Pramita Ayu Nugraheni, seorang front office assistant di sebuah hotel berbintang 4. Cantik, supel, dan cerdas.
Rahadian Daffa Atmaja, pria muda, tampan, dan ramah. General manager di hotel milik orang tuanya.
Mereka terlibat dalam berbagai situasi yg akhirnya menghadirkan rasa yg berbeda. Cinta.
Bagaimana kisah cinta mereka?Yuk baca ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nopheeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Night shift
Motor matic berwarna coklat terparkir rapi ditempat paling ujung di area parkir motor. Sengaja Mita memilih tempat yang ujung karena lebih mudah dicari dan relatif aman karena dekat dengan pos penjagaan.
Helm dilepaskan lalu ia lirik jam tangannya yang masih menunjukkan angka 10. Mita melangkah dengan bersenandung kecil meninggalkan area parkir.
"Selamat malam, Bang."sapa Mita pada Beni yang sedang bertugas saat itu.
"Malam, Cantik.Sudah datang?"
"Iya, Bang." jawab Mita sambil meletakkan jempolnya di alat pendeteksi kehadiran.
"Malam lagi, Mit? Abang tengok sudah 1 minggu ini kau masuk malam terus?"
"Iya, Bang. Masih 3 hari lagi masuk malamnya."
"Wah, rajin betul kau masuk malam."
"Iya, Bang. Kebetulan dapat schedule nya gitu"
"Tapi kau tampak lesu, Mit"
"Masak sih, Bang. Belum dandan nih, Bang" canda Mita.
"Duluan naik ya, Bang. Mau dandan cantik dulu biar nggak kelihatan lesu." pamit Mita sambil melambaikan tangan ke arah Beni.
***
Ruang istirahat karyawan terlihat sepi. 22.15 WIB. Masih terlalu awal untuk berganti jam kerja. Kebanyakan karyawan datang 30 menit sebelum waktu bekerja dimulai. Tak terkecuali Mita. Namun akan berbeda jika ia mendapatkan jadwal masuk malam. Mita akan sengaja datang lebih awal karena dengan begitu ia tidak terlalu malam di jalan. Kecuali jika Mita berangkat bersama teman.
Loker di ujung ruangan itu yang dituju. Kemudian, Mita membuka dan mengambil seragam yang harus dipakai. Kebetulan hari ini Mita meminta tolong Silvi, anak training, untuk mengambilkannya di laundry hotel.
Setelah berganti pakaian, Mita memilih bersandar sebentar sebelum memulai ritual ber make-up yang sebenarnya tak terlalu dia suka. Kemudian ia ambil cermin dari tempat penyimpan alat make-up nya. Ia pandangi wajahnya yang kata Beni tampak lesu.
Mita tersenyum kecut. Kantung matanya begitu tebal. Pantas saja orang lain mengatakan dirinya tampak lesu. Ya, dia begitu lelah. Dia sadari jika dia kelelahan dan kurang tidur.
Ia raih peralatan make-up nya. Disapukan bedaknya lebih tebal dari pada biasanya untuk menutupi kelesuan wajahnya.
***
Front desk
Front desk tampak sangat ramai. Ada rombongan delay flight yang sedang ditangani Diaz dan Diana. Hal ini tentu saja pengaruh dari lokasi dari Daffa Hotel yang cukup dekat dengan bandara namun cukup mudah juga menjangkau pusat kota.
Mita segera bergabung dengan mereka. Meski waktu pergantian jam kerja masih 15 menit lagi, tapi Mita tak segan membantu teman- temannya disaat sibuk seperti itu.
Rombongan yang ternyata menuju Kuala Lumpur itu telah menuju kamar masing-masing.
"Mit, rombongan yang barusan tadi belum pasti jadwal chek out nya. Leader nya tadi bilang akan mengkonfirmasi 1jam lagi."jelas Diana untuk peralihan tugas bekerja.
"Siap! Ada lagi, Mbak?"
"Oh ya, untuk event besok tolong kamu cek lagi ya blocking roomnya. Sepertinya sudah oke, tapi akan lebih baiknya kamu cek lagi."
