NovelToon NovelToon
MERESET TAKDIR SUAMIKU

MERESET TAKDIR SUAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Tepat di hari perceraian mereka, Kirana Zhafira menyaksikan Damar Rafardhan tewas mengenaskan akibat tertabrak truk demi menyelamatkan cincin pernikahan mereka yang terjatuh. Kirana keliru menilai pernikahan dingin mereka selama dua tahun sebagai tanda ketidakpedulian. Namun, rahasia pilu membubung saat ibu mertuanya menyerahkan dompet Damar yang berisi foto pernikahan mereka dan cincin berlumuran darah kering.

Penyesalan terdalam menghantam Kirana begitu menyadari betapa sang suami sangat mencintainya dalam diam. Di tengah keputusasaan dan rasa sepi yang mencekam, keajaiban waktu terjadi. Kirana terbangun dan mendapati dirinya terlempar ke masa dua minggu sebelum tragedi maut itu merenggut Damar.

Berbekal kesempatan kedua dari semesta, Kirana bertekad meruntuhkan dinding es di antara mereka. Ia bersumpah akan mengejar cinta Damar, mengubah takdir tragis yang mengintai, dan memperjuangkan akhir bahagia yang tertunda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA DUA TAHUN YANG TERUNGKAP

Seperti yang sudah di janjikan, Kirana dan Susan bertemu di depan kafe di dekat kampus mereka. Namun belum lagi mereka masuk tiba-tiba terdengar suara seorang pria.

"Permisi, Kirana, Susan. Maaf mengganggu" sapa pria itu yang ternyata dia Arifin kakak senior mereka. Membuat kedua wanita itu menoleh serentak. "Kebetulan kita bertemu di sini. Ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu, Kiran."

Kirana mengernyitkan dahinya bingung. "Ada apa, Kak Arifin?"

"Kiran, kemarin sebenarnya ada seorang pria dewasa yang datang ke kampus mencarimu," ujar Arifin. "Pria itu berpenampilan rapi, dan dia sempat berkata padaku kalau dia adalah sepupumu. Siapa ya namanya, aku agak lupa."

Mendengar kata sepupu, tubuh Kirana sedikit gemetar.

"Apakah... pria itu menyebut namanya Rusiadi, Kak?" tanya Kirana dengan suara yang bergetar.

Arifin langsung mengangguk yakin. "Ah, iya! Benar sekali! Dia menyebut namanya Rusiadi. Pria itu juga menanyakan alamat rumahmu. Tapi karena aku memang tidak tahu di mana kamu tinggal sekarang, jadi aku hanya menjawab apa adanya."

Mendengar konfirmasi dari Arifin, seluruh persendian tubuh Kirana seketika terasa lemas. Tubuhnya mendadak bergetar hebat dan semburat warna di wajahnya langsung memucat. Tanpa membuang waktu lagi, Kirana langsung meraba tasnya, mengambil ponsel dengan jemari yang gemetar parah. Ia segera mendial nomor sopir pribadi.

"Halo, Mang Pitoyo? Tolong kembali ke kafe tempat Mamang mengantarku tadi sekarang juga! Tolong cepat, Mang!" seru Kirana yang terdengar panik.

Susan yang melihat perubahan drastis pada sahabatnya menjadi sangat cemas, begitupun dengan Arifin yang merasa bersalah.

"Kiran, kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali seperti orang yang mau pingsan," tanya Susan terlihat cemas.

"Iya, Kirana. Kalau kamu merasa kurang sehat, aku bisa mengantarmu ke rumah sakit terdekat naik motorku," tawar Arifin dengan raut wajah khawatir.

Kirana menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba mengontrol napasnya yang memburu. "Tidak perlu, Kak Arifin, Susan. Terima kasih. Sebentar lagi supir rumahku akan menjemput kok."

Dan benar saja, hanya berselang beberapa menit, mobil sedan hitam yang mengantarnya tadi sudah kembali terparkir di depan kafe. Kirana langsung berpamitan tergesa-gesa pada Susan dan Arifin, lalu berlari kecil memasuki mobil.

Begitu pintu mobil tertutup, Kirana langsung menatap ke arah kaca spion tengah. "Mang Pitoyo, tolong antar aku ke perusahaan Kak Damar sekarang juga. Tolong cepat, Mang."

"Baik, Nyonya Muda," jawab Mang Pitoyo patuh, langsung menginjak pedal gas membelah jalanan kota.

Di sepanjang perjalanan menuju ke gedung perusahaan suaminya, Kirana tidak bisa duduk dengan tenang. Ia terus meremas kedua belah tangannya sendiri demi meredam rasa takut yang luar biasa. Pikirannya bergelut hebat dengan lini masa masa depan yang pernah ia lewati.

