"Kamu milikku mulai dari sekarang bahkan saat kakiku sudah 3," ucap seorang laki laki di depan perempuan yang selalu ia claim sebagai miliknya.
"Dih apaan, aku juga perempuan butuh yang namanya kepastian bukan seperti ini."
"Oke kamu butuh kepastian yang seperti apa? Mau aku lari lari di lapangan cuma buat kamu?"
"Ish gak boleh, nanti kamu banyak yang suka."
"I Love You."
Dua anak manusia yang memiliki sifat dan kepribadian yang beda kini disatukan dengan yang namanya status perjodohan yang akhirnya malah membuat mereka lengket tak mau pisah.
Dewi Arabella gadis berusia 18 tahun yang sangat blak blakan, ceria dan apa adanya, dia tak akan mau berbohong hanya untuk membuat orang bahagia.
Dewa Sanjaya Putra pria berusia 18 tahun yang memiliki sifat berbanding terbalik dengan Dewi. Dewa sangat tertutup dan dingin tapi jika sudah dengan Dewi sifat itu hilang entah kemana. Bahkan Dewa sangat manja dengan Dewi sejak perjodohan dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tyatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sifatnya Nurun
Happy reading
"Anak itu persis kayak kamu, gak ada malu malunya buat bawa orang ke dalam rumahnya," ujar Mama Riska mengelus perutnya dengan lembut berharap sifat Papanya yang seperti ini tak menurun kepada anak yang ia kandung.
"Kami juga mau kan, aku bawa ke kamar. Lagian kita itu sama, kalau kamu nakal aku yang akan hukum kamu."
Mama Riska mengendus kesal, ia tak menyangka ingatan suaminya setajam itu padahal kejadian dimana Albert menghukumnya karena sudah berani menggoda macan tidur itu.
Flashback on
Pada saat itu, mereka masih SMA Riska dan Albert adalah sepasang kekasih yang hubungan keduanya sangat disembunyikannya dari publik selain karena tak mau ada musuh keluarganya yang ingin mencelakai Riska, Riska juga tak mau ia kena bully dengan fans fanatik Albert di sekolah.
Sepulang dari sekolah Albert mengajak Riska untuk singgah dulu ke rumahnya. Karena di rumah itu tidak ada orang tuanya.
Saat Albert sedang berada ranjang dengan tangan yang berselancar di keyboard laptop itu. Riska memilih untuk duduk di dekat jendela dengan memainkan ponselnya.
Hingga ada notifikasi dari akun lambeturah_ SMA tempat dimana Riska dan Albert bersekolah.
"Berita terbaru, pangeran sekolah SMA *** berpegangan tangan dengan cewek di koridor sekolah. Apakah mereka ada hubungan?"
Sontak saja Riska langsung menatap Albert yang berada di kasur itu.
Kemudian ia menatap ponselnya lagi banyak balasan dari Instagram lambeturah_ ini.
@Rianoo_ Wah pak bos sudah ada yang punya.
@Riacantixz Ceweknya yang kegatelan tuh.
@Nonanina Bener, gak mungkinlah seorang Albert mau sama dia.
@_Hutanasri gue tetap dukung Albert sama Riska.
@Xyleanii_ Yes @Hutanasri gue juga apalagi saat Abang Al natal Riska yang kagak biasa
@Karianiaaa_1 Gue gak percaya kalau Al ada hubungan sama dia.
@Laillaa Palingan juga ceweknya yang kegatelan
@Talita.syantk Woy dulu mantan gue juga diembat sama tu cewek pas masih pacaran sama gue.
@Raimbow Dasar gak tahu malu tu cewek
@Tommm_o Udah lah @Talita.syantk gue udah tobat. Dulu dia yang godain aku dulu.
@Talita.sysntk @Tommm_o Bulshit lu tomket.
Sudah cukup Riska membaca balasan komentar itu, rasa kesal, cemburu, dan tak terima Albert memegang wanita lain itu membuat Riska meremas ponsel itu untungnya tidak sampai pecah. Kemudian ia berjalan menuju Albert.
Tanpa basa basi Riska langsung naik ke atas pangkuan Albert yang sedang fokus pada laptopnya itu.
Karyawan yang melihat sesorang naik ke pangkuan bos mereka itu bingung. Tapi juga terkejut kenapa bos mereka tidak marah.
"Kalau ada yang ingin kalian tanyakan bisa kirimkan lewat email saja," ucap Alberto menutup sepihak menghindari tatapan penuh tanya bawahannya.
Riska mendengar tapi dia tak peduli, ia masih marah dengan Albert kenapa dengan beraninya malah menggandeng tangan wanita lain? Kenapa bukan dirinya yang notabene adalah pacarnya.
"Kenapa?"
"Ini maksudnya apa?" tanya Riska memperlihatkan foto tampan Albert dengan seorang gadis yang memiliki body aduhai.