"Siap, Bos" jawab Mita sambil mengangkat tangannya sikap hormat.
"Permintaan wake up call jangan sampai lupa ya? Sudah ku tuliskan listnya. Ini yang penting, ada 1 vip room yang meminta wake up call 2 kali. Jangan sampai kelupaan ya!" tegas Diana.
"Oke. Siap, siap, siap!"
"Jangan cuma siap siap. Aku khawatir nih, Mbak Di" sela Diaz.
"Kenapa?" tanya Mita dengan cemberut.
"Kemarin saja ada yang komplain karena tidak ada wake up call. Untung orangnya baiiik banget" ungkap Diaz dengan nada usilnya.
"Iya iya. Namanya juga kelupaan" sungut Mita kesal pada perkataan Diaz.
"Udah udah! Kita pulang dulu ya , Mit" pamit Diana sambil menggeret Diaz yang masih ingin menggoda Mita.
***
Sepulang Diana dan Diaz, Mita bekerja lumayan keras. Ada banyak tamu berdatangan baik yang sudah masuk reservation list maupun tidak.
"Mit ..."
"Eh iya, Mas" jawab Mita terkaget dengan panggilan Irsyad, assistant manager di FO department yang bekerja dengannya malam ini.
"Capek banget ya?"tanya Irsyad perhatian.
"Lumayan, Mas. Kurang tidur kayaknya."
"Pagi juga?"
"Iya. Kebetulan yang pagi lagi sibuk banget nggak bisa ditinggalkan. Resiko, Mas." jelas Mita.
" Aku tahu kamu sangat bertanggung jawab pada pekerjaan tapi kamu juga harus jaga kondisi tubuh. Istirahat dulu gih biar aku yang jaga"perintah Irsyad pada Mita.
"Nggak usah, Mas" tolak Mita.
"Yakin? Badan kamu sudah kelihatan oleng tuh!"
" Iya yakin, Mas. Terimakasih."
***
10 menit kemudian.
Jam dinding yang terpasang di area lobby hotel menunjukkan 01: 30.Mata Mita sudah sangat berat.
"Mas, Mita ijin ke atas cari kopi ya? Ngantuk banget nih!" pinta Mita pada Irsyad yang sedang sibuk membuat laporan.
"Tuh kan. Dari tadi juga sudah ku suruh istirahat. Istirahat saja sana!" jawab Irsyad seraya menghentikan aktifitasnya.
"Nggak ,Mas. Ngopi saja. 30 minutes ,please..."pinta Mita memelas.
"Iya. Santai saja"
"Oh ya, Mas. Ada jadwal pick up guest ke airport satu jam lagi. Tolong ingatkan p Hadi ya... Tadi orangnya keluar sebentar. Selebihnya kayaknya aman. Early check out baru mulai jam 3 nanti" jelas Mita sebelum meninggalkan pekerjaannnya.
"Oke. Don't worry, Say. Sudah pergi sana" jawab Irsyad.
***
Sementara di tempat lain, Daffa sedang memeriksa keadaan hotel melalui kontrol cctv yang terpasang di ruangannya.
"Hei itu dia!" ucap Daffa saat melihat Mita sedang meninggalkan Front desk.
"Mau kemana dia?" gumamnya lirih.
Daffa menyambar jaket kulit yang tersampir di kursinya. Tujuannya satu, menemui gadis yang akhir akhir ini merusak memori pikirannya.
***
Front desk
"Malam, Pak" sapa Irsyad saat tahu Daffa yang menuju kearahnya.
"Malam. Sendiri, pak Irsyad?" tanya Daffa basa basi.
"Tidak, Pak. Ada satu staff. Kebetulan sedang minta ijin istirahat sebentar." jelas Irsyad pada bos nya itu.
"Oh, aman kan, Pak?" tanya Daffa untuk mengontrol emosinya yang begitu ingin tahu tentang Mita.
"InsyaAllah, Pak"
" Baguslah. Saya lanjut ke tempat lain.Pengen tahu keadaan hotel jam segini" ujar Daffa mengakhiri obrolan.
"Silahkan, Pak"
***
Disaat Daffa masih bingung kemana akan mencari Mita, ia memutuskan untuk mencari secangkir kopi di kantin sambil mengecek keadaan disana .