Apakah di masa depan yang membuat suaminya meninggal ia melewati sesuatu? Kenapa sekarang Rusiadi muncul? Ia terus mengingat setiap kejadian, tapi rasanya ia tidak melihat ada Rusiadi di sana. Atau dialah yang lengah di masa itu. Karena sibuk mengurusi perceraian dan sibuk mencari kerja karena ingin bercerai dari Damar, makanya ia melewati Rusiadi. Pikiran Kirana terus bergelut hingga sang sopir mengingatkan kalau mereka telah sampai di tujuan.

"Nyonya Muda, kita sudah sampai di perusahaan Tuan Damar."

Kirana tersentak, lalu langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Begitu memasuki lobi utama, ia langsung disambut dengan ramah oleh petugas keamanan. Walaupun Kirana baru dua kali diajak oleh Damar berkunjung ke kantornya, namun seluruh karyawan dan pihak security masih mengingat wajah sang istri bos dengan sangat baik.

Tanpa hambatan sedikit pun, Kirana langsung menuju lift khusus untuk naik ke lantai paling atas tempat ruangan CEO berada. Begitu pintu lift terbuka di lantai tertinggi, Kirana melangkah keluar dan langsung berpapasan dengan Ricko yang tampak sangat terkejut melihat kedatangan mendadak dari istri atasannya.

"Nyonya Kirana? Anda sedang ingin bertemu dengan Pak Damar?" tanya Ricko tampak penasaran.

Kirana langsung mengangguk cepat, matanya mengedar ke sekeliling koridor. "Iya, Kak Ricko. Di mana Kak Damar sekarang?"

"Pak Bos saat ini sedang memimpin rapat penting, Nyonya. Jadi, sebaiknya Anda menunggu Pak Damar di dalam ruangan kerjanya saja," jelas Ricko dengan sopan sembari membukakan pintu ruangan CEO untuk Kirana.

Kirana akhirnya mengangguk pasrah, melangkah masuk ke dalam ruangan mewah tersebut. Sementara itu, Ricko, seperti menyadari bahwa wajah istri bosnya itu terlihat sangat pucat dan tubuhnya sedikit gemetar. Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Ricko memutuskan untuk segera pergi menuju ruang rapat guna memberikan laporan darurat.

Begitu memasuki ruang rapat yang tegang, Ricko langsung menghampiri Damar dan berbisik pelan tepat di samping telinga Damar. "Mohon maaf mengganggu jalannya rapat, Pak. Nyonya Kirana saat ini sedang berada di dalam ruangan kerja Anda. Wajah beliau terlihat sangat pucat sekali seperti sedang menahan ketakutan."

Mendengar laporan dari asisten pribadinya, Damar dengan spontan langsung berdiri tegap dari kursi kebesarannya. Sorot matanya berubah menjadi sangat tajam dan cemas.

"Rapat hari ini ditunda sampai waktu yang belum ditentukan," ucap Damar dengan suara baritonnya yang tegas. Sembari ia melangkah cepat keluar dari ruang rapat menuju ke ruang kerjanya sendiri.

Begitu sampai, ia langsung membuka pintu sedikit kasar dan langsung melihat Kirana duduk meringkuk di sofa panjang sambil menggigit kukunya. Damar langsung menghampiri sang istri dengan langkah lebar dan bersimpuh tepat di depan wanita itu.

"Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu bisa pucat sekali seperti ini? Apakah kamu sedang sakit?" tanya Damar bertubi-tubi dengan nada suara yang dipenuhi kekhawatiran.

Kirana yang tersadar dari lamunannya langsung menghambur maju, memeluk leher Damar dengan sangat erat seolah pria itu adalah satu-satunya pelindung hidupnya. Di dalam dekapan sang suami, Kirana berbisik lirih dengan suara yang patah-patah.

"Dia... dia sudah kembali, Kak..." bisik Kirana dengan nada ketakutan.

Damar mengernyitkan dahinya, semakin mempererat dekapannya untuk memberikan rasa aman. "Dia? Siapa dia yang kamu maksud, Kiran? Tolong katakan padaku dengan jelas."

"Sepupuku, Kak... dia adalah anak Tante Melani," cicit Kirana, air matanya mulai menetes membasahi kemeja kerja Damar.

Rahang Damar seketika mengeras mendengarnya, sorot matanya berubah menjadi sedingin es. "Sepupumu yang bejat itu? Pria kurang ajar yang dulu pernah mencoba untuk memperkosamu saat masa sekolah?"