Albert melihat itu dan tersenyum, apakah pacarnya ini cemburu?
"Kamu cemburu?" tanya Albert pada Riska tangan laki laki itu sudah melingkar di perut itu.
"Aku? Cemburu? IYA AKU CEMBURU? Apa salah? Apa aku salah cemburu kepada wanita yang dekat dengan pacarku?"
Albert yang mendengar jawaban dari Riska itu mengulum senyum manisnya.
"Jangan senyum senyum jawab!!"
Albert menggeleng, pertanda ia tak mau menjelaskan tentang gadis yang ada difoto itu. Dan juga apa yang terjadi tadi.
Dengan rasa kesalnya Riska mencubit perut kotak kotak yang hampir terbentuk itu dengan keras alhasil Albert meringis kesakitan.
"Sakit ya Tuhan, kamu ini pacarnya siapa sih kok nakal gini. Pake cubit cubit segala."
"Biarin, kamu gak mau jawab pertanyaan aku."
"Cewek yang aku cekal tangannya tadi adalah Viola, kamu tahu kan siapa dia? Aku hanya memberi sedikit pelajaran untuk dia yang sudah berani jambak rambut kamu. Dan asal kamu tahu aja Viola juga sering godain aku di sekolah. Kalau kamu tahu nih ya udah pasti kamu udah patahj tangannya," jawab Albert mengelus pipi Riska.
"Apa? Jadi kamu pernah digoda juga sama ulet itu? Kenapa bilangnya sekarang? Kamu gak anggap aku?" tanya Riska menatap tajam Albert.
Cups
"Jangan tatap aku kayak gitu. Nanti aku khilaf kalau kamu natap aku kayak gini," ujar Albert mengecup bibir manis yang sedari pertama sudah menjadi candunya.
Riska yang mendapat ciuman dari Albert itu malu, tapi ia tetap bersikap ketus karena kesal dengan maksud Albert.
"Jawab Albert apa aku sudah tak penting lagi sampai kamu gak bilang kalau kamu digoda cewek ulet itu?" tanya Riska.
"Karena aku tahu kamu orangnya cemburu, aku gak mau kamu musuhin aku cuma gara gara aku digoda cewek gak guna kayak dia."
Riska menatap kekasihnya dengan rasa tak percaya, kemudian Albert kembali berucap.
"Selagi aku tidak tergoda itu tidak masalah kan? Lagipula aku juga sudah memberi pelajaran untuk wanita itu."
"Wanita?" tanya Riska pada Albert.
"Heem, dia udah gak gadis lagi."
"What!! Yang bener kamu tahu darimana?" tanya Riska pada Albert. Kenapa kekasihnya bisa tahu jika Viola sudah tak gadis.
"Kamu lupa siapa pacar kamu ini hmm."
"Iya iya Tuan Sanjaya. Saya tahu sekarang, dan juga Anda hampir saja membuat saya menjadi wanita sebelum waktunya," jawab Riska kembali mengingat dimana mereka hampir melewati batas pasangan umum.
"Maaf, tapi aku tak menyesal. Malah ingin membuat kamu juga menjadi wanita," jawabnya menggoda Riska. Tangan laki laki itu menyentuh hidung mungilnya yang merah karena sedari tadi ia mainkan.
"Haiss, gak boleh. Kalau kamu belum jadi suami aku kamu gak boleh buat aku jadi wanita," ujar Riska memeluk tubuh Albert.
Entah kemana perasaan kesalnya tadi tapi sekarang ia sudah tak kesal lagi yang ada ia malah tenang dalam pelukan Albert ini.
"Iya aku tahu, maafin pacar kamu ini."
"Hmm."
Albert menghela nafasnya pelan, posisi mereka saat ini sangat tidak baik untuk kebaikan adik kecilnya. Karena saat ini Riska menduduki adik kecilnya.
Dengan lembut Albert mulai mengendus leher putih bersih Riska dengan lembut.
"Geli."
"Salah siapa duduk seenak jidat," gumamnya mengecupi leher Riska.
Riska melepaskan pelukannya dan menatap Albert dengan senyum mengejek.
"Imanmu lemah banget."
"Jangan bawa bawa iman sayang, ini beda masalah soalnya," ujar Albert dengan senyumnya.
Setelah itu Tya gak tahu lagi, cukup mereka yang tahu. Yang perlu diketahui mereka tak melakukan apa apa selain itu ya itu hanya itu pokoknya gak lebih.
Flashback off
Cups
"Tidur yang nyenyak ya, aku ke luar dulu."
Setelah mengucapkan itu Dewa bangun dari duduknya kemudian merapikan selimut itu agar membuat tubuh Dewi hangat dan berjalan menuju pintu kamar itu untuk keluar menemui kedua orang tuanya.
Bersambung
kirain mo lngsung nikah..