Sebagai seorang atasan, dia tidak ingin hanya bisa memberi perintah tapi juga mampu memahami setiap elemen yang ada di hotel baik dari segi karyawan maupun apa saja yang ada disana.
Kantin tampak sepi. Lampu yang dinyalakan pun hanya beberapa sehingga tampak redup.
Daffa masuk dengan langkah perlahan. Langkahnya terhenti saat tatapannya terbentur pada satu pemandangan di sudut kantin tersebut.
Di sebuah meja yang berada di sudut kantin, Daffa melihat sosok perempuan sedang duduk sendirian menghadapi secangkir kopi.
Ia tersenyum. Daffa mengenali sosok itu. Langkahnya pun dipercepat seiring dengan degup jantungnya yang ikut meningkat.
Tinggal beberapa langkah untuk sampai tepat di depan meja itu. Daffa tercekat dengan pemandangan di depannya.
"Hmm...gadis ceroboh!" ujar Daffa dengan senyum lebar.
Daffa terus saja tersenyum. Bagaimana tidak, Daffa melihat Mita dengan pose yang membuat ia ingin tertawa tapi ia tahan.
Gadis itu duduk dengan mata terpejam. Sementara kedua tangannya digunakan untuk menopang dagunya diatas meja.
Daffa lagi lagi tersenyum. Dimajukan lagi langkahnya agar lebih jelas memandang. Perlahan agar tak mengusik apalagi membangunkan.
Daffa tak ingin kehilangan momentum ini. Diraba dan dikeluarkan gawai dari saku celananya. Dengan hati- hati ia abadikan moment tersebut sambil terus senyum-senyum sendiri.
Hampir 5 menit ia berdiri disana menikmati wajah polos gadis yang telah mencuri perhatiannya. Perlahan Daffa mulai menguasai diri dari kesenangan nya menikmati kejadian itu. Degup jantung dan rasa hangat yang tiba-tiba menjalar di dadanya harus segera dihentikan. Diedarkan pandangannya menyapu ruang kantin tersebut. Sepi. Untunglah. Dia juga tak ingin ada karyawan yang mendapati tingkah konyolnya.
Daffa memutuskan untuk segera pergi meski rasanya masih ingin berlama lama disana. Tapi langkahnya tertahan untuk pergi saat ia ingat secangkir kopi Mita yang mulai dingin.
Masih dengan langkah perlahan, Daffa mengambil secangkir kopi panas untuk mengganti kopi Mita. Diletakkan kopi itu dengan hati- hati. Ditambahkan pula sepotong kue yang ia taruh di piring kecil.
***
5 menit kemudian.
"Assalamualaikum..."
Byar! Mita tersentak dan membuka matanya saat mendengar ucapan salam. Dengan setengah sadar, ia mencoba mengenali dua orang yang sedang memasuki kantin. Agung dan Yos anak House keeping.
Dikucek kucek matanya dan dilirik jam tangannya.02.15
"Astagfirulah!" pekiknya kaget.
Mita mencoba mengingat kejadian sebelumnya. Ia sadar betul pergi ke kantin untuk minum kopi. Dan,...
"Astaga, apa aku tertidur?" ucapnya bodoh.
"Ada apa, Mit?" celetuk Agung yang mendengar suara dari arah meja Mita.
"Eh, nggak papa kok" jawab Mita cepat mengusir rasa malunya.
Dahinya mengernyit saat pandangannya terhenti pada secangkir kopi dan sepotong kue di hadapannya. Seingatnya, dia tidak mengambil kue. Terlebih lagi saat ia sentuh kopinya, hangat. Mita semakin heran.
Tapi ia tak bisa berfikir lagi. Ia teringat batas waktu yang ia minta pada Irsyad. Mita harus segera kembali ke front desk.
Digigit kue dihadapanya tanpa sisa dan ditutup dengan hangatnya secangkir kopi. Lalu Mita bergegas beranjak pergi dari kantin sambil terus mencoba mengingat dan mereka- reka apa yang terjadi saat ia tertidur tanpa aturan tadi.
😁