NovelToon NovelToon
Bukan Selingkuhan

Bukan Selingkuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa
Popularitas:54.3k
Nilai: 5
Nama Author: Titin

Kesalahan membuat Andin tak sengaja menjalin hubungan dengan lelaki yang bukan kekasihnya dan terpaksa berpisah dengan kekasihnya. Namun kesalah pahaman dengan lelaki itu membuat Andin berpikir bahwa dia hanyalah selingkuhan lelaki yang mulai dia cintai tanpa sengaja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Lelaki sama

Andin keluar dari kampus dengan perasaan bingung , Dimas yang dia harap dapat menolongnya malah tidak masuk kampus, dia tak membawa uang sepeserpun untuk pulang kerumah Renata.

Andin menghela nafas dalam, hidup tanpa uang itu seperti pecundang yang kalah sebelum berperang, menyedihkan!

tidak ada uang, tidak ada ponsel, Andin benar-benar sial!

Tapi tiba-tiba mata Andin berbinar indah, saat sosok Rega datang menghampiri Andin.

"Pulang bareng siapa?" tanya Rega saat sudah berdiri tepat di depan Andin. Manik hitamnya menatap lekat wajah ayu Andin. Wajah yang menghiasi mimpi indahnya du setiap malam.

"Gak tau Re." ujar Andin sedikit canggung.

"Bagaimana kalau ku antar."usulnya

"Gak usah Re, aku gak mau ngerepotin, lagian aku gak pulang ke cafe, aku pulang ketempat saudara." tolak Andin, walau sebenarnya dia berharap sebaiknya.

"Gak Apa memangnya rumah nya dimana?"

"Di Taman Gading jln cempaka."

"Oo kebetulan aku tau tempat itu. Ayo biar aku antar." ujar Regi seraya mengagamit pergelangan tangan Andin, gayung bersambut batin Andin senang.

Mobil melaju kearah rumah Renata majikannya yang super baik, sayang orang sebaik itu harus mengalami penyakit berat begitu, harusnya suaminya yang kejam dan sombonng itu yang mengalami lumpuh bukan Renata.

"kenapa melamun, apa kau sedang ada masalalah?" tanya Regi, tanpa melihat Andin pandangannya pokus ke jalan.

"Tidak, aku tidak ada masalah."

"Benarkah, tapi sudah beberapa hari kau tidak masuk kerja. Kata Dimas kau sudah berhenti bekerja. Apa benar?"

"Iya."

"Oh ya, itu bagus."

"Kok bagus?"

"Iya dong. Biar aku bisa ketemu kamu tanpa harus berurusan dengan pacar genit mu itu?"

"Genit?"

Andin terdiam, ucapan Rega benar. Angga memang genit dan pastinya mata keranjang. Bila ingat dengan wanita seksi yang menyeretnya keluar dari apartemen membuat hatinya sakit. Tak dapat di pungkiri bahwa mereka menjalin hubungan special dan disini dia hanyalah bersetarus simpanan.

Andin menatap Regi diam-diam, teman kuliahnya ini sebenarnya juga tampan bahkan dia juga populer di kampus, banyak wanita cantik di kampus mengejarnya, tapi entah mengapa perhatiannya malah tertuju ke Andin.

"Kenapa menatapku begitu, kau baru sadar kalau aku lumayan tampan." ujar Regi seraya membalas tatapan diam-diam Andin, menatap tepat pada manik mata bening milik Andin, andin seketika memalingkan wajahnya keluar jendela, pipinya merona merah. Andin mengutuk kebodohannya.

Senyap untuk beberapa saat, Andin tak punya keberanian menatap Regi, tatapan regi yang penuh makna membuatnya merasa tak nyaman, menatapnya.

Regi menghentikan mobilnya di depan rumah yang di maksud Andin.

"Sudah sampai Din, inikan alamatnya," ujar Regi serya menatap Andin.

"Iya Gi, makasih ya," ujar Andin seraya turun dari mobil Regi.