Mendengar kalimat yang keluar dari mulut suaminya, Kirana seketika langsung melepaskan pelukannya. Ia mundur beberapa senti, menatap wajah Damar dengan pandangan mata yang dipenuhi keterkejutan yang luar biasa. Padahal, seingat Kirana, ia sama sekali tidak pernah menceritakan detail kejadian kelam masa lalunya itu kepada siapa pun, termasuk kepada Damar.

"Kak... Kak Damar tahu tentang kejadian itu?" tanya Kirana dengan nada suara yang meninggi karena heran.

Damar mengembuskan napas panjang, sambil menatap lekat sepasang manik mata istrinya.

"Iya, Kiran. Aku tahu semuanya," jawab Damar dengan jujur, mengusap air mata di pipi Kirana. "Sejak awal kita baru menikah dua tahun lalu, aku menyadari bahwa kamu selalu ketakutan yang luar biasa dan tubuhmu selalu gemetar hebat setiap kali kita tidak sengaja bersentuhan fisik. Karena aku tidak mau berspekulasi salah, akhirnya aku menyuruh Ricko mencari tahu apa penyebab utama di balik traumamu itu."

Kirana tertegun, mendengarkan penjelasan suaminya dengan jantung yang berdebar.

"Makanya, selama dua tahun ini aku sama sekali tidak berani menuntut hak biologis atau memaksakan kehendakku padamu. Aku memilih untuk sengaja bersikap dingin dan menjaga jarak aman, murni agar kamu bisa merasa aman dan nyaman berada di dalam rumah bersamaku tanpa harus dilingkupi rasa ketakutan lagi setiap harinya," lanjut Damar dengan nada suara yang lembut.

Kirana seketika terdiam seribu bahasa di atas sofa. Lidahnya terasa kelu untuk sekadar mengeluarkan sepatah kata pun. Benak dan hatinya mendadak dipenuhi oleh rasa haru yang luar biasa. Kini, ia akhirnya tahu jawaban dari teka-teki besar mengapa suaminya selalu bersikap sedingin es selama dua tahun pernikahan mereka di masa lalu. Ternyata, sebabnya adalah karena traumanya.

1
Radya Arynda
baby damar otw lah😃😃😃😃
Nia nurhayati
monggo mas damar puas"in dahh🤣🤣🤣
Lia siti marlia
adehhhh kak damar ketagihan nya 🤭🤭🤭itu adik bandel banget 😁😁😁
Lia siti marlia
wis mau unboxing lagi damar 🤗🤗🤗🤗🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
bukannya kemaren udah melebur y apa belum sempat unboxing
Nia nurhayati
semoga Samar selamat ya ..agar Kira na tidak sedih lagii
Lia siti marlia
aduhhh semoga sama damar selamat dari kejahatan c clenning sevice itu 🥺🥺🥺ayo ricko kamu harus gercep lindungi bosmu itu
Lia siti marlia
cie cie masa masa bucin mulai terealisasikan 🤭🤭🤭meskipun bahaya mengintai untumgnya punya asisten yang gercep seperti ricko dan kawan kawan 😁😁😁
Nuzul Lina
seru dan menarik banget cerita nya
Lia siti marlia
semangat buat kiran sama damar untuk mengubah masa depan yang kelam🤗🤗💪💪💪
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪
Mira Hastati
bagus
Radya Arynda
semangaaat,,jangan menyerah kirana,,, hadapi semua ber sama damar suami mu,,,kamu harus bisa💪💪💪💪💪
Lia siti marlia
akhirnya terkuak sudah rahasia itu 😁😁semoga kedepannya cinta kalian semakin erat 🤗🤗
Lia siti marlia
akhirnya cinta damar sama kirana terbalaskan juga 🤗🤗🤗 semangat juga buat kiran cari terus sumber malapetaka suamimu 🤗🤗🤗
Radya Arynda
semangaaat💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt thor
GANBATEEE NEE 😁🤗💪
dome🌬️🌀🌀🌀
tengkiyuuu Thor....sudah kasih bab terbaikkk🤗🤗🤗
semangat yaa update nyaa😁😁😁
semoga benang takdir bisa terurai dan dalang dibalik Kematian damar bisa terungkap semuanya . semangat kiran, jaga damar dr takdir tragis nya 💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat update yaa thor. makasih update nyaaa.. jangan lama lama yaa crazy up ok😁a😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya,,,,,.😁kalau ga ada keinginan kuat agar sembuh ga akan bisa lepas rasa trauma nya... hebas kiran demi laki2 yg dicintai dan dikasihi nya. rela kuat melawan rasa traumanya... heemmm semoga takdir buruk bisa berubah🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!