yang satu menolak namanya pemerkosaan, tapi nyata Mas menikmati kan?" cerocos Ayu. Geram dengan sifat mas Harsa yang ternyata seperti itu. Padahal sebelumnya sangat baik, apa mungkin karena dirinya sebelumnya dibutakan cinta, jadi tidak bisa membedakan baik buruk.
Harsa menunduk, "Mas menyesal, maafkan Mas."
"Sudah aku maafkan Mas."
Harsa menengadah lagi, kembali tersenyum karena senang mendengar Ayu sudah memaafkan.
"Berarti kita belum putus kan, Yu?"
Ayu mendelik, benar-benar gila mas Harsa ini, sudah memiliki istri, tapi masih berpikir ingin memiliki hubungan dengannya. Betul juga apa yang dikatakan Ajeng, mas Harsa model lelaki serakah yang tidak cukup dengan satu wanita.
"Hebat sekali kamu Mas, punya dua status, suami orang dan kekasih orang," sindir Ayu sambil terkekeh.
"Yu, nanti secepatnya setelah anak itu lahir akan aku ceraikan Mira."
"Jangan ambil jalan pintas Mas, cerai bukan jalan satu-satunya permasalahan rumah tangga, memangnya kamu tega melihat anakmu kehilangan sosok seorang ayah? ingat mas, kita sudah putus, aku mau fokus kuliah, mas juga fokus saja dengan istri dan anak."
“Aku tidak mampu berbicara saat kamu akhiri hubungan kita. Maafkanlah aku atas segala kekuranganku ini, maafkanlah semua kesalahan ku, hatiku sungguh sakit, Yu."
Ayu menghela nafas, kenapa jadi seolah-olah yang salah adalah dirinya.
"Mas, kita tak lagi melangkah dalam ikatan yang sama. Ingat, kamu yang tinggalkan aku dalam kenangan pahit, lalu dirimu bersamanya untuk masa depan." Ayu mengungkapkan rasa kecewanya, agar mas Harsa paham, semua berakhir karena ulah dirinya.
Ayu sebenarnya begitu Sakit hati dan kecewa karena mas Harsa. Rasanya Tentu sungguh sangat menyesakkan dada, apalagi kecewa karena telah dibohongi entahlah mulai dari sejak kapan, ditambah lagi kecewa manakala cinta telah dikhianati. Ketika orang tercinta telah berbuat sesuatu yang mengecewakan hati, tentu hanya ada dua pilihan, memaafkannya atau mengakhiri hubungan segera. Apa pun keputusan yang akan diambil, tapi Ayu berusaha bijak dengan memilih keputusan dua-duanya.
"Maafkan Mas sekali lagi." Mata Harsa mulai berkaca-kaca.
"Maafkan aku juga yang tidak bisa menjadi kekasih yang sempurna hingga mas memilih yang lain." Ayu sudah merasa gagal saat sedang berusaha membangun sebuah hubungan dan mencapai suatu impian bersama mas Harsa. Sayangnya, waktu tak pernah bisa berputar ke belakang. Ayu tak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki hal-hal yang mungkin ingin disempurnakan.
What's the solution then? Well, it's time to move on! Tapi move on butuh perjuangan. Butuh waktu dan proses sendiri. Orang bisa bilang dengan mudahnya menyuruh untuk move on tapi menjalaninya jelas cukup sulit. Tapi bukan berarti tak bisa move on. Salah satunya adalah berusaha untuk memaafkan.
"Terimakasih sudah maafkan," ucap Harsa. Kini dirinya semakin menyesal karena kebaikan hati Ayu. Ia merasa menjadi manusia paling bodoh karena telah menyia-nyiakan gadis sebaik Ayu.
"Lebih baik kita saling memaafkan Mas, agar kedepannya kehidupan kita tenang, terutama maafkan diri sendiri, mungkin selama ini kita terlalu percaya diri dengan hubungan kita sehingga lupa bahwa ada Allah penentu takdir ini," ungkap Ayu.
Ayu akan memulainya dengan memaafkan dirinya Sendiri. Berdamai dengan diri sendiri. Ini langkah pertama yang perlu ia lakukan tapi juga jadi yang tersulit. Ayu harus bisa memaafkan diri sendiri. Memaafkan diri yang dulu pernah berbuat kesalahan. Memaafkan diri yang memang tak bisa sempurna. Ia punya kelemahan dan kekurangan yang perlu diterima faktanya. Jangan sampai malah menjebak dan mengungkung diri sendiri dalam rasa bersalah yang tak ada habisnya.
"Aku akan berusaha menerima semua ini."
Ayu menghela nafasnya, seharusnya ia yang berkata demikian. Mas Harsa pulang dengan kesedihan sudah ada yang menyambut dengan senyum penuh cinta dari mbak Mira, sedangkah dirinya?
"Kenapa sih Yu, kamu masih mau memaafkan mas yang B*j*ngan ini?"
"Agar secepatnya move on mas, rasanya waktu 4 tahun yang sudah kita lalui terasa sia-sia." Ayu menengadah, melihat birunya langit yang indah. Berharap asmaranya kedepannya juga indah. Jangan sampai juga ia menunda untuk memaafkan. Semakin lama menunda untuk memaafkan maka akan makin sulit dan butuh waktu makin lama untuk move on. Segalanya bisa makin rumit saat menunda untuk berani memaafkan. Melangkah ke depan pun jadi makin berat rasanya
Selain memaafkan diri sendiri, Memaafkan waktu yang berlalu juga perlu, sudah banyak membuang waktu selama ini hanya untuk menjaga jodoh orang lain.
"Andaikan waktu bisa diputar kebelakang," ceplos Harsa.
"Suatu kesalahan besar saat menuntut sesuatu yang tak mungkin bisa terjadi. Salah besar ingin kembali ke masa lalu. Rasanya ingin kembali ke masa lalu dan mengulang semua dari awal agar terhindar dari berbagai kesalahan? Padahal waktu tak pernah bisa mundur, ia akan terus membawa kita ke depan. Jadi, relakan semua yang sudah lewat," ucap Ayu
❤️ Bersambung ❤️
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
( Banyak yang merasa insecure setelah di hianati, merasa diri banyak kekurangan makanya pasangan mencari yang lain. Hei... itu pemikiran salah gaes, yg kurang adalah yg berselingkuh, kurang bersyukur mendapatkan kamu yang sangat baik, kamu begitu berharga gaes)
#Jangan lupa like komen dan Vote🥰
ehh jd halu 🤭