"Iya aku cabut dulu." pamit Regi, kemudian melaju meninggalkan Andin.

Andin memencet Bell, menunggu beberapa saat, kemudian pintu pagar terbuka dia pun bergegas masuk kedalam rumah Renata.

"lho pulang dengan siapa tadi Din?" tanya Renata terlihat heran.

"Diantar temen mbak," jawab Andin, dia melihat mimik heran di wajah Renata.

"Padahal, tadi aku nyuruh Bagas buat jemput kamu lho,"

"Tuan pasti sangat sibuk mbak, jangan di buat tambah sibuk dengan nganter jemput aku, aku jadi merasa gak e nak." ujar Andin lirih.

"kenapa dia ngomelin kamu ya Din,"

"Gak mbak"

"Bener?"

"Iya mbak."

"Ya udah, makan sana nanti temui aku di taman belakang." ujar Renata dengan senyum di bibirnya.

"Baik mbak"

Andin mengati bajunya dengan baju santai, kemudian beranjak menuju meja makan, Andin membuka tudung saji, tampak terhidang berbagai menu yang menggugah selera. kalau di tempat kost biasanya hanya mie rendam air panas beserta sebutir telor rebus.Itu sudah menu wajib makan siangnya, kecuali sedang bersama Angga dia baru bisa makan enak. Andin menghela nafas, saat ingatanya mengingat sosok Angga.

Setelah makan Andin menemui Renata, Renata sedang berkutat dengan laptop nya, saat Andin datang dia beralih sejenak menatap Andin.

"Sudah makan Din"

"Sudah mbak"

"Bagaimana di kampus?" tanya Renata penuh selidik, dia penasaran di mana Andin mendapat perlakuan tidak menyenangkan. hingga membuatnya pulang kerumah dalam keadaan kacau.

"Masih seperti biasa mbak bikin pusing dengan Dosen killer." ucap Andin tanpa beban.

"Tambahin semangatnya ngadepin Dosen begitu Din," ujar Renata menyemangati.

"Bener banget tuh mbak." ujar Andin, mengamini ucapan Renata. Semangat demi masa depan yang lebih baik.

"Din menurut kamu, mana yang di sukai remaja sepertimu, Mode busana berikut?" Renata menyodorkan laptop ke depan Andin.

Andin menatap layar laptop di depannya dengan seksama, tangannya mulai menyentuh tombol pada laptop, jarinya lentiknya terlihat sibuk bermain di keyboard laptop milik Renata. sepuluh menit kemudian Andin kembali menyodorkan laptop pada Renata.

Renata menatap layar laptopnya, decak kagum keluar dari mulutnya.

"Din mau uang saku tambahan gak?" tanya Renata antusias. Andin tak langsung memberi jawaban, dia menatap Renata dengan seksama.

"Tenang, ini bisnis hallal." ujar Renata dengan senyum.

"Kalau cocok kenapa enggak," sahut Andin akhirnya.

"Aku minta kamu jadi modelku, busana yang sudah kamu mix and match tadi, kamu boleh memakainya, dengan sarat kamu harus upload di media sosial yang kamu miliki sebagai promosi, kalau kamu berhasil menatrik peminat untuk membeli prodac yang kamu pakai, kamu akan dapat loyalty dari aku, gimana,?" ujar Renata menjelaskan cara kerja samanya.

"Tapi aku tidak begitu aktif di medsos mbak," ujar Andin, dia memang bukan pemakai mediasosial Aktif, apalagi kalau harus promosi busana.

"Masalah itu biar aku yang atur, yang penting kamu setuju dengan kerja samanya, lainya aku yang urus." ujar Renata dengan antusias.

"Aku gak yakin mbak." ujar Andin tak bersemangat.

"Andin lihatlah aset ini," ujar Renata seraya mengukur body Andin dengan tanganya.

Andin menatap body nya, kemudian menatap Renata.

"Percayalah," ujar Renata meyakinkan.

"Terserah mbak deh aku ngikut aja."

Renata tersenyum puas. "Mulai besok kamu kekampus pakai prodac ku ya."

Andin mengangguk setuju, apa salahnya mencoba, selama ini dia tidak punya kemamapuan membeli barang-barang yang mahal untuk menunjang penampilanya, dia seperti upik abu di tengah kerumunan putri raja, itu sebabnya dia memilih perpustakaan untuk menyembunyikan diri, menutup mata dari pergaulan kampus.

"Sini lihat mana yang akan kau pakai besok, biar karyawanku yang akan mengantar kemari," Ujar Renata, menyodorkan laptop pada Andin.

"Mbak punya butik?," tanya Andin penasaran.

"Iya punya Almarhumah Mama," ujarnya seraya tersenyum.

"Oooo"

Andin mulai memilah milah model apa yang akan dia pakai besok, dan pilihan jatuh pada celana panjang dan kemeja panjang.

"Ini aja mbak" Andin menunjukkan pilihannya pada Renata.

"Oke" ujarnya, dia segera mengirim gambar pilihan Andin tadi pada karyawannya, agar di antar kerumah.

Andin menatap Renata yang sibuk dengan laptopnya, baru beberapa hari mengenalnya Andin merasa hidupnya sedikit mendapat perubahan.

Orang sebaik Renata kenapa menerima cobaan sehebat ini, di usia yang terbilang masih muda dia harus berada di atas kursi roda.

Tarkadang, melihat derita orang lain, mampu membuat kita bersukur atas keadaan yang tak sempurna ini.

Setelah membantu Renata membersihkan badan, mereka pun makan malam tanpa suami Renata. Sepertinya dia sudah terbiasa sendiri tanpa suami di sisinya, itu terlihat dari sikapnya yang tak sedikitpun terlihat sedang menanti kabar dari suaminya.

Jam segini Renata sudah berkurung di kamarnya, sementara Andin tak betah harus di dalam kamar, mau main handphone juga gak bisa, sebab handphone nya masih di tempat Angga.

Mengenang Angga membuat dadanya terasa sesak, terbayang perlakuan yang nyaris saja merenggut miliknya yang paling berharga.

Andin keluar dari kamarnya, mengingat angga membuat kamarnya terasa sesak, sudah hampir jam sebelas malam, lampu rumah pun suda padam sebagian. Andin berjalan menuju taman belakang, sebelumya dia mengambil minuman dingin di kulkas dan beberapa cemilan.

Andin duduk di tepi kolam renang, dengan kaki menjuntai kedalam kolam bermain percikan air kolam, pikirannya sedang tertuju ke Angga, dia tak ingin bertemu Angga tapi barang-barang yang sangat dia butuhkan ada di tangannya.

Tiba tiba Andin mendengar suara yang sangat dia kenal sedang berjalan menuju kearahnya.

Seketika Andin berlari untuk sembunyi di balik rimbunnya pohon hias di sampingnya.

Bagas berbicara dengan seseorang di telpon dengan begitu mesrah, siapa dia..

wajah Bagas yang biasa terlihat kaku pada istrinya. Kini begitu lembut dan penuh senyum.

Di balik rerimbunan pohon, Andin terlihat geram dia mulai menduga-duga siapa lawan bicaranya. pantas saja dia begitu dingin terhadap Renata ini rupanya penyebabnya.

Bagas terus saja menelpon, kini dia sudah duduk tepat di samping Andin yang sedang bersembunyi, Bagas duduk di kursi panjang, sementara Andin di sampingnya mulai gelisah.

Setelah selesai menelpon Bagas bukannya pergi, malah kini dia tiduran di bangku panjang itu dengan kedua tanganya sebagai bantalnya.

Andin menghela nafas pelan dia berniat pergi diam-diam, tapi belum sempat dia beranjak seekor jangkrik melompat kearahnya sepontan Andin berteriak kencang.

"Aaaaww" Andin repleks melompat keluar dari persembunyian nya.

"Kau..!" bentak Bagas tak kalah kaget melihat Andin yang tiba-tiba muncul dari balik semak.

Andin yang ketakutan karena jangkrik, tak menghiraukan bentakan Bagas, melihat itu membuat Bagas tersulut emosinya.

Dengan kasar dia menarik pergelangan tangan Andin kearah nya.

"Hey kau mau apa?" seru Andin, dia terlihat kaget mendapat perlakuan begitu dari Bagas.

"Aku yang harusnya tanya kau mau apa? Kau segaja menguntitku hahh!" bentak Bagas dengan sorot mata tajam.

"Apa..., aku menguntit, yang benar saja!" seru Andin tak terima dengan tuduhan Bagas.

"Kenapa bersembunyi di balik semak, apa niat mu, kalau bukan nguntit."

"Aku tadi refleks aja bersembunyi di situ," sungut Andin dengan suara pelan.

"Kenapa harus sembunyi, itu karena kau memang punya niat tak baik, iya kan?" kata-kata Bagas menyudutkan Andin.

Andin malas berdebat dengan Bagas yang keras kepala, dia memutuskan meninggalkan Bagas dan beranjak kedalam rumah.

"Mau kemana, kita belum selesai" bentak Bagas seraya mencekal tangan Andin.

"Hey kau mau apa?!"

"Kau panggil aku apa? Bukannya di depan Renata kau panggil aku tuan. Lalu saat tidak ada Renata kau berani panggil aku dengan kau. Dasar wanita penuh tipu muslihat." cibir Bagas.

"Lepas! Gak penting di bahas." elak Andin.

"Bagimu gak penting,Bagiku penting."

"Gak usah lebay deh, masalah kecil gak usah di besar-besarin. Masalah pangilan juga."

"Lebay?"

"Iya!"

"Oh ya," sahut Bagas dengan seringai jahat di wajahnya, membuat Andin begidik.

Tubuh Andin membeku saat Bagas bergerak semakin mendekat ke arahnya.

Tapi sesaat kemudian Andin memijak kaki Bagas sekuatnya, membuat Bagas mengaduh kesakitan, seketika cekalan di tangannya pun lepas, Andin dengan sigap menjauh dari Bagas kemudian setengah berlari meninggalkan Bagas yang sedang berteriak-teriak memanggil namanya.

Dengan nafas tersenggal Andin masuk kekamarnya lalu menguncinya rapat.

"Kenapa lelaki di dunia ini gak ada yang beres." gumam Andin geram, tidak Angga tidak Bagas semuanya sama brengsek!!!

Bersambung

1
falea sezi
kok g lanjut
falea sezi
gk di jelasin soal ciuman
Netti
kemana aja thor?baru up lagi udah lama banget,sehat selalu thor
meng
next semangat Thor ❤️
Titin: Siap mbak meng 🥰
total 1 replies
Musti ginring
kasihan Andin harus mengikut hasrat orang tuanya
Cinta
ko bersambung lnjut doank 🥺
Cinta
jdi penasaran hbngn Renata am Bagas sprti apa sh ko bisa istri y paham betul am sikap suami y lanjutkan 😀
Cinta
seru nie siap" perang 🤭
Cinta
jdi ksihan am Andin 😭
Cinta
wah bikin penasaran nie,,,
Cinta
ternyata Angga Bkn laki" baik 🥺
Netti
lama sekali up nya thor,,,tapi memang tidak mudah sih,akhirnya perasaan bagas merasa lega
Netti
di tunggu up nya jangan lama2 ya thor
Afifa Afifanajdarafanda
lanjut tor
Reni Anjarwani
lanjut thor
Netti
Di tunggu up nya yang banyak thor!!!ceritanya makin seru,ibunya renata itu di komporin sama c dara
Lyla.99
lama bnget buat up nya thor
Putri Saqila
bru up lg thoor.... semangat trs thoor
Putri Saqila
semangat trs thoor
Adila Ardani
knp up nya lama sekali hampir saja lupa sